TIGER WU

TIGER WU
Bab 263. Tian Yu 2


__ADS_3

Para Dewa Dewi yang ada di aula istana langit mendadak menghentikan aktifitasnya ketika melihat kedatangan Wu Jin Ming dan rombongan.


Mereka merasa heran dengan anak laki-laki yang berada dalam gendongannya. Wajahnya sangat mirip dengan Wu Jin Ming, namun mereka tidak yakin jika itu adalah anak mereka. Jikalaupun putra mereka keluar dari telur emas yang menyimpannya selama ini, rasanya sangat mustahil jika tiba-tiba sudah sebesar itu.


Kenyataan yang terjadi memang demikian. Kelahiran putra Wu Jin Ming melawan logika dan membuat kemustahilan itu menjadi nyata. Anak itu memang benar-benar putra dari Wu Jin Ming.


Dewa Langit selaku raja yang memimpin seluruh ras dewa, memperkenalkan Tian Yu pada seluruh penghuni istana langit.


Semua orang menyambut Tian Yu dengan suka cita dan secara serempak melepaskan energi mereka ke langit sebagai ucapan rasa syukur dan penyambutan Tian Yu sebagai keturunan ras dewa yang diberkati.


Tian Yu meminta pada ayahnya untuk turun.


Wu Jin Ming menurunkan Tian Yu perlahan, namun Tian Yu langsung berlari untuk menghampiri anak-anak yang lain yang seusia dengannya.


Wu Jin Ming dan Rubby tersenyum melihat tingkah lucu Tian Yu yang berlarian ke sana kemari bermain berkejaran bersama teman barunya.


"Dewa Suci. Apa rencanamu setelah ini?" tanya Dewa Langit.


Wu Jin Ming tampak berpikir sejenak. Tidak mungkin dia selamanya berada di istana langit, dan dalam waktu dekat dia juga tidak mungkin kembali ke alam manusia. Dia ingin segera memboyong istri dan anaknya pulang ke Kerajaan Harimau Suci.


"Bagaimana menurut yang mulia jika aku membawa mereka pergi ke istana Kerajaan Harimau Suci?" Walau bagaimanapun juga, Dewa Langit adalah orang yang dituakan olehnya, Wu Jin Ming tetap meminta pendapatnya sebelum mengambil keputusannya.


Dewa Langit merasa tersanjung, meskipun saat ini kekuatan Wu Jin Ming jauh diatasnya, namun dia masih memintanya untuk memberikan pendapat dalam mengambil keputusannya.


"Tian Yu memang seorang bayi, namun dia memiliki pertumbuhan dan kemampuan berbeda dengan bayi pada umumnya. Kami tidak berwenang untuk menahan Tian Yu meskipun belum berusia dua tahun. Kalian bebas membawanya keluar dari sini, kami percaya, kalian bisa menjaganya dengan baik."


Wu Jin Ming merasa senang dengan jawaban Dewa Langit.


"Sayang, aku cari anak kita dulu!" seru Rubby saat Tian Yu tidak berada di dalam jangkauan penglihatannya.


Wu Jin Ming mengangguk, dia mengerti jika Rubby mengkhawatirkan putranya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Wu Jin Ming, Rubby segera berjalan cepat untuk mencari Tian Yu.


Sebenarnya Wu Jin Ming juga ingin pergi bersama Rubby untuk mencari Tian Yu, namun dia merasa tidak enak pada Dewa Langit dan yang lainnya.


Rubby berjalan berkeliling dan menyibak setiap kerumunan, berharap segera menemukan Tian Yu. Seluruh aula sudah dia kelilingi namun belum juga melihat putranya. Sepertinya anak-anak yang tadi bermain bersama Tian Yu pun tidak terlihat. Rubby tampak semakin panik, dia takut kehilangan putranya yang belum genap sehari dilihatnya.

__ADS_1


"Dewi, apakah kamu sedang mencari putramu?" tanya seorang Dewi yang kebetulan berpapasan dengan Rubby.


"Benar, apakah kamu melihatnya? Dia belum banyak tahu tentang apa saja. Aku takut dia melakukan hal-hal yang membahayakan," jawab Rubby berharap dewi di depannya itu tahu keberadaan Tian Yu.


"Kalau tidak salah tadi aku melihatnya keluar bersama beberapa orang anak. Tidak perlu khawatir, aku juga melihat ibu dari salah satu anak bersama mereka dan selalu mengikuti ke mana anak-anak itu pergi."


Penjelasan Dewi itu membuat Rubby merasa sedikit lega. Setidaknya saat ini putranya aman karena ada yang menjaganya. Baru saja Rubby ingin pergi untuk menyusul Tian Yu keluar, dari kejauhan sudah terlihat putranya itu berlari ke arahnya dan diikuti oleh anak-anak dan seorang Dewi.


"Sayang, kamu dari mana saja?" tanya Rubby lembut lalu mengangkat tubuh Tian Yu ke dalam gendongannya.


Tian Yu tidak langsung menjawab, dia terus bersembunyi di balik punggung Rubby sambil memeluk lehernya.


"Kakak, apa yang terjadi pada anak-anak ini?" tanya Rubby ketika Dewi yang tadi mengikuti anak-anak itu berdiri di hadapannya.


Dewi itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Rubby. Dari sorot matanya, jelas sekali terlihat jika dia adalah seorang Dewi yang penyabar dan penyayang. Wajahnya yang teduh, membuatnya terlihat sangat keibuan.


"Tidak ada apa-apa, kok. Hanya saja tadi Tian Yu tidak sengaja mendorong temannya hingga jatuh saat mereka sedang menangkap kupu-kupu." Dewi itu berusaha menjelaskan apa yang terjadi.


"Sayang, apa benar yang dikatakan bibi Dewi? Tidak apa-apa kalau tidak sengaja, tapi kamu harus minta maaf pada temanmu. Nanti kalian bisa main bersama-sama lagi setelah ini," ucap Rubby untuk membujuk putranya agar mau meminta maaf.


"Sudahlah, Dewi Bintang Jingga, dia baru saja dilahirkan tidak mengherankan jika dia belum tahu tentang hal-hal kecil seperti ini," jelas Dewi itu lagi.


Rubby akhirnya bisa memaklumi keisengan putranya, dalam hati dia berharap semoga Tian Yu tidak mewarisi sifatnya yang suka seenaknya sendiri.


"Terimakasih atas pengertiannya, Kakak. Kalau begitu, aku permisi dulu!" pamit Rubby.


"Tidak perlu merasa sungkan, Dewi. Hal seperti ini sudah biasa terjadi saat anak-anak bermain bersama-sama."


Setelah merasa puas dengan jawaban itu, Rubby berjalan melewati kerumunan sambil menggendong Tian Yu dan membawanya ke hadapan Wu Jin Ming.


Tian Yu terlihat ingin bicara sesuatu, namun dia menunggu ibunya sampai di depan ayahnya.


Wu Jin Ming tersenyum menyambut kedua orang yang disayanginya itu. Baginya, Rubby dan Tian Yu adalah dunianya. Berpisah dengannya sebentar saja membuatnya merasa sangat rindu.


"Ayah, aku telah melakukan kesalahan." Tian Yu langsung berbicara kepada Wu Jin Ming.


Kelihatannya dia lebih berani terbuka pada ayahnya ketimbang ibunya.

__ADS_1


"Oh, iya? Kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh putra kesayangan ayah ini." Wu Jin Ming merentangkan tangannya di hadapan Tian Yu.


Tian Yu mengerti keinginan ayahnya dan langsung melompat dari gendongan Rubby ke pelukan Wu Jin Ming.


"Aku tidak mendorong temanku, Ayah. Tapi tanganku mengeluarkan angin. Angin itu tiba-tiba keluar saat aku kesal." Tian Yu menceritakan tentang apa yang dialaminya.


Rubby dan Wu Jin Ming saling berpandangan. Dalam hati mereka bertanya-tanya, mungkinkah Tian Yu sudah memiliki energi spiritual sejak lahir? Mereka ingin segera memeriksanya tetapi tidak di sana yang tentunya akan mengundang perhatian banyak orang.


"Kenapa kamu merasa kesal, Sayang?" Wu Jin Ming mencoba mengalihkan pembahasan tentang angin itu, Tian Yu pasti akan banyak bertanya karena rasa ingin tahunya.


Tian Yu tampak berpikir, mungkin dia sedang merangkai kata-kata untuk menjelaskan maksudnya.


"Kupu-kupu itu terus terbang, aku tidak bisa menangkapnya. Aku mau kupu-kupu, Ayah!" Tian Yu mengatakan keinginannya dengan terbata-bata.


"Itu tandanya kupu-kupunya tidak mau di tangkap, Sayang. Mereka juga makhluk hidup seperti kita, jadi mereka tidak mau kalau kita tangkap dan mati." Wu Jin Ming mencoba memberi pengertian pada Tian Yu.


"Kalau aku tangkap, apa ibunya juga akan mencarinya seperti ibuku, Ayah?" tanya Tian Yu.


"Anak pintar. Ibunya, ayahnya, dan saudara-saudaranya pasti akan mencarinya," imbuh Wu Jin Ming.


"Kalau begitu, aku tidak mau menangkap kupu-kupu lagi, Ayah. Tapi boleh tidak kalau aku bermain-main dengan mereka?" Tian Yu begitu hebohnya memikirkan tentang kupu-kupu, hanya kupu-kupu saja sudah membuatnya sampai seserius ini.


Wu Jin Ming tidak habis pikir dengan pemikiran anak-anak. Sepertinya dia tidak terlalu terkejut karena sudah terbiasa menghadapi sikap Rubby yang terkadang masih seperti anak-anak. Menurutnya ini malah akan sangat menyenangkan.


"Ibunya Tian Yu, bagaimana menurutmu jika kita segera pulang ke istana Kerajaan Harimau Suci bersama anak kita?" Wu Jin Ming mengutarakan keinginannya.


"Aku, sih, terserah kamu. Aku akan ikut ke manapun kamu pergi."


Rubby melirik ke arah Tian Yu yang terlihat kebingungan.


Tian Yu belum mengerti banyak tentang siapa sebenarnya orang tuanya, dia pikir di sinilah tempat tinggal mereka.


"Baiklah, setelah pesta ini berakhir, kita akan pergi ke istana kita." Wu Jin Ming mengecup kening Tian Yu.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2