
Melihat kepercayaan diri dari siluman laba-laba yang sangat besar, Wu Jin Ming terus bersikap waspada. Aura kekuatan yang terpancar dari siluman itu terasa sangat kuat. Jika di rasakan dari tekanan energi yang dikeluarkan oleh siluman itu, saat ini dia berada di basis 6 level 19.
Tingkat kultivasi yang tidak bisa disepelekan. Wu Jin Ming mulai bersiap untuk menghadapi serangan siluman laba-laba dengan merubah wujudnya menjadi manusia siluman berambut putih.
"Bagus! Aku suka menghadapi lawan yang lebih kuat. Jika aku beruntung, aku bisa merampas kekuatan yang kamu miliki." Siluman laba-laba itu mengangkat sebelah sudut bibirnya.
Tangannya mengeluarkan gerigi-gerigi tajam yang menyatu dengan lengannya. Tubuh siluman laba-laba itu seperti terlapisi oleh cangkang yang sangat keras dengan sedikit bulu-bulu halus yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Wajahnya tidak banyak berubah, kelihatannya dia lebih suka dengan wajahnya yang sekarang.
Jaring-jaring energi muncul dari telapak tangan siluman laba-laba. Wu Jin Ming merasakan aura energi ilusi di sana. Mungkin ini yang dia pakai untuk menjebak Rubby sebelumnya.
Untuk menghadapi racun ilusi itu, Wu Jin Ming mengeluarkan lonceng dewa dari dalam cincin penyimpannya.
Siluman laba-laba itu terperanjat melihatnya. Dia tidak menyangka jika ada siluman yang memiliki lonceng itu. Sepertinya jurus ilusinya kali ini tidak akan berhasil. Siluman laba-laba itu harus benar-benar bertarung menggunakan fisiknya.
"Rasakan ini!" siluman laba-laba tetap melemparkan jaring ilusi itu pada Wu Jin Ming.
Di saat yang bersamaan Wu Jin Ming melemparkan lonceng dewanya. Suara nyaring terdengar dari lonceng yang bergerak dengan aliran energi dari tangan Wu Jin Ming.
Mendengar suara lonceng itu, konsentrasi siluman laba-laba menjadi buyar. Jaring energi yang dia lepaskan memudar dan hilang karena kedua tangannya dia gunakan untuk menutup telinganya. Suara lonceng dewa benar-benar membuat siluman itu tidak berdaya.
__ADS_1
Setelah jaring laba-laba itu menghilang, Wu Jin Ming menghentikan loncengnya lalu kembali menyimpannya. Untuk menggerakkan lonceng dewa membutuhkan energi yang besar. Jika terlalu lama akan membuat Wu Jin Ming kehabisan tenaga.
"Sial! Dari mana kamu mendapatkan lonceng iblis itu!" Dengan penuh emosi siluman laba-laba itu mengeluarkan pedang berwarna hitam dengan gagang yang terbuat dari emas.
Dalam dunia kultivasi pedang itu di kenal dengan pedang meteor.
Beberapa waktu lalu Wu Jin Ming berhasil mengendalikan pedang naga api suci warisan dari pendekar Chin. Kali ini dia harus mengeluarkannya untuk mengimbangi pedang meteor milik siluman laba-laba.
"Hebat sekali kamu! Terakhir aku melihat pedang meteor itu berada di tangan siluman singa dari negeri timur." Wu Jin Ming maju ke depan membawa pedangnya yang berkilauan.
"Benar sekali! Aku berhasil merampasnya tadi. Kelihatannya pedang ini sangat hebat. Bersiaplah kehilangan pedangmu yang akan segera aku potong-potong dengan pedang ini!" ucap siluman laba-laba dengan sombongnya.
"Lakukan sesukamu!" teriak Wu Jin Ming sambil mengangkat pedangnya.
Pertarungan pun tidak terhindarkan. Keduanya sama-sama memiliki pedang yang hebat. Dalam pertarungan itu siluman laba-laba mengeluarkan empat buah tangan yang secara bergantian memainkan pedangnya.
Tidak ingin gegabah, Wu Jin Ming tetap menyembunyikan energi pedang legenda miliknya. Saat ini dia mengandalkan jurus pedang yang dia kuasai untuk menghadapi enam tangan siluman laba-laba. Suara benturan energi dari kedua pedang itu membuat tubuh mereka terpental.
Ledakan energi pun terus bergema seiring pelepasan energi pedang yang tidak mengenai sasaran.
__ADS_1
Gerakan siluman laba-laba yang sangat cepat membuat Wu Jin Ming terdorong mundur. Hampir tidak ada kesempatan baginya untuk menyerang. Dia hanya bisa menahan serangannya dengan gerakan pertahanan.
Rubby yang telah terbangun dari tidurnya pergi menyusul ke halaman. Wajah siluman laba-laba itu terasa asing di matanya namun dia mengenali jejak energinya. Dia adalah siluman yang sama dengan yang di hadapinya tadi.
Jiwa petarung Rubby tidak membiarkannya hanya menjadi penonton saja. Dia pun ingin ikut ambil bagian dalam pertarungan itu. Walaupun dia tahu jika Wu Jin Ming pasti akan mengalahkannya.
"Hai! Ketemu lagi denganku!" Rubby merubah wujudnya menjadi dewi bulan yang sangat cantik.
"Kenapa kamu keluar, By? Biarkan aku saja yang menghadapinya!" seru Wu Jin Ming di sela-sela pertarungannya.
"Apa kamu merindukanku, Nona Manis? Setelah melihat penampilanmu yang sekarang aku berubah pikiran untuk membunuhmu!" siluman laba-laba semakin gencar menyerang Wu Jin Ming dengan keenam tangannya.
Tangan-tangan itu bergerak sangat gesit dan sulit di tebak. Secepat apapun gerakan Wu Jin Ming tidak dapat memberikan serangan balasan untuknya. Sungguh serangan membabi buta yang sangat menyusahkan.
"Aku sangat merindukanmu... untuk mati!" seru Rubby sambil mengeluarkan energi spiritualnya dan menjadikannya sebuah cambuk.
****
Bersambung...
__ADS_1