TIGER WU

TIGER WU
SEPERTI BABY SITTER


__ADS_3

Malam sudah menjelang ketika Rubby dan Wu Jin Ming sampai di rumah. Rumah itu masih gelap karena tidak ada siapa - siapa di rumah. Orang tua Rubby tidak memiliki saudara. Papi dan mami Rubby dulunya anak dari panti asuhan yang tidak jelas asal usulnya.


Rubby membuka pintu rumahnya yang masih terkunci. Dia malah berdiri mematung tidak segera masuk.


"Kak Tiger. Aku takut. Bolehkah aku memegang tanganmu?" Rubby menatap mata Wu Jin Ming penuh harap.


"Hmm." Wu Jin Ming mengangguk. Dia mengulurkan tangannya pada Rubby dan menggenggamnya.


Rubby menyalakan ponselnya untuk mencari saklar lampu. Dia berkeliling untuk menyalakan semua lampu di rumahnya. Masih dengan memegang tangan Wu Jin Ming.


"Lenteranya terang sekali. Apa itu tidak menggunakan minyak?" tanya Wu Jin Ming dengan tatapan heran.


"Tidak pakai minyak Kak Tiger. Itu namanya lampu, bukan lentera. Semuanya menyala dengan tenaga listrik, jadi nggak perlu pakai minyak," jelas Rubby.


"Hmm." Wu Jin Ming mengangguk - angguk.


"Kak Tiger, aku mau mandi. Kamu tunggulah aku di sini." Rubby meminta Wu Jin Ming duduk di kasurnya.


Wu Jin Ming mengusap kasur Rubby. Merasa kasur itu sangat empuk, Wu Jin Ming penasaran. Dia merebahkan tubuhnya di sana. Wu Jin Ming menutup matanya untuk menikmati sensasi lembutnya. Nyaman sekali.


Rubby keluar kamar mandi tolah toleh mencari Wu Jin Ming. Dia tersenyum ketika mendapati pria tampan itu sedang terpejam di kasurnya.


"Kau sudah selesai." Wu Jin Ming duduk berjingkat.


"Sudah. Kak Tiger mau mandi?" tanya Rubby sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Mau. Di mana kolam mandinya?" tanya Wu Jin Ming.


Rubby menepuk jidatnya. Dia bingung bagaimana menjelaskan pada pria yang dulu entah hidup di jaman apa itu. Rubby menarik napas dalam - dalam lalu menghembuskannya perlahan. Sabar.


"Kemarilah Kak Tiger!" Rubby mengajak Wu Jin Ming ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Wu Jin Ming mengekor di belakangnya.


Satu per satu Rubby menjelaskan seluruh isi kamar mandi. Mulai dari shower, keran air, toilet, sabun, shampoo beserta kegunaan dan cara memakainya. Wu Jin Ming memperhatikannya dengan sungguh - sungguh. Tapi entah dia mengerti atau tidak.


"Rubby, tolong ajarkan aku mandi di dunia manusia saat ini. Ini sangat berbeda dengan cara mandi manusia jaman dulu." Wu Jin Ming menangkupkan tangannya memohon.


Nah, bener kan, dia tidak mengerti. Rubby memijit pelipisnya yang sedikit pusing. Percuma dia tadi bicara panjang lebar pada Tiger. Akhirnya Rubby menyerah. Dia mengangguk pasrah menuruti keinginan Tiger. Daripada dia harus tidur bersama macan yang tidak mandi. Biarlah dia menjadi baby sitter Tiger untuk kali ini saja.

__ADS_1


"Buka bajumu! Tapi jangan semua!" perintah Rubby.


Wu Jin Ming menurut. Dia menyisakan celana jaman antah barantah sebatas paha. Dia kembali ke wujud asli dengan rambut panjangnya. Sama - sama tampan, tapi Rubby sebenarnya lebih suka melihat Wu Jin Ming dengan rambut panjangnya.


Rubby terpesona dengan kegagahan Wu Jin Ming. 'Ingat Rubby, dia bukan manusia. Kehidupannya berbeda denganmu. Ingat, kau punya Moza. Dia sangat mencintaimu meskipun orang tuanya menentang hubungan kalian.' Rubby bermonolog dalam hati.


Dengan sabar Rubby mengguyur tubuh Wu Jin Ming memakai shower. Dia menuangkan sedikit sabun cair pada spons mandi. Dia meremasnya hingga berbusa lalu menggosokkannya pada punggung dan dada Wu Jin Ming. Di bagian lain dia meminta Wu Jin Ming melakukannya sendiri.


Sembari menunggu Wu Jin Ming selesai menyabuni tubuhnya, Rubby menuangkan shampoo dan menggosok rambut Wu Jin Ming. Melihat Rubby kesulitan dan terus berjinjit, Wu Jin Ming menundukkan kepalannya.


"Rubby, ini terbuat dari sari bunga apa? Baunya harum sekali." Wu Jin Ming menghirup aroma rambutnya.


"Ini bukan sari bunga Kak. Entah dari apa di buat aku juga tidak tahu. Aku cuma membelinya di supermarket. Di sana ada banyak macam wangi yang berbeda," jelas Rubby.


Wu Jin Ming mengangguk. Matanya mengerjap - ngerjap karena menahan perih. Ada percikan shampoo yang masuk ke sana.


"Kamu kenapa Kak. Perih, ya. Kalau begitu tutup matamu sekarang." Rubby menyalakan shower lalu mengguyur kepala Wu Jin Ming. Seluruh busa shampoo dan sabun di tubuhnya menghilang, yang tersisa hanya bau wangi segar.


"Sekarang buka matamu!" ucap Rubby setelah menekan - nekan muka Wu Jin Ming dengan handuk. Rubby menyerahkan handuk itu agar Wu Jin Ming mengeringkan tubuhnya.


Rubby memasukkan baju Wu Jin Ming ke dalam mesin cuci. Sebelum pakaiannya kering Rubby menyuruh Wu Jin Ming memakai kaosnya yang berukuran besar dan celana training miliknya. Pakaian itu sangat pas di tubuh Wu Jin Ming.


"Kak Tiger." panggil Rubby sambil menyisir rambutnya di depan cermin.


"Hmm." Wu Jin Ming berjalan mendekati Rubby.


"Emm, bagaimana ya ngomongnya." Rubby menggigit bibirnya sambil menatap Wu Jin Ming.


"Ada apa Rubby?"


"Kak Tiger, aku takut tidur sendiri. Apa tidak masalah jika kita... Em, itu.. Kita.. tidur di kamar yang sama."


Fiuuhhh. Wu Jin Ming meniupkan napasnya ke udara.


"Aku akan bersemedi sampai engkau tertidur Rubby. Setelah itu aku harus kembali ke kalung dimensi."


"Lalu bagaimana jika terjadi apa - apa denganku?" Rubby merajuk.

__ADS_1


"Kau jangan khawatir. Aku akan terus berjaga di dalam kalung dimensi. Aku akan meniupkan mantera di matamu. Sewaktu - waktu matamu terbuka, aku akan segera muncul di depanmu," jelas Wu Jin Ming.


"Baiklah. Berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku jauh," pinta Rubby.


"Aku berjanji. Aku akan mengawasimu dari dimensiku."


"Tapi kau jangan pergi semedi. Kau duduklah di dekatku sampai aku tertidur." Rubby sebenarnya malu mengatakan keinginannya itu. Dia terpaksa karena benar - benar takut dan merasa sepi.


"Baiklah." Wu Jin Ming mengikuti Rubby yang berangkat untuk tidur.


Setelah merebahkan tubuh dan menyelimuti dirinya, Rubby mencoba memejamkan matanya. Krruuukkk. Suara dari dalam perut Rubby terdengar sangat nyaring.


"Rubby, apa kau lapar?"


Rubby mengangguk lalu berkata jika di kulkasnya tidak ada makanan. Wu Jin Ming yang belum terbiasa tinggal di dunia manusia di jaman ini merasa bingung. Banyak istilah dan kosa kata baru yang dia dengar dari Rubby. Wu Jin Ming berpikir sejenak. Mungkin dia harus memakai sedikit kekuatannya sekarang.


Cling... cling...


Telapak tangan Wu Jin Ming mengeluarkan sebuah pil. Pil itu bisa membuat orang tahan untuk tidak makan beberapa hari. Dia mengambil satu untuk Rubby dan satu untuknya.


"Hari sudah malam. Aku tidak tahu ke mana harus mencari makanan di dunia manusia. Makanlah pil ini. Ini sama dengan sari pati makanan untuk beberapa hari." Wu Jin Ming memberikannya pada Rubby.


"Aku tidak akan mati kan setelah makan pil ini?" pertanyaan konyol macam apa itu.


"Lihatlah!" Wu Jin Ming menelan satu pil yang sama seperti yang diberikannya pada Rubby.


"Makanlah! Kalau aku ingin membunuhmu, sudah sejak kemarin aku melakukannya," jelas Wu Jin Ming.


"Benar juga, ya." Rubby mengambil segelas air putih di meja samping tempat tidurnya untuk menggelotorkan pil yang dia telan. Pil itu tidak memiliki rasa. Hanya sedikit tercium aroma herbal yang sulit di jelaskan.


"Sekarang tidurlah!" Wu Jin Ming mulai membacakan mantera yang dia tiupkan di kedua mata Rubby.


Beberapa detik Rubby masih tersadar, sampai matanya sangat berat menahan kantuk. Bibir Rubby menyunggingkan senyum sampai dia benar - benar terlelap pun dia masih tersenyum. Wu Jin Ming menatapnya sebentar sebelum dia kembali masuk ke dalam kalung dimensi.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2