TIGER WU

TIGER WU
KEPERGOK MESRA


__ADS_3

"Kita tidak bisa membiarkan kejahatan terus mengotori dunia ini, Sayang. Anggap saja kita sedang memberantas siluman yang sedang mengacau," ucap Wu Jin Ming mencoba menenangkan Rubby yang kesal.


Wajah Rubby perlahan berubah. Kekesalan memudar dan tidak terlihat lagi di sana. Sayangnya sampai saat ini dia belum bisa menggunakan kekuatannya.


"Kak Wu! Emm... aku belum boleh ikutan?" Rubby memainkan bolpoin di tangannya.


"Tentu saja boleh. Tapi ingat, jangan memakai kekuatanmu hingga aku mengijinkannya. Setelah kamu benar-benar pulih kita harus segera melakukan penyatuan jiwa di istana langit."


"Aku sudah tidak sabar untuk menantikan saat itu." Rubby tersenyum namun tiba-tiba senyum itu kembali memudar.


"Eh, tapi aku tidak akan mati kan? Penyatuan jiwa itu bisa saja gagal." Wajah Rubby berubah menjadi khawatir.


Wu Jin Ming mengulurkan tangannya ke depan lalu membelai rambut Rubby. Dia menyelipkan anak rambutnya di belakang telinganya lalu mengusapnya pelan. Ada perasaan mendalam yang sulit dia ungkapkan lewat kata-kata. Kini mereka hanya saling bicara melalui tatapan mereka.


Tentu sangat sulit bagi mereka untuk berpisah, namun kemungkinan berhasil dalam penyatuan jiwa tidak dapat mereka prediksi.


Sepanjang sejarah kehidupan, penyatuan jiwa ini baru ketiga kalinya dilakukan.


Tidak banyak referensi atau sumber yang bisa menjelaskan tentang hal-hal yang berbau dengan penyatuan jiwa.


Intinya penyatuan jiwa adalah kejadian langka yang sangat jarang terjadi di dalam kehidupan karena ini menyangkut beberapa alam yang berbeda di dalamnya.


Di dalam tubuh Rubby tersusun oleh ketiga jiwa yang berdiri sendiri-sendiri. Proses penyatuan jiwa ini akan membuat ketiga jiwa itu menyatu. Roh manusia, roh bidadari, dan roh dewi akan berpadu menjadi sebuah wujud.


Itu akan menjadi wujud satu-satunya yang Rubby miliki, namun dia tetap bisa tinggal di dunia manusia dengan menyamar karena wujud manusianya telah melebur saat penyatuan jiwa.

__ADS_1


"Aku akan masuk dan menemanimu dalam proses penyatuan jiwa itu. Berusahalah untuk menyelesaikannya dengan baik. Karena semua yang akan terjadi pada kita sangat tergantung padamu."


Rubby terharu mendengar ucapan Wu Jin Ming. Dia yang harus melakukan penyaruan jiwa namun Wu Jin Ming bersedia ikut untuk merasakannya. Cinta membuatnya rela berbagi semuanya, bukan hanya cinta dan semua hal yang menyenangkan melainkan juga penderitaan.


"Aku mencintaimu, Kak Wu!" pekik Rubby sambil melompat memeluk Wu Jin Ming.


"Aku juga sangat mencintaimu, Rubby!" Membalas pelukannya dan mengecup lembut kepalanya.


Harumnya rambut Rubby membuatnya selalu merindukan aroma itu. Aroma yang tidak pernah berubah sejak dari pertama mereka bersama. Di dalam dunia mereka yang jauh berbeda dan jarak peradaban yang membuat mereka sama-sama saling belajar dan memahami.


"Ehhemm!" Manager Lin berdehem untuk membuat mereka menyadari kehadirannya.


Reflek Rubby melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Wu Jin Ming.


Mereka terlihat canggung dan salah tingkah saat kepergok sedang bermesraan.


"Ah, kalian ini mengingatkanku pada kakak iparmu saja. Aku jadi ingin cepat-cepat pulang!" seru manager Lin sambil terkekeh menggoda Wu Jin Ming dan Rubby.


"Kak Lin...!" teriak Rubby malu-malu kesal.


"Hahahaha... di mana laporan kerja hari ini, Nona Co Manager?" Manager Lin berlagak formal di depan Rubby.


Rubby berjalan dan membuka laci meja kerjanya lalu mengambil sebuah map.


"Ini, Tuan Manager. Terimakasih sudah membantu saya." Rubby tidak mau kalah.

__ADS_1


"Ah, kalian ini seperti sedang bermain drama saja." Wu Jin Ming menggaruk kepalanya dan menampilkan wajah polosnya.


"Hahaha!" Manager Lin dan Rubby tertawa bersama.


Manager Lin berpamitan dan pergi dari hadapan mereka untuk menyerahkan hasil kerja team mereka pada team editor yang menanganinya.


Rubby dan Wu Jin Ming pun bersiap untuk pulang. Mereka berdua masih harus membantu Han untuk menyelesaikan urusannya. Sebelum sampai di hadapannya, Han sudah lebih dahulu berdiri dan menghampiri Rubby dan Wu Jin Ming.


"Dia sudah keluar," ucap Han membuat Rubby yang belum tahu menahu soal Jimmy menatapnya heran.


Wu Jin Ming meletakkan jarinya di bibirnya mengisyaratkannya untuk diam.


"Kita bicarakan di mobil saja," ucapnya sambil berjalan mendahului Han dan Rubby.


Kehadiran Han sebagai orang baru di sana mencuri perhatian. Apalagi dia bersama dengan Wu Jin Ming dan Rubby yang cukup populer di agensi itu. Mereka berpikir jika Han adalah calon bintang baru yang akan diorbitkan oleh agensi.


Merasa mendapat tatapan penuh kekaguman untuknya, Han berjalan dengan congkaknya. Dia membanggakan ketampanan palsu hasil sulapan daei Wu Jin Ming sebelumnya. Setidaknya untuk beberapa saat dia merasa senang dan berbangga hati.


"Apa rencanamu, Kak Wu?" tanya Rubby ketika mereka bertiga sudah berada di dalam mobil.


"Pergi ke rumah Jimmy," jawab Wu Jin Ming singkat sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Jimmy?" Rubby menatapnya penuh tanda tanya.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2