
"Baiklah, Sayang. Aku akan memanggil menantu Wu pada suamimu mulai sekarang," ucap Ratu Ivo sambil tersenyum sabar.
Rubby melirik ke arah Wu Jin Ming yang masih terdiam. Merasa mendapat tatapan dari Rubby, Wu Jin Ming tahu apa yang diinginkan istrinya itu.
"Aku akan memanggil ibu mertua dengan panggilan Ibu Ratu untukmu," ucap Wu Jin Ming.
"Nah, gitu dong. Aku sayang kalian!" Rubby membawa Wu Jin Ming dan Ratu Ivo dalam pelukannya. Air mata kembali meleleh saat membayangkan andai ayahnya juga berada di sini. tapi Rubby segera menepisnya. Dia tidak ingin ibu dan suaminya merasa sedih.
Ratu Ivo membawa Rubby dan Wu Jin Ming ke dalam istananya. Para pembesar kerajaan terheran-heran melihat sang Ratu membawa putrinya dan seorang pemuda yang berpakaian sangat biasa. Wu Jin Ming hanya memakai hanfu putih yang sangat sederhana.
Mereka semakin heran ketika Ratu Ivo memberinya tempat duduk kehormatan di samping singgasananya. Putri Virs juga terlihat sangat akrab dengan pemuda itu. Para pembesar kerajaan saling pandang satu sama lain.
Ratu Ivo bisa menangkap rasa ingin tahu di mata para hadirin yang ada di sana. Dia juga tidak sabar untuk memperkenalkan menantu hebatnya pada mereka. Ratu Ivo berdiri di depan singgasananya memegang tongkat kebesarannya.
"Para hadirin yang diberkati langit. Aku tahu pasti kalian bertanya-tanya siapa tamu istimewaku hari ini," ucap Ratu Ivo penuh wibawa.
Mereka semua mengangguk membenarkan ucapan Ratu Ivo.
"Aku akan memperkenalkan siapa sebenarnya pemuda ini. Dia adalah menantuku Wu Jin Ming."
Para hadirin saling pandang dan berbisik. Mereka menerka-nerka siapakah Wu Jin Ming sebenarnya. Wu Jin Ming memang terkenal di dunia gaib tapi tidak dengan nama sebenarnya melainkan nama sebutan. Dia lebih di kenal sebagai Panglima Harimau Suci.
"Mohon tenanglah! Aku akan menjelaskan siapa dia sebenarnya," Ratu Ivo kembali bicara.
Para hadirin terdiam. Mereka menanti penjelasan dari Ratu Ivo.
"Wu Jin Ming adalah Raja Kerajaan Harimau Suci dan di kenal dengan sebutan Panglima Harimau Suci! Dia adalah keturunan dewa langit dan putri harimau," jelas Ratu Ivo.
Mendengar nama orang yang sangat di segani di dunia para dewa dan siluman, semua yang hadir di sana segera berlutut memberi hormat pada Wu Jin Ming. Mereka meminta Wu Jin Ming memberi berkat pada mereka. Bertemu dengan Wu Jin Ming adalah sesuatu hal yang langka.
Wu Jin Ming berdiri dari duduknya. Dia kemudian merubah dirinya ke dalam wujud menjadi Dewa Perang Harimau Suci. Istana Ratu Ivo bergetar karena perubahan wujud Wu Jin Ming.
Gelombang energi yang sangat besar keluar dari dalam tubuh Wu Jin Ming. Ratu Ivo merasa takjub melihat wujud dewa dari sang menantu. Apalagi ketika melihat jejak kaki Wu Jin Ming yang tidak menyentuh lantai melainkan sebuah hologram mantra.
Wu Jin Ming berjalan beberapa langkah ke depan dan memberikan sebagian energinya untuk para hadirin yang ada di ruangan itu. Wu Jin Ming juga memperkuat perlindungan istana agar tidak mudah di tembus oleh kekuatan apapun dari luar. Istana Ratu Ivo yang awalnya sudah bercahaya kini semakin bersinar.
Rubby maju ke depan menyusul Wu Jin Ming dan merubah dirinya menjadi Dewi Bulan. Semuanya terpana melihat keduanya. Mereka benar-benar pasangan yang menggetarkan dua dunia.
__ADS_1
"Kak Wu! Sudah, ya! Aku nyaman jadi wujud manusia bias," ucap Rubby sambil melirik ke arah Wu Jin Ming.
"Aku juga." Wu Jin Ming kembali dengan baju sederhananya sebagai manusia. Dia tidak memakai hanfu lagi. Rambutnya dia ikat sembarangan membuatnya semakin terlihat keren.
Rubby memakai setelan celana jeans panjang dan kaos yang dia pakai kuliah tadi. Penampilan casual mereka membuat para tetua dan pembesar istana terbengong. Beberapa kali mereka mengucek matanya untuk memastikan penglihatan mereka.
"Ibu! Kita pamit pulang, ya!" pamit Rubby pada ibunya.
"Kalau kemauanmu sudah begitu, apa ibu bisa menahanmu, Sayang?" Ratu Ivo tersenyum melihat tingkah Rubby yang masih suka seenaknya itu.
"Hihi... ibu tahu saja. Aku akan selalu merindukanmu ibu. Aku pasti segera datang lagi ke sini. Aku menyayangimu ibu!" seru Rubby sambil memeluk ibunya.
"Berhati-hatilah, Sayang!" ucap Ratu Ivo pada Rubby kemudian dia beralih menatap Wu Jin Ming. "Menantu Wu, tolong jaga putriku dengan baik. Maklumilah jika dia sangat nakal dan manja."
"Jangan khawatir Ibu! Aku sangat menyayanginya lebih dari nyawaku sendiri," jawab Wu Jin Ming.
"Aku percaya padamu. Pergilah!" ucap Ratu Ivo sambil menepuk lembut bahu Wu Jin Ming.
Rubby dan Wu Jin Ming menghilang dari sana setelah berpamitan. Ruangan itu kembali senyap. Para hadirin masih larut dalam keterkejutannya masing-masing. Banyak sekali hal yang tidak terduga terjadi hari ini.
...
"By!" panggil Wu Jin Ming.
"Hmm."
"Aku boleh minta ijin sama kamu nggak?" tanya Wu Jin Ming.
Rubby segera menegakkan tubuhnya. "Jangan bilang kamu mau nikah lagi?"
"Ya, elah, By. Mana ada aku nikah lagi. Istri aku sudah lebih dari cukup buatku. Ini tentang berlatih ilmu pedang. Aku ingin pergi mencari kitab kuno tentang seni pedang," cerita Wu Jin Ming.
"Aku bisa ilmu pedang," ucap Rubby santai.
Ingin rasanya Wu Jin Ming tertawa, tapi pasti Rubby akan sangat marah padanya. Seingat Wu Jin Ming Rubby tidak pernah memegang pedang, bagaimana mungkin dia tahu tentang seni pedang. Tidak pernah terlintas di benak Wu Jin Ming jika Rubby menguasai teknik pedang.
"Bukannya aku tidak percaya padamu, By. Tapi ilmu pedang bukanlah hal yang mudah. Butuh bertahun-tahun untuk mempelajarinya. Kadang kita juga butuh seorang guru untuk membimbing kita."
__ADS_1
Rubby meraih sebuah kemoceng yang tergantung di pojok ruangan lalu membawa berjalan di tengah ruangan yang lapang. Wu Jin Ming memperhatikan apa yang dilakukan Rubby tanpa berkedip. Dia ingin tahu apa yang akan Rubby tunjukkan padanya.
Tubuh Rubby berdiri tegap dengan sikap sempurna. Perlahan Rubby memulai gerakan sebuah jurus dari ratusan jurus pedang yang terekam di otaknya. Ayahnya mewariskan padanya semua jurus pedang yang di milikinya.
Wu Jin Ming yang semula mengira Rubby hanya ingin bermain-main seperti biasanya menjadi takjub oleh penampilan Rubby. Meskipun dia meragukannya, Rubby tetap percaya diri dan menunjukkan kemampuannya. Penampilan jurus Rubby benar-benar luar biasa.
Rubby kembali duduk setelah selesai menunjukkan seni pedang yang dia punya. Wu Jin Ming masih tak berhenti menatapnya. Mulutnya masih terkunci dan tak bisa berkata apa-apa.
"Bagaimana? Kamu memilih untuk pergi mencari kitab kuno atau berlatih denganku. Aku punya beberapa jurus pedang yang lain." Rubby kembali meletakkan kepalanya di paha Wu Jin Ming.
"Dari mana kamu mendapatkan jurus-jurus itu, By? Sejak kapan kamu menguasainya?" tanya Wu Jin Ming penasaran.
"Baru saja. Dari dimensi ibu," jelas Rubby.
"Tapi... tapi... jurus itu terlihat hebat dan tidak biasa. Seperti milik seorang pendekar yang luar biasa." Wu Jin Ming masih saja merasa shok dengan kemampuan baru Rubby.
"Tentu saja. Itu jurus warisan dari ayahku."
"Ayahmu? Apa kamu mengingatnya? Bukankah kamu bilang kalau ayahmu sudah meninggal saat kamu masih kecil?"
"Ihh, banyak nanya!" Rubby mencoba menyembunyikan kesedihannya dengan bersikap menyebalkan pada Wu Jin Ming.
"Ya, sudah itu tidak penting. Kamu tidak perlu menjawabnya."
"Ayaaahhhh! Hiks... ayaahhhh!" tiba-tiba Rubby berteriak dan menangis.
Rubby beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar sambil memanggil ayahnya dan menangis. Wu Jin Ming segera mengejarnya. Dia merasa kebingungan melihat apa yang terjadi pada Rubby.
Ketika Wu Jin Ming sampai di kamar, Rubby sedang tidur tengkurap sambil menangis.
"Sayang... apa aku membuatmu sedih?" tanya Wu Jin Ming berbisik di telinga Rubby.
Rubby menggeleng.
"Bagilah apa yang kamu rasakan padaku agar aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan," bisik Wu Jin Ming lembut.
****
__ADS_1
Bersambung...