TIGER WU

TIGER WU
MAKAN MALAM


__ADS_3

Wu Jin Ming mengamati perubahan raut wajah bibi Ning dan paman Ning. Seperti ada sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh Rubby dan dirinya. Tidak ingin membuat suasana menjadi kaku dia berinisiatif untuk meminta Rubby menambah jatah makannya.


"Apa siluman yang ada di Gunung Wei suka mengganggu manusia?" tanya Rubby.


"Ahh, jangan dengarkan paman Ning, nak! Itu sudah kejadian dahulu sekali. Sudah sangat lama berlalu!" Bibi Ning menyela dan mematahkan omongan paman Ning sebelumnya.


Paman Ning terlihat mengangguk menyetujui ucapan bibi Ning sambil menikmati makanannya.


"Ohh, aku pikir sekarang masih ada siluman yang berkeliaran di sini, Bi!" Rubby melanjutkan makannya tanpa merasa curiga sedikit pun.


Berbeda dengan Rubby, meskipun terlihat acuh Wu Jin Ming berpikir jika bibi Ning sengaja menyembunyikan fakta yang berhubungan dengan siluman. Pasti ini ada sesuatu yang berhubungan dengan mereka berdua. Malam ini dia harus benar-benar melindungi Rubby dari sesuatu yang mungkin bisa saja terjadi.


"Olahan itik ini enak sekali, Bi!" puji Rubby setelah mereka menyelesaikan makannya.


"Benarkah? Terimakasih kalian telah menyukai masakanku!" Wajah bibi Ning terlihat senang.


"Sama-sama, Bi!"


"Kalau aku lebih suka gurami bakarnya. Dagingnya benar-benar lembut dan bumbunya meresap sempurna," imbuh Wu Jin Ming.


"Semuanya segar. Kami memelihara itik dan ikan itu di belakang pondok itu. Jadi benar-benar dari bahan yang baru dan segar!" jelas paman Ning.


"Wah, pantas! Kesegaran bahan makanan memang mempengaruhi rasa dan yang kedua adalah teknik pengolahannya. Bibi Ning yang menjadi juaranya dalam hal ini!" Rubby mengacungkan jempolnya.


"Ahh, kamu bisa saja, Nak!" Bibi Ning tersipu malu mendengar pujian Rubby.


"Mari saya bantu untuk membereskan ini, Bi!" Rubby menumpuk beberapa peralatan makan kotor yang telah selesai mereka gunakan.


"Tidak usah, Nak! Kalian pasti lelah. Bibi sudah terbiasa melakukannya," tolak bibi Ning secara halus.


"Tapi, Bi...." ucapan Rubby terpotong ketika mendapat tatapan tajam dari Wu Jin Ming.


"Beristirahatlah, Nak! Lihatlah muka kusut suamimu! Manjakan dia mumpung kalian berada di sini. Udara pegunungan sangatlah dingin, bibi dan paman dulu juga pernah muda." Bibi Ning berbicara dengan malu-malu terkenang masa mudanya.

__ADS_1


"Ahh, Bibi bisa aja." Rubby tidak kalah malu.


Mereka berempat berdiri lalu Rubby dan Wu Jin Ming berpamitan pada paman dan bibi Ning.


Udara malam di pegunungan begitu dingin dan menusuk tulang. Kedua tangan Rubby memeluk tubuhnya sendiri untuk mengurangi rasa dingin yang dia rasakan. Menyadari hal itu, Wu Jin Ming segera merapatkan tubuhnya dan meraih pinggang Rubby ke dalam pelukannya.


"Dingin, By!" ucap Wu Jin Ming sambil mengeratkan gigi-giginya.


"Banget! Kayaknya tadi tidak sedingin ini. Sepertinya semakin malam akan semakin dingin."


Kebiasaan. Rubby membuka pintu tanpa menyentuhnya membuat Wu Jin Ming memberinya tatapan peringatan padanya.


"Maaf! Hihihi!" Meringis memamerkan gigi putihnya.


"Kamu kebiasaan! Bagaimana kalau ada yang melihatnya?" ucap Wu Jin Ming ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


"Aku suka lupa. Kan kita memang sengaja memilih home stay supaya tidak terlalu ramai!" seru Rubby.


Lagi-lagi Wu Jin Ming melotot mendengar suara cempreng Rubby yang begitu nyaring.


"Iya... iya! Ups!" Lagi-lagi Rubby bersuara keras membuat Wu Jin Ming merasa gemas.


"Mungkin harus pakai cara lain untuk membuat kamu mengerti, ya!"


Tubuh Rubby terpelanting jatuh di sisi Wu Jin Ming ketika tangan Wu Jin Ming menariknya.


"Mau apa?" tanya Rubby sambil menutup dadanya yang sedikit terekspos.


"Mau melanjutkan yang tadi sempat tertunda!" Wu Jin Ming menyerang Rubby tanpa menunggu persetujuan darinya.


Di malam yang dingin itu terjadilah hal-hal yang mereka inginkan. Udara yang dingin membuat mereka lebih bersemangat tanpa mempedulikan suara berisik tempat tidur kayu yang terus berbunyi. Untung saja ranjang itu kuat menahan beban dan goncangan.


Kelelahan yang mendera tubuh mungilnya membuat Rubby tertidur lebih dahulu. Agar Rubby tertidur dengan nyaman, Wu Jin Ming pun berpura-pura untuk tidur bersamanya. Ketika Rubby sudah benar-benar pulas, Wu Jin Ming kembali terjaga. Dia tidak ingin lengah dari bahaya yang sedang mengintai mereka.

__ADS_1


Perasaannya sudah tidak enak semenjak berada di tepi tebing sore tadi. Bayangan hitam yang melintas dan menyenggolnya masih menjadi tanda tanya besar untuknya. Dari energi yang sedikit menyentuh kulitnya, Wu Jin Ming memperkirakan jika itu adalah energi milik siluman naga.


Dalam benak Wu Jin Ming terus melintas kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


'Apa mungkin kejadian di tebing sore tadi ada hubungannya dengan siluman yang di katakan paman Ning? Tapi keliatannya penduduk di sini terlihat aman-aman saja. Penginapan dan area perkemahan juga ramai oleh pengunjung dan para wisatawan.' Wu Jin Ming terus larut dalam pikirannya.


Tidak ingin membuang-buang waktu dengan percuma, Wu Jin Ming mengisinya dengan berkultivasi di kamar itu. Basis kultivasinya yang sudah berada di tingkat 8 memungkinkannya untuk bermeditasi sambil waspada pada keadaan di sekitarnya. Alam pegunungan menyimpan energi spiritual yang sangat besar. Sayang sekali jika semua ini dilewatkan.


Cahaya warna-warni perwujudan energi alam mulai berdatangan menyelimuti tubuh Wu Jin Ming yang sedang duduk bersila di lantai kayu beralaskan lembaran bajunya yang sengaja dia lepaskan. Tubuh atletis Wu Jin Ming yang berkulit putih bersih itu terlihat bersinar oleh kumparan energi yang perlahan masuk menyusup menembus kulitnya. Lampu di kamar itu kalah terang oleh cahaya energi yang terus berdatangan.


Di tengah-tengah kultivasinya, Wu Jin Ming merasakan ada sesuatu yang datang. Udara yang semula tenang kini terasa seperti ada angin yang bertiup masuk melalui celah-celah dinding kayu. Wu Jin Ming melihat dengan mata batinnya ada seseorang yang datang dengan wujud yang masih samar.


Sebuah bayangan hitam berdiri di samping Rubby. Bayangan itu terlihat mendekati tubuh Rubby yang sedang terlelap. Mungkin dia mengira jika Wu Jin Ming tidak mengawasinya karena sedang fokus berkultivasi.


Kultivasi yang dilakukan Wu Jin Ming tinggal sebentar lagi. Dia berusaha mempercepatnya tanpa sepengetahuan siluman yang sedang mengganggu Rubby.


Entah mantra apa yang digunakan oleh siluman itu sehingga Rubby tidak bangun dan bergerak. Dia seakan pasrah ketika siluman itu menyentuh pipinya dan melihat tubuhnya dari jarak yang sangat dekat. Tidak ingin membuang-buang kesempatan, siluman asing itu naik ke atas tempat tidur dan menarik gaun malam yang Rubby pakai.


Wu Jin Ming tidak tahan melihatnya dan segera mengakhiri kultivasinya yang secara bersamaan memang mencapai puncak dan batas akhir.


Swiinngg!


Serangan jarak jauh Wu Jin Ming mengenai punggung siluman asing yang sedang terpesona oleh kecantikan Rubby.


****


Bersambung...



Rubby


__ADS_1


Wu Jin Ming


__ADS_2