
Author mohon maaf kalau jarang balas komen... Rumah saya area susah sinyal... 😢
Kalau pas lancar dan senggang insyaallah aku balas walaupun telat... 🤗
****
Rubby bersikap waspada. Siluman Gurita terus bergerak mendekat meskipun Rubby melangkah mundur. Kepanikan membuat Rubby sulit berpikir.
"Huuu... huuu... Manis jangan kamu buat aku menangis. Mendekatlah!" Siluman Gurita terlihat tidak sabar lagi. Dia mempercepat gerakannya dengan kaki tentakelnya.
"Rasakan ini!" Rubby menyerang siluman itu dengan kekuatan spiritualnya. Rubby harus menyerang dari jarak jauh untuk menghindari serangan Siluman Gurita.
Tapi semua serangan Rubby berhasil di patahkan. Perisai dari lendir menghalau bola-bola energi yang dia lemparkan.
'Sepertinya lendir itu bersifat menyerap energi. Jika itu benar adanya, maka... Kak Tiger!' pekik Rubby dalam hati.
Rubby melirik ke arah Wu Jin Ming yang sudah tidak bisa bergerak. Dia sekarang mirip seperti kepompong. Pikiran Rubby terpecah membuat dia kehilangan konsentrasi.
Byurr!
Siluman Gurita Menangis berhasil melemparkan lendir ke tubuh Rubby saat dia lengah. Rubby tidak mau mengeluarkan energi spiritualnya. Ternyata benar, lendir itu bergerak lambat jika menempel pada orang yang tidak mengeluarkan energi spiritualnya.
"Huu... kenapa kamu diem ayo serang aku?" ejek Siluman Gurita Menangis.
"Cerdik! Aku tahu akal-akalan kamu," seru Rubby.
"Bagus kalau kamu sadar. Coba ini! Hiyaaa!" Siluman Gurita Menangis menyerang Rubby dengan melemparkan lebih banyak bola-bola lendir.
Rubby berusaha menghindari serangan Siluman Gurita Menangis. Lendir di tumbuhnya semakin banyak. Rubby berpikir bagaimana caranya agar tidak bernasib sana seperti Wu Jin Ming.
Siluman Gurita tidak henti-hentinya memberikan serangan. Energi Rubby benar-benar seperti tersedot. Rubby harus segera melepaskan diri.
"Terpaksa aku harus merubah wujud menjadi putri Virs sebelum aku benar-benar tidak berdaya," gumam Rubby lirih.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari tubuh Wu Jin Ming. Rubby urung merubah wujudnya. Cahaya terang menyilaukan muncul dari tubuh Wu Jin Ming. Cahaya yang sangat mirip dengan cahaya putri Virs.
Wu Jin Ming berubah wujud dengan pakaian dan aksesori yang berbeda. Pakaian bernuansa emas dan putih bersinar dengan rambut yang terikat rapi ke belakang. Juga tanda di keningnya yang menandakan bahwa dia seorang Dewa.
"Jadi Kak Tiger sudah menjadi Dewa!" pekik Rubby terkejut.
Alam yang tadinya tenang menjadi bergejolak. Angin kencang bertiup menyapu hingga membuat gubuk-gubuk kecil di tepi pantai roboh dan beterbangan. Suara jeritan para pengunjung terdengar dari kejauhan. Mereka berlari menjauh dari lokasi pantai. Mereka takut akan terjadi badai besar.
Siluman Gurita Menangis terkejut dengan kemunculan Dewa di hadapannya. Dia mengira itu bukan Wu Jin Ming yang tadi bertarung dengannya. Menurutnya tadi yang dia hadapi hanyalah siluman biasa sepertinya.
Wu Jin Ming berjalan mendekati Rubby. Dari jejak kakinya keluar mantra suci. Setiap mantra yang terlepas menghasilkan suara gemuruh yang menggelegar.
Pyarr!
Setelah tersentuh tangan Wu Jin Ming lendir di tubuh Rubby menjadi mengeras dan pecah seperti kaca.
"Aku memberimu hormat Yang Mulia Dewa!" Rubby ingin berlutut di hadapan Wu Jin Ming namun Wu Jin Ming mencegahnya.
"Huuu... uuu... pasangan yang romantis. Meskipun kamu seorang Dewa, aku tidak takut padamu!" Siluman Gurita Menangis kembali menyerang Wu Jin Ming dan Rubby.
Hanya dengan kibasan tangan, serangan-serangan itu berhasil di tepis oleh Wu Jin Ming. Wu Jin Ming tidak ingin berlama-lama memakai wujud Dewanya. Dia takut tempat-tempat di sekitar pantai akan hancur karena alam kacau dengan kemunculannya.
Laut yang mengganas dengan ombaknya, langit yang tiba-tiba memunculkan petir dan awan gelap, juga angin yang bertiup kencang tak tentu arah. Jika kaki Wu Jin Ming menyentuh bumi, yang terjadi akan lebih mengerikan lagi. Gempa, tanah retak, bahkan gunung meletus bisa saja terjadi.
Wu Jin Ming melepaskan mantra pengikat energi. Siluman Gurita Menangis tidak bisa lagi mengeluarkan energi kultivasinya. Dia hanya bisa melakukan serangan tanpa dukungan energi apa-apa.
Siluman itu menjerit histeris. Dia tidak terima dengan apa yang dilakukan Wu Jin Ming padanya. Dia berubah menjadi gurita raksasa kembali. Sama sekali dia tidak ingin menyerah. Dia kembali menyerang Wu Jin Ming dengan tentakel-tentakelnya.
Salah satu tentakel besarnya berhasil melilit Rubby yang sedang lengah. Wu Jin Ming tidak terima. Segera dia keluarkan energi dari telapak tangannya yang berwarna putih berkilau. Wu Jin Ming menamainya pedang cahaya.
Pedang itu bisa memanjang dan membesar sesuai yang diinginkan. Terpaksa Wu Jin Ming memotong salah satu tentakel Siluman Gurita Menangis dengan pedang itu. Tubuh Rubby terlepas dan gugur ke bawah. Wu Jin Ming menariknya ke dalam pelukannya dengan kekuatan spiritualnya.
Jeritan gurita raksasa itu melengking seperti suara tangisan pilu. Kehilangan tentakelnya semakin membuatnya tersulut amarah. Meskipun kekuatan mereka sangat jauh berbeda, dia tetap ingin melawan Wu Jin Ming.
__ADS_1
Wu Jin Ming bertempur dengan satu tangannya. Satu tangan yang lainnya dia pakai untuk melindungi Rubby. Dia ingin segera mengakhiri pertarungan ini.
"Haauuummm!" Wu Jin Ming mengaum keras. Sudah lama dia tidak memakai jurus ini. Aumannya membuat gurita raksasa terdorong ke belakang beberapa meter. Kulitnya terlihat mengelupas.
Perlahan-lahan tubuh gurita itu mengecil. Kini dia hanya menjadi seekor gurita kecil. Gurita yang terluka parah itu lari ke tengah laut. Wu Jin Ming membiarkannya pergi.
Wu Jin Ming kembali ke wujud manusia. Tanpa dia sadari, rupanya Rubby sedang tak sadarkan diri. Wujudnya juga sudah kembali menjadi manusia. Bibirnya terlihat membiru. Sepertinya Rubby terkena racun langka milik Siluman Gurita Menangis.
"By, bangun! Sadarlah, By!" Wu Jin Ming terlihat panik.
Untuk masalah racun, Wu Jin Ming tidak bisa mengobatinya. Dia harus membawa Rubby ke langit untuk disembuhkan. Wu Jin Ming menggendong Rubby dengan perasaan sedih.
"Haus..." gumam Rubby lemah.
"Kamu sudah sadar, Sayang. Bertahanlah! Aku akan membawamu ke istana langit untuk mengeluarkan racunmu." Wu Jin Ming khawatir bercampur senang. Matanya berkaca-kaca dan hampir menangis.
"Nggak! Bawalah aku pulang sekarang!" pinta Rubby lemah.
Wu Jin Ming tidak habis pikir dengan permintaan Rubby. Namun dia terpaksa menurutinya. Pergi ke langit juga butuh energi ekstra karena harus membawa Rubby yang tidak bisa lagi berubah menjadi Dewi Bulan untuk saat ini.
"Baiklah!"
Setelah mengatakan itu, Wu Jin Ming dan Rubby kini sudah berada di rumah. Wu Jin Ming menggunakan teleportasi untuk membawa Rubby pulang. Dengan hati-hati Wu Jin Ming membaringkan tubuh Rubby di atas tempat tidurnya.
"Ibu... ibu..." panggil Rubby lemah.
Wu Jin Ming merasa heran. Seingatnya Rubby memangil ibunya dengan panggilan 'mami', kenapa sekarang berubah menjadi ibu. Apakah racun itu mempengaruhi kerja otaknya.
Wu Jin Ming beranjak untuk mengambil pisau dan kompres. Dia akan berusaha mengeluarkan racun dari tubuh Rubby secara manual. Tentu saja dengan di dukung energi spiritualnya.
****
Bersambung...
__ADS_1