TIGER WU

TIGER WU
SAYAP 3 BIDADARI


__ADS_3

Gelombang kuat menyelimuti rumah Rubby. Kultivasi ganda antara dia dan Wu Jin Ming menghadirkan energi yang berbeda di malam itu. Energi yang sangat besar terus terserap ke dalam arai yang sudah terbuka di kedalaman jiwa Rubby. Rasanya seperti pusaran angin yang begitu kuat menembus ke dalam pusatnya.


Semakin lama kultivasi berlangsung, semakin besar energi yang datang. Keringat mengalir di pelipis Rubby akibat menahan besarnya energi yang dia terima. Level Wu Jin Ming yang sudah sangat tinggi membuatnya merasa biasa saja saat menyerap energi besar itu. Rubby terus menahan diri untuk tetap fokus sampai tanda jika kultivasi berakhir muncul di depannya.


Seperti biasanya Wu Jin Ming selesai berkultivasi lebih awal. Dia terbangun dari meditasinya. Saat matanya terbuka dia terhenyak hingga terjengkang ke belakang. Aura Rubby sangat berbeda. Rubby di kelilingi butiran cahaya energi seperti kunang - kunang. Cahaya itu berwarna kuning keemasan yang sangat terang. Wu Jin Ming tidak menyangka jika Rubby di naungi oleh banyak sekali keajaiban.


Hampir satu jam Wu Jin Ming menunggu Rubby menyelesaikan kultivasinya tapi sepertinya belum ada tanda - tanda akan segera selesai. Butiran cahaya yang mengelilingi Rubby semakin berdatangan. Wu Jin Ming menatapnya dengan rasa penasaran.


Butiran cahaya energi yang awalnya berpencar di sekitar tubuh Rubby kini mulai berkumpul. Cahaya itu menyatu dan membentuk sesuatu yang belum begitu jelas. Wu Jin Ming terus mengamatinya dengan serius. Kecepatan pembentukan cahaya itu semakin pesat. Sekarang bentuknya semakin jelasjelas terlihat.


"Sayap 3 Bidadari level sempurna!" Wu Jin Ming terkesima dengan peningkatan Kultivasi Rubby yang luar biasa. Bagaimana bisa, gadis kecilnya itu dengan mudah mendapatkannya. Dia saja baru mendapatkan sayap Panglima Dewa setelah berkultivasi hampir setahun lamanya.


Rubby menggerakkan tangannya untuk menggambarkan sebuah simbol lalu menyerapnya. Matanya masih terpejam. Dia masih harus menyimpan sayap 3 Bidadari yang dia dapatkan. Perlahan tubuhnya terangkat ke udara. Dia melakukan gerakan seperti sebuah jurus. Gerakannya begitu indah seperti kupu - kupu.


Terakhir Rubby merentangkan tangannya dan mengangkat sedikit satu kakinya. Perlahan dia turun. Matanya terbuka saat kakinya menyentuh lantai.


"Kakak!" Rubby berlari menghambur memeluk Wu Jin Ming yang sedari tadi berdiri menantinya.


"Kamu hebat, Rubby. Kamu mendapatkan sayap 3 Bidadari dalam waktu yang singkat. Aku bangga padamu." Wu Jin Ming mengangkat tubuh Rubby ke udara dan membawanya berputar.


"Aku mencintaimu Kak Tiger! Sangat mencintaimu!" teriak Rubby sambil merentangkan tangannya. Dia tidak sadar jika suaranya itu menggema hingga terdengar ke luar rumahnya. Untung saja hari masih dini hari, jadi tetangga sekitar Rubby masih larut dalam mimpi.


"Jangan keras - keras Rubby. Ini masih malam," ucap Wu Jin Ming mengingatkan.


"Ups... aku lupa Kak. Kak, hari ini aku harus pergi kuliah...," ucap Rubby terlihat sedih.


"Kuliah itu apa? Kelihatannya kamu tidak senang." Wu Jin Ming mengangkat satu alisnya. Perlahan dia menurunkan Rubby dan membawanya duduk di tepi ranjang.


"Kuliah itu belajar, Sayang. Bukan kuliahnya yang membuatku sedih. Tapi aku sedih karena kita nggak bisa sama - sama saat aku sedang kuliah." wajah Rubby berubah cemberut. Bibirnya manyun dan di tarik ke kanan dan ke kiri bergantian.


"Ya, ampun Rubby. Aku pikir kuliah itu membuat kamu tersiksa. Aku akan menemani mu kuliah," jawab Wu Jin Ming penuh keyakinan.


"Tidak semua orang bisa masuk ke sana, Kak. Hanya mahasiswa saja yang boleh masuk ke area kuliah." Rubby berpikir bagaimana caranya untuk bisa membawa Wu Jin Ming masuk ke dalam kampusnya.


"Aku masuk ke kalung dimensi aja kalau begitu. Atau aku tidak menampakkan diri di hadapan orang lain selain kamu," ucap Wu Jin Ming berpendapat.

__ADS_1


"Tar kalau temenku ada yang indigo pasti bisa lihat kamu gimana," ada rasa khawatir di hati Rubby.


"Indigo?" istilah baru lagi. Wu Jin Ming tidak mengerti apa yang Rubby maksud.


"Indigo itu orang yang punya kemampuan untuk melihat atau merasakan kehadiran makhluk abstrak di sekitarnya Kak," jelas Rubby mendetail.


"Aku bisa mengecohnya. Kamu tenang saja." Wu Jin Ming tersenyum mengingat sikap manja Rubby yang tidak bisa jauh darinya.


"Mengecohnya? Caranya?" Rubby melihat serius ke arah Wu Jin Ming.


"Kalau dia menemukanku maka aku akan membuat tiruan tubuhku dengan energi yang sama. Jadi akan ada beberapa Wu Jin Ming yang akan muncul di depannya."


"Aha, aku tahu. Pasti itu seperti jurus seribu bayangan milik Naruto." Rubby meletakkan jari telunjuknya di pipi.


"Naruto? Siapa dia?" dia merasa asing dengan nama itu. Sepertinya dia bukan teman yang biasa Rubby sebutkan.


"Emm, gimana jelasinnya, ya. Gini aja deh." Rubby beranjak mengambil ponselnya dan membawanya mendekat ke arah Wu Jin Ming.


Rubby membuka aplikasi YouTube dan mengetik pencarian tentang jurus seribu bayangan milik Naruto. Tak lama kemudian layar ponselnya menampilkan adegan film Uzumaki Naruto yang sedang mengeluarkan jurus itu.


"Jadi dia lukisan yang bergerak. Perkembangan kecerdasan manusia memang luar biasa, Rubby." Wu Jin Ming menempelkan dagunya di bahu Rubby.


"Bisa saja. Kau juga akan menyerap pengetahuan yang aku miliki." ucapan Wu Jin Ming membuat Rubby tercengang.


"Benarkah?" Rubby mengangkat kepala Wu Jin Ming dan memutar badannya menghadap ke arahnya.


"Benar," jawab Wu Jin Ming singkat.


"Yukk.. kita lakukan sekarang!" Rubby terlihat bersemangat.


"Baiklah. Tapi setelah ini tidak akan ada rahasia lagi di antara kita, Rubby. Apa kamu siap?"


"Apa yang harus aku rahasiakan dari kamu? Kamu sudah tahu semua tentangku," jawab Rubby.


"Baiklah. Mari kita mulai." Wu Jin Ming mengajak Rubby duduk bersila. Dia kemudian meminta Rubby untuk duduk membelakanginya.

__ADS_1


"Pusatkan energimu untuk membuka pikiranmu Rubby. Jika kamu melihat api berwarna putih maka telanlah api itu!" Wu Jin Ming mulai memberi aba - aba.


"Hmm." Rubby mengangguk.


Dalam penglihatan mata batin Rubby dia sedang berada di tempat yang lapang. Tempat itu memiliki pencahayaan remang - remang dan terlihat asing.


"Dengarkan aku Rubby. Api itu akan segera muncul. Segeralah kamu ambil dan langsung telan!" Suara Wu Jin Ming menggema di pikiran Rubby.


"Baiklah!" jawab Rubby dengan suara batinnya.


"Bagus, Rubby sekarang kamu sudah menguasai cara berkomunikasi dengan pikiran." suara Wu Jin Ming terdengar senang.


"Iya. Sebentar... sebentar apinya datang!" pekik Rubby.


Di alam bawah sadar Rubby menelan seluruh api itu. Dia merasakan api itu menjalar di seluruh nadinya. Setelah semuanya masuk, api itu berkumpul di arai energi Rubby bersama energi yang lain.


Sekarang api itu sudah bisa di kendalikan oleh pikiran Rubby.


"Sekarang buka matamu!" perintah Wu Jin Ming.


"Apakah arti api itu Kak?" tanya Rubby.


"Itu api inti pikiran. Aku mendapatkan api berwarna biru milikmu dan kau mendapatkan api putih milikku. Mulai sekarang kamu bisa mengenali apapun yang ada di masaku. Kamu bahkan bisa membaca tulisan kuno manusia yang hidup di jaman sebelum aku bertapa," jelas Rubby.


"Wah, aku akan menjadi genius di abad ini. Aku bisa membaca relief kuno di berbagai tempat." Rubby berjingkat senang.


"Iya. Ha ha ha!" baru kali ini Wu Jin Ming tertawa lepas sampai terpingkal - pingkal.


"Kamu kenapa tertawa? Apa aku begitu memalukan?" Rubby salah paham. Dia pikir Wu Jin Ming menertawakannya.


"Aku tidak menertawakanmu, Rubby. Aku tertawa mengingat aku sangat takut melihat TV waktu itu. Aku yang sangat memalukan." Wu Jin Ming tersenyum malu mengatakan hal yang sejujurnya pada Rubby.


"Oh, itu. Kakak sampai mengikuti kemanapun aku berjalan." Rubby ikut terkekeh.


Mereka terus berkelakar menceritakan berbagai hal yang mereka lewati. Rubby semakin terpingkal ketika Wu Jin Ming bercerita tentang ponsel yang dia anggap sebagai kotak sihir. Mereka baru berhenti bercengkrama setelah melihat sinar matahari mulai menerobos masuk lewat celah jendela kamar Rubby. Rubby harus segera menyiapkan sarapan lalu bersiap untuk kuliah hari ini.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2