
Bella memegang dadanya lalu terbatuk dan memuntahkan darah segar. Rubby membawanya ke tepi dan mendudukannya di bawah mobilnya. Tubuh Bella terluka parah saat ini, Rubby segera mengalirkan energinya untuk menutup aliran darahnya agar racun energi dari kekuatan Lisa tidak menyebar.
"Tunggu di sini! Aku akan membuat perhitungan dengan Lisa!" seru Rubby lalu berdiri dan berjalan untuk meninggalkan Bella.
"Jangan, By! Lisa sekarang sangat berbahaya! Uhukk... uhukkk!" teriak Bella mencoba menggapai Rubby namun tidak sampai.
"Aku akan berhati-hati." Tidak menghiraukan apa yang dikatakan Bella, Rubby membantu Wu Jin Ming untuk menghadapi Lisa.
Sejak tadi Rubby memperhatikan gerakan Lisa. Kali ini dia tidak ingin gegabah menyerang. Setiap gerakan yang Lisa lakukan dia perhatikan baik-baik. Kini Rubby tahu titik kelemahan Lisa.
Titik kelemahan Lisa terletak di tanah. Kakinya selalu melayang ketika kekuatannya melemah. Dengan temuannya Rubby memikirkan cara untuk mengalahkan Lisa.
"Biar aku saja Sayang!" ucap Wu Jin Ming ketika Rubby sudah berada di sampingnya.
"Aku tahu kelemahan Lisa. Ketika aku membuat kakinya mendarat di tanah makan seranglah dia dengan seluruh energimu!" bisik Rubby.
"Baiklah!"
Rubby melompat ke udara untuk melakukan serangan atas pada Lisa. Dalam wujud manusia biasa dia tidak bisa menggunakan jurus terbang terlalu lama. Beberapa kali Rubby gagal dengan serangannya karena Lisa berhasil menghindar namun Rubby terus mencoba hingga api sucinya mengenai ujung lengan baju Lisa.
Terpaksa Lisa turun untuk memotong lengan bajunya sebelum api itu merembet ke mana-mana. Melihat kaki Lisa mendarat di tanah, Wu Jin Ming segera memberikan pukulan keras di dada Lisa. Tubuh Lisa terhuyung ke belakang sambil memegangi dadanya yang terasa terbakar.
Dari arah belakang Rubby juga memberikan serangan. Lisa jatuh tersungkur karena luka dalam yang cukup parah akibat serangan Wu Jin Ming dan Rubby. Untuk kali ini dia telah dikalahkan oleh Wu Jin Ming dan Rubby.
Merasa nyawanya terancam, Lisa menutup gerbang dimensinya dan membuat Rubby dan Wu Jin Ming keluar dari sana. Tubuh Lisa perlahan menghilang seiring dengan suasana di sekelilingnya yang ikut berubah. Tidak ada rumah makan kuno, tidak ada kabut, dan saat ini mereka berada di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Cindy.
Menyadari mereka sudah kembali ke dunia manusia, Rubby berjalan menghampiri Bella yang terduduk lemas bersandar pada roda mobilnya.
"Bella! Bertahanlah!" seru Rubby.
"Hmm." Bella mengangguk.
__ADS_1
"Kak Wu! Apa yang harus kita lakukan untuk menolong Bella?" tanya Rubby. Kepanikan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
"Kamu salurkan energi penyembuhan dan juga mengeluarkan racun energi dari tubuhnya. Aku akan menghilangkan pengaruh jahat yang menguasai pikiran dan hatinya," usul Wu Jin Ming.
"Baiklah! Mari segera kita lakukan!"
Untuk mengobati Bella, Rubby menggeser tubuh Bella agar duduk tanpa bersandar. Dia membantunya duduk tegak lalu mengambil posisi duduk di depan Bella dan Wu Jin Ming berada di belakangnya. Tangan kiri Rubby memegangi bahu Bella agar dia tetap tegak dan tidak ambruk sementara tangan kanannya menyalurkan energi ke tubuh Bella.
"Panas...! Panas...!" teriak Bella.
"Tahan Bella! Kamu akan baik-baik saja setelah ini." hibur Rubby.
Keringat mengucur deras dari tubuh Bella. Gas berwarna hitam dan kehijauan juga keluar dari tubuhnya. Itu adalah racun dan energi jahat yang menguasainya selama ini.
"Aaarrrggg! Sakitt! Panas...!" Bella terus saja berteriak. Dari sudut matanya menetes bulir bening karena menahan kekuatan Rubby dan Wu Jin Ming.
Bukan hanya Bella, Rubby dan Wu Jin Ming pun juga berkeringat akibat mengeluarkan energi yang cukup besar dari dalam tubuh mereka. Setelah tidak ada lagi gas yang keluar dari tubuh Bella, kini dia merasa lebih baik. Kekuatan Rubby dan Wu Jin Ming yang mengalir ke tubuhnya hanya terasa hangat saja
Setelah tidak menerima aliran energi, perut Bella terasa bergolak. Dia seperti ingin memuntahkan sesuatu. Dia segera berdiri dan pergi menjauh dari hadapan Rubby dan Wu Jin Ming.
Bella memuntahkan cairan berwarna hijau kehitaman. Mungkin itu adalah sisa racun yang tertanam di tubuhnya. Rubby datang menghampirinya dan memberinya sebotol air mineral dari cincin penyimpanannya.
"Terimakasih!" Bella menerima minuman itu lalu menenggaknya.
"Apa rencana kamu setelah ini, Bel?" tanya Rubby.
"Aku belum ada rencana apapun. Mungkin setelah ini Lisa masih akan terus mengejarku." Kegelisahan Bella terlihat jelas di wajahnya.
"Em... benar juga. Jangan sampai kamu mengalami nasib yang sama seperti Cindy! Kamu harus mencari tempat yang aman setelah ini."
"Pasukan Raja Kegelapan tersebar di mana-mana. Mereka akan mudah menemukanku walaupun aku bersembunyi di ujung dunia sekalipun. Mereka pasti akan membunuhku karena aku di anggap telah berkhianat dan tahu rahasia mereka," jelas Bella.
__ADS_1
Mendengar cerita Bella, Rubby mengerti kekhawatiran yang dia rasakan saat ini. Kekhawatiran yang bukan tanpa alasan, Cindy berada di kuil juga mudah mereka temukan. Perlindungan para biksu pun dengan mudah mereka lumpuhkan. Rubby berpikir untuk mencari cara agar Bella selamat.
"Bella! Sebenarnya aku juga punya banyak rahasia yang tidak kamu ketahui. Aku memiliki kekuatan yang besar ini bukan hanya dengan berkultivasi saja namun aku juga merupakan keturunan makhluk dari dunia lain," jelas Rubby.
"Kamu juga bukan manusia?" tanya Bella terkejut.
"Aku manusia, ayahku manusia, tapi ibuku bukan. Aku juga baru tahu kenyataan ini belum lama," jelas Rubby.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Bella mencoba mencerna arah pembicaraan Rubby.
"Kalau kamu mau, aku akan mengirimkanmu ke tempat ibuku untuk sementara. Di sana kamu bisa berkultivasi dengan tenang. Sewaktu-waktu kamu menghadapi bahaya kamu bisa mengatasinya setelah itu."
"Aku mengerti! Aku mau! Ibumu tidak menyeramkan, kan?" tanya Bella sedikit trauma dengan makhluk dari dunia lain.
"Hahaha... kamu tidak lebih cantik dari dia Bella karena ibuku seorang bidadari." Rubby tergelak.
"Waaoow! Pantas kamu cantik sekali, By!"
"Simpan pujianmu itu! Sekarang bersiaplah aku akan mengantarkanmu pulang dan berpamitan pada orang tuamu. Aku harus menjaga keselamatanmu saat ini."
"Terimakasih, By! Orang tuaku tidak di rumah. Mereka berada di luar negeri sejak 2 minggu yang lalu. Mereka membuka anak cabang perusahaan di sana. Belum tahu kapan mereka akan pulang ke sini."
"Bagus! Kamu bisa pergi ke tempat ibuku sekarang. Apa kamu sudah siap?"
"Aku siap!" jawab Bella mantap.
Rubby memanggil Panglima Dao untuk datang. Bola cahaya terang muncul dan turun dihadapkan Rubby. Mata Bella terbelalak ketika melihat bola cahaya itu berubah menjadi sosok pemuda yang sangat tampan.
****
Bersambung...
__ADS_1