
Rubby menoleh ke arah Wu Jin Ming dan berharap dia tahu apa maksud perkataan Lisa. Tidak ada jawaban, Wu Jin Ming sendiri tidak tahu makanan seperti apa yang di maksud oleh Lisa. Untuk melihat apa yang ada di dalam rumah makan itu dia perlu mengaktifkan mata iblisnya.
Mata iblis Wu Jin Ming tidak mampu menembus rumah makan yang di tutup dengan mantra itu. Mantra yang di pasang di sana sangat kuat. Melihat Wu Jin Ming tidak berhasil menembus mantra dengan mata iblisnya, Rubby mencoba mengaktifkan penglihatan gabungan antara mata iblis dan mata batinnya.
Pandangannya mampu menembus apapun yang ingin dia lihat. Di dalam rumah makan itu berisi makhluk berjubah hitam yang sedang mengolah masakan. Rubby memperhatikan dengan seksama apa yang mereka masak.
Melihat bahan olahan yang baru di proses untuk di masak, Rubby tersentak tak percaya. Kakinya melangkah mundur sambil menutup mulutnya. Buru-buru Rubby menutup mata batinnya sebelum perutnya bergejolak karena melihat sesuatu yang menjijikan bahkan sangat mengerikan.
"Kenapa, By?" tanya Wu Jin Ming keheranan.
Rubby tidak dapat berkata-kata dan hanya menggeleng saja.
"Kamu mau ke mana, By?" tanya Lisa yang kembali berjalan maju sambil melipat tangannya di dada.
"Pulang! Aku tidak lapar! Ayo Kak Wu!" Rubby memegang tangan Wu Jin Ming. Tangan Rubby terasa sangat dingin karena keterkejutannya.
"Terlambat! Hahahaha!" tawa Lisa terdengar sangat mengerikan.
"Apa maksud kamu, Lisa? Aku tidak suka tempat ini. Aku ingin pulang!" seru Rubby dengan wajah ketakutan.
"Ayolah, Rubby! Nikmatilah hidangan yang enak di sini dan jadilah bagian dari kami!" imbuh Bella yang menjulurkan lidahnya dan menjilati ujung jarinya.
"Hiiiii!" Rubby bergidik.
Wu Jin Ming mengamati perubahan ekspresi Rubby dan mencoba mengakses apa yang ada dipikirannya. Dia juga terhenyak melihat pemandangan yang sudah Rubby lihat sebelumnya.
"Apa kamu mengetahui sesuatu?" Lisa menatap Rubby dengan tatapan mengintimidasi.
"Tidak... tidak... tidak ada! Aku hanya merasa perutku mulas tiba-tiba dan ingin segera pulang untuk beristirahat." Rubby beralasan.
__ADS_1
"Sayangnya kamu tidak bisa pulang atau keluar dari sini tanpa seijinku. Aku beri kalian dua pilihan. Kalian menjadi pengikut Raja Kegelapan atau jiwa kalian menjadi tumbal kekuatan dan tubuh kalian menjadi santapan kami." Lisa menatap wajah Wu Jin Ming dan Rubby secara bergantian.
"Tidak semudah itu!" Wu Jin Ming maju dan menggeser tubuh Rubby di belakangnya.
"Oh, bagus! Kamu punya nyali juga! Ini adalah dimensi ciptaanku, tidak ada manusia yang bisa pulang dengan selamat dari sini jika berani melawanku!" ucap Lisa sombong.
"Kamu manusia juga, kan?" Wu Jin Ming masih menutupi identitas aslinya sebagai siluman harimau putih.
"Tadinya, sih, iya! Tapi sekarang aku adalah Permaisuri Raja Kegelapan. Aku sudah bukan manusia lagi!"
Tubuh Lisa mulai berubah. Kini dia berubah wujud menjadi seorang ratu dengan pakaian serba hitam dan bermahkota. Bajunya yang sedikit terbuka menampilkan lukisan di tubuhnya yang mirip seperti tato. Wajah cantiknya berubah 180 derajat dari sebelumnya. Aura jahat kini menyelimuti seluruh tubuhnya.
Bella juga berubah. Rupanya dia sudah menjadi pengawal pribadi Lisa. Tatapan matanya tidak kalah menyeramkan dari tatapan milik Lisa.
Tidak mungkin melawan Lisa dengan tangan kosong sebagai manusia. Terpaksa Wu Jin Ming mengeluarkan energi spiritualnya tanpa merubah wujud. Dia ingin Lisa tetap berpikir bahwa dia hanyalah manusia biasa yang menjadi kultivator.
"Menarik! Rupanya kamu juga seorang kultivator! Aku ingin tahu sehebat apa kemampuanmu! Hiyaahh!" Lisa mulai menyerang Wu Jin Ming dengan kekuatannya.
Tidak ingin mati sia-sia Wu Jin Ming melesat untuk menghindari setiap serangan dari Lisa. Saat ini dia belum balik menyerang karena masih mempelajari kekuatan lawannya. Tidak bisa diremehkan, kekuatan Lisa lumayan besar. Meskipun kekuatan Wu Jin Ming jauh di atasnya tetapi Lisa tidak bisa di anggap enteng.
Kekuatan Lisa setara dengan Wu Jin Ming dalam wujud manusia biasa. Jika ingin menang tanpa merubah menjadi bentuk yang lain, Wu Jin Ming harus pandai-pandai memanfaatkan situasi.
Lisa belum berpengalaman dalam bertarung, dia terus menyerang Wu Jin Ming tanpa perhitungan. Serangannya yang membabi buta membuat energinya terbuang sia-sia. Sebagai panglima perang yang sudah berkecimpung di dunia peperangan selama ribuan tahun membuat Wu Jin Ming dengan mudah mengatasi serangan Lisa.
Di tempat lain, Bella mendekat dan ingin menyerang Rubby. Satu langkah Bella maju, Rubby juga melangkah mundur satu langkah untuk menghindar. Rubby masih berharap jika Bella bisa kembali menjadi Bella yang dulu.
"Bella! Sadarlah, Bella! Kita adalah teman!" langkah Rubby terhenti tidak bisa mundur lagi karena tubuhnya menabrak mobil Wu Jin Ming.
"Aku tahu, Rubby. Aku tahu kita adalah teman! Tapi itu tidak ada gunanya lagi karena kamu tidak mau mengabdi pada Raja Kegelapan."
__ADS_1
"Tidak! Kamu sudah di perdaya oleh Lisa dan Raja Kegelapan. Kembalilah menjadi manusia biasa Bella. Jiwamu akan lenyap jika kamu terus seperti ini. Kamu hanya dimanfaatkan oleh para pemburu kekuatan." Rubby mencoba menyadarkan Bella dari pengaruh kekuatan jahat Lisa.
"Diam kamu! Aku menyukai kekuatan ini. Semua terasa sangat luar biasa!" Bella mengulurkan tangannya dan ingin mencekik Rubby namun dia tahan.
"Kamu bisa memiliki kekuatan yang lebih besar dari ini jika kamu mau berlatih dan berkultivasi!"
Bella terlihat berpikir. Sebagian jiwanya masih bisa dia kendalikan. Dia belum sepenuhnya dikendalikan oleh kekuatan Lisa.
"Kamu bisa menjadi kultivator yang hebat jika berlatih dengan sungguh-sungguh. Kamu tidak perlu menjalankan perintah dari siapapun. Kamu bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan, Bella."
"Dari mana kamu tahu tentang semua itu?" tanya Bella masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rubby.
"Karena aku juga seorang kultivator!" Rubby mengeluarkan aura energi berwarna biru dari tubuhnya.
Hawa sekitar yang semula dingin menusuk, kini terasa menghangat. Hawa panas itu berasal dari tubuh Rubby yang mengeluarkan api suci biru. Api suci yang dia keluarkan hanyalah sebagian kecil saja. Rubby tidak ingin melukai sahabatnya itu.
Melihat kekuatan Rubby yang begitu memukau, Bella berdecak kagum. Sepertinya saat ini dia sudah mulai termakan omongan Rubby.
"Apa benar yang kamu katakan?" tanya Bella ingin meyakinkan hatinya sekali lagi.
"Benar!" angguk Rubby.
"Dasar tidak berguna! Bugg!" pukul Lisa. Satu pukulan dengan energi spiritual menghantam punggung Bella. Melihat Bella tidak kunjung menyerang Rubby, Lisa tahu jika Bella bisa saja berhianat.
"Aaaahhh!" jerit Bella. Tubuhnya ambruk ke depan dan menimpa tubuh Rubby.
****
Bersambung...
__ADS_1