
Hari sudah gelap ketika Wu Jin Ming, Rubby dan Arlan selesai makan. Mereka segera masuk ke dalam mobil masing-masing untuk pulang. Rubby pulang bersama Wu Jin Ming sementara Arlan hanya sendirian.
Pemotretan Wu Jin Ming bertema manly hari ini sehingga tidak ada model wanita di sana. Arlan tidak beruntung hari ini karena Wu Jin Ming tidak mengenalkannya pada model wanita seperti yang dia janjikan sebelumnya. Semua bukan salah Wu Jin Ming, Arlan tidak mengabarinya sebelum datang ke sana bersama Rubby karena memang tidak direncanakan sebelumnya.
Di dalam mobilnya Arlan masih terbayang wajah Rubby. Baunya pun masih tertinggal di kursi bekas tempatnya duduk tadi. Melihat perlunya ilmu beladiri, Arlan jadi tertarik untuk mempelajarinya setelah secara langsung melihat kehebatan Rubby.
Arlan berencana untuk belajar pada ahlinya di setiap akhir pekan. Dia mendengar ada seorang pertapa sakti yang bersedia menerima murid di bukit Suju. Temannya juga merupakan salah seorang dari muridnya.
Jika mama dan papanya tahu pasti mereka tidak akan setuju. Arlan akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan mereka. Lokasi bukit Suju juga jauh dari tempat tinggalnya, tidak mungkin orang tuanya bisa tahu kalau dia pergi ke sana.
Dalam hati Arlan tertanam tekat bahwa dia harus bisa menjadi seorang kultivator seperti Rubby. Arlan berpikir jika Rubby yang lemah dan cengeng saja bisa, dia yakin bahwa dirinya tentu akan lebih hebat dari Rubby. Semangat Arlan seakan menggebu-gebu saat ini.
...
"By!" panggil Wu Jin Ming.
"Iya Sayang... kenapa? Kangen ya?" Rubby mengendorkan sabuk pengamannya dan memeluk lengan Wu Jin Ming yang sedang menyetir. Kepala Rubby dia sandarkan di bahu suaminya itu.
"Kalau itu sih sudah pasti, Yang! Aku mau tanya yang lain," jelas Wu Jin Ming.
"Tanya apa? Jangan tanya yang susah-susah ya! Nanyannya yang gampang-gampang aja!" seru Rubby.
"Yee... emang mau kasih soal ujian."
"Ya udah buruan...!" Rubby berubah jadi tidak sabaran.
Wu Jin Ming semakin curiga melihat mood Rubby yang berubah-ubah. Ini pasti salah satu ciri-ciri jika Rubby sedang hamil. Rasanya Wu Jin Ming sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di rumah dan memastikan semua firasatnya itu benar.
"Apa kamu merasa ada yang aneh di perut kamu?" tanya Wu Jin Ming.
"Aneh gimana sih? Aku nggak merasa aneh hanya tadi aja mual pas nyium bau menyengat. Memangnya kenapa Sayang?"
__ADS_1
"Enggak... nggak ada apa-apa! Aku cuma berpikir kalau kamu sedang hamil," jawab Wu Jin Ming.
Rubby tersentak. Dia menarik tubuhnya menjauh dari Wu Jin Ming. Ucapan Wu Jin Ming membuat Rubby terkejut. Dia mengingat-ingat apa saja yang dia alami hari ini.
"Sayang! Apa kamu belum siap untuk mengandung anak kita?" tanya Wu Jin Ming melihat sikap diam Rubby.
"Eh! Em... bukan begitu. Aku hanya terkejut saja mendengar semua ini. Kalau begitu kita langsung pergi ke rumah sakit aja sekarang. Kita periksa kandunganku untuk memastikannya," ucap Rubby bersemangat.
"Percuma Sayang. Alat secanggih apapun tidak akan bisa mendeteksi kehamilaanmu. Apa kamu lupa jika aku bukan manusia?"
"Iya juga ya. Kamu sama sekali nggak memiliki darah manusia. Eh, tapi aku kan setengah manusia." Rubby berpikir jika masih ada kemungkinan kehamilannya bisa di deteksi.
"Tetap nggak bisa terlihat Sayang. Anak itu adalah bagian dari diriku. Jadi nggak akan terlihat sama sekali hanya kita yang bisa melihat dan merasakannya."
"Hmm. Gitu ya. Dan kita harus menyembunyikannya juga kan?" tanya Rubby.
"Benar Sayang. Kamu harus selalu ingat pesanku. Waspada dan jaga rahasia kehamilan kamu. Jangan sampai ada yang curiga atau tahu masalah ini!" Wu Jin Ming kembali mengingatkan Rubby.
Wu Jin Ming merasa senang mendengar penuturan Rubby. Dia merasa saat ini istri kecilnya itu sudah dewasa. Akhirnya dia bisa mengurangi sedikit sifat egois dan kekanak-kanakan.
"Boleh! Aku juga ingin mengajak kamu pindah tempat tinggal jika kamu benar-benar hamil, By."
"Pindah? Kemana?" Rubby memutar tubuhnya menghadap ke arah Wu Jin Ming.
"Nanti kita cari rumah bareng-bareng kalau aku udah free."
Rubby masih melongo menatap Wu Jin Ming. Semuanya terasa mengejutkan. Banyak hal yang terjadi dan membuatnya shok hari ini.
Mobil Wu Jin Ming sudah memasuki halaman rumah mereka. Mereka segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Di belakang mereka tampak mobil Arlan melewati rumah Rubby dan menyalakan klakson.
"Kak Wu! Aku mandi duluan ya!" seru Rubby
__ADS_1
"Hmm." jawab Wu Jin Ming sambil membereskan barang-barangnya.
Meskipun Wu Jin Ming bisa melakukannya dengan sihir namun tidak dia lakukan. Selama hidup di dunia manusia, dia harus meminimalisir pemakaian kekuatan magisnya. Takutnya dia akan lupa dan melakukannya di depan manusia.
"Huueekkk! Hueekk! Hueekk!" samar-samar terdengar suara Rubby muntah di dalam kamar mandi.
Wu Jin Ming segera meninggalkan pekerjaannya dan berlari menghampiri Rubby.
"Sayang! Kamu mual ya?" Wu Jin Ming langsung masuk dan mendekati Rubby yang terduduk lemas di tepi closed.
Saat ini Rubby sudah tidak berbusana dan tubuhnya sudah berlumuran dengan busa. Kakinya terasa lemas dan tidak kuat lagi menopang tubuhnya setelah mengeluarkan seluruh isi perutnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya.
Dengan telaten Wu Jin Ming membantu membilas tubuhnya. Dia tidak menyabunnya lagi dan hanya menyiramnya dengan air. Setelah di rasa bersih Wu Jin Ming membungkus Rubby dengan handuk dan mengangkatnya ke kamar.
"Masih mual?" tanya Wu Jin Ming dalam perjalanannya ke kamar.
"Sedikit. Kepalaku tadi rasanya berputar-putar," ucap Rubby lirih.
"Sabar sayang." Wu Jin Ming membaringkan tubuh Rubby di atas tempat tidur dan menyelimutinya.
Dari dalam cincin penyimpanannya, Wu Jin Ming mengeluarkan sebotol minyak. Dia meneteskannya sedikit minyak itu ditelapak tangannya dan menggosokkannya di leher dan perut Rubby. Minyak itu membuat tubuh Rubby terasa hangat.
"Sayang... sini!" panggil Rubby manja. Tangannya dia bentangkan agar Wu Jin Ming mendekat padanya.
"Tapi aku belum mandi sayang," jawab Wu Jin Ming sambil mengelus rambut panjang Rubby.
"Ya udah kalau nggak mau!" Rubby menarik tangannya dan memasang wajah cemberut.
Wu Jin Ming semakin yakin jika Rubby saat ini sedang mengandung anaknya. Perubahan sikap Rubby yang tiba-tiba dan mual yang dia alami cukup menjadi bukti. Rubby juga menjadi lebih sensitif.
****
__ADS_1
Bersambung...