TIGER WU

TIGER WU
PIL ANTI MUAL


__ADS_3

Merasa tidak mual dengan aroma wangi segar pemandian ibunya, Rubby segera membuka bajunya dan ikut masuk ke dalam kolam mandinya. Para dayang membantu membersihkan tubuhnya dan sedikit memijatnya. Rubby merasa relaks setelah mandi bersama ibunya.


"Kamu ke sini sendirian?" tanya Ratu Ivo yang selesai mandi lebih dulu. Dia sedang di bantu oleh pelayanannya untuk mengeringkan tubuh dan memakai pakaiannya.


"Aku sama kak Wu, ibu. Sekarang dia menungguku di luar. Tadi aku meninggalkannya bersama panglima Dao," jelas Rubby.


"Dasar anak nakal! Bisa-bisanya kamu begitu sama suamimu." Ratu Ivo menggelengkan kepalanya.


"Hihihi!" Rubby meringis memamerkan gigi putihnya.


Tidak ingin berlama-lama, Rubby pun segera menyudahi acara mandinya. Ratu Ivo masih menunggu Rubby di sana untuk berbenah setelah mandi. Para dayang memberinya pakaian baru dan bersih dari sutra.


Setelah semuanya beres, Ratu Ivo dan Rubby pergi meninggalkan pemandian. Mereka akan pergi ke ruang makan tetapi sebelum itu mereka harus menemui Wu Jin Ming terlebih dahulu. Mereka pergi ke aula depan untuk menyusulnya.


"Dimana dia Virs? Kamu bilang Wu Jin Ming sedang di sini bersama panglima Dao?" Ratu Ivo melihat sekeliling ruangan. Kosong. Tidak ada siapapun di sana.


"Tadi aku meninggalkannya di sini ibu." Rubby berjalan berkeliling mencari-cari di mana Wu Jin Ming berada. "Kok nggak ada sih!"


"Selamat pagi Ibu mertua!" Wu Jin Ming muncul dari luar aula.


"Selamat pagi menantu." Ratu Ivo tersenyum menyambut menantunya itu.


"Kak Wu dari mana saja? Bikin aku panik aja!" sungut Rubby. Dia berjalan mengelilingi Wu Jin Ming dan melihat penampilannya. Sepertinya dia memakai baju yang berbeda dari sebelumnya dan sedikit rapi.


"Ini baju panglima Dao. Tadi aku numpang mandi di sana," ucap Wu Jin Ming menjelaskan sebelum Rubby bertanya.


"Sudah! Nggak usah diperpanjang lagi. Ayo kita pergi ke ruang makan! Kalian pasti belum sarapan juga kan?" Ratu Ivo menengahi anak dan menantunya itu. Dia membawa keduanya berjalan ke ruang makan.


Tatapan Rubby yang semula penuh dengan pertanyaan kini sudah memudar mendengar kata makanan. Rasanya perutnya sudah tidak sabar minta di isi. Bayangan kelezatan masakan istana yang beraneka macam membuat air liurnya terus mengucur.


Para pelayan istana menyajikan banyak sekali menu di meja makan. Meja itu penuh dengan berbagai olahan yang terlihat sangat lezat. Dari sekian banyak menu yang ada di sana, tidak satupun yang menarik minat Rubby untuk memakannya.

__ADS_1


Ratu Ivo dan Wu Jin Ming sudah mengambil makanan apa saja yang mereka suka. Piring mereka sudah terisi penuh dengan apa ingin yang mereka makan. Rubby hanya melirik makanan itu tanpa berniat untuk memakannya.


"Sayang! Ayo ambil makanan kamu! Apa ibu minta pelayan untuk melayanimu mengambilkan apa yang kamu inginkan?" tanya Ratu Ivo belum mengerti apa yang terjadi pada putrinya.


"Tidak Ibu! Aku tidak menyukai semua makanan ini. Bukan karena tidak enak atau apa tapi aku benar-benar tidak ingin memakannya," jawab Rubby.


Ratu Ivo merasa kecewa melihat anaknya tidak mau memakan makanan yang disajikan. Wajah sedihnya sangat jelas terlihat. Ratu Ivo juga terlihat malas makan dan meletakkan kembali sumpit yang semula dia pegang.


"Mohon maaf Ibu mertua. Rubby tidak bermaksud untuk menyakiti Ibu dengan menolak memakan makanan ini. Dia memang sedikit aneh akhir-akhir ini semenjak dia hamil," jelas Wu Jin Ming.


Mendengar kata hamil, Ratu Ivo langsung mengangkat wajahnya menatap Wu Jin Ming dan Rubby secara bergantian. Perasaannya campur aduk. Bahagia, terharu, dan was-was menjadi satu.


"Hamil?" Ratu Ivo segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Rubby. "Selamat Sayang! Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu."


"Terimakasih Ibu!"


Mereka berdua saling berpelukan. Beberapa kali Ratu Ivo mencium pucuk kepala putrinya itu. Kebahagiaan yang menyelimuti hatinya membuatnya tidak kuasa menahan air mata haru.


"Iya Ibu! Mana mualnya nggak tahu tempat dan waktu lagi!" seru Rubby bersungut-sungut.


"Itu namanya ngidam Sayang. Coba minum pil ini!" Ratu Ivo mengeluarkan sebuah pil berwarna kehijauan dari telapak tangannya.


"Ini apa ibu?" tanya Rubby memutar-mutar pil di tangannya dan melihatnya dengan teliti.


"Itu pil herbal alami yang bisa menghilangkan rasa mual Sayang. Coba kamu minum sekarang. Reaksinya cukup cepat setelah kamu meminumnya."


Rubby melakukan apa yang diperintahkan oleh ibunya. Setelah mengambil segelas air putih, Rubby menelan pil itu dan menggelontorkannya dengan meminum air sebanyak-banyaknya. Rasa dari pil itu pahit dan sedikit asam.


"Pait sekali Ibu!" Rubby kembali meminum sisa air putih di gelasnya.


"Sedikit Sayang.... Kamu akan merasa lebih baik setelah itu." Dengan sabar Ratu Ivo mengelus rambut putrinya.

__ADS_1


"Maafkan kami Ibu mertua. Kami sudah mengganggu sarapan Ibu." sekali lagi Wu Jin Ming meminta maaf kepada mertuanya yang membuatnya menunda memakan makanan yang sudah dia ambil di piringnya.


"Tidak masalah. Ayo kita lanjutkan sarapan kita!" Ratu Ivo kembali ke meja makannya untuk memakan makanannya.


Benar saja setelah meminum pil yang diberikan oleh ibunya, Rubby tidak merasa mual lagi. Dia mulai berminat untuk memakan masakan yang ada di atas meja makan. Dia mengambil beberapa jenis olahan ikan dan sayuran. Lagi-lagi dia merasa takut untuk mengambil olahan daging. Dia masih saja merasa ragu jika daging itu berasal dari hewan ekstrim yang menjijikkan.


"Ibu!" panggil Rubby di sela-sela makannya.


"Iya Virs!" jawab Ratu Ivo.


"Aku ingin berbicara hal yang penting setelah ini, Ibu!" seru Rubby.


"Hemm... baiklah! Kita akan bicara sambil bersantai di tepi danau."


Mereka bertiga menyelesaikan sarapannya tanpa banyak bicara setelah itu. Rubby merasa senang karena dia bisa makan dengan tenang pagi itu. Perutnya tidak bergejolak setelah memakan makanannya.


Ratu Ivo membawa Rubby dan Wu Jin Ming pergi ke taman belakang istana. Tempat di mana dulu Rubby pernah di kejar-kejar oleh binatang peliharaan ibunya. Melihat Rubby datang binatang itu berdatangan dan berubah wujud ke dalam wujud manusianya.


Satu persatu mereka memberi hormat pada Rubby dan Wu Jin Ming lalu kembali pergi ke kolam.


"Rupanya kamu terkenal di kalangan mereka Rubby!" seru Wu Jin Ming sambil tersenyum.


"Terkenal? Kau tahu sebelum mereka mengenalku, aku di kejar-kejar oleh ular hijau itu sampai naik ke atas pohon!" seru Rubby mengingat hal menggelikan yang pernah dia alami.


"Tapi sepertinya ular itu yang datang menyelamatkanmu ketika kamu terkena racun langka gurita menangis." Wu Jin Ming ingat betul jika ular hijau itu sangat mirip dengan ular yang tadi.


"Mungkin saja. Aku sendiri juga tidak tahu," jawab Rubby.


"Kalian kemarilah!" panggil Ratu Ivo yang tengah duduk di sebuah bangku.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2