
Rubby kembali menyerang Shano bertubi-tubi. Shano mulai terlihat kewalahan menerima bola api yang datang susul menyusul ke arahnya. Shano mulai berpikir untuk memberi serangan balasan tanpa melukai Rubby. Sepertinya Shano benar-benar tertarik pada Rubby.
Melihat serangannya tidak mengenai lawanya Rubby memutar otak untuk merubah strategi. Rubby tidak boleh sembarangan mengeluarkan selendangnya karena bisa membahayakan orang-orang yang berada di sana. Selendang itu memiliki efek panas yang luar biasa bagi manusia biasa.
Rubby terbang mendekati Shano dan melancarkan serangan jarak dekat dengan bola apinya. pertarungan fisik pun tak terelakkan. Shano tidak menyangka gadis kecil itu sangat kuat.
Tak ingin mengulur waktu, Shano mengeluarkan teratai pengikat jiwa miliknya. Siapapun yang terkena jurus itu akan sulit untuk mengendalikan dirinya. Pergerakannya akan di kunci dan energi spiritualnya tidak akan bisa dikeluarkan dengan leluasa.
"Hai, siluman kera! Dia bukan lawanmu." Wu Jin Ming muncul dan membuka aliran darah Rubby yang terkunci.
"Siapa kamu? Jangan ikut campur urusanku!" Shano mengira Wu Jin Ming yang berpenampilan biasa hanyalah siluman tingkat rendah yang mengacau.
"Rubby, kamu baik-baik saja?" tanya Wu Jin Ming setelah Rubby terlepas dari jurus teratai pengikat jiwa milik Shano.
"Aku baik-baik saja." Rubby mengangguk sambil kembali waspada.
"Aku Wu Jin Ming, Raja Harimau Putih suami orang yang baru saja kamu ganggu." Wu Jin Ming terlihat tenang menghadapi Shano.
"Suami?Jangan mimpi! Aku tidak peduli siapa kamu. Aku menginginkan Dewi Bulan. Lebih baik kamu pergi dari sini dan tinggalkan kami berdua!" Shano tidak percaya jika laki-laki di depannya benar-benar Dewa Harimau Putih yang sangat ditakuti di kalangan para siluman.
"Aku tahu usiamu lebih tua ribuan tahun dariku, tapi kamu tidak bisa mengambil sesuatu milik orang lain. Bahkan seluruh dunia tahu jika Dewi Bulan adalah jodoh yang ditakdirkan untuk diriku." Wu Jin Ming masih berharap tidak ada pertempuran di antara mereka.
"Hahaha. Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan. Lebih baik kita selesaikan secara jantan. Siapapun yang menghalangi Shano harus mati. Hiyyaaaa!" Shano mulai menyerang Wu Jin Ming.
Pertempuran pun tak terhindarkan lagi. Adu kekuatan pun terjadi begitu sengit. Suara dentuman memekakkan telinga terdengar saat kedua energi spiritual mereka beradu.
__ADS_1
Manusia di sekitar mereka tidak dapat melihat karena ada pagar gaib yang di pasang oleh Shano. Mungkin mereka hanya merasakan efek udara yang terasa panas dan dingin tiba-tiba. Angin pun seperti enggan bertiup saat pertempuran terjadi.
Rubby tidak ikut ambil bagian. Sepertinya Shano memang bukan lawannya. Wu Jin Ming saja sedikit kewalahan menghadapinya.
Dalam pertempuran biasa Wu Jin Ming hanya membuka aliran energi spiritual sepuluh persen saja. Kali ini dia sudah memakai lebih dari tigapuluh persen energinya. Siluman Kera Shano memang sedikit sulit dihadapi.
"Menyerahlah Wu Jin Ming, maka aku akan membiarkanmu hidup. Hahaha!" Shano tertawa sombong saat pukulannya telak mengenai dada Wu Jin Ming.
"Tidak akan!" Wu Jin Ming memejamkan matanya. Dalam sekejap dia berubah ke dalam wujud sempurnanya sebagai Dewa. Tubuhnya memancarkan cahaya putih kebiruan yang menyilaukan.
"Apa?! Jadi kamu benar-benar Raja Harimau Putih Yang Agung." nyali Shano sedikit menciut tapi dia tidak mau menyerah. Hatinya sudah di kuasai kesombongan dan keangkuhan. Dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Aku punya kekuasaan untuk menghukum para siluman yang suka berbuat onar. Berhentilah berbuat kejahatan dan kembalilah ke jalan yang benar! Lepaskan para gadis yang kamu jadikan budak di dimensimu!" seru Wu Jin Ming.
"Aku tidak takut padamu. Aku tidak peduli sekarang kamu sudah menjadi Dewa Penghukum. Hiyaaaaak!" Shano kembali menyerang Wu Jin Ming dengan mengerahkan seluruh tenaga yang dia miliki.
Shano melayang jatuh ke bawah. Beruntung dia masih bisa mendarat dengan lembut. Dia masih bisa berdiri tegak dengan kedua kakinya meski serangan Wu Jin Ming membuatnya terluka parah.
Bukannya menyerah dan meminta ampun, siluman kera sombong itu malah mengeluarkan jurus terlarang yang dia curi dari langit. Jurus awan petir pembelah lautan. Jurus itu sangat beresiko bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
"Hei! Apa yang kamu lakukan? Hentikan jurus itu. Kamu akan meledak jika energimu tidak stabil." Wu Jin Ming mencoba mengingatkan Shano agar berhenti mengaktifkan jurus terlarang itu.
"Kamu pikir aku bodoh. Aku pernah memakainya untuk membunuh penguasa danau ini sebelumnya. Kamu lihat aku masih hidup sampai sekarang, bukan?" Shano tidak mengindahkan peringatan Wu Jin Ming.
Wu Jin Ming berpikir untuk mengatasi jurus ini. Jika Shano berhasil mengaktifkan jurus ini dengan sempurna dia tidak tahu kekuatannya bisa menahannya atau tidak. Keadaan tidak aktif sempurna saja jurus ini akan membuatnya terluka cukup parah.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam? Apa kamu takut? Hahahaha. Bahkan para Dewa sekalipun tak akan mampu menghadapi jurus ini." Jurus Shano sudah mendekati aktif sempurna.
'Gawat! Aku harus segera membuat dinding pelindung.' Wu Jin Ming bermonolog. Mulutnya komat kamit membaca mantra.
"Rubby! Berdirilah di belakangku! Semoga arai pelindungku mampu menahan serangan jurus itu." Wu Jin Ming berusaha melindungi Rubby.
"Apakah jurus ini sangat berbahaya?" Rubby merasakan kekhawatiran di wajah Wu Jin Ming.
"Jurus ini sangat berbahaya. Hawa dingin yang ditimbulkannya oleh jurus ini mampu membekukan air di danau ini," jelas Wu Jin Ming.
"Apa?!" Rubby merasa ngeri membayangkan jurus yang di pakai Shano. Dia mulai berpikir untuk mencari ide agar bisa meredam jurus itu. Di saat yang sangat genting Rubby teringat pada Selendang Dewi Bulan.
"Hah, kenapa ini? Kenapa aku tidak bisa mengontrol penyerapan energi pada jurus ini. Tidak! Aku harus menghentikannya." Shano terlihat kebingungan karena tubuhnya terus menghisap energi sedingin salju dan tak bisa menghentikannya.
"Hentikan pengaktifan jurus itu, Shano! Tubuhmu akan meledak karena tak mampu lagi menampung energi lebih banyak lagi." Wu Jin Ming memperingatkan Shano untuk kesekian kalinya.
Shano berpikir sejenak. Dia dihadapkan dalam situasi yang sulit. Jika dia menghentikan jurus itu maka dia akan kalah. Tapi jika dia melanjutkan jurusnya tubuhnya akan meledak.
"Tubuhmu hampir melewati ambang batas energi, Shano. Lupakan jurus itu!" teriak Wu Jin Ming.
Shano tak bergeming. Sepertinya dia memilih untuk mati ketimbang menghentikan jurus terlarang itu. Kulitnya mulai mengeluarkan retakan-retakan bercahaya putih kebiruan. Rumput di bawah kakinya perlahan mulai membeku. Pembekuan itu semakin melebar dan meluas.
Rubby melompat turun dan mengibaskan selendang Dewi Bulan miliknya. Rubby menggerakkan tangannya untuk mengendalikan selendang itu dengan jarak yang lumayan dekat dengan Shano. Selendang itu dengan cepat membungkus seluruh tubuh Shano. Perlahan pembekuan di sekitar Shano berhenti.
"Rubby! Menjauhlah! Jangan terlalu dekat!" Wu Jin Ming menarik Rubby dengan kekuatan spiritualnya. Sekarang Rubby kembali berdiri di belakang Wu Jin Ming.
__ADS_1
****
Bersambung...