
"Arrghhh!" jerit siluman itu lalu seketika bangkit dan terbang melayang di udara.
Wu Jin Ming segera melompat ke atas ranjang dan menyadarkan Rubby. Tiba-tiba kamar itu berubah menjadi dimensi yang berbeda. Rupanya siluman itu menarik mereka berdua ke dalam dimensinya.
"Selamat datang di dimensiku manusia!" seru siluman itu.
"Undangan yang sangat berkesan setelah kamu menggoda istriku!" Amarah Wu Jin Ming masih terlihat jelas di wajahnya.
"Aku mencium energi yang sangat kuat dari tubuhnya. Aku menginginkannya!" Siluman dengan sisik yang menutupi sebagian wajahnya itu terlihat menjulurkan lidahnya yang panjang.
"Dari aroma energi yang kamu keluarkan, kalau tidak salah kamu adalah siluman naga. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Rubby adalah milikku!"
"Aku tidak peduli! Apa yang bisa kamu perbuat jika aku berhasil mengalahkanmu! Hahaha!" Tawa keras siluman naga menggema di seluruh alam dimensi miliknya.
"Sombong! Rasakan ini!" Wu Jin Ming mulai melancarkan serangannya.
Lontaran energi meluncur ke arah siluman naga. Siluman itu bergerak gesit dan menghindari serangan itu dengan mudah. Mereka sedikit menjauh dari tubuh Rubby yang masih terlelap di tanah berumput dalam dimensi itu.
Mereka saling serang dengan energi spiritual yang mereka miliki. Kilatan cahaya dan suara ledakan terdengar silih berganti di dalam pertarungan mereka. Mereka sama-sama kuat dan belum menemukan titik kelemahan satu sama lain.
Merasa energinya mulai melemah saat berwujud sebagai manusia, Wu Jin Ming kini merubah dirinya ke dalam wujud siluman. Melihat perubahan Wu Jin Ming, siluman naga itu sedikit terkejut. Dia tidak menyangka jika pria itu bukan kultivator biasa melainkan siluman juga seperti dirinya.
"Hei! Rupanya kamu siluman juga seperti diriku. Apa gadis itu tahu?" siluman naga itu merasa penasaran bahwa ada pasangan manusia dan siluman yang dia temui setelah orang tuanya.
"Tentu saja. Bahkan dia tahu sejak pertama dia mengenalku! Kenapa? Kamu merasa iri dengan nasib baikku?" Ucapan Wu Jin Ming terdengar seperti sedang menyombongkan dirinya.
"Kisah yang menarik! Aku pikir hanya orang tuaku saja yang merupakan pasangan manusia dan siluman."
"Oh! Jadi kamu ingin mengikuti jejak mereka dengan menikahi manusia? Sayang sekali kamu sudah memilih orang yang salah."
__ADS_1
Kilat mata Wu Jin Ming mulai terlihat tidak bersahabat. Dalam wujud siluman, Wu Jin Ming lebih kejam dan agresif terhadap musuh-musuhnya. Kini dia sudah bersiap untuk kembali melanjutkan pertarungan.
"Ini kali pertamanya aku jatuh cinta pada seorang wanita. Aura tubuh gadis itu sangat cocok dengan tubuhku. Aku tidak akan melepaskannya dan akan merebutnya darimu meskipun nyawaku taruhannya!"
Siluman naga itu juga menampilkan wajah yang tidak kalah menyeramkan. Dari kepalanya muncul tanduk kecil yang mirip seperti tanduk rusa berukuran kecil. Rambut naga itu juga berubah menjadi putih seperti halnya Wu Jin Ming yang menandakan mereka berada dalam basis kultivasi yang sama.
"Aku juga tidak akan menyerah untuk mempertahankan wanitaku. Dia adalah hidup dan matiku. Di hadapan para Dewa aku sudah bersumpah hanya akan menikah satu kali dalam hidupku!" ucap Wu Jin Ming berapi-api.
Pertempuran sengit kembali terjadi. Mereka sama-sama kuat dengan pertahanan yang seimbang. Wu Jin Ming mengeluarkan pedangnya dan memulai jurus pendekar Chin.
Tidak ingin kalah dari Wu Jin Ming, siluman naga juga mengeluarkan pedangnya. Kali ini pedangnya lebih berkilau di banding pedang kuno milik Wu Jin Ming. Dalam pertarungan yang tidak terlalu mendesak, Wu Jin Ming sengaja tidak mengeluarkan pedang legendaris milik pendekar Chin ayah mertuanya.
Suara berisik pedang yang beradu membuat hati berdesir ngilu. Jurus pedang Wu Jin Ming sedikit membuat siluman naga terpojok namun dia tidak hilang akal. Dengan gerakan yang gesit siluman naga selalu berhasil menghindari serangan mematikan dari Wu Jin Ming.
Wu Jin Ming menaikan energinya dan mengalirkannya ke dalam pedang di tangannya. Siluman naga itu juga melakukan hal yang sama. Kini pedang-pedang mereka mengeluarkan kilatan api yang berkobar dan menyemburkan nyala yang besar ketika keduanya saling beradu. Ledakan keras pun semakin sering terjadi seiring energi yang terlempar dari kedua pedang itu.
"An Ning!" teriak seorang wanita tua yang terdengar familiar di telinga Wu Jin Ming.
Pedang siluman naga masih tertancap di sana membuat tubuh Wu Jin Ming jatuh ke bawah dan terhuyung-huyung.
"Heh! Itu perbuatan tidak terpuji An Ning! Kenapa kamu melakukan semua ini?!" teriak bibi Ning berjalan menghampiri mereka berdua.
"Minggir ibu! Kami harus menyelesaikan urusan kami malam ini juga!" Siluman naga yang di panggil An Ning itu mencabut pedangnya dari bahu Wu Jin Ming yang kembali di sambut teriakan kerasnya.
Wu Jin Ming menutup aliran darahnya di bagian yang terluka dengan energinya sambil menahan sakit yang menderanya.
"Bersikaplah sebagai ksatria An Ning! Jangan menyerah musuhmu dari belakang! Itu adalah sikap seorang pengecut!" Bibi Ning tidak suka dengan apa yang telah dilakukan putranya.
Bukannya mendengar perkataan bibi Ning, siluman naga An Ning malah kembali menyerang Wu Jin Ming yang sedang menutup lukanya. An Ning memukulkan telapak tangannya yang telah dia aliri energi ke punggung Wu Jin Ming. Tubuh Wu Jin Ming ambruk ke tanah dalam posisi tengkurap.
__ADS_1
Samar-samar dia masih mendengar pertengkaran antara bibi Ning dan siluman naga yang terus saja berdebat. Pandangan Wu Jin Ming kabur dan dia hampir kehilangan kesadarannya.
"Rubby! Maafkan aku!" bisik Wu Jin Ming lirih.
Di saat dia hampir pingsan oleh pukulan An Ning, terbayang wajah Rubby yang tidak berdaya dan pasrah saat di sentuh oleh An Ning. Gelombang aneh mengalir dalam darah Wu Jin Ming yang membuatnya tetap bertahan. Hatinya yang terbakar cemburu membuat energinya bangkit kembali.
"Tidakkkkk!" teriak Wu Jin Ming ketika dia melihat bibi Ning dan An Ning mendekati tubuh Rubby.
"Kau lihat itu ibu! Mengapa ibu tadi tidak membiarkanku membunuhnya saja?" siluman naga An Ning mendengus kesal pada ibunya.
"Sudah aku bilang, berusahalah bertarung secara adil dan tidak menggunakan cara yang licik seperti itu! Itu cara yang sangat kotor!" Bibi Ning tidak suka dengan kelicikan putranya.
"Aku tidak peduli, Ibu! Aku akan membunuhnya sekarang juga! Gadis itu harus jadi milikku!" seru An Ning yang kembali mendekati Wu Jin Ming yang masih tertatih mencoba menegakkan tubuhnya untuk berdiri.
An Ning berjalan sangat cepat dan bersiap untuk menebas tubuh Wu Jin Ming. Pedangnya sudah terayun dan hanya berjarak beberapa senti saja dari tubuh Wu Jin Ming. Di saat terpojok, tubuh Wu Jin Ming melayang di udara dan berubah wujud menjadi Dewa Perang Harimau Suci.
Melihat perubahan itu, An Ning mundur beberapa langkah dengan wajah pucat pasi. Tekanan energi dewa dari tubuh Wu Jin Ming membuat tubuhnya terasa seperti terhimpit beban yang sangat berat.
****
Bersambung...
Wu Jin Ming
Dewa Perang Harimau Suci
__ADS_1
An Ning