TIGER WU

TIGER WU
KEDATANGAN RAJA KEGELAPAN


__ADS_3

Wu Jin Ming berpikir sejenak untuk mengatur keberangkatan mereka menuju istana Ratu Ivo. Membawa Rubby dan Ratu Ivo ke sana hanya akan membuat mereka berada di dalam bahaya. Keduanya sedang tidak bisa memakai tenaga dalamnya untuk bertarung.


Istana langit memang tempat yang paling aman untuk keduanya namun mereka pasti akan keberatan jika harus tinggal di sana tanpa Wu Jin Ming.


"Ayo kita berangkat!" ucap Ratu Ivo setelah meminta diri pada Dewa Langit.


Ratu Ivo berjalan paling depan diikuti Rubby, Wu Jin Ming, Dewa Gunung, dan Dewa Bintang Timur.


"Ibu!" panggil Wu Jin Ming ragu-ragu ketika mereka sudah berada di luar istana langit.


Ratu Ivo menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Wu Jin Ming.


"Maafkan aku, Ibu Ratu. Aku tidak bermaksud untuk menghalangimu kembali ke istana, akan tetapi aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Begitu juga dengan Rubby. Saat ini hanya kalianlah keluarga yang aku miliki." Wu Jin Ming mencoba memberi pengertian pada istri dan mertuanya.


"Kekhawatiran Dewa Harimau cukup beralasan, Yang Mulia Ratu. Orang terdekat Dewa Harimau akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahannya. Jika musuh mengincar Anda berdua, Dewa Harimau bisa kehilangan konsentrainya." Dewa Bintang Timur membantu Wu Jin Ming untuk bicara.


Ratu Ivo tampak berpikir. Dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Wu Jin Ming dan DewaBintang Timur.


"Lalu apa rencanamu?" tanya Ratu Ivo kemudian.


Wu Jin Ming tampak hati-hati untuk mengambil tindakan. Dia masih bingung antara membawa istri dan mertuanya ke Kerajaan Harimau Suci atau ke rumah mereka di alam manusia. Setidaknya alam manusia masih lebih aman untuk mereka karena pemburu kekuatan tidak akan bisa menembus perlindungan yang dibuat oleh Wu Jin Ming. Namun Wu Jin Ming tetap akan mengatakan dua pilihan itu untuk mereka.


"Ibu! Bagaimana jika Ibu dan Rubby tidak ikut serta ke istana Ibu Ratu? Ada dua pilihan, untuk sementara tinggal di istana Kerajaan Harimau Suci atau di rumah kami di alam manusia."


"Baiklah, jika aku tidak boleh ikut bertarung. Aku ingin pulang saja ke rumah. Tinggal di istana membuatku seperti orang yang bodoh. Tanpa kamu di sana pasti aku akan terlihat seperti orang asing," ucap Rubby kesal.


Tidak ingin egois, Rubby melirik ibunya.


"Ibu tidak keberatan kan jika kita pergi ke rumah kami. Lagi pula Ibu belum pernah ke sana." Rubby menunduk sedih berharap ibunya setuju dengan keputusannya.


Ratu Ivo terlihat menghela nafas panjang.


"Baik, kita pergi ke dunia manusia."


Ucapan Ratu Ivo membuat semua orang yang ada di sana merasa lega. Kini mereka bisa berangkat sesuai rencana. Sebelum berangkat ke istana Ratu Ivo, Wu Jin Ming dan kedua dewa lainnya mengantar para wanita itu ke alam manusia.


Di Kerajaan Ratu Ivo.


Panglima Dao berusaha melawan pasukan jubah hitam dan mengalanginya untuk masuk ke dalam penjara sangkar perenungan.


Saat pasukan jubah hitam berhasil dipukul mundur, tiba-tiba sebuah kepulan asap tebal muncul di sana.

__ADS_1


Kepulan asap berwarna hitam itu perlahan-lahan berubah menjadi sesosok tubuh.


Raja Kegelapan.


Mata panglima Dao terbelalak ketika mengetahuinya. Begitu juga dengan Bella yang saat itu juga sedang bertugas bersamanya. Seperti yang diketahui sebelumnya jika Lisa dikurung oleh Rubby di dalam sangkar perenungan.


Rupanya Raja Kegelapan sudah mengendus keberadaan Lisa di sana.


Walaupun jejak ilmu hitam di tubuh Bella sudah tidak tersisa namun Raja Kegelapan masih sangat mengenali wajahnya.


Raja Kegelapan berjalan mendekati Bella. Tekanan energi yang dikeluarkan oleh Raja Kegelapan yang sangat besar membuat dadanya terasa sesak. Tubuhnya terasa seperti sedang terhimpit oleh beban yang sangat berat.


Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang selain bergerak mundur. Untuk berjalan pun kakinya terasa sangat berat. Segala keberanian yang dia miliki seketika menguap ketika dirinya dihadapkan dengan Raja Kegelapan.


"Di mana Lisa?" suara berat Raja Kegelapan terdengar sangat menakutkan.


Bella menggelengkan kepalanya. Dia tidak berusaha untuk menjawab. Dadanya semakin sesak ketika tidak ada lagi tempat untuknya bergerak. Punggungnya kini sudah menempel di dinding istana.


Raja Kegelapan mengulurkan tangannya ke depan untuk mencekik leher Bella.


"Hentikan!" pekik Panglima Dao saat Raja Kegelapan ingin menyakiti kekasihnya.


Teriakan Panglima Dao membuat Raja Kegelapan menoleh padanya dan menghentikan serangannya untuk Bella.


Saat Panglima Dao mengayunkan pedangnya ke arah Raja Kegelapan, tubuhnya terpental ke belakang beberapa meter sebelum pedangnya menyentuh tubuh Raja Kegelapan hanya dengan satu lemparan energi yang keluar dari telapak tangannya.


Raja Kegelapan mengangkat tangannya lebih tinggi. Bersamaan dengan itu tubuh Panglima Dao pun ikut terangkat ke atas. Itu adalah salah satu jurus tingkat tinggi dalam dunia kultivasi. Jurus Menggenggam Jiwa.


Pengguna jurus bisa membatasi ruang gerak lawannya dan bisa mengendalikan tubuh lawan sesuai geraan tangannya.


"Dasar tikus kecil! Sekumpulan makhluk-makhluk menyedihkan mencoba untuk bermain-main denganku rupanya."


Raja Kegelapan memutar tangannya dan tubuh Panglima Dao pun berputar. Saat posisi kepala Panglima Dao berada di bawah, Raja Kegelapan menghantamkan ke lantai.


"Aarrgghh!" teriak Panglima Dao.


Beruntung saat ini dia sedang memakai pelindung kepala sehingga luka di kepalanya tidak terlalu parah.


Tidak puas dengan itu, Raja Kegelapan kembali mengangkat tubuh Panglima Dao ke udara. Ketika tangan Raja Kegelapan membuka jari-jarinya lalu menggenggamnya, Panglima Dao merasakan tubuhnya seperti sedang digenggam erat oleh sebuah tangan raksasa. Panglima Dao kembali berteriak karena tulangnya terasa remuk.


Bella yang tidak tahan melihat itu, berusaha menyerang Raja Kegelapan dari belakang. Kepekaan seorang pendekar sebanding dengan tingginya kekuatan yang dia miliki. Tanpa melihat pun Raja Kegelapan tahu jika Bella sedang bergerak untuk menyerangnya.

__ADS_1


"Menjijikan! Sungguh kamu hanya seperti seekor lalat bagiku! Haa!"


Raja Kegelapan menarik tuubuh Bella dengan kekuatannya lalu melemparkannya ke samping Panglima Dao. Tubuh Bella tersungkur ke lantai setelah menghantam dinding yan ada di belakang Panglima Dao. Posisi Panglima Dao masih melayang di atas kepala Bella.


Mereka mengalami luka yang sangat serius.


Di sisi lain, prajurit kerajaan Ratu Ivo banyak yang terbunuh saat melawan pasukan berjubah hitam. Keadaan kerajaan benar-benar dalam kondisi darurat. Kerusuhan itu juga menimbulkan kerusakan yang besar di sana.


"Yang Mulia! Kau kah itu?" suara seorang wanita yang sangat di kenal oleh Raja Kegelapan terdengar dari sebuah ruangan.


Raja Kegelapan membanting tubuh Panglima Dao sekali lagi ke lantai lalu meninggalkannya. Dia bergegas pergi ke ruangan di mana terdengar suara Lisa. Rupanya pintu masuk ke dalam ruang penjara itu dilindungi oleh mantra pelindung.


Untuk menghancurkannya, Raja Kegelapan mengalirkan energi yang besar ke tangannya lalu menghantam dinding pelindung itu kuat-kuat.


Dinding pelindung berhasil dihancurkan. Raja Kegelapan tersemyum puas lalu berjalan masuk ke penjara itu. Matanya terbelalak melihat pemandangan yang ada di dalam ruangan itu.


Sangkar-sangkar yang berisi berbagai jenis siluman dan praktisi aliran hitam berjajar rapi di sana. Sejauh mata memandang hanya ada sangkar perenungan yang tidak terhitung jumlahnya. Raja Kegelapan mulai mencari-cari di mana Lisa berada.


"Yang Mulia aku di sini!" Lisa memanggil Raja Kegelapan.


Raja Kegelapan segera menghampiri Lisa yang berada beberapa langkah dari tempatnya berada saat ini.


"Lisa! Apa kamu baik-baik saja?" Raja Kegelapan berusaha untuk menyentuh tangan Lisa yang berpegangan pada ruji-ruji sangkar perenungan namun tidak bisa.


Sangkar itu terlapisi dengan pelindung yang tidak dapat tersentuh oleh kekuatan apapun.


"Mundurlah, Lisa! Akan kuhancurkan dinding pelindung sangkar ini."


"Tapi...."


"Cepatlah!" seru Raja Kegelapan memotong ucapan Lisa.


Lisa hanya ingin menjelaskan padanya jika dinding pelindung sangkar perenungan tidak bisa dihancurkan oleh kekuatan apapun.


Raja Kegelapan mengalirkan energi ke telapak tangannya dan memukulkannya ke sangkar perenungan.


Duaarrr!


Sebuah ledakan keras terdengar akibat energi yang dilepaskan oleh Raja Kegelapan memantul dan menghantam sebuah dinding. Seluruh ruangan itu bergetar namun sangkar perenungan yang ada di sana sedikitpun tidak bergerak. Sama halnya dengan sangkar yang mengurung Lisa.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2