
Wu Jin Ming pergi menemui Dewa Langit untuk berpamitan pergi ke luar istana langit dan menitipkan Rubby di sana. Dia tidak mengatakan ke mana dia akan pergi. Dewa Langit pun tidak mepermasalahkan itu, dia tahu bagaimana perasaan Wu Jin Ming saat ini. Mungkin dia ingin menenangkan pikiran atau mencari obat pemulih untuk Rubby.
Sebelum menemui Ratu Ivo, Wu Jin Ming ingin menyelesaikan urusannya di dunia manusia terlebih dahulu. Mengambil mobilnya, pergi ke agensi untuk meminta cuti, lalu menyimpan mobilnya di rumah. Semua harus dia lakukan dengan cepat karena dia tidak ingin meninggalkan Rubby terlalu lama.
Siang itu rumah pak Feng terlihat sepi saat Wu Jin Ming sampai di sana.
"Selamat siang, Pak Feng!" Wu Jin Ming berdiri di depan pintu sambil mengetuknya.
Tidak ada jawaban.
Sepertinya rumah itu sedang kosong. Wu Jin Ming menuliskan memo dan menyelipkan beberapa lembar uang dalam sebuah amplop. Amplop itu dia masukkan melalui celah pintu rumah pak Feng.
Wu Jin Ming melajukan mobilnya menuju ke kantor agensi untuk memberi kabar menghilangnya dirinya dan Rubby beberapa hari ini.
Di ujung jalan terlihat pak Feng dan Feng Lu baru kembali dari Desa Yao untuk mencari penghidupan di sana. Mereka melihat mobil Wu Jin Ming keluar dari halaman rumahnya. Melihat hal itu Feng Lu berlari kencang berusa mengejarnya namun sia-sia, mobil itu melaju sangat kencang dan segera menghilang.
"Kak Wu!" teriak Feng Lu di sela-sela nafasnya yang ngos-ngosan akibat berlari.
Kakinya terasa lemas tidak bersemangat lagi untuk melangkah.
Pak Feng tahu perasaan putrinya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menghiburnya dan membawanya masuk ke rumah.
Hati Feng Lu kian hancur ketika membaca memo dari Wu Jin Ming yang berisi ucapan terimakasih dan menyertakan sejumlah uang di sana.
Itu berarti Wu Jin Ming tidak akan kembali ke sana lagi.
Feng Lu harus mengubur dalam-dalam perasaannya pada Wu Jin Ming dan membuka hatinya untuk yang lain meskipun itu sulit baginya.
....
Wu Jin Ming menggunakan energi spiritualnya untuk mempersingkat perjalanannya menuju ke kantor agensi.
Tidak lebih dari setengah jam waktu perjalanannya dari rumah pak Feng di Desa Palei ke kantor agensi.
Dengan langkah cepat dia masuk ke dalam agensi menuju ke ruangan teamnya untuk menemui manager Lin.
__ADS_1
Manager Lin dan seluruh team sedang berada di ruangan itu untuk makan siang.
"Selamat siang semuanya!" sapa Wu Jin Ming ketika membuka pintu dan berjalan masuk menghampiri manager Lin.
Semua orang yang ada di sana terbengong melihat Wu Jin Ming. Selama dia tidak muncul banyak bermunculan kabar tentang dirinya dan Rubby. Kabar simpang siur yang berkembang di dunia maya membuat mereka sulit untuk menemukan kabar yang sebenarnya.
"Tiger! Benarkah ini kamu?" Manager Lin berlari menghampiri Wu Jin Ming dan memegang erat kedua bahunya.
"Ini aku, Kak Lin." Wu Jin Ming merasa heran melihat tatapan aneh semua orang.
"Kemarilah! Aku ingin bertanya banyak hal padamu."
Manager Lin membawa Wu Jin Ming untuk duduk di sebuah sofa panjang.
Seperti di gerakan dengan remot pengendali, seluruh kru dan team Wu Jin Ming berjalan mengikuti mereka. Mereka berkerumun mengelilingi Wu Jin Ming dan manager Lin.
"Ada apa ini, Kak Lin? Kenapa kalian terlihat aneh menatapku? Apa aku berbuat kesalahan?" Wu Jin Ming terlihat kebingungan.
"Kami semua sangat khawatir padamu, Tiger. Dan juga Rubby. Ke mana saja kalian beberapa hari ini tidak bisa dihubungi?"
Pertanyaan manager Lin membuat wu Jin Ming terdiam. Dia harus mencari jawaban yang logis untuk ini. Tidak mungkin dia mengatakan jika dirinya dan Rubby berada di istana langit beberapa hari ini.
"Apakah Rubby baik-baik saja sekarang? Kalau tidak bisa menjaganya mending kamu putuskan saja dia! Masih banyak pria yang rela mati untuknya." Rocky menatap Wu Jin Ming penuh emosi.
"Aku tidak membuatnya celaka. Sampai saat ini aku menjaganya dengan baik. Kamu tidak tahu kejadian yang sebenarnya jadi lebih baik diamlah!" Wu Jin Ming membalas ucapan Rocky.
"Sudah, sudah! Kalian jangan bertengkar! Tiger, bagaimana keadaan Rubby saat ini?" tanya manager Lin berusaha menengahi keduanya.
"Keadaannya belum stabil, Kak Lin. Aku datang ke sini untuk mengabari ini dan meminta ijin untuk tidak bekerja hingga Rubby benar-benar pulih. Untuk semua kerugian yang di derita akibat peristiwa ini aku akan menggantinya."
"Tidak ada yang perlu di ganti, Tiger. Customer tidak ingin menggantimu dengan model lain. Mereka mengetahui dari berita jika kamu mengalami musibah. Kembalilah bekerja setelah semuanya baik-baik saja. Utamakan kesehatan Rubby terlebih dahulu."
"Terimakasih, Kak Lin. Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Aku harus kembali menjaga Rubby lagi. Dia pasti mencariku."
"Aku ikut! Aku ingin tahu keadaan Rubby!" seru Rocky sambil menyabet jaketnya yang tersampir di sebuah sandaran kursi.
__ADS_1
"Maaf. Aku tidak bisa memenuhi keinginanmu."
Wu Jin Ming menatap Rocky gusar.
Manager Lin memijit pelipisnya, tiba-tiba kepalanya merasa pusing melihat Wu Jin Ming yang kembali bersitegang.
"Rocky! Kamu masih ada satu sesi pemotretan lagi!" seru manager Lin mencoba menghentikan Rocky.
"Aku akan melanjutkan pekerjaanku besok." Rocky bersikukuh untuk pulang lebih awal dan mengikuti Wu Jin Ming.
Manager Lin menatap Rocky dan Wu Jin Ming bergantian.
"Tiger! Pergilah!"
Dengan membuat salah satu dari mereka pergi mungkin keributan ini tidak akan berlanjut.
Rocky bersiap untuk melangkah namun manager Lin menghentikannya. Dia berdiri di depan Rocky untuk menghalangi jalannya.
"Jika kamu maju selangkah saja maka kamu akan kehilangan pekerjaanmu!" ancam manager Lin.
Mendengar ancaman itu, Rocky pun akhirnya menyerah. Dia menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hatinya sangat kalut. Beberapa kali dia terlihat menghembuskan nafas kasar.
"Jangan menjadi duri penghalang di dalam hubungan orang lain!" ucap manager Lin sebelum pergi meninggalkan Rocky.
Lan Lan berjalan mendekati Rocky mencoba untuk mencari kesempatan untuk bisa dekat dengannya.
"Aku tahu sebuah rahasia tentang Rubby," ucap Lan Lan datar.
Mendengar nama Rubby disebut, Rocky langsung menoleh padanya. Masih terdiam. Dia tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lan Lan.
"Aku serius." Lan Lan tahu jika Rocky tidak yakin dengan apa yang dia katakan.
"Katakan saja. Jika itu tentang keburukannya lebih baik kamu urungkan karena aku tidak akan segan-segan untuk merobek mulut siapapun yang menjelek-jelekannya."
Ucapan Rocky membuat nyali Lan Lan menciut. Tenggorokannya tiba-tiba terasa kering membuatnya terlihat menelan ludahnya. Lan Lan berpikir ulang untuk mengatakan kabar kehamilan Rubby pada Rocky. Bisa saja karena kecelakaan yang dialaminya, Rubby kehilangan bayinya. Bisa-bisa Rocky melakukan ancamannya jika omongannya tidak terbukti.
__ADS_1
****
Bersambung...