TIGER WU

TIGER WU
TIDAK TERKEJUT


__ADS_3

Pandangan Rubby terhenti di lantai di sisi sebelah kiri bawah dari tempatnya berada saat ini. Hatinya merasa lega ketika melihat Wu Jin Ming duduk dalam posisi membelakanginya untuk mengobati seseorang. Rubby merasa tidak asing dengan pakaian yang dikenakan orang di depan suaminya itu.


'Aku seperti mengenal orang itu. Tapi siapa? Ah, mungkin otakku sedikit loading kali, ya. Ngomong-ngomong berapa lama aku tertidur. Atau mungkin aku malah pingsan. Ah, entahlah!' Rubby mengetok-ngetok kepalanya lalu meliukkan badannya memutar untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Aahh... sshhh!" Rubby memekik lirih sambil mendesis.


Dadanya terasa sedikit nyeri ketika di menggeliat tadi. Rubby meraba dadanya dengan tangannya di mana sumber rasa sakitnya itu. Tidak ada yang aneh di bagian luar namun ada rasa yang berbeda di dalam.


'Mungkin hanya perasaanku saja. Tidur panjang membuatku seperti orang bodoh saja.' Rubby menggeleng pelan.


Dia tidak sabar lagi untuk melihat siapa orang yang bersama dengan Wu Jin Ming namun jika dia turun sekarang pasti konsentrasi mereka akan terganggu. Bisa fatal akibatnya jika aliran energi tersendat di tengah-tengah pengobatan. Bukannya menyembuhkan tapi malah akan memperburuk keadaan si penerima energi.


Sembilan dewi tidak menyadari jika saat ini Rubby sudah tersadar.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya wu Jin Ming pun selesai menyalurkan energi pada Ratu Ivo.


Rubby melompat turun karena sudah tidak sabar lagi untuk menunggu. Dia berjalan dengan sedikit berjingkat agar tidak menimbulkan suara. Wu Jin Ming dan Ratu Ivo belum menyadari jika Rubby sedang berjalan ke arah mereka dan mengawasi mereka sejak tadi.


Muncul ide jahil di kepala Rubby. Dia tertawa tanpa suara. Dengan gerakan cepat Rubby ingin menutup kedua mata Wu Jin Ming dari belakang.


"Aargghhh!" pekik Wu Jin Ming reflek memegang tangan Rubby sebelum dia berhasil menyantuhnya.


Wu Jin Ming mengamati tangan itu dan matanya terbelalak ketika melihat cincin yang melingkar di salah satu jarinya.


Ratu Ivo pun tidak kalah terkejut ketika menoleh ke belakang.


"Rubby!" seru Wu Jin Ming. Sebuah senyuman lebar mengembang di wajahnya.


Mata Ratu Ivo berkaca-kaca. Bibirnya seakan kelu. Tidak ada suara yang keluar dari sana meskipun dia sangat ingin berkata.


"Ishh! Kalian tidak seru! Reaksi macam apa ini. Harusnya kan, kalian terkejut. Yahh, gagal deh untuk memberi kalian kejutan." Rubby mengomel tidak jelas.


"Rubby!" pekik Ratu Ivo beranjak dari duduknya untuk memeluk putrinya itu.


Untuk sejenak mereka berdua larut dalam keharuan. Perasaan keduanya campur aduk. Rubby belum sepenuhnya mengingat kejadian sebelumnya yang dia alami. Saat ini Rubby berusaha untuk mengumpulkan potongan demi potongan ingatan dan menyusunnya kembali.


"Syukurlah kamu sudah sadar, Sayang. Lihat suamimu, dia terlihat sangat berantakan tanpa kamu," ucap Ratu Ivo setelah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kak Wu!" teriak Rubby melompat memeluk Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming tidak bisa berkata-kata. Dia hanya membalas pelukan Rubby dan menghujaninya dengan ciuman.


"Apa kamu tidak tidur? Dan juga tidak makan? Ya, ampun! Kusut sekali wajahmu." Rubby menangkupkan telapak tangannya di wajah Wu Jin Ming.


"Mana bisa aku tidak jika kamu tidak ada yang menjaga dan mana mungkin aku lapar jika kamu juga tidak makan. Aku tidak akan mati hanya karena tidak makan dan tidak tidur beberapa hari saja."


Ucapan Wu Jin Ming membuat mata Rubby membulat sempurna.


"Apa? Beberapa hari? Apa yang terjadi padaku?" Rubby memberondong Wu Jin Ming dengan banyak pertanyaan.


"Nanti akan aku ceritakan. Sekarang mari kita pulang ke istana kita," ucap Wu Jin Ming lembut.


"Tidak." Rubby malah menjatuhkan diri di lantai dan meluruskan kedua kakinya. Merajuk.


Ratu Ivo menggelengkan kepalanya merasa jika putrinya itu masih sangat kekanak-kanakan.


"Berlatihlah untuk bersabar Rubby. Apa kamu tidak malu sama telur emas?" Wu Jin Ming menatap Rubby sejurus.


"Telur emas?" Wajah Rubby terlihat bersemangat.


Rubby segera beranjak dari duduknya lalu berlari-lari kecil menghampiri bunga teratai putih yang menyimpan buah hatinya.


"Apa itu tentang cucuku, Menantu?" tanya Ratu Ivo yang sedang berjalan di sisi Wu Jin Ming untuk menyusul Rubby.


"Benar, Ibu. Anak kami tersimpan di dalam telur emas yang terbungkus bunga teratai itu," jelas Wu Jin Ming.


"Hmm."


Rubby banyak sekali berbicara di depan bunga teratai raksasa itu seolah sedang berbicara pada seseorang. Celoteh lucu Rubby membuat Wu Jin Ming dan Ratu Ivo tertawa. Itu karena Rubby berbicara banyak hal yang terdengar menggelikan.


Setelah merasa puas, Rubby mengajak suami dan ibunya pergi ke istana Wu Jin Ming yang ada di sana.


Setelah Rubby baik-baik saja, Ratu Ivo baru melihat keindahan istana langit dan istana-istana para Dewa yang berjajar rapi di sana.


Sebelumnya pandangan matanya tertutup oleh kesedihan.

__ADS_1


Ratu Ivo lebih takjub lagi ketika melihat istana Wu Jin Ming. Istana peninggalan leluhurnya yang diwariskan untuknya. Bangunan megah, khas dengan model arsitektur khas para Dewa.


"Untuk sementara tinggalah di langit. Sangat membahayakan bagi Rubby jika dia bertemu dengan pemburu kekuatan. Keadaannya memang sudah stabil namun setidaknya tunggu sepekan jika ingin melakukan aktifitas yang berat."


"Memangnya kenapa, sih, Bu? Biasanya setelah terluka pun aku masih bisa bertarung lagi." Rubby bertanya dengan wajah polosnya.


Ratu Ivo menatap Wu Jin Ming seolah memintanya untuk menjelaskan kepada Rubby.


Wu Jin Ming mengangguk.


"Rubby, setelah kamu berperang melawan penyihir Wang Yu, kamu terluka sangat parah. Aku terlambat untuk menyelamatkanmu."


Terlihat penyesalan di wajah Wu Jin Ming.


"Aku tidak menyalahkanmu sayang. Saat aku terluka kamu juga tidak berdaya. Penyihir jelek itu mengurungmu dalam balok es."


"Tetap saja aku tidak becus menjagamu."


"Uuhh, Cayang. Kalau kamu melow begini kamu kelihatan imut." Rubby mencoba membuat Wu Jin Ming tertawa.


"Hei, aku bukan anak kecil tauk. Apa penanaman jantung pengganti di tubuhmu membuat otakmu sedikit bermasalah?"


Wu Jin Ming berjalan memutari tubuh Rubby.


"Astaga, Sayang. Aku tidak gegar otak. Eh, tadi apa kamu bilang? Jantung pengganti?" Rubby spontan memegang dadanya.


"Iya. Ibu Ratu ternyata menyimpan batu permata Rubby Aurora. Jika tidak mungkin aku harus keliling di seluruh semesta untuk mencarinya."


"Ah, jadi aku sekarang tidak memiliki jantung. Lalu kalau aku tiba-tiba mati gimana. Huaa ... haaaa ...." Rubby kembali duduk di lantai dan menggosok-gosokkan kedua kakinya.


Wu Jin Ming menepuk jidatnya. Bingung bagaimana cara menjelaskan pada Rubby. Dia memilih untuk menyusul Rubby duduk di lantai dan mencoba untuk berpikir.


"Kamu tidak akan mati, Sayang. Justru jantung pengganti itulah yang menyelamatkan kamu dari kematian."


Rubby menghentikan tangisnya lalu menatap Wu Jin Ming dan Ratu Ivo secara bergantian.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2