TIGER WU

TIGER WU
RUMPUT DARAH IBLIS


__ADS_3

Rubby menoleh ke belakang dan mendapati Wu Jin Ming telah selesai berkultivasi.


"Aku merasakan sebuah energi pasif yang sangat kuat di sana!" Rubby menunjukkan sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Wu Jin Ming berjalan mendekati Rubby dan berdiri sangat dekat.


"Apa kamu tahu betapa aku sangat mengkhawatirkanmu?" Wu Jin Ming mengulurkan tangannya dan mengelus pipi Rubby.


Tanpa menjawab apa-apa Rubby langsung memeluk Wu Jin Ming dengan erat. Tangan Wu Jin Ming membelai rambut panjang Rubby dan mengecup kepalanya berulang-ulang. Untuk sejenak mereka larut dalam suasana yang hangat.


"Maafkan aku, Sayang! Aku tidak bermaksud untuk melawanmu." Rubby menjentikkan ujung jarinya di dada Wu Jin Ming sambil bersandar di sana.


"Bukan salahmu! Ternyata Flo memiliki basis kultivasi yang setara denganku pantas saja dia arogan dan sombong."


"Emm... bisakah kita melihat apa yang ada di sana! Aku sangat penasaran!" Rubby kembali menunjuk tempat di mana energi pasif yang begitu besar itu terasa sambil menengadah melihat wajah Wu Jin Ming.


"Hmm...." Wu Jin Ming mengangguk.


Mereka mengurai pelukannya lalu berjalan menuju tempat yang ditunjukkan oleh Rubby.


Sebuah semak belukar yang sangat rimbun berada di hadapan mereka. Semak itu begitu kontras di antara indahnya hamparan bunga-bunga yang indah. Tidak ada sesuatu yang terlihat menarik di sana. Rubby bertanya-tanya di dalam hati apakah dia salah membaca situasi.


"Kog tidak ada apa-apa, ya? Apa aku salah membaca keberadaan energi itu?" Rubby menatap Wu Jin Ming dan menampilkan wajahnya yang terlihat ragu-ragu.


"Aku akan mencoba melihatnya dengan mata iblisku."


Wu Jin Ming mulai berkonsentrasi dan melihat sesuatu yang tak kasat mata dengan mata iblisnya. Sambil mengaktifkan mata iblisnya dia berjalan mengikuti arah padangangannya. Setelah mengalami mutasi energi bersama Rubby, ia merasa jika kekuatan matanya meningkat tajam. Selain penglihatannya yang meningkat, Wu Jin Ming juga merasakan besarnya energi yang terasa di sekitarnya.


Rubby mengikuti Wu Jin Ming dan terus memperhatikannya. Setelah beberapa langkah berjalan, Wu Jin Ming berhenti di depan sebuah semak yang paling rimbun di antara yang lainnya. Dia menyibaknya dengan tangan yang sudah dia lapisi energi agar tidak tergores.


Melihat semak itu masih mengganggu, Rubby menjentikkan jarinya dan membuat semak itu tertidur dengan sihirnya.


Wu Jin Ming menoleh ke arahnya sambil menggelengkan kepalanya.


Rubby tidak mempedulikan sikap Wu Jin Ming dan melenggang mendahuluinya maju dan berjongkok di depan sebuah tanaman aneh yang muncul di tengah semak belukar yang tertidur.


"Jangan di pegang!" pekik Wu Jin Ming melarang istri nakalnya itu yang suka berbuat seenaknya.

__ADS_1


"Nggak boleh, ya?!" Rubby memanyunkan bibirnya.


"Lihat ini!" Wu Jin Ming mengambil sebuah kerikil dan melemparkannya ke tanaman itu.


Duaarrr!


Kerikil itu meledak dan hancur menjadi abu.


Suara ledakan itu membuat Rubby terkejut hingga membuatnya jatuh terjengkang ke belakang.


"Aarrrgh!" pekik Rubby saat tangan yang dia gunakan untuk menyangga tubuhnya terkena kerikil tajam.


"Sudah sering ku bilang selalu berhati-hatilah dan jangan ceroboh!" Wu Jin Ming membantu Rubby bangun dan meniup telapak tangannya yang kemerahan karena terkena kerikil tajam itu. "Sakit?" tanya Wu Jin Ming sambil mengusap luka itu.


Rubby mengangguk sambil menggigit bibirnya. Sikap manis Wu Jin Ming selalu membuatnya berbunga-bunga. Walaupun hanya perhatian kecil seperti itu Rubby sangat bahagia.


"Aku mencintaimu Kak Wu!"


"Aku lebih mencintaimu, By!"


"Ah... emm... bagaimana dengan tanaman itu." Rubby menundukkan wajahnya yang tersipu.


"Ahh, iya! Kita harus mengalirkan energi untuk mengetahui apakah tanaman itu bisa kita ambil atau tidak. Jika di lihat dari bentuknya ini adalah rumput darah iblis yang sangat langka. Ini juga akan sangat berguna untuk proses panyatuan jiwamu. Kita sudah mendapatkan 2 dia antara 9 tanaman langka yang harus kita cari," jelas Wu Jin Ming.


"Hanya itu saja yang kita butuhkan?" tanya Rubby.


"Tidak! Masih ada beberapa benda lagi. Selendang pelangi, giok mahkota naga dan batu permata Rubby Aurora."


"Sepertinya benda-benda itu sangat sulit untuk di cari. Satu Rubby Aurora yang ku tahu ada di tubuh ibu ratu Ivo." Rubby seperti kehilangan harapan dan merasa proses penyatuan jiwanya sangat sulit.


"Bicara tentang selendang, maaf aku sudah menghancurkan selendang saktimu, By. Aku terpaksa melakukannya karena saat itu nyawamu dalam bahaya," jelas Wu Jin Ming mengingat pertarungannya bersama Flo sebelumnya.


"Lupakan saja! Aku tahu semua yang kamu lakukan karena aku telah melacaknya dari jejak energi yang tertinggal dan bisa aku baca."


"Kamu nggak marah, kan?" tanya Wu Jin Ming memastikan.


"Enggak!" Rubby menggeleng pasti.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita coba untuk menguasai tanaman langka ini!" Wu Jin Ming duduk berjongkok di depan rumput darah iblis saling berhadapan.


Rubby mengikuti apa yang dilakukan oleh Wu Jin Ming yang mengeluarkan energi spiritualnya ke arah rumput darah iblis dan membiarkan rumput itu menyerap energi mereka. Jika rumput itu menolak energi mereka maka mereka tidak bisa mengambilnya dan mencari rumput yang sama di tempat yang berbeda.


Sejauh apa yang mereka lakukan, rumput darah iblis itu masih menyerap energi Wu Jin Ming dan Rubby tanpa adanya penolakan. Wu Jin Ming tersenyum senang lalu melirik ke arah Rubby yang masih fokus. Tanpa Wu Jin Ming mengatakannya, Rubby tahu jika senyum suaminya itu menandakan suatu hal yang baik. Kemungkinan besar tanaman itu akan segera menjadi milik mereka.


"Kita beruntung, By! Sebenarnya lagi energi pelindung tanaman ini akan terlepas. Mungkin sebelumnya Flo tidak bisa mengambilnya karena jika dia bisa pasti kekuatanya jauh lebih besar dari yang tadi."


"Dan masih ada 7 tanaman langka lagi yang harus kita temukan." wajah Rubby kembali muram mengingat hal itu.


"Kamu terlalu banyak berpikir. Kita jalani saja, biarkan ini mengalir dengan sendirinya. Jangan jadikan semua ini sebagai beban!" hibur Wu Jin Ming.


"Baiklah! Aku akan menganggap ini sebagai sebuah permainan petak umpet. Semoga saja mereka semua segera aku temukan satu persatu." jawaban konyol Rubby membuat Wu Jin Ming ingin tertawa namun dia menahannya. Keadaan bisa berubah dan wajah imut Rubby bisa menjadi sangat menyeramkan jika dia marah.


Rumput darah iblis itu mulai berhenti menyerap energi Wu Jin Ming dan Rubby lalu mengeluarkan serbuk cahaya berwarna kemerahan.


"Sekarang kamu sudah bisa memegang atau mengambil tanaman ini." Wu Jin Ming mempersilakan Rubby untuk memegang rumput darah iblis.


"Nggak ahh! Kamu saja yang menyimpannya!" Rubby tidak ingin tertipu dengan penampilan cantik tanaman itu. Dari namanya saja dia merasa ngeri. Dia takut jika di pegang tanaman itu akan melukai tangannya.


"Hmm.... Penakut!" goda Wu Jin Ming.


"Mana ada! Ya sudah, minggir!" Rubby menggeser tubuhnya untuk lebih mendekat ke arah rumput itu dan memegangnya. "Aaahhh!" Rubby kembali menarik tangannya dan bergeser mundur.


"Kenapa, By?" tanya Wu Jin Ming heran.


"Tumbuhan itu panas sekali. Aku tersentak saat memegangnya. Untung aku tidak terjatuh lagi."


"Panas sedikit saja. Itu memang sifat asli tumbuhan ini. Saat dipadukan dengan tanaman lain rumput darah iblis akan meleburkan tanaman lain dan membuatnya mudah di bentuk menjadi pil," jelas Wu Jin Ming.


****


Bersambung...


Mampir ke karya temanku juga ya kak...


__ADS_1


__ADS_2