TIGER WU

TIGER WU
BELEPOTAN


__ADS_3

"Baiklah, Han. Bersikaplah baik di hadapan teman-temanku! Jika kamu tidak tahu tentang sesuatu yang mereka tanyakan maka lebih baik kamu diam." Wu Jin Ming memberi arahan pada Han.


"Baik!"


"Ih, kelamaan! Ayo kita kembali! Aku sangat lapar!" seru Rubby sambil memanyunkan bibirnya manja.


"Ayo kita berangkat! Bersiaplah!"


Wu Jin Ming memindahkan Rubby dan Han dari dimensinya kembali ke alam manusia. Mereka bertiga kini sudah berpindah ke ruang tempat semula mereka sebelum pergi ke dimensi. Ruangan itu masih sepi karena anggota team Wu Jin Ming belum kembali.


Di atas meja ada 3 box makan siang dan jus yang Wu Jin Ming pesan. Pelayan kantin sudah mengantarkannya ketika mereka belum kembali. Untung saja mereka berinisiatif meletakkannya di dalam ruangan ini.


"Ini makan siang kita?" tanya Rubby, buru-buru mengambilnya lalu membawanya duduk di sofa.


"Iya, Sayang. Makanlah!" seru Wu Jin Ming.


Dia kemudian melirik ke arah Han.


"Kamu mau?" tanya Wu Jin Ming menyodorkan satu box makan siang untuknya.


Kebetulan tadi Wu Jin Ming memesan 3 box karena ini adalah makanan kesukaan Rubby. Biasanya dia merasa kurang dan sering minta tambahan ekstra. Sepertinya tidak masalah jika diberikan satu pada Han.


Rubby meliriknya tidak suka namun dia tidak berkomentar apa-apa.


Merasa Rubby tidak keberatan jatahnya diberikan untuknya, Han pun menerima kotak nasi itu tanpa ragu.


"Terimakasih."

__ADS_1


"Makanlah!" Wu Jin Ming duduk di sebelah Rubby dan memakan bagiannya.


Han menoleh ke kanan dan ke kiri. Tempat duduk yang Rubby duduki hanya cukup untuk dua orang saja. Tanpa pikir panjang lagi, Han akan duduk di lantai.


"Eh! Eh! Mau ngapain?" tanya Rubby setengah berteriak.


"Duduk," jawab Han polos.


"Astaga! Lantai itu kotor, Han! Malu-maluin saja! Lihat itu ada kursi!" Dengan galaknya Rubby menunjuk sebuah kursi.


Han yang hampir duduk itupun kembali berdiri dan berjalan ke tempat yang ditunjukkan oleh Rubby. Dia tidak ingin berdebat dengannya. Bukan karena takut, namun demi mencapai tujuannya.


Sebagai seorang siluman, Han tidak terbiasa makan menggunakan sendok. Memegangnya saja dia terlihat kaku. Dia melirik cara Rubby dan Wu Jin Ming makan dan perlahan mengikutinya.


Meskipun sedikit berantakan seperti anak kecil yang sedang belajar makan namun itu lebih baik daripada tidak bisa sama sekali.


Rubby menahan tawa ketika melihat muka Han belepotan.


"Jangan bicara hal yang memancing emosi, Rubby! Berilah dia kesempatan untuk mencari saudarinya!" Wu Jin Ming mengingatkan Rubby agar tidak mengacaukan rencana mereka.


"Iya-iya, tauk!" ketus Rubby sambil terus melanjutkan makannya.


Satu persatu, kru mulai masuk ke ruangan itu setelah selesai makan siang.


Mereka menatap keheranan ke arah Han yang bagi mereka adalah orang asing.


Han memperhatikan mereka satu demi satu dan meneliti jejak energi yang terpancar dari tubuh mereka.

__ADS_1


Walaupun bukan seorang kultivator, setiap manusia memiliki aura yang berbeda-beda. Kemampuan melihat aura tidak dimiliki oleh semua ras siluman. Dari beberapa orang kru yang masuk memang tidak ditemukan jejak energi milik Haya, saudari Han.


"Hai, Adik kecil! Kamu terlalu rajin. Harusnya tadi kamu pergi ke kantin dan makan bersama-sama dengan kami biar lebih seru." Manager Lin duduk di pinggiran sofa dekat Wu Jin Ming.


"Iya, kak Lin. Aku nyesel banget! Harusnya tadi aku seru-seruan di sana bareng semuanya."


Rubby berbicara dengan mulutnya yang penuh dengan makanan yang sedang dia kunyah.


Manager Lin melirik ke arah Han lalu melirik ke arah Wu Jin Ming dan Rubby, berharap mereka bisa menjelaskan semuanya. Pasalnya yang berada di ruangan ini sebelum dia dan teamnya datang hanyalah mereka berdua. Orang asing tidak mungkin berani masuk ke tempat itu tanpa seijin anggota team dan Rubby selaku pemimpin.


"Namanya Han. Dia adalah kerabat jauh saya. Tadi kebetulan lewat jadi saya suruh mampir, Kak!" jelas Wu Jin Ming.


"Owh! Hai, Han!" sapa manager Lin melambaikan tangan ke arah Han.


"Ha... hai!" balas Han ragu-ragu.


Rubby terlihat sebal. Dia sangat malu karena wajah Han yang terlihat bodoh dengan noda makanan di sana. Bisa dikatakan dia benar-benar mirip seperti badut.


"Kak Wu! Antar dia ke kamar kecil!" seru Rubby sambil melirik tajam ke arah Wu Jin Ming.


Dalam hal ini dialah yang harus di persalahkan.


Wu Jin Ming mengerti. Dia segera berjalan mendekati Han dan memberinya kode agar dia mengikutinya.


"Bagaimana? Apa kamu merasakan keberadaan saudarimu?" ucap Wu Jin Ming membasuh wajahnya di wastafel yang ada di pojok ruangan.


"Saudariku tidak ada, namun ada satu orang yang memiliki jejak energi miliknya. Dia ada di sebelah sana!" tunjuk Han.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2