
Taman itu kembali sepi setelah puluhan mahasiswa yang tadinya berkumpul di sana membubarkan diri. Kepulan asap hitam muncul dari balik sebuah pohon. Dia berubah menjadi manusia setengah ular.
"Gadis nakal! Kamu sudah berani membebaskan mangsaku dari racun sihirku. Aku ingin kamu menggantikanmu menjadi mangsaku." ular itu mengendus-endus bekas Rubby duduk saat menolong Messy. Ular itu tertawa senang setelah berhasil mengenali bau Rubby.
Untuk menghindari kejaran manusia, siluman ular itu tidak berubah menjadi wujud ular lagi. Dia menjadi wujud manusia yang tak terlihat. Jika ada orang yang punya kemampuan melihat makhluk halus, maka dia tidak akan ketakutan melihatnya.
Siluman ular itu mengendus mencari keberadaan Rubby. Setelah berputar-putar beberapa kali, akhirnya dia menemukan di mana keberadaan Rubby. Dia masuk ke dalam kelas Rubby dan duduk mengawasinya dari tempat yang tak terlihat manusia.
Siluman itu tidak ingin kehilangan mangsanya lagi. Hari ini dia belum setor energi untuk Raja Kegelapan. Siluman itu tidak mengenali siapa Rubby. Dia mengira Rubby hanya seorang gadis biasa yang menguasai ilmu pengobatan kuno.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pelajaran selesai. Siluman ular itu berjalan tepat di belakang Rubby. Bulu kuduk Rubby meremang. Perasaannya tidak enak. Beberapa kali dia menoleh ke belakang namun tidak menemukan siapapun.
"Kamu kenapa, By?" tanya Cindy.
"Nggak papa. Aku pikir tadi kayak ada orang di belakang," jawab Rubby jujur.
"Gimama kak Tiger dah ngabarin belum? Bilang aja kamu pulang bareng kita. Aku anter kamu dulu nanti," seloroh Bella.
"Em... kalian duluan aja, deh! Aku naik taksi aja. Arah rumah kita kan berlawanan," tolak Rubby.
"Ya, udah kalau gitu. Sebenarnya nggak papa sih. Tapi ya, udah kalau kamu nggak mau. Kali aja kamu mau nyusul bebeb ganteng kamu," goda Bella sambil menyenggol bahu Rubby.
Rubby hanya tersenyum tipis menanggapi ledekan temannya itu. Mereka akhirnya berpisah di dekat parkiran. Rubby mengirim pesan kepada Wu Jin Ming untuk mengabarkan jika dia sudah pulang naik taksi.
Tak berapa lama menunggu, taksi sudah datang. Rubby segera naik dan mengatakan alamat rumahnya pada sopir taksi itu. Di dalam taksi itu Rubby hanya sendirian di kursi penumpang, tapi rasanya ada yang mengikutinya.
Diam-diam Rubby mengaktifkan energi untuk melihat apa yang tidak bisa dia lihat dengan matanya. Rubby sedikit terkejut ketika melihat ada siluman yang terbang di atas taksi yang dia tumpangi. Kelihatannya dia bukan lawan yang mudah. Biasanya Rubby bisa merasakan keberadaan siluman tanpa mengaktifkan indera keenamnya.
__ADS_1
Taksi yang Rubby tumpangi kini melintasi kawasan yang lumayan sepi. Dari arah berlawanan terlihat gulungan angin yang membawa butiran pasir. Angin itu semakin dekat dengan taksi yang Rubby tumpangi.
"Non, di depan itu apa?" tanya sopir taksi itu panik.
"Hentikan taksinya, Pak! Biar saya melihatnya." Rubby membuka sabuk pengamannya.
"Jangan, Non! Bahaya!" teriak sopir taksi itu.
Brukk!
Sopir taksi itu jatuh pingsan setelah Rubby menyihirnya lewat tatapan mata.
Rubby segera keluar dari dalam taksi. Dia berjalan santai untuk mencari tempat yang lapang. Dia tidak ingin membuat banyak kerusakan seperti sebelumnya.
Angin bercampur pasir itu mendekati Rubby seakan ingin membawanya masuk ke dalam pusaranya. Setelah di lihat dari dekat angin itu seperti angin tornado. Rubby merubah dirinya menjadi Dewi Bulan dan segera membaca mantra untuk menutup sekitarnya dari pandangan manusia.
"Apa kamu takut?" Rubby memancing siluman itu bicara lebih banyak. Dia ingin tahu apa tujuannya mengikutinya.
"Mana mungkin aku takut padamu, Cantik!" siluman ular itu menjulurkan lidahnya yang bercabang.
"Sepertinya kita tidak ada masalah sebelumnya. Kenapa kamu menghalangi jalanku. Oh, iya, apa kamu juga yang mengikutiku sejak tadi?" tanya Rubby.
"Kamu sudah membuat masalah denganku. Kamu ingat gadis yang terkena racun ular tadi?" tanya siluman itu.
"Tentu saja. Owh, aku tahu. Itu pasti ulah kamu, kan?" Rubby memainkan telunjuknya di udara.
"Hahaha... kamu cerdik juga anak nakal! Kamu sudah membuatku kehilangan makan siangku. Kamu harus menggantikannya!" siluman itu mulai mendekat ke arah Rubby dan berubah menjadi manusia setengah ular.
__ADS_1
"Coba saja kalau bisa!" Rubby mengeluarkan selendangnya dan menggunakannya sebagai senjata.
Mereka mengadu kekuatan mereka satu sama lain. Pertemuan sengit pun terjadi. Mereka sama-sama kuat.
Rubby tidak bisa bermain-main lagi. Sudah waktunya dia fokus untuk menghadapi siluman itu. Siluman ular memang terkenal licik dan penuh perhitungan.
Lelah dengan pertarungan jarak jauh dengan adu tenaga dalam, kini mereka bertarung jarak dekat. Serangan fisik membuat Rubby sedikit kewalahan karena ekor ular itu mengibas ke sana kemari dan berhasil menghantam tubuh Rubby beberapa kali. Rubby terdorong ke belakang. Dari sudut bibirnya menetes darah segar.
"Bagaimana gadis nakal? Menyerahlah! Mungkin aku bisa mengampuni nyawamu jika kamu dengan suka rela memberikan basis kultivasimu padaku," rayu siluman ular itu. Padahal jika benar Rubby memberikannya, belum tentu dia benar-benar melepaskan Rubby.
"Sayang sekali aku tidak mau. Haaaaa!" pekik Rubby. Muncullah sinar berwarna biru dari kedua bola matanya. Sinar itu bisa membakar apa saja yang tersentuh olehnya.
"Bagaimana mungkin seorang manusia sepertimu punya kemampuan mengeluarkan jurus mata iblis?" Siluman itu juga mengeluarkan jurus yang sama.
Sinar dari mata siluman ular itu berwarna merah darah. Cahaya dari kedua mata mereka saling beradu. Suara dari pertemuan dua kekuatan hebat itu sangat memekakkan telinga. Desingan, dentuman, dan ledakan menggetarkan tempat mereka berpijak.
Pepohonan di sekitar mereka sebagian menjadi layu setelah terciprat percikan kekuatan keduanya. Cukup lama mereka beradu kekuatan, siluman ular itu tampak tidak sabar. Dia menaikkan level kekuatannya untuk menekan kekuatan Rubby.
Rubby sedikit panik ketika sinar energi yang keluar dari matanya mulai terdorong mendekat ke arahnya. Dari dalam hati dia seperti mendengar bisikan dari Wu Jin Ming yang memintanya untuk menaikkan level energinya. Rubby baru ingat jika levelnya meningkat setelah masuk ke dalam Ruang Seribu Cahaya bersama Wu Jin Ming.
Segera Rubby meningkatkan level energinya dan menyalurkan ke mata. Penambahan satu level pertama, berhasil mendorong sedikit kekuatan siluman ular. Tidak puas dengan hal itu Rubby kembali menambah level energinya.
Akhirnya siluman ular berhasil terpukul mundur. Rubby menghentikan pancaran mata iblisnya, ketika cahaya mata siluman itu sudah tidak ada. Tubuh siluman ular itu terdorong beberapa meter ke belakang. Dia tidak menyangka Gadis nakal itu seorang kultivator yang tidak bisa di bilang remeh.
Siluman ular itu belum mau menyerah. Dia akan merasa dipermalukan jika dia dikalahkan oleh seorang gadis kecil. Siluman ular itu merubah wujudnya menjadi naga yang sangat besar.
****
__ADS_1
Bersambung...