TIGER WU

TIGER WU
MANIS


__ADS_3

Tidak ada pilihan lain selain memakai kekuatannya untuk membuat mobil mereka cepat sampai di rumah. Wu Jin Ming memindahkan mobilnya dengan teknik teleportasi dan melawan hukum alam. Dalam sekejap mobil itu sudah sampai dan terparkir indah di depan rumah mereka.


"Lho, kok?!" Rubby terlihat kebingungan. Setelah menyadari Wu Jin Ming memakai kekuatannya untuk segera sampai dia pun mendengus kesal.


"Ayo kita turun. Gerah nih, pengen mandi!" Wu Jin Ming melepaskan sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobilnya.


Melihat Rubby masih duduk mematung dia pikir Rubby ingin dibukakan pintu. Wu Jin Ming berjalan menuju ke samping pintu Rubby. Di saat yang bersamaan Rubby membuka pintunya keras-keras hingga membentur kening Wu Jin Ming.


"Aaahhh!" pekik Wu Jin Ming sambil memegangi keningnya yang terantuk pintu mobil.


"Sayang... aduh! Kenapa kamu di sini? Sakit nggak?"


Rubby berjinjit untuk menyejajarkan tinggi tubuh mereka. Melihat kening Wu Jin Ming memerah Rubby langsung mengusap dan meniupnya perlahan.


"Bukan begitu cara mengobatinya sayang!" menempelkan tubuhnya ke tubuh Rubby.


"Lalu?" sebenarnya Rubby tahu apa yang diinginkan Wu Jin Ming tapi dia pura-pura tidak mengerti.


"Kita mandi bareng, yukk!"


Tidak ingin membuat Wu Jin Ming kecewa untuk yang kedua kalinya, Rubby pun mengangguk pasrah.


'Sudah ku duga.' batin Rubby sambil menikmati sentuhan Wu Jin Ming di sepanjang jalan dari mobil menuju ke kamar mandi.


•••


"Morning, Nyonya Wu Jin Ming!" sapa Wu Jin Ming ketika pertama kali membuka matanya.


Tangannya mempererat pelukannya dan menghujani Rubby dengan kecupan mesra.


"Eeemmhhh!" Rubby menggeliat.


"Udah pagi, ya?" tanya Rubby sambil mengucek-kucek matanya.


"Udah, Sayang. Hari ini ada jadwal pagi tidak Bu Co Manager?" tanya Wu Jin Ming sambil mengendus-endus leher Rubby.


Mendengar pertanyaan Wu Jin Ming, Rubby berjingkat duduk.


"Ya, ampun! Aku hampir lupa kalau aku sekarang sudah bekerja."


Rubby meletakkan kedua telapak tangannya di samping kepalanya menyadari kealpaannya. Ini hari kedua dia bekerja sebagai co manager di bawah agensi yang sama dengan Wu Jin Ming. Sebagai pegawai baru masih banyak hal yang harus dia pelajari.


Wajah Wu Jin Ming terlihat mengulum senyum melihat penampilan Rubby yang berantakan akibat ulahnya semalam. Pagi ini dia baru menyadari jika semalam dia membuat sebuah tanda kepemilikan di leher Rubby. Dia berharap Rubby tidak marah setelah menyadarinya nanti.

__ADS_1


"Hoaamm! Aku mandi dulu, Sayang!" Wu Jin Ming menyibak selimutnya lalu keluar dan turun dari tempat tidur.


"Jangan lama-lama, Kak! Kita harus cepet-cepet, nih!" meraih ikat rambut lalu mengikat rambutnya sembarangan.


Melihat jam dinding sudah menunjukkan jam tujuh kurang 20 menit, Rubby segera memasak sarapan yang simpel dengan cepat. Beberapa kali Rubby menengok ke kamar mandi namun Wu Jin Ming belum juga selesai mandi. Untuk menyingkat waktu, Rubby memakan sarapannya lebih dulu.


"Kak Wu! Kak Wu!" teriak Rubby dari ruang makan.


"Iya, Sayang! Bentar lagi aku selesai!"


Suara Wu Jin Ming dari dalam kamar mandi terdengar lirih. Rupanya dia kebanyakan menuang sabun hingga busanya meluber ke mana-mana. Terpaksa Wu Jin Ming harus menyiram air hingga busa itu terkikis dan lama-kelamaan menghilang.


"Lama amat, sih, Yang! Kamu mandi apa tidur!" teriak Rubby lagi.


"Tidur, Yang!"


Jawaban Wu Jin Ming membuat Rubby terkekeh. Dia tidak menyangka harimau galak itu bisa juga melucu sekarang.


"Tumben dia nggak marah." Rubby masih senyum-senyum sambil mencuci peralatan dapur yang kotor.


"Masak apa, Sayang?" tanya Wu Jin Ming sambil menggosokkan handuk di kepalanya.


Kedatangan Wu Jin Ming yang tiba-tiba di saat dia sedang melamun membuat Rubby menjatuhkan piringnya. Untung tidak pecah.


"Ada yang lebih enak dari semua masakan yang ada di seluruh dunia. Mau aku tunjukkan?"


Wu Jin Ming memutar tubuh Rubby menghadapnya lalu mengangkat dagu Rubby hingga sedikit mendongak. Sebuah benda lembut mendarat di bibir mungil Rubby. Dinginnya pagi menghangat seketika ketika mereka larut dalam sebuah ciuman panas yang membakar gairah mereka.


Mereka lupa jika waktu terus berjalan saat mereka berhenti untuk menikmati romantisme yang mereka ciptakan.


Prangg!!!


Sebuah spatula jatuh karena tersenggol tangan Wu Jin Ming. Hal itu membuat mereka menghentikan aktivitasnya.


"Kita bisa terlambat. Makan sarapanmu, aku... aku... mandi dulu!" ucap Rubby sedikit canggung karena malu.


"Emm, iya...." Wu Jin Ming membantu membetulkan baju Rubby yang terkoyak akibat ulahnya.


Wu Jin Ming masih berdiri mematung sambil memegangi bibirnya meskipun Rubby sudah menghilang dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Manis." satu kata yang terucap mewakili perasaannya yang begitu indah pagi itu.


••••

__ADS_1


Sesampainya di gedung megah tempat Wu Jin Ming dan Rubby berada, mereka sudah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Wu Jin Ming bersiap untuk melakukan pemotretan di studio yang ada di sana sementara Rubby harus mondar-mandir menemui editor untuk menyerahkan hasil kerja teamnya. Bukan hanya hasil kerja dua hari ini saja melainkan juga pekerjaan yang menumpuk sebelum dia menjabat sebagai co manager.


Brukk!


Rubby jatuh terduduk dengan tidak elegan ketika berjalan sambil membuka map berisi file di tangannya.


"Maaf! Maafkan aku!" seorang pemuda tampan membantu membereskan barang-barang Rubby yang berjatuhan lalu membantunya berdiri.


"Nggak apa-apa. Aku kog yang salah. Tadi aku jalan nggak lihat-lihat."


Rubby mengibas-ngibaskan tangannya untuk membersihkan baju bagian belakang dari debu yang mungkin saja menempel.


"Namaku Alfon. Ini hari pertama saya bekerja di agensi ini." pemuda itu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


"Rubby! Aku juga orang baru di sini. Selamat bergabung!" sahut Rubby sambil menyambut tangan Alfon.


Dari arah yang berlawanan suara sepatu seseorang datang menggema di seluruh ruangan.


Tangan Rubby dan Alfon masih bersalaman ketika sesosok bayangan muncul.


"Ehemm!" Bryan Lee berdehem sambil menujuk ke arah tangan mereka.


"Owh, iya! Maaf!" ucap Alfon sambil buru-buru melepaskan tangan Rubby.


"Hmm." Rubby terlihat salah tingkah. "Aku... pergi dulu!" tanpa menunggu jawaban Rubby langsung berbalik dan pergi meninggalkan kedua pria itu.


"Cantik!" gumam Alfon dan Bryan Lee secara bersamaan.


Menyadari mereka mengucapkan kata-kata yang sama mereka saling berpandangan.


"Jangan naksir dia! Aku yang lebih dulu kenal aja nggak dapat perhatian darinya." wajah Bryan terlihat kesal melihat sepupunya juga tertarik dengan gadis yang sama.


"Jadi sepupuku yang bujang lapuk ini mulai jatuh cinta, nih! Wah bakalan jadi berita besar ini!"


"Heh! Awas, ya! Aku pecat kamu sekarang juga!" ancam Bryan Lee.


"Ampun sepupu! Baru juga sehari bekerja, udah main pecat-pecat aja." Alfon menampilkan wajah sedihnya.


"Awas kalau kamu sampai ngomong sama mami papi!" melirik tajam ke arah Alfon.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2