
Wu Jin Ming tidak mempermasalahkan perkenalan Rubby dengan Presdir Lee, pemilik perusahaan hiburan tempat Wu Jin Ming bekerja. Sebenarnya dia sangat jarang sekali datang ke sana karena harus mengurus perusahaannya yang lain. Nama dan kiprahnya sangat di kenal di kalangan luas. Akan tetapi Bryan Lee tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan publik.
Rubby tetap dingin melihat Bryan Lee dan Wu Jin Ming mengobrol santai. Kekesalannya pada Bryan Lee masih betah bercokol di hatinya. Dalam hati dia berharap agar Bryan Lee segera pergi dari sana.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Wu Jin Ming meminta cuti secara langsung pada Presdir Lee. Wu Jin Ming meminta cuti selama 3 hari. Bryan Lee menyetujuinya dan berharap apa yang dilakukannya bisa meluluhkan hati Rubby untuk memaafkannya.
Mengingat banyak yang harus dikerjakan, Bryan Lee berpamitan pergi dari sana. Berada di dekat wanita incarannya yang sedang bersama dengan kekasihnya membuat dada Bryan merasa sesak. Dia tidak ingin berlama-lama lagi di sana.
Pemotretan sebentar lagi akan dilanjutkan. Rubby harus kembali sendirian karena Wu Jin Ming harus kembali bersiap. Satu hal yang membuat Rubby bahagia, mulai besok Wu Jin Ming libur selama 3 hari dan mereka akan pergi ke istana langit secara bersama-sama.
"Manager Lin!" sapa Rubby pada manager Lin yang sedang duduk dan mengawasi jalannya pemotretan.
"Iya, By! Ada apa? Wajahmu serius amat!"
"Aku salut sama semua orang yang ada di sini. Bisa-bisanya membohongiku dan membuatku seperti badut!" Rubby berbicara santai namun penuh sindiran.
"Maaf, By. Kami tidak bermaksud untuk membohongi kamu. Kamu bayangkan saja jika kamu berada di posisi kami. Apa kamu sanggup menolak permintaan atasan kamu?" jelas Manager Lin.
"Entahlah. Aku hanya kecewa saja sama Bryan. Kenapa dia harus berubah menjadi orang lain untuk mendekati seorang wanita?"
"Kamu wanita beruntung, By. Presdir Lee tidak pernah terlihat mengobrol ataupun mengajak wanita berkenalan. Selama aku bekerja di sini, baru hari ini aku melihatnya dia begitu antusias mendekatimu. Kamu tahu sendiri di sini gudangnya para model dan artis yang cantik rupawan tetapi Presdir Lee tidak pernah meliriknya."
"Manager Lin jangan terlalu memuji pembohong seperti dia. Tetap saja aku tidak suka!" ketus Rubby.
"Terserah kamu, By! Aku cuma menyampaikan apa yang aku tahu." manager Lin enggan berdebat lagi.
Mereka berdua terdiam beberapa saat. Manager Lin pergi meninggalkan Rubby untuk mengangkat teleponnya. Kekesalan Rubby semakin tidak terkendali. Hormon kehamilannya membuat suasana hatinya memburuk. Beruntung pekerjaan Wu Jin Ming dimajukan jadi mereka tidak akan pulang terlalu malam.
Setelah kepergian Rubby menemui Cindy, Wu Jin Ming tidak jadi berbelanja. Manager Lin memintanya untuk segera ke lokasi di mana Rubby sekarang berada. Rubby berharap sebentar lagi pekerjaan Wu Jin Ming segera selesai dan mereka bisa segera pergi dari sana.
__ADS_1
Merasa bosan duduk sendiri, Rubby berjalan untuk melihat pemotretan Wu Jin Ming.
"Hai, Sutradara Revy!" sapa Rubby pada sutradara yang wajahnya terlihat kusut melebihi kekusutan Rubby saat ini.
"Hai, Rubby! Kemarilah!" Sutradara Revy membuka sebuah kursi lipat dan meminta Rubby untuk duduk di sana.
"Terimakasih! Kau kelihatan sangat lelah Kak Revy," ujar Rubby setelah mengamati wajah sutradara Revy dari dekat.
"Benar sekali. Lihat itu! Catherine sangat susah di atur. Dia bergaya seenaknya di depan kamera dan tidak mau berpose sesuai keinginan konsumen," jelas sutradara Revy.
"Oh, jadi begitu...." Rubby manggut-manggut sambil berpikir.
'Sepertinya Catherine harus di beri pelajaran. Tapi apa?' Rubby bermonolog dalam hati.
"Hal seperti inilah yang membuat pemotretan jadi lama. Para fotografer harus menemani Catherine bermain-main terlebih dahulu baru setelah itu dia bisa di ajak serius," jelas sutradara Revy.
Kalau dibiarkan begitu terus, Wu Jin Ming akan semakin lama pulangnya. Padahal setelah ini mereka masih harus berbelanja. Rubby jadi tahu ternyata ini alasan manager Lin memajukan jadwal kerja Wu Jin Ming.
"Bagaimana? Apa kamu mengerti pose yang tepat untuk pemotretan ini?" tanya sutradara Revy.
"Aku mengerti. Boleh aku membantumu menjadi pengarah gaya? Tenang aku tidak meminta honor untuk ini. Aku hanya ini pekerjaan kekasihku cepat selesai dan kami bisa segera pulang."
"Boleh banget! Kebetulan hari ini aku juga sangat lelah. Semalam aku harus bergadang karena putriku demam. Sebenarnya aku sangat tidak tega meninggalkanya bekerja terlalu lama," jelas sutradara Revy.
Rubby mengangguk lalu berdiri dari tempatnya. Sutradara Revy memberi kode pada fotografer bahwa Rubby akan menggantikannya untuk mengarahkan gaya. Fotografer itu mengacungkan jempolnya setuju. Mungkin dia juga lelah menghadapi sikap Catherine.
"Hati-hati, By! Jangan sampai kamu menyinggung Catherine! Dia adalah simpanan bos besar. Kita bisa kena masalah nantinya," bisik sutradara Revy.
"Kak Revy tenang saja. Aku akan bekerja profesional untukmu." Rubby mengulum senyum. Hatinya besorak senang karena dia bisa membuat pekerjaan suaminya akan cepat selesai.
__ADS_1
Para kru melihat Rubby yang akan menggantikan sutradara Revy untuk mengarahkan gaya model dalam pemotretan ini. Besar harapan mereka pada Rubby untuk berhasil mengatur Catherine dengan baik. Jelas sekali di wajah mereka bahwa mereka tidak menyukai Catherine.
"Kak Wu! Catherine! Sekarang aku pengarah gaya di sini! Kalian harus mengikuti arahanku, mengerti?!" seru Rubby.
"Siapa kamu? Berani sekali mengaturku. Tanpa arahan kalian aku sudah berpose dengan bagus dan elegan." Catherine menolak untuk di atur oleh Rubby.
'Hoho! Jadi begini sifatmu Catherine. Arogan sekali, hmm. Aku harus menggunakan sihir untuk menundukkanmu.' Rubby bergumam dalam hati.
"Aku tidak akan mengaturmu Nona Catherine. Aku hanya akan sedikit membuat pose foto kamu lebih natural." saat berbicara, Rubby mulai mengaktifkan sihirnya.
"Baiklah!" sikap Catherine tiba-tiba berubah lembut dan menurut. Sihir Rubby mulai bekerja. Sihir Rubby lebih kuat dari ilmu hipnotis biasa. Sihir itu tidak akan lepas pengaruhnya tanpa pembatalan dari Rubby.
Sebagai seorang siluman, Wu Jin Ming tahu jika saat ini Rubby sedang memakai sihir pada Catherine. Dia tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Rubby. Sihir tidak cocok untuk dipelajari oleh Wu Jin Ming karena ilmu itu bersinggungan dengan ilmunya yang lainnya.
Para kru mengacungkan jempolnya pada Rubby untuk memberinya semangat. Meskipun amatiran, Rubby bekerja sangat profesional. Dia bekerja sangat cekatan dan teliti. Pujian tidak henti-hentinya meluncur dari mulut mereka.
Pemotretan yang sebelumnya tidak tahu kapan selesainya karena kerewelan Catherine kini berhasil diatasi. Pose-pose yang diinginkan konsumen berhasil di ambil. Ide di kepala Rubby menuntunnya untuk membuat pose menarik yang lain sebagai cadangan pilihan untuk konsumen.
Di ruangannya, Bryan Lee terus melihat laptopnya. Dia melihat apa yang dilakukan oleh Rubby dari kamera CCTV yang terpasang di ruangan itu. Tangannya menopang dagunya sambil memperhatikan Rubby di layar laptop.
Ada rasa sesal di hatinya karena mengijinkan Wu Jin Ming libur selama 3 hari. Itu artinya dia tidak akan ada kesempatan untuk melihat Rubby.
Tiba-tiba Bryan Lee tersenyum, dia memiliki ide agar bisa sering-sering melihat Rubby. Bryan Lee berencana untuk melakukan rencananya setelah cuti Wu Jin Ming berakhir.
"Rubby! Kamu cantik sekali! Dengan melihatmu saja aku sudah sangat bahagia." Bryan Lee masih larut dalam kekagumannya.
****
Bersambung...
__ADS_1