TIGER WU

TIGER WU
DATANG PENGACAU


__ADS_3

"Yeeee! Selamat bergabung co manager Rubby!" ucap manager Lin.


"Terimakasih manager Lin. Terimakasih semuanya. Mohon kerjasamanya." Rubby mencoba bersikap profesional.


"Sekarang aku adalah bawahan kamu, jadi kamu bebas untuk memberikan aku perintah," jelas manager Lin.


"Kita adalah satu team. Jangan terpicu pada bawahan atau atasan! Kita bekerja senyaman mungkin agar mencapai hasil yang maksimal."


"Senang bekerja denganmu, Rubby!" Manager Lin tersenyum senang.


Beberapa orang kru terlihat sedang menyiapkan meja kerja untuk Rubby. Meja kerja Rubby terletak saling berhadapan dengan meja kerja manager Lin. Ini memudahkan mereka untuk saling berkomunikasi nantinya.


Bryan Lee masih berada di sana. Dia mengikuti kemana Rubby berjalan bersama manager Lin dan kru sementara Wu Jin Ming mengobrol bersama rekannya untuk membahas tema pemotretan hari ini.


"Kamu ngapain masih ada di sini?!" seloroh Rubby ketika melihat Bryan Lee.


"By! Kamu yang sopan sama pemilik perusahaan ini!" seru manager Lin.


"Memangnya kenapa kalau dia pemilik perusahaan? Manusia juga kan dia?!" ketus Rubby sambil fokus memeriksa agenda hari ini.


"Sudah... biarin manager Lin. Aku maklum kalau dia marah dan jutek sama aku karena sebelumnya aku berbuat kesalahan yang membuatnya kesal," jelas Bryan Lee.


"Nah, dengar sendiri, kan?" ucapan Rubby membuat manager Lin merasa serba salah.


Rubby tidak mau ambil pusing dengan keberadaan Bryan Lee lagi. Di hari pertamanya dia bekerja dia mulai mempelajari apa saja yang harus dia kerjakan. Dia juga harus mempersiapkan segala sesuatu untuk pemotretan outdoor hari ini.


"Ini agenda hari ini, co manager! Silakan di periksa!" manager Lin menyerahkan sebuah map berisi lembar kerja.


"Hmm. Apa yang lain sudah siap? Bagaimana kalau kita segera berangkat? Sepertinya waktu sudah semakin siang." Rubby melirik arlojinya.


"Semua sudah siap. Semua alat sudah berada di mobil. Para kru sudah menyiapkannya sebelum kamu datang," jelas manager Lin.


"Bagus! Mari segera berangkat!" perintah Rubby sambil memeluk beberapa map di dadanya.


Rubby tidak ikut di mobil kru. Dia lebih senang naik mobil Wu Jin Ming karena lebih leluasa. Kelihatannya perjalanan menuju ke lokasi pemotretan hari ini akan sedikit melelahkan karena tempatnya yang jauh di pinggiran kota.


Kesibukan Bryan Lee tidak membuatnya terikat dengan pekerjaannya karena dia adalah bos. Semua pekerjaan hari ini dia limpahkan pada bawahannya. Dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal Bryan Lee bersikukuh untuk ikut dalam rombongan pemotretan.

__ADS_1


"Kamu ikut juga?" tanya Rubby pada Bryan Lee.


"Iya. Kebetulan aku punya vila di sekitar sana. Aku ingin sekalian memeriksanya."


"Oh...." jawab Rubby singkat lalu masuk ke dalam mobilnya.


Bryan Lee berdiri mematung melihat Rubby masuk ke dalam mobil Wu Jin Ming. Dua mobil kru dan juga mobil Wu Jin Ming sudah berangkat namun Bryan Lee masih terpaku. Hatinya terasa nyeri melihat wanita yang dia kagumi tidak menganggapnya sama sekali.


"Tuan! Apakah kita jadi berangkat?" tanya asisten Bryan Lee sambil berdiri di samping pintu yang sudah dia bukakan untuknya sejak tadi.


"Jadi!" jawab Bryan Lee singkat lalu masuk ke dalam mobilnya.


Mereka melaju dengan kecepatan sedang untuk menyusul rombongan. Di dalam mobilnya, Bryan Lee masih tampak melamun. Bayangan wajah Rubby masih terus mengusiknya.


••••


Rombongan team Rubby sudah sampai di lokasi pemotretan setelah melalui perjalanan yang lumayan melelahkan. Rasa lelah mereka terbayar ketika melihat indahnya pemandangan yang ada di sana. Barisan perbukitan yang indah dengan pemandangan alam yang memukau.


Rubby berjalan menuju tepi tebing dan merentangkan tangannya untuk merasakan udara yang membelai tubuhnya. Rambutnya yang panjang tergerai melambai-lambai tertiup angin. Tanpa dia sadari sepasang tangan melingkar di pinggangnya.


"Ahh!" pekik Rubby pelan karena terkejut.


"Pemandangan yang indah. Ingin rasanya aku berkeliling untuk mengitari kebun bunga itu!" tunjuk Rubby pada sebuah hamparan bunga liat yang terbentang indah di lereng sebuah bukit.


"Setelah pekerjaan kita selesai nanti kita ke sana."


"Wah! Aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini!" seru Rubby senang.


"Eits! Tapi nggak boleh memakai sihir jika tidak mendesak!"


"Iya... iya... aku tahu!" Sepertinya harapan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat itu mustahil.


Banyaknya agenda yang harus dilakukan kira-kira membutuhkan waktu hingga sore hari. Wu Jin Ming selalu tahu jika Rubby suka berbuat seenaknya maka dia mewanti-wanti terlebih dahulu agar dia tidak sembarangan memakai sihirnya. Jika sewaktu-waktu ada serangan dia bisa kehabisan energi. Belum lagi jika ada siluman di sekitar tempat ini akan sangat mudah terpancing dengan energi yang dikeluarkannya.


"Sepertinya persiapan lokasi sudah hampir selesai. Aku akan bersiap untuk make over dan pemilihan kostum." Wu Jin Ming melepaskan pelukannya.


"Aku juga harus memeriksa semuanya. Ini hari pertama aku bekerja."

__ADS_1


"Ya udah, kalau begitu kita ke sana!"


"Hmm."


Wu Jin Ming dan Rubby berjalan beriringan menuju ke lokasi pengambilan gambar. Delapan puluh persen persiapan sudah selesai. Rubby hanya sedikit memberikan masukan agar sesuai konsep yang sudah ditentukan. Anggota team merasa senang dengan ide-ide segar yang diberikan oleh Rubby.


Dari kejauhan seseorang terus mengamati Rubby dan tersenyum melihat Rubby yang bergerak aktif mengatur semua keperluan shooting dan pemotretan.


'Kamu memang berbakat untuk bekerja dalam bidang ini, Rubby. Namun bukan itu tujuanku, aku hanya ingin selalu melihatmu. Sesering mungkin sebanyak yang aku mau.' gumam Bryan dalam hati.


Bryan Lee duduk di kursi khusus yang menghadap ke lokasi. Dia meneguk secangkir kopi sambil melihat ke arah Rubby. Saat melamun tiba-tiba sebuah kelopak bunga yang terbang tertiup angin menimpa wajahnya.


"Harum sekali!" gumam Bryan Lee lirih.


"Sendirian saja Tuan?" seorang gadis cantik tiba-tiba muncul di hadapan Bryan Lee.


"Kamu siapa? Kenapa tiba-tiba muncul di sini? Lokasi ini sudah saya booking untuk hari ini."


Wanita cantik itu mendekat ke arah Bryan Lee dan meniupkan udara ke wajah Bryan Lee. Sikap kesal Bryan menguap entah ke mana. Kini dia terdiam seolah tidak terjadi apa-apa.


"Diamlah! Jangan banyak bicara! Aku harus mendapatkan apa yang aku mau!" bisik wanita cantik itu di telinga Bryan Lee.


Bryan Lee mengangguk patuh dan membiarkan wanita cantik itu berjala menuju ke lokasi pemotretan.


Wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang berbau sangat harum mengundang perhatian semua yang ada di lokasi pemotretan. Mereka bertanya-tanya siapakah gadis itu. Presdir Bryan Lee juga membiarkannya masuk dan bergabung di dalam team.


"Nona! Anda siapa?" tanya Rubby sambil memainkan bolpoin di tangannya.


"Namaku Flo! Aku ingin melihat apa yang kalian lakukan di sini," jawab wanita yang mengaku bernama Flo itu.


Sejak pertama datang, Flo terus menatap Wu Jin Ming sampai-sampai enggan berkedip.


"Tetapi kami sedang bekerja. Nona Flo bisa mengganggu konsentrasi para kru dan juga model yang sedang bekerja." Rubby mencoba memberi pengertian.


"Aku hanya ingin melihat saja. Aku menyukai dia!" tunjuk Flo. Wu Jin Ming orang yang dia maksudkan.


Ada rasa panas yang menjalar di wajah Rubby. Bisa-bisanya wanita ini terang-terangan bilang kalau dia menyukai Wu Jin Ming di hadapannya. Sungguh tidak beretika. Rubby mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan untuk menyetabilkan emosinya.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2