TIGER WU

TIGER WU
BERITA HEBOH


__ADS_3

Pedang itu tidak menolak energi yang dilepaskan oleh Wu Jin Ming. Pedang itu malah seakan menarik tangan Wu Jin Ming. Setelah merasa yakin jika energi pedang legenda itu selaras dengan energi yang dimilikinya, Wu Jin Ming memutuskan untuk mencabutnya.


Merasa telah menemukan pemilik yang seharusnya, Pedang Naga Api Suci melepaskan diri dari mantra pengikat yang menanamnya di sana selama ribuan tahun. Pedang itu tercabut dengan mudahnya. Wu Jin Ming tidak mengeluarkan energi yang besar untuk mencabutnya. Setelah berhasil tercabut sempurna, Wu Jin Ming mengangkat pedang itu mengarah ke langit.


Kilat dan guntur menggelar di atasnya. Langit malam yang gelap menyala terang akibat kilatan cahaya itu. Dari ujung pedang memancarkan cahaya yang terhubung dengan kilat itu.


Tidak ingin mengundang kultivator lain untuk datang, Wu Jin Ming segera menyimpan pedang itu. Dia juga harus segera kembali. Sangat tidak aman jika terus berada di sana. Para pemburu kekuatan akan menyusulnya dan membuat keributan.


Wu Jin Ming memakai jurus teleportasi untuk pulang. Kepemilikannya akan Pedang Naga Api Suci harus dirahasiakan. Dia harus segera menyatukan jiwa pedang itu dengan jiwanya terlebih dahulu.


Rubby masih terlelap ketika dia datang. Wu Jin Ming berbaring di sebelahnya dan melanjutkan tidurnya. Besok mereka sudah kembali beraktifitas sebagai manusia karena libur akhir pekan sudah berakhir.


...


"Sayang, kamu masak apa? Baunya enak banget." Wu Jin Ming berdiri di belakang Rubby yang sedang mengaduk masakannya.


"Kwetiau goreng sama ayam bakar."


"Pantes baunya enak. Aku jadi lapar." Wu Jin Ming memeluk Rubby dari belakang dan mencium pipinya.


"Jangan gangguin, ihh! Kakak mandi dulu sana, sambil nunggu ini mateng!" seru Rubby sambil bergerak ke sana kemari untuk menyempurnakan masakannya.


"Kan ini udah mau mateng. Ini masih kepagian. Tenang aku kan mandinya cepet nggak kayak kamu." Lagi-lagi Wu Jin Ming mencium pipi Rubby. Dia mengikuti gerakan Rubby tanpa merasa terganggu.


Sebenarnya Rubby senang mendapatkan perlakuan ini, dia hanya malu saja mengakui kalau dia menyukainya.


"Iya, iya. Tapi kamu jangan deket-deket gini bisa nggak? Aku nggak pede belum mandi," jujur Rubby.


"Nggak apa-apa. Wangi kog," ucap Wu Jin Ming santai.


"Huh, wangi dari mana coba? Asem iya."


"Aku suka aroma tubuhmu. Aku nggak peduli kamu mau wangi atau enggak!" Wu Jin Ming masih saja menempel.


"Dasar bucin!" Rubby terkekeh.

__ADS_1


"Nggak ada salahnya kan, bucin sama istri. Aku sayang kamu Rubby. Jangan pernah bosan mendengar aku mengatakan itu."


"Aku juga mencintaimu, Sayang. Jangan lelah menghadapi sikap manjaku."


"Nggak akan! Udah mateng tuh kayaknya. Aku bantu ambil piring, ya!" Wu Jin Ming melepaskan pelukannya.


"Boleh." Melihat masakan sudah matang sempurna dan rasanya juga sudah pas, Rubby segera mematikan kompornya.


Rubby membagi masakannya masing-masing menjadi dua bagian. Seperti biasanya, dia mengambil bagian dengan porsi yang lebih sedikit.


"Taaraaa! Sarapan ala chef Rubby sudah siap!" Rubby menirukan gaya seorang koki pada sebuah acara masak memasak di TV.


"Masakan ini nilainya... em... sepuluh!" Wu Jin Ming mengacungkan jempolnya seolah dirinya seorang juri.


"Hahaha... kamu lucu sekali, Sayang. Ayo kita mulai sarapan. Aku ada kuliah pagi untuk hari ini."


"Ayo! Aku juga ada pemotretan. Aku langsung ke lokasi setelah mengantar kamu ke kampus."


Mereka menikmati sarapan mereka dengan lahap. Wu Jin Ming sangat menyukai masakan Rubby. Dalam sekejap seluruh makanan sudah berpindah ke dalam perut.


"By, kenapa hari ini kamu terlihat berbeda?" tanya Wu Jin Ming saat berada di dalam mobil.


"Beda? Maksudnya?" Rubby mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Lipstikmu terlalu mencolok. Apa kamu ingin menggoda pria," kesal Wu Jin Ming.


"Masa sih? Rubby mengambil cermin kecil di dalam tasnya dan melihat pantulan wajahnya. "Biasa aja, hanya saja ini bukan warna yang biasanya."


"Hapus!" Wu Jin Ming melemparkan kotak tisu kepangkuan Rubby.


"Kog di hapus sih." Rubby merasa kesal.


"Kamu hapus sendiri... atau...." Wu Jin Ming sengaja menggantung ucapannya.


Rubby tahu apa yang ada dipikiran Wu Jin Ming. Dia pasti akan menghabisi bibirnya dengan ciuman. Bisa-bisanya bibirnya jadi bengkak karena menjadi sasaran kemarahannya. Membayangkannya saja Rubby sudah merasa ngeri.

__ADS_1


Wu Jin Ming melepas kembali sabuk pengaman yang tadi sudah di pasangnya. Melihat itu, Rubby buru-buru mengambil tisu dipangkuannya dan mengelap lipstiknya. Wu Jin Ming tersenyum namun dia sembunyikan.


"Nah, gitu kan cantik. Mau aku cium?" goda Wu Jin Ming.


"Nanti aja. Aku udah telat nih!" Rubby melihat arlojinya.


"Baik, Tuan Putri. Kita berangkat sekarang."


Wu Jin Ming melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Meskipun demikian mobil yang mereka kendarai akan cepat sampai karena Wu Jin Ming memakai kekuatan spiritualnya untuk mempercepatnya. Hanya butuh waktu 10 menit mereka untuk sampai di kampus Rubby.


"Cepat sekali. Hmm... kamu pasti pakai sihir!" ucap Rubby.


"Sedikit. Sebentar lagi kamu ada kuliah, kan? Kalau nggak salah lima menit lagi kelas kamu di mulai."


"Ya, ampun. Iya! Kenapa aku malah bengong di sini. Bye, Sayang!" Rubby mencium pipi Wu Jin Ming sekilas lalu berlari menuju kelasnya. Lorong-lorong sudah terlihat sepi, sepertinya semua mahasiswa sudah masuk ke kelasnya.


Wu Jin Ming melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemotretan. Dia membuka ponselnya dan melihat alamat yang dikirimkan oleh manajer Lin. Setelah mengatur GPS pada mobilnya, Wu Jin Ming menyetir mengikuti petunjuk arah yang tertera di layar monitor.


"Selamat pagi manager Lin!" sapa Wu Jin Ming.


"Selamat pagi! Wah, kamu cepat sekali sampainya." Manager Lin meletakkan mapnya dan melihat penampilan Wu Jin Ming yang terlihat lebih bersinar dari biasanya.


"Tadi kebetulan aku sudah di jalan mengantar kekasihku ketika membalas pesan manager Lin," jelas Wu Jin Ming.


"Pantas. Eh, kamu tahu tidak berita heboh di internet?" tanya manager Lin.


"Berita heboh? Aku belum melihatnya." Wu Jin Ming segera mengambil ponselnya dan melihat berita di media sosial.


Di sana ditampilkan berita mengenai sebuah cahaya terang yang menerangi langit dan guntur yang menggelar hingga radius beberapa kilometer. Dalam berita itu disampaikan jika itu merupakan pertanda kemunculan pendekar yang sangat kuat. Ada juga yang mengatakan jika itu sebagai pertanda lahirnya bayi ajaib. Anehnya lagi ada yang bilang jika itu adalah alien yang sedang menampakkan diri.


Wu Jin Ming membaca satu demi satu berita yang ada di layar ponselnya. Dia tersenyum geli membaca semua artikel dan opini publik tentang peristiwa itu. Manager Lin menatapnya heran. Sepertinya dia juga termakan oleh berita yang tidak masuk akal itu. Apa jadinya jika dia melihat wujud yang berbeda dari Wu Jin Ming.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2