
Wu Jin Ming berjalan mendekati Willy dan berdiri di depannya.
"Kemarikan telapak tanganmu!" Wu Jin Ming mengulurkan tangannya.
Willy pun menurut, dia mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya.
Wu Jin Ming meletakkan tangan Willy di atas telapak tanga kirinya, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk memeriksa. Nyala terang keluar dari telapak tangan Wu Jin Ming yang dia arahkan ke telapak tangan Willy. Tangan Willy terlihat mengeluarkan asap berwarna hitam pekat.
Ketua An terbelalak melihat asap hitam yang keluar dari telapak tangan anaknya. Jika dia tidak salah mengingat, itu adalah racun peluruh energi. Bagaimana mungkin anaknya bisa terkena racun itu, masih menjadi tanda tanya besar untuknya.
"Dia terkena racun dan juga cairan penyumbat energi, makanya energi inti es yang merupakan bentuk energi tertingginya tidak dapat berkembang," jelas Wu Jin Ming.
Ketua An tidak menyangka jika Wu Jin Ming memiliki pengetahuan yang luas tentang pengobatan spiritual.
"Lakukan yang terbaik untuk anakku. Aku percaya padamu." Kini sikap Ketua An berubah drastis.
Sebelumnya dia berniat tidak baik pada Wu Jin Ming, namun setelah melihat kemampuan Wu Jin Ming dia ingin menjadikannya sekutu. Dengan terdeteksinya racun di tubuh Willy, Ketua An merasa yakin jika di dalam sekte yang dia pimpin ada seorang penghianat. Setelah ini dia akan menyelidikinya.
Untuk mengeluarkan racun Willy dan mengembalikan struktur meridiannya agar berfungsi kembali, membutuhkan teknik khusus dalam mengolah energi untuk pengobatannya. Bagi manusia biasa itu akan terasa sulit, namun tidak untuk Wu Jin Ming.
"Aku akan berusaha," ucap Wu Jin Ming tidak ingin menyombongkan diri.
Ketua An mempersilakan Wu Jin Ming untuk duduk mengambil posisinya.
"Bersiaplah!" Wu Jin Ming memberi aba-aba pada Willy.
Willy mengangguk.
Biasanya para terapis pengobatan spiritual membutuhkan alat dan bahan herbal untuk menunjang pengobatan, tetapi Wu Jin Ming tidak membutuhkan itu.
Wu Jin Ming memegang pundak Willy dengan tangan kirinya untuk menyangga, sementara tangan kanannya mengalirkan energi ke punggung Willy.
"Arrgghh!" pekik Willy ketika merasakan energi Wu Jin Ming mulai masuk ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
Ketua An dan istrinya merasa tidak tega mendengar teriakan demi teriakan memilukan yang dilontarkan oleh Willy.
Tubuh Willy mengeluarkan asap hitam dan cahaya hijau kehitaman. Setiap kali Wu Jin MIng menghentakan energi untuk menekan keluar seluruh racun yang mengendap di tubuh Willy, asap tebal mengepul keluar dari pori-porinya. Seiring dengan itu, sedikit demi sedikit sumbatan pada meridian Willy mulai terbuka kembali.
Pengobatan itu berlangsung cukup lama, Wu Jin Ming ingin menuntaskannya malam itu juga dan tidak ingin berurusan lagi dengan sekte itu.
Di pojok ruangan, Angela terlihat gelisah. Dia merasa sesuatu yang buruk mengancam dirinya. Matanya terus melihat pengobatan yang dilakukan oleh Wu Jin ming sambil melamun, entah apa ada dipikirannya.
Asap hitam yang keluar dari tubuh Willy mulai berkurang ketika Wu Jin Ming menekannya keluar, dia juga mulai bisa menguasai dirinya dan tidak lagi berteriak seperti sebelumnya.
Roman muka Willy yang sebelumnya pucat dan muram mulai terlihat cerah. Di rasa tubuh Willy sudah bersih dari racun, maka pengobatan tahap selanjutnya siap untuk dilakukan. Wu Jin Ming memperbaiki dantian Willy yang mengalami pengkristalan dan ditutup dengan pembukaan sumbatan jalur energinya.
"Semuanya sudah selesai. Setelah ini kamu bisa berkultivasi kembali." Wu Jin Ming beranjak dari duduknya.
"Terimakasih!" ucap Willy.
"Tugasku sudah selesai, sekarang biarkan aku pulang!" ucap Wu Jin Ming sambil bersiap untuk pergi dari sana.
"Aku masih membutuhkanmu untuk memulihkan energi spiritual Willy," imbuh Ketua An.
"Maaf, aku tidak ada waktu untuk itu." Wu Jin Ming melirik Angela, yang seharusnya tahu tentang perjanjian mereka sebelumnya.
Angela seolah tidak peduli. Dia pura-pura tidak ingat jika Wu Jin Ming hanya memberinya waktu dua jam saja untuk pergi ke sekte ini. Sebenarnya Wu Jin Ming telah bermurah hati karena pengobatan Willy sendiri berlangsung lebih dari dua jam.
Jika Ketua An menahan Wu Jin Ming, Angela malah senang. Dia punya kesempatan lebih banyak untuk bersamanya dan merebutnya dari Rubby. Untuk itu dia memilih diam dan tidak membantunya menjelaskan perjanjian mereka pada Ketua An.
"Setidaknya tinggalah beberapa hari di sini. Kami ingin melayanimu dengan baik sebagai ucapan terimakasih kami," ucap Ketua An mencoba merayu Wu Jin Ming.
"Membiarkanku pergi sekarang itu sudah cukup bagiku. Aku tidak membutuhkan ucapan terimakasih atau pelayanan kalian. Permisi!" Wu Jin Ming berjalan meninggalkan kamar yang luas itu. Namun baru beberapa langkah berjalan, Ketua An kembali berulah.
"Pengawal! Tutup pintunya!" Teriakan Ketua An, membuat Wu Jin Ming tidak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.
"Apa yang kamu lakukan?" Wu Jin Ming harus mengulur waktu setidaknya limabelas menit agar energinya pulih kembali.
__ADS_1
Banyak sekali energi yang sudah dia keluarkan untuk mengobati Willy sebelumnya. Ini benar-benar di luar dugaannya. Wu Jin Ming tidak menyangka jika kebaikan yang dia lakukan akan berakhir dengan penjebakan.
"Aku sudah memintamu baik-baik namun kamu tidak mau menurut. Terpaksa aku harus menahanmu dengan cara seperti ini," ujar Ketua An dengan wajahnya yang terlihat serius.
"Heh, kamu! Jelaskan padanya tentang kesepakatan kita!" Wu Jin Ming menatap Angela tajam.
Angela mengangkat sebelah sudut bibirnya hingga membentuk senyuman sinis.
"Kesepakatan yang mana?" Angel pura-pura lupa.
"Baiklah kalau kamu pura-pura lupa, aku akan membuatmu lupa kalau hari ini kamu pernah hidup!" pekik Wu Jin Ming penuh emosi karena pada dasarnya dia sudah tidak menyukai Angela.
"Aku suka pria yang optimis dan sombong sepertimu. Jadilah anggota Sekte Tiga Harimau, aku akan memberimu banyak misi setelah ini." Ketua An kembali mengajak Wu Jin Ming untuk bernegoisasi.
Wu Jin Ming menatap muak pada Ketua An dan Angela secara bergantian.
"Kalian berdua sama-sama memuakkan!" Wu Jin Ming berbalik untuk melanjutkan niatnya untuk pulang karena energinya sudah kembali penuh.
Sebelum berjalan, Wu Jin Ming melapisi tubuhnya dengan pelindung untuk mengantisipasi serangan dari arah belakang.
Tangannya mengeluarkan pedang energi, membuat wajah penjaga pintu pucat pasi. Mereka dihadapkan pada pilihan antara hidup dan mati.
"Beri aku jalan!" Wu Jin Ming mengarahkan pedangnya pada pengawal itu secara bergantian.
Pengawal itu gemetar. Mereka tida berani membukakan pintu atau melawan Wu Jin Ming. Mereka diam tak berkutik sambil terus berusaha berdiri dengan benar karena kaki mereka saat ini terasa lemas.
Wu Jin Ming akhirnya membuka sendiri pintu kamar itu dan melenggang keluar.
Angela dan Ketua An terlihat sedang mendiskusikan sesuatu sebelum menyusul Wu Jin Ming keluar.
****
Bersambung ....
__ADS_1