TIGER WU

TIGER WU
TOKEN KUNO


__ADS_3

Ukiran itu memiliki bentuk yang unik dan menempel di atas meja. Rubby melihat dengan teliti apa yang ada di depannya itu. Benar-benar unik dan seni yang luar biasa.


"Kak Wu! Bolehkah aku menyentuhnya?" tanya Rubby.


"Pegang saja! Berhati-hatilah! Aku juga tidak tahu itu apa," jelas Wu Jin Ming.


"Baiklah!"


Rubby mengelus batu itu secara perlahan, permukaannya begitu halus dan sedikit licin.


Saat Rubby sedang asik memegang ukiran batu itu, Wu Jin Ming tiba-tiba memeluknya dari belakang hingga membuat Rubby tersentak.


Tanpa sadar dia menekan ukiran itu hingga bergeser. Rubby takut jika hal itu akan membuatnya rusak.


"Kak Wu! Ngagetin aja! Lihat ini!" tunjuk Rubby pada ukiran batu yang sedikit bergeser itu.


"Nggak masalah! Biar aku yang membetulkannya."


Wu Jin Ming mengulurkan tangannya dari samping tubuh Rubby karena saat ini posisinya masih berada di belakangnya. Dengan seluruh tenaganya dia menggeser batu itu ke arah semula namun tidak mau bergerak sama sekali. Wu Jin Ming mencoba menggerakkannya ke arah yang berlawanan dan hal yang tidak terduga pun terjadi.


Meja tempat batu itu menempel bergeser ke belakang. Ukiran batu itu rupanya sebuah kunci untuk membuka pintu rahasia. Di bawah meja yang bergeser itu ada sebuah anak tangga turun menuju ke sebuah ruangan.


Wu Jin Ming sebelumnya tidak tahu menahu tentang hal ini. Mereka berdua saling pandang dengan perasaan penasaran yang menguasai pikiran mereka.


"Ini ruangan apa, Kak?" tanya Rubby.


"Entahlah! Aku juga baru kali ini melihatnya. Tidak ada siapapun yang memberitahuku tentang ruangan ini," jelas Wu Jin Ming.


"Emm... bisakah kita masuk ke dalam untuk melihat apa yang ada di sana?" tanya Rubby.


"Hmm." Wu Jin Ming mengangguk. " Tapi kita harus tetap berhati-hati! Ini adalah ruangan kuno yang aku sendiri tidak tahu keberadaannya."


"Iya, Kak. Let's go!"


Rubby melangkah menuruni tangga yang menuju ke lantai bawah tanah itu diikuti oleh Wu Jin Ming. Baru melangkah beberapa jengkal saja kejadian yang menegangkan pun terjadi. Desingan benda terbang menyambut kedatangan mereka.


Jika tidak segera menghindar, sudah dipastikan jika mereka akan terkena anak panah yang meluncur itu. Tidak tanggung-tanggung, sepuluh anak panah meluncur bersamaan dan membuat Rubby dan Wu Jin Ming sedikit kalang kabut di buatnya.

__ADS_1


"Awas, By!" seru Wu Jin Ming sambil menarik, mendorong dan mengangkat tubuh Rubby seiring tubuhnya untuk menghindari anak panah itu.


"Huft! Kapan jebakan ini akan ha... bis! Jlebb!" sebuah anak panah mengenai lengan baju Rubby membuatnya terdorong ke belakang dan menempel di dinding batu.


Beruntung itu adalah anak panah terakhir, jika tidak Rubby pasti akan terluka karena tidak dapat bergerak.


"Kamu tidak apa-apa, Sayang? Apakah kamu terluka?" tanya Wu Jin Ming sambil mencabut anak panah di lengan baju Rubby.


"Aku tidak apa-apa. Mungkin harus lebih berhati-hati setelah ini."


"Apa kamu yakin untuk melanjutkan masuk dan melihat apa yang ada di sini?" tanya Wu Jin Ming sedikit khawatir dengan keadaan Rubby.


"Kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai!"


Rubby mengeluarkan api suci biru di tangannya dan menerbangkan beberapa buah bola api untuk menerangi ruangan itu.


Mereka berdua berjalan sambil melihat setiap sudut ruangan dengan seksama. Beberapa kali mereka berkeliling namun tidak menemukan pintu masuk.


"Tidak ada apa-apa di sini, By! Ayo kita kembali saja!"


"Tunggu, Kak!" Rubby memegang lengan Wu Jin Ming.


"Sudahlah, Sayang! Kita kembali saya!" bujuk Wu Jin Ming.


"Baiklah!" Akhirnya Rubby pun menyerah.


Saat akan melangkah, ujung hanfu Rubby di bagian bawah tersangkut pada sebuah benda. Benda itu mirip sekali dengan ukiran batu di dalam ruangan seni istana Wu Jin Ming namun berbeda bahan. Benda ini terbuat dari logam.


"Kak Wu! Ini apa?" tanya Rubby yang sedang duduk berjongkok untuk melepaskan kaitan ujung hanfunya.


Wu Jin Ming berjalan mendekat dan ikut untuk membantu melepaskan ujung baju Rubby.


"Ini terlihat seperti ukiran batu yang ada di atas," ucap Wu Jin Ming yang memiliki pemikiran yang sama dengan Rubby.


Setelah baju Rubby terlepas, Wu Jin Ming mencoba menggerakkan benda itu dengan menggesernya perlahan. Walaupun sedikit berat namun benda itu berhasil digerakkan. Selang beberapa detik kemudian terdengar suara gemuruh di ujung ruangan.


Dinding batu itu bergerak ke atas dan menampilkan sebuah pintu. Wu Jin Ming dan Rubby berjalan cepat mendekati pintu itu. Beberapa kali Wu Jin Ming mendorongnya agar terbuka tetapi pintu itu tidak bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Di tengah-tengah kedua daun pintu yang menyatu itu ada sebuah lubang kunci yang unik. Mereka berdua melihatnya dengan seksama.


"Sepertinya butuh kunci untuk membuka pintu ini," ucap Wu Jin Ming sambil meraba lubang kunci itu.


Rubby masih terus memperhatikan lubang kunci yang mirip seperti benda yang pernah di lihatnya.


"Aku seperti pernah melihat bentuk yang seperti ini, tapi di mana, ya? Sepertinya tidak asing," ucap Rubby sambil terus mengingat-ingatnya.


"Hmm. Jangan ngarang, Sayang! Ini di desain sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Bagaimana mungkin kamu tahu alat untuk membukanya?"


"Iya, aku tau! Tapi aku tahu cara membukanya pasti pakai kunci, lah!" jawab Rubby kesal karena gagal mengingat kunci pintu itu.


"Bukan kunci, Sayang. Jaman dulu belum ada kunci tetapi token!" jelas Wu Jin Ming lembut.


"Token?! Ahhaaa! Aku inget!" teriak Rubby.


"Memangnya kamu pernah melihat token kuno, By?" Wu Jin Ming ingin tertawa tetapi takut jika Rubby akan marah padanya.


"Tau lah! Di film-film kan banyak yang kasih tunjuk token kuno!"


Wu Jin Ming menepuk jidatnya mendengar penjelasan konyol istrinya.


Tanpa Wu Jin Ming sadari, Rubby mengeluarkan sebuah benda dari dalam cincin penyimpanannya. Sebuah token yang dia temukan bersama Panglima Ang dalam perjalanan pulang dari kuil kuno tempat kematian Cindy. Benda itu tampak berkilau membuat Wu Jin Ming terbelalak ketika melihatnya.


"Ba... bagaimana mungkin ini... ini... ada di tanganmu Rubby?" ucapan Wu Jin Ming terbata-bata karena terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Sepertinya token kuno ini cocok dengan bentuk lubang di pintu ini!" ucap Rubby.


“Kamu belum menjawab pertanyaanku, Rubby! Dari mana kamu mendapatkan token kuno ini?" tanya Wu Jin Ming penasaran.


"Di sebuah lembah tempat di mana aku berhenti untuk beristirahat setelah pergi menemui Cindy di kuil kuno," jelas Rubby singkat.


"Ohh! Kamu mendapatkan ini setelah berkultivasi," ucap Wu Jin Ming sambil mengangguk-angguk.


"Haaiihh! Bukan! Aku tidak sengaja menginjaknya. Benda ini sudah melukai tumitku. Untung barang bagus jadi aku ambil.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2