
Mendengar panggilan Ratu Ivo, Wu Jin Ming dan Rubby segera berjalan untuk menghampirinya. Rubby melompat ke punggung Wu Jin Ming meminta gendong padanya. Hampir saja mereka terjatuh karena Wu Jin Ming tidak siap menerima tubuh Rubby yang begitu mendadak.
"Kamu jangan sembarangan begitu Rubby! Kita hampir saja terjatuh!" hardik Wu Jin Ming merasa gusar dengan apa yang telah dilakukan oleh Rubby.
"Hihihi! Maaf aku kan cuma mau minta gendong aja," ucap Rubby membela diri.
"Kamu nggak boleh seenaknya lagi By! Ingat saat ini kamu sedang hamil! Kamu bisa minta baik-baik, apa aku pernah menolak permintaan kamu?" masih dengan nada kesalnya Wu Jin Ming berbicara pada Rubby sambil berjalan ke tempat Ratu Ivo berada.
Rubby terdiam karena memang dia yang salah dalam hal ini. Perlahan dia melepaskan pelukannya pada bahu Wu Jin Ming setelah pantatnya menyentuh bangku di samping ibunya. Tubuhnya mendarat manis di sana.
"Ingat Virs, saat ini kamu sedang mengandung! Jangan lagi bertingkah seperti anak kecil! Ada calon anakmu yang juga harus kamu jaga," ucap Ratu Ivo menasehati.
"Tuh dengarkan ibu bicara By! Bukannya aku terlalu mengatur kamu tapi kamu harus bisa lebih berhati-hati ke depannya!" Wu Jin Ming menambahi.
"Iya... iya... aku akan lebih berhati-hati! Huh! Aku seperti seorang kriminal yang sedang diinterogasi saja," gerutu Rubby melihat ibu dan suaminya sedari tadi mengomel karena ulahnya.
Ratu Ivo tersenyum melihat wajah kesal putrinya yang merasa diintimidasi olehnya. "Tadi kamu mau bilang hal penting apa Virs?"
"Oh, iya! Aku hampir lupa untuk mengatakannya." Rubby melirik ke arah Wu Jin Ming.
"Apa sih, Yang?" tanya Wu Jin Ming penasaran dia belum tahu apa yang ingin disampaikan Rubby pada ibunya.
"Itu... em... mengenai tulisan pada kertas usang yang nggak sengaja aku temukan," ucap Rubby ragu-ragu takut Wu Jin Ming marah dan tidak mengijinkannya mengatakan itu pada ibunya.
"Oh... mantra penyatuan jiwa. Tapi kamu membutuhkan sesuatu benda yang sangat sulit di dapat untuk melakukan penyatuan jiwa itu Rubby," jelas Wu Jin Ming.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Mantra penyatuan jiwa?" tanya Ratu Ivo.
"Benar Ibu! Aku juga baru mengetahuinya tadi. Rubby tanpa sengaja telah menemukan kertas yang berisi mantra itu di kampusnya," jelas Wu Jin Ming.
"Boleh aku lihat?" tanya Ratu Ivo.
"By! Dimana kertas itu?" tanya Wu Jin Ming.
__ADS_1
"Oh iya!" Rubby mengeluarkan sebuah kertas dari cincin penyimpannya kemudian menyerahkannya pada Ratu Ivo.
Ratu Ivo membuka kertas itu dengan hati-hati karena terlihat sangat rapuh. Perlahan ia membaca tulisan yang tertera di dalamnya. Benar yang di katakan oleh Wu Jin Ming, itu adalah bacaan mantra kuno yang sangat berguna untuk Rubby.
"Ini memang benar mantra penyatuan jiwa. Aku akan melindungi kertas ini agar tidak lapuk sebelum digunakan." Ratu Ivo mengeluarkan kekuatannya untuk membuat kertas itu seperti baru lagi.
"Menurut Ibu apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Rubby.
"Hanya Para Dewalah yang tahu langkah apa yang harus dilakukan dan apa saja yang dibutuhkan saat menggunakan mantra itu," jelas Ratu Ivo.
"Ibu benar! Lagi pula dampak dari penyatuan dua kekuatan besar akan menimbulkan goncangan yang mungkin bisa membahayakan umat manusia jika penyatuan itu dilakukan di dunia manusia," jelas Wu Jin Ming.
"Apa kamu punya solusi untuk ini menantuku?" tanya Ratu Ivo pada Wu Jin Ming.
"Aku akan segera membawa Rubby ke istana langit dalam waktu dekat. Untuk masalah ini kita tidak boleh gegabah Ibu. Aku juga belum mengabarkan pada istana langit jika Rubby sebenarnya adalah Putri Virs. Para Dewa menyebutnya sebagai Putri Dalam Ramalan."
"Emm... aku mengerti masalahmu menantu Wu. Hal ini tentu akan sangat mengejutkan bagi para Dewa tetapi kamu harus segera mengatakannya. Bisa saja ramalan tentang putriku itu ada hubungannya dengan penyatuan jiwa dan kekuatan Dewi Bulan dan Virs menjadi satu."
"Apa itu akan sangat menyakitkan tubuhku?" Rubby bergidik ngeri membayangkan tubuhnya akan terbelah dan bercerai berai kemudian disatukan lagi.
Jawaban Wu Jin Ming belum membuat Rubby merasa tenang. Pikirannya masih saja berputar-putar dengan imaginasinya sendiri. Rasanya akan sangat menyakitkan sekali membayangkan tubuhnya serasa di sayat.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Wu Jin Ming melihat sikap aneh Rubby.
"Eh, enggak! Nggak papa! Aku belum ingin melakukan penyatuan jiwa itu sebelum aku benar-benar mempelajarinya!" seru Rubby.
"Tentu saja Sayang.... Sepertinya itu tidak cukup untuk sekali saja dilakukan. Prosesnya harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Mungkin juga kamu membutuhkan senjata atau juga kekuatan tertentu untuk menjalankan prosesnya," jelas Ratu Ivo.
"Em, jadi begitu ya? Semoga saja itu tidak menyakitkan seperti yang aku bayangkan." jawaban konyol Rubby mengundang tawa Wu Jin Ming.
"Hei, jadi sejak tadi kamu berpikir kamu akan tersakiti dan terluka saat melakukan penyatuan jiwa begitu?" tanya Wu Jin Ming merasa lucu.
Rubby mengangguk malu-malu.
__ADS_1
"Mana mungkin aku membiarkan itu terjadi padamu Sayang! Aku nggak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun, apalagi saat ini ada anak kita bersamamu." Wu Jin Ming membelai rambut panjang Rubby dengan lembut.
"Kapan kamu akan membawa istrimu ke istana langit?" tanya Ratu Ivo.
"Besok aku akan meminta ijin untuk cuti bekerja Ibu. Semoga saja ada jadwal kosong dalam waktu dekat," jelas Wu Jin Ming.
"Biar aku yang bicara pada manager Lin. Aku akan menemuinya nanti," ucap Rubby.
"Baiklah! Kelihatannya dia akan lebih mendengarkan kamu daripada aku yang ngomong," ungkap Wu Jin Ming.
"Tentu saja." Rubby tersenyum bangga.
Pada kenyataannya Wu Jin Ming tahu jika manager Lin sangat risih dengan sikap rewel Rubby. Mungkin itu yang membuatnya enggan membuat masalah dengan Rubby. Bisa-bisa dia akan kehilangan model yang sangat berbakat seperti Wu Jin Ming karena dia tahu Wu Jin Ming sangat mencintai Rubby.
"Aku senang melihat kebahagiaan kalian. Semoga tidak ada masalah yang menggoyahkan rasa cinta kalian." Ratu Ivo tersenyum bahagia.
"Oh iya, Ibu! Aku harus segera kembali ke alam manusia. Ponselku rusak dan aku juga harus mengurus kebutuhanku dan kak Wu."
"Pergilah! Berkat ibu selalu menyertai kalian berdua."
Wu Jin Ming dan Rubby meminta pelayan untuk mengambil baju mereka. Mereka tidak ingin membawa baju yang mereka pakai ke alam manusia. Itu akan membahayakan kerajaan ibunya jika ada siluman yang melacak baju itu berasal.
Dalam sekejap tubuh Rubby dan Wu Jin Ming sudah berpindah ke alam manusia. Mereka sampai kembali di kamarnya, tempat sebelum mereka pergi ke istana Ratu Ivo.
Bruuk!
Tubuh Rubby jatuh di atas tempat tidurnya.
"Aaahhh! Pendaratan yang nggak elegan!" seru Rubby sambil mendelik kesal.
"Maaf Sayang. Aku terlalu cepat melepaskan mantranya." Wu Jin Ming terkekeh.
****
__ADS_1
Bersambung...