TIGER WU

TIGER WU
PASANGAN BARU


__ADS_3

Panglima Dao masih terlihat bingung antara malu dan takut di tolak. Panglima Dao takut Bella akan menjauhinya jika dia jujur dengan perasaannya dan Bella tidak memiliki perasan yang sama. Tapi jika dia tidak jujur bisa-bisa dia akan kehilangan cintanya jika Bella merasa sakit hati dan kecewa padanya.


Ini kali kedua Rubby dan Wu Jin Ming menjodohkan orang setelah Ham dan Cici. Dalam hati kecil Rubby merasa geli mengingat tingkah lucu orang-orang yang sedang jatuh cinta. Mungkin jika diperhatikan dulu dia dan Wu Jin Ming juga seperti itu.


"Jangan malu Panglima Dao! Katakan sejujurnya apa yang ada di hatimu!" Wu Jin Ming kembali mengulangi perintahnya.


Untuk mengurangi kegugupannya, Panglima Dao menegakkan duduknya sambil bergerak-gerak seperti orang yang tengah kegerahan.


"Saya... saya memang tertarik pada Bella tapi saya tidak akan pernah memaksanya untuk menerima cinta saya. Melihat dia tersenyum bahagia dan selalu ceria saja itu sudah lebih dari cukup bagi saya."


Ungkapan hati dari Panglima Dao membuat Bella tercengang. Matanya berkaca-kaca setelah tahu jika perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Awalnya dia sangat takut memiliki perasan itu karena status Panglima Dao yang sangat tinggi di matanya.


"Bella apa tanggapanmu?" tanya Wu Jin Ming. Ucapan pelan namun mengandung ketegasan yang nyata.


Bella menunduk sambil menyusun kata-kata yang akan dia ucapkan. Kedua tangannya meremas ujung bajunya dan bergerak-gerak tidak jelas. Ini hal yang mendebarkan baginya di mana perasaan yang tersembunyi di paksa untuk diungkapkan di hadapan orang yang dia kagumi.


"Aku... aku... juga memiliki perasaan yang sama dengan Panglima Dao," jawab Bella masih dengan menunduk.


Panglima Dao seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ternyata Bella menerima cintanya meskipun mereka berdua berasal dari dua dunia yang berbeda. Kebersamaan yang mereka jalani bersama membuat rasa di antara keduanya semakin menjadi-jadi. Dalam usia yang lebih dari dua ribu tahun akhirnya Panglima Dao menemukan cinta sejatinya.


"Horeeee! Akhirnya sahabatku yang jomblo ini bisa melupakan mantan pacarnya yang tidak tahu diri itu!" Rubby melompat berdiri hingga membuat mangkuk buah beserta isinya melayang di udara.


Dengan gerakan yang sangat cepat Wu Jin Ming menangkap mangkuk itu lalu menggerakkannya agar buah yang melayang bisa kembali masuk ke sana.


Panglima Dao dan Bella berdiri dengan gerakan lambat sambil melongo melihat gerakan cepat Wu Jin Ming yang hampir saja tak terlihat.


"Hihi... maaf!" Rubby memeluk pinggang Wu Jin Ming setelah semuanya sudah berhasil teratasi.


"Hmm. Hati-hati, Sayang!" Wu Jin Ming menggeleng melihat tingkat kecerobohan istrinya yang berada di atas rata-rata itu.


"Aku tidak bisa menahan perasaanku saat tahu jika Bella dan Panglima Dao akan menjadi pasangan." Binar-binar bahagia terlihat jelas di mata Rubby.

__ADS_1


"Yang jadian itu mereka, Sayang. Bukan kamu!" Wu Jin Ming membungkuk untuk meletakkan mangkuk di atas meja lalu kembali duduk.


"Apa rencana kalian?" tanya Rubby duduk sambil menyomot buah yang tadi tanpa mengambil mangkuknya.


"Aku ingin segera melamar Bella pada orang tuanya." jelas Panglima Dao.


"Bagus! Tapi ada satu hal yang harus kalian ingat setelah menikah," ucap Wu Jin Ming yang membuat ketiga orang yang lain menikah padanya.


"Apa itu Yang Mulia?" tanya Panglima Dao penasaran.


"Seorang Panglima dan prajurit harus bersikap profesional dalam mengemban tugasnya. Jika terpaksa Bella tidak bersedia melepaskan pekerjaannya sebagai seorang prajurit maka anggaplah dia sebagai prajurit ketika berada di luar rumah. Medan perang adalah wilayah yang sangat berbahaya, aku harap kalian tetap bisa berkonsentrasi walaupun berada dalam satu pertempuran yang sama. Bahaya selalu mengintai kalian di sana. Lengah sedikit saja nyawa kalian taruhannya."


"Kami mengerti Yang Mulia."


"Denger tuh, Bell! Kalau aku mana ngerti medan perang itu seperti apa. Melawan satu siluman saja aku terkadang suka terledor," ucap Rubby sambil tiduran dengan paha Wu Jin Ming sebagai bantalnya.


"Aku akan menjadi prajurit yang berjaga di lingkungan istana saja sambil menanti suamiku untuk pulang!" seru Bella sambil melirik Panglima Dao malu-malu.


"Jangan dengarkan dia! Rubby memang suka ngomong seenaknya." Wu Jin Ming tidak ingin Bella dan Panglima Dao merasa malu karena Rubby terus menggodanya.


Di saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba terdengar keributan di luar rumah. Suara gaduh pukulan dan gelombang energi yang saling berbenturan terdengar sangat jelas. Kelihatan ada pertempuran yang sedang terjadi di sana.


"Sepertinya ada yang mengacau di rumah kita!" Rubby bangun dari tidurnya lalu berdiri untuk melihat apa yang terjadi.


Mereka berempat bergegas ke luar untuk membantu para dayang yang sedang bertarung. Ada ratusan dan mungkin ribuan kelelawar yang menyerang para dayang itu. Kelihatannya itu itu bukan kelelawar biasa karena dia memiliki ukuran yang lebih besar dari kelelawar pada umumnya.


"Hati-hati! Bisa saja kelelawar ini memiliki racun!" seru Wu Jin Ming.


"Mungkin ini akan sedikit berguna!" Rubby melepaskan cincinnya dan melemparkannya.


"Keren!" seru Bella melihat senjata rahasia milik Rubby.

__ADS_1


Sebuah cincin yang berubah menjadi pisau terbang yang bergerak dengan sendirinya membantai kelelawar-kelelawar itu. Meskipun cincin itu cukup efektif namun jumlah kelelawar yang sangat banyak mereka tetap harus bergerak untuk membasminya.


Rubby berubah menjadi Dewi Bulan dan mengeluarkan pedangnya untuk membunuh kelelawar-kelelawar yang mencoba menggigitnya. Semuanya bergerak untuk melawan ribuan kelelawar yang entah dari mana datangnya. Walaupun banyak kelelawar yang sudah mati namun semakin banyak pula yang datang.


"Rubby! Sepertinya ini adalah sihir!" bisik Wu Jin Ming yang sedang berdiri saling memunggungi dengan Rubby.


"Benarkah! Aku akan berusaha menemukan titik sihirnya!" seru Rubby.


Gelapnya malam semakin terasa mencekam dengan kehadiran ribuan kelelawar yang mengerubuti halaman luas Rubby. Semakin lama jumlahnya semakin banyak walaupun seluruh pelayannya juga ikut membantu. Seperti yang dikatakan Wu Jin Ming, ini adalah sihir.


Rubby terlihat menutup matanya sambil mengucapkan mantra. Jika benar serangan ini adalah sihir makan ilmu peninggalan dari ayahnya akan sangat berguna. Tanda di kening Rubby bersinar dan tubuhnya melayang di udara.


Tangan kiri Rubby memegang pedang dan tangan kanannya menengadah ke atas dan membentuk sebuah bola energi. Bola energi itu semakin lama semakin membesar dan membuat kelelawar-kelelawar itu berubah menjadi cairan yang mirip seperti tinta lalu jatuh berceceran ke tanah. Melihat jenisnya ini adalah sebuah sihir lukisan.


Seseorang menggambar hewan atau benda sihir lalu mengirimkannya pada orang tertentu dengan tujuan tertentu.


Dalam waktu singkat bola sihir Rubby berhasil melenyapkan kelelawar-kelelawar itu. Rubby menjentikkan jari telunjuknya ke arah tinta-tinta sihir yang mengotori lantai. Sedikit demi sedikit tinta itu terkumpul. Pengumpulan tinta itu bukan tanpa alasan, Rubby ingin menarik pemilik tinta sihir itu untuk datang ke hadapannya.


****


Bersambung...



Rubby



Bella dan Panglima Dao


__ADS_1


Wu Jin Ming


__ADS_2