TIGER WU

TIGER WU
RACUN ILUSI


__ADS_3

Wu Jin Ming dan Rubby saling berpandangan. Jadi kedua orang tua Rubby dulu pernah tinggal di Desa Yao dan nama Rubby sudah diabadikan menjadi sebuah nama bukit meskipun dia belum dilahirkan ke dunia. Nama Virs ada di dalam beberapa kitab kuno yang disakralkan.


Tidak semua orang bisa membuka dan membaca kitab itu.


Rubby kembali duduk berjongkok di hadapan Wi Lau untuk kembali bertanya.


"Apa yang kamu taho tentang Virs dan bidadari Ivo?" tanya Rubby dengan kalimat yang lebih halus.


Kini bisa disimpulkan jika warga Desa Yao hanyalah korban dari energi jahat yang menguasai bunga Aolin.


"Bidadari Ivo menganugerahi desa ini dengan kekayaan alam yang melimpah dan memberkati tanah ini. Sedangkan Virs adalah sebuah nama yang dia sebutkan sebelum dia pergi meninggalkan desa ini beberapa ratus tahun yang lalu," ucap Wi Lau berusaha menjelaskan sesuai yang dia tahu.


"Apakah bidadari Ivo hanya sendirian waktu pergi ke desa ini?" Rubby merasa penasaran dengan keberadaan ayahnya saat itu.


"Dia bersama seorang tabib yang sangat hebat dan penyihir yang handal. Tetapi identitasnya kurang begitu di kenal karena dia lebih sering untuk pergi ke luar desa ini."


"Terimakasih atas informasinya. Aku akan membawa Dewi Ivo kemari untuk kalian."


"Apa kamu sedang bercanda?" Wi Lau mengerutkan dahinya.


"Kamu akan tahu nanti setelah aku mendapatkan bunga Aolin."


Ucapan Rubby membuat mata Wi Lau terbelalak.


"Nona, itu sangat berbahaya! Ada jiwa penyihir Wang Yu yang menyatu dalam bunga itu. Sebentar lagi racun ilusi dari bunga itu akan memanggil semua jiwa mendekat. Bisa-bisa Nona akan menjadi kupu-kupu yang lemah. Pulanglah, Nona! Sebelum semuanya terlambat dan Anda menyesal."


"Terimakasih atas kekhawatiranmu, tapi aku sangat membutuhkan bunga langka Aolin."


Rubby merubah wujudnya menjadi Dewi Bulan yang sempurna untuk mengeluarkan para siluman mutan itu dari penderitaannya.



Itu adalah salah satu kelebihan Rubby yang tidak dimiliki oleh Wu Jin Ming yaitu merubah wujud makhluk atau binatang menjadi lebih sempurna.


Kelima siluman itu terbelalak melihat perubahan wujud Rubby yang berbeda dari sebelumnya. Sekarang sangat jelas terlihat jika dia adalah seorang Dewi. Para siluman itu serempak mengucapkan salam hormat padanya.


Rubby berdiri dengan anggun di hadapan mereka. Dari tubuhnya terpancar cahaya terang yang sangat lembut. Tidak ingin mengulur-ulur waktu lagi, Rubby segera mengangkat tangannya dan mengeluarkan energi dari sana.

__ADS_1


Cahaya terang yang menyilaukan memancar dari telapak tangan Rubby dan menyentuh kelima siluman itu. Rasa hangat menyelimuti seluruh tubuh mereka namun bukan rasa panas yang membakar seperti yang mereka duga sebelumnya. Perlahan tubuh para siluman itu mencapai titik paling sempurna.


Setelah prosesi penyempurnaan wujud siluman menjadi manusia itu selesai, Rubby melepaskan energi yang lain dari tangannya.


Tujuan Rubby kali ini untuk mengeluarkan racun energi yang saat ini begitu kuat menguasai tubuh para siluman itu.


Melihat apa yang di lakukan oleh Rubby, Wu Jin Ming pun ikut memantunya. Dia pun mengeluarkan energinya untuk mengeluarkan racun energi agar lebih cepat untuk menghemat waktu.


Rubby melirik ke arah Wu Jin Ming lalu tersenyum manis.


Berangsur-angsur cahaya gelap keluar dari tubuh para siluman itu. Semakin lama semakin banyak yang keluar hingga menutupi tubuh mereka dan terlihat samar. Lama kelamaan cahaya gelap itu pun akhirnya memudar.


Kelima siluman itu memang tidak bisa lagi menjadi manusia nomar namun setidaknya mereka sudah tidak lagi dalam pengaruh pemilik racun energi yang tertanam di tubuh mereka.


"Terimakasih, Dewi! Lepaskan ikatan kami dan kami akan mengawal dan membantu Anda menemukan orang yang hilang itu." seru Wi Lau.


"Baiklah!" dengan sekali tarikan nafas, tali itu sudah terbuka dan kembali masuk ke dalam telapak tangan Rubby .


Setelah tali itu lepas mereka menjatuhkan diri untuk memberi hormat padanya.


"Bangunlah kalian!" jawab Rubby.


"Di mana pak Feng? Jika terlalu jauh dari kita, aku takut mereka akan kesulitan."


"Kami di sini, Tuan!" seru Wang sambil merasa takjub melihat penampilan Wu Jin Ming an Rubby.


Seluruh rombongan bergerak menuju ke bukit Virs, tempat yang diperkirakan menjadi tempat Ailie dan Lilea tersesat.


Rubby tidak bisa melihat keindahan Desa Yao karena tertutup oleh gelapnya malam.


"Hati-hati, Dewi! Sebentar lagi bunga Aolin akan mengeluarkan racun energinya," ucap Wi Lau sambil menunjukkan kekhawatirannya.


"Aku akan baik-baik saja, tenanglah!" Rubby menjawab tanpa menoleh.


Apa yang di katakan oleh Wi Lau ternyata benar. Aroma energi racun yang sanat dasyat mulai menyeruak. Selain rombongan mereka, rupanya ada juga orang lain yang berada di sana.


Dia berjalan tanpa henti dengan tatapan mata yang kosong. Pikiran mereka sudah dikuasai oleh bunga Aolin. Jebakan ilusi yang membuat mereka seolah-olah sangat tertekan dengan suatu masalah dan merasakan gelisah berlebihan.

__ADS_1


"Kak Wu! Apa rencana kita setelah ini?" tanya Rubby sambil menatap Wu Jin Ming.


"Kita biarkan saja mereka dan mari kita ikuti ke mana mereka berjalan. Kita tidak tahu kan di mana letak bunga Aolin."


"Baiklah aku mengerti."


"Lapisi tubuhmu dengan energi agar kamu tidak terpengaruh oleh racun energi."


Rubby mengangguk.


Tanpa pikir panjang dia pun langsung melakukan perintah Wu Jin Ming lalu kembali berjalan.


"Itu... i... itu mu mungkin orang yang di cari oleh pak Wang."


Rubby menunjuk dua orang gadis yang berjalan menuju ke sebuah tempat yang Rubby dan Wu Jin Ming sendiri tidak tahu.


Gadis itu terus berjalan tanpa memperhatikan sekitar seolah-olah dia seperti sebuah robot yang di kendalikan oleh suatu alat jarak jauh.


"Aaahhhh! Aahh!" sebuah teriakan membuat Rubby merasa terkejut dengan suara itu.


Dia berjalan sangat tergesa-gesa menuju ke sana.


Sebuah sinyal jika enegi yang sangat kuat Wu Jin Ming rasakan saat ini. Tekanannya begitu kuat hingga membuat tubuhnya seperti tertolak untuk mendekat. Begitupun juga dengan Rubby.


Kelihatannya energi itu berasal dari bunga Aolin yang belum terlihat bentuknya.


"Itu adalah teriakan orang yang telah memegang bunga Aolin. Sebentar lagi dia akan menjadi kupu-kupu yang lemah."


Rubby tertegun mendengar penjelasan Wi Lau.


"Kenapa aku tidak bisa menembus energi ini?" tanya Rubby.


"Karena Anda tidak sedang dalam pengaruh racun energinya. Ada semacam gaya tarik-menarik dan tolak menolak di sekeliling bunga Aolin."


"Haah! Bunga yang aneh."


"Tenanglah Rubby!" seru Wu Jin Ming sambil mengatur posisi dengan duduk bersila.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2