TIGER WU

TIGER WU
BABI PANGGANG


__ADS_3

Setelah Rubby membuat pembatas gaib, para pengunjung sudah tidak merasa bising lagi. Tetapi mereka juga kehilangan tontonan yang menarik karena tidak bisa melihat pertarungan dengan jelas. Ketiga orang yang ada di dalam arena pertarungan terlihat seperti bayangan di dalam air yang tersapu gelombang.


Merasa terdesak, Joe mengeluarkan jurus andalannya. Suara berdenging yang sangat nyaring dan keras membuat telinga Wu Jin Ming dan Rubby terasa sakit. Mereka berdua kehilangan keseimbangan karena gelombang suara itu meskipun mereka sudah menutup telinga mereka dengan telapak tangan.


Melihat lawannya tidak mampu melawan jurusnya, Joe senang dan menambahkan frekuensinya. Gelombang suara yang semakin kuat itu membuat tubuh Rubby limbung, dia jatuh dan berguling-guling di lantai sambil terus memegangi telinganya. Suara keras itu menghalanginya saat ingin mengeluarkan energi untuk bertahan.


Sebagai seorang siluman, pertahanan tubuh Wu Jin Ming lebih kuat. Dia masih sanggup berdiri meskipun belum bisa berkonsentrasi untuk melakukan serangan balasan. Dalam wujud manusia, energi yang bisa dia keluarkan sangat terbatas.


Hatinya merasa sakit melihat Rubby berguling-guling kesakitan sambil memegangi telinganya. Terlihat darah segar mulai mengalir dari hidungnya karena pembuluh darah yang mulai pecah akibat energi yang dilepaskan oleh Joe. Selama suara berdenging itu masih terus terdengar selama itu pula Rubby tidak akan bisa menguasai keadaan karena jurus yang terlihat sepele ini nyaris tidak mempunyai kelemahan.


"Rubby! Bertahanlah!" teriak Wu Jin Ming ketika melihat Rubby semakin tak berdaya.


"Hahahaha! Rasakan ini!" Terlihat Joe kembali menambahkan energi untuk memperkuat jurusnya.


Wu Jin Ming tidak ingin tinggal diam. Dia merubah wujudnya menjadi manusia siluman yang begitu bersinar. Rambutnya berubah menjadi putih seiring dengan wujud dewanya.


Suara harus dipatahkan dengan suara. Mata Wu Jin Ming menatap Joe tajam. Gigi-gigi tajam harimaunya keluar dan terlihat menyeramkan ketika dia membuka mulutnya. Setelah sekian lama, baru kali ini Wu Jin Ming terlihat sangat marah.


Auman kerasnya terdengar sangat keras menggema di seluruh area pertarungan yang masih terpagari oleh kekuatan Rubby. Sebelum dia mengeluarkan kekuatan aumannya, Wu Jin Ming melindungi Rubby terlebih dahulu agar tidak terdampak oleh jurusnya itu.


Gelombang energi suara auman Wu Jin Ming lebih dahsyat dari tekanan energi milik Joe. Tubuh Joe terpental ke belakang sejauh beberapa meter. Dalam sekali auman saja, Joe mengalami luka dalam yang sangat serius. Darah segar keluar dari mulutnya membuatnya tidak bisa berdiri dengan benar.


Tidak sampai di situ saja, Wu Jin Ming masih terus mengejarnya dan memberinya pukulan jarak dekat. Kali ini Wu Jin Ming tidak ingin berbelas kasihan karena sudah begitu banyak korban yang menderita akibat ulah Joe. Kematian adalah hukuman yang setimpal untuknya.


"Rupanya kamu juga seorang siluman! Aku tidak menyangka jika kamu sehebat ini," ucap Joe sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Aku tidak butuh pujian! Keadaan akan tetap sama untukmu yaitu kematian. Aku adalah Dewa Perang Harimau Suci yang punya wewenang khusus untuk menghukum dan membunuh siapa saja yang bersalah!" seru Wu Jin Ming dengan tatapan membunuh yang sangat menyeramkan.


"Tidak! Ampuni aku! Aku tidak akan menyerap energi manusia lagi. Aku akan berkultivasi dan berlatih di pegunungan yang jauh dari keramaian."


"Membual saja! Kamu itu pemalas! Kamu tidak akan konsisten untuk melakukan itu. Usiamu bahkan lebih tua dariku, jika kamu mau melakukan itu pasti sudah sejak dulu kamu lakukan. Terlambat kalau kamu merencanakannya sekarang. Kamu sudah terlanjur enak hidup bersama manusia. Menikahi beberapa orang wanita lalu menyerap energinya."


"Aku tahu aku salah. Ampunilah aku! Aku tidak akan melakukan itu lagi!" tangan Joe menangkup di depan dadanya memohon.

__ADS_1


"Terlambat!"


Ssllaassshhh!


Api putih berkobar membakar tubuh Joe dan membuatnya tumbang ke belakang. Tubuhnya berguling-guling dengan api yang terus melahapnya. Teriakan memilukan membuat bulu kuduk meremang bagi siapapun yang mendengarnya. Joe kini telah menjadi babi panggang setelah tidak bergerak lagi.


"Rubby! Apa kamu baik-baik saja?!" Setelah Joe berhasil dibereskan, Wu Jin Ming berlari menghampiri Rubby.


Keadaan Rubby tidak bisa di bilang baik-baik saja meskipun dia masih tersadar. Hidung dan telinganya mengeluarkan darah meskipun tidak banyak. Saat Wu Jin Ming datang mendekat dia masih tergeletak lemas di lantai.


Wu Jin Ming segera mengalirkan energinya untuk memperbaiki aliran pembuluh darah Rubby yang kacau akibat ulah Joe. Banyak sekali pembuluh darah yang terbuka dan mengakibatkan darah tidak berhenti mengalir.


"Aarrrgghh!" teriak Rubby ketika Wu Jin Ming menepuk-nepuk bahu dan punggungnya untuk mengeluarkan racun energi yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Tahan, Sayang! Kamu akan segera pulih setelah ini."


Rubby mengangguk.


Hawa panas akibat aliran energi Wu Jin Ming kini telah berubah menghangat seiring tubuh Rubby yang mulai pulih kembali.


"Bagaimana sekarang? Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Wu Jin Ming memastikan sebelum dia mengakhiri aliran energinya.


"Aku sudah baik-baik saja sekarang."


Aliran energi Wu Jin Ming dia hentikan setelah mendengar jawaban Rubby. Mereka harus kembali membuka pagar gaib yang Rubby pasang. Para pengunjung dan karyawan restoran pasti sangat shok dengan kejadian ini.


Tubuh Joe hampir habis terbakar. Api suci putih akan berhenti menyala ketika tubub Joe benar-benar habis. Kekuatan apapun tidak akan bisa menghentikan nyalanya tanpa seijin Wu Jin Ming.


"Aku batalkan dulu pembatas gaib ini!" Rubby berdiri dan melangkah ke tepi pagar gaib lalu menyentuhnya dengan telapak tangannya.


Dalam hitungan detik pemabatas gaib itu lenyap membuat para pengunjung mampu melihat apa yang terjadi di bekas arena pertempuran mereka bertiga.


Sisa-sisa darah masih terlihat di hidung dan telinga Rubby membuat para pengunjung restoran yang masih terjebak di sana merasa iba padanya.

__ADS_1


"Nona! Anda baik-baik saja?"


"Tuan! Nona! Terimakasih sudah membunuh Siluman babi itu!"


"Aku salut pada pasangan ini, mereka masih sangat muda namun sudah begitu hebat!"


"Ternyata mereka berdua adalah seorang kultivator! Hebat, ya!"


Banyak sekali komentar pengunjung restoran yang awalnya memandang sebelah matanya penampilan Rubby yang menyamar jadi gadis jelek kini berubah memuji.


Tetap berjalan dan meninggalkan kerumunan, itulah yang dilakukan Rubby. Mereka pasti akan semakin menjadi-jadi jika tahu Wu Jin Ming adalah Tiger Wu, seorang model yang saat ini sedang naik daun. Untuk kali ini ide konyol Rubby perlu mendapat apresiasi.


"Berapa bill saya, Mbak?" tanya Rubby ketika mereka sudah sampai di depan kasir.


"Tidak usah! Nona! Tuan!" penjaga kasir itu menunduk ketakutan.


"Segini cukup?" Tidak ingin kasir itu ketakutan, Rubby segera saja mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkannya di meja kasir.


"I... ini kebanyakan, Nona!"


"Ambil saja kembaliannya!"


Rubby dan Wu Jin Ming segera pergi meninggalkan restoran dengan keadaan yang berantakan. Kursi dan meja yang berubah dari tempatnya tidak mereka kembalikan karena mereka tidak tahu bagaimana tata letaknya. Lagi pula tubuh Joe masih sedikit dan belum habis terbakar. Butuh waktu kira-kira satu jam lagi agar tubuh itu benar-benar lenyap.


"Kita lanjutkan perjalanan menuju ke lokasi rumah baru yang akan kita beli."


"Hmm," angguk Rubby.


Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang. Tanpa sengaja tangan Wu Jin Ming menyenggol pengatur arah di monitor dan membuat jalur yang mereka lalui berubah. Mereka tidak menyadari jika saat ini mereka melalui salah jalan.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2