
Pesanan makanan Rubby dan Wu Jin Ming sudah datang. Dengan sengaja Rubby menambahkan aroma energi yang kuat untuk memancing siluman babi itu. Dia akan mudah tergoda dengan makanan apalagi di tambah dengan aroma energi yang kuat.
Senyum Wu Jin Ming mengembang melihat apa yang dilakukan oleh Rubby. Mereka menikmati makan siang mereka sambil menunggu reaksi siluman itu. Menurut cerita siluman babi sangat rakus dan tidak bisa menahan diri saat melihat makanan.
"Ramennya enak?" tanya Wu Jin Ming.
"Banget!" jawab Rubby sambil terus menikmati makanannya.
Di meja tersedia beberapa jenis menu lain selain mie ramen yang mereka makan. Mereka sengaja membiarkan dan tidak menyentuh makanan itu sebelum mie ramen yang mereka makan habis.
Dari kejauhan tampak siluman babi mulai bereaksi. Dia tampak gelisah dan melirik ke meja Rubby beberapa kali. Duduknya pun tidak tenang, dia memilih duduk sendiri di kursi sambil menerima suapan wanita muda yang tadi memangkunya.
"Bersiaplah! Bom waktu akan segera meledak!" Rubby tersenyum ke arah Wu Jin Ming sambil menyodorkan satu suapan untuk Wu Jin Ming.
"Kita tunggu saja ledakannya." Menerima suapan Rubby sambil mengulum senyum.
"Hmm." Rubby kembali memakan mie-nya.
"Eh, By! Rasanya kog enakan punya kamu sih, mie-nya! Tadi kamu tambahin apa?" tanya Wu Jin Ming.
"Apa, ya? Aku lupa aku tambahin apa. Masa beda sih, rasanya sama punya kamu? Perasaan kamu aja kali, Yang!"
"Beneran beda. Kita tukeran kalau nggak percaya!" Menyodorkan mangkoknya ke depan Rubby.
Mau tidak mau Rubby pun menukar mangkoknya dengan mangkok milik Wu Jin Ming walaupun mie di dalamnya tinggal sedikit saja.
"Iya! Beneran beda rasanya. Punya kamu lebih asin, Yang! Hahaha...." Rubby tertawa.
"Nah, bener, kan?"
Mereka berdua tertawa bersama sambil menghabiskan mie ramen mereka. Rubby dan Wu Jin Ming tetap bersikap biasa saat siluman babi dan wanita muda itu datang mendekat ke meja mereka. Mereka pura-pura tidak tahu dan tetap asyik dengan makanannya.
"Selamat siang, Tuan, Nona!" sapa ibu muda itu.
__ADS_1
Anak yang merupakan penyamaran siluman babi itu menunduk sambil memegangi ujung baju wanita muda yang sedari tadi bersamanya itu.
"Selamat siang, Kak!" jawab Rubby.
'Yess! Umpan berhasil di makan.' gumam Rubby dalam hati.
"Emm... maaf, begini... emm... anak ini bilang dia masih lapar. Bisakah kalian membagi makanan kalian sedikit saja untuknya?" Wanita itu berbicara sangat sopan pada Rubby dan Wu Jin Ming.
"Boleh! Silakan duduk!" jawab Rubby. "Anak ini sungguh menggemaskan. Anda beruntung, Kak, jika sudah besar nanti pasti dia akan sangat tampan," puji Rubby berpura-pura tidak tahu jika anak itu siluman.
"Aku menemukannya tersesat tadi. Sepertinya dia kebingungan mencari orang tuanya." Wanita itu menatap iba pada anak siluman babi itu.
'Benar-benar siluman babi yang licik. Hanya demi makan enak kamu memperdaya manusia.' gumam Wu Jin Ming sambil menatap tidak suka. Berbeda dengan Rubby, Wu Jin Ming bukan tipe orang yang bisa berpura-pura. Dia selalu menunjukkan sikap seperti apa adanya.
"Ouuhhh... kasihan sekali! Mari silakan duduk! Namamu siapa, Adik kecil?" tanya Rubby saat anak itu sudah duduk di sebuah kursi di depannya.
"Joe!" jawab anak itu.
"Makanlah!" ucap Wu Jin Ming dengan senyum yang dipaksakan.
"Terimakasih!" Anak itu segera memakan dua piring makanan yang masih utuh milik Rubby dengan cepat.
Wanita muda yang membawanya tampak keheranan. Sikap anak ini benar-benar berubah tidak manis seperti sebelumnya. Menurutnya dua porsi makanan itu pasti sangat mengenyangkan tapi anak itu terlihat masih melirik sisa mie di mangkok Rubby lalu meraih dan memakannya juga.
"Kasihan sekali. Kamu sangat kelaparan, ya?" tanya Rubby sambil menatap Joe yang sangat rakus.
Tinggal menunggu waktu saja. Di dalam makanan yang di makan oleh Joe sudah tertanam energi bersama mantra yang mampu membuatnya kembali ke wujud aslinya.
Perubahan mulai terjadi. Tubuh anak yang bernama Joe itu mulai menggembung dan terus membesar seperti balon yang sedang ditiup. Wajahnya imutnya juga berangsur-angsur berubah menjadi sangat menakutkan. Saat ini dia berubah menjadi manusia setengah babi.
Wanita muda yang membawanya tadi terlihat ketakutan. Dia terus bergerak mundur dan menjauh dari Joe. Dalam hati dia berdoa semoga Joe tidak mengikutinya lagi nanti.
"Kurang ajar! Mantra apa yang kamu gunakan? Bagaimana kamu bisa mengendus keberadaanku, Manusia bodoh!" hardik Joe pada Rubby dan Wu Jin Ming.
__ADS_1
Mereka bertiga menjadi tontonan di rumah makan itu. Joe terlihat gusar mendapatkan tatapan mengejek dari para pengunjung. Dengan kekuatannya, Joe menyerang dari jarak jauh pengunjung yang terang-terangan menertawakannya. Pengunjung itu terlihat kesakitan karena tercekik oleh kekuatan Joe.
"Hentikan! Lawanmu ada di sini!" seru Rubby pada Joe.
Joe akhirnya melepaskan orang itu dan beralih menatap Rubby.
"Dari baumu, kamu hanya seorang manusia biasa. Dengan apa kamu akan melawankku?" ejek Joe pada Rubby.
Tidak Terima dengan ejekan Joe, Rubby menghentakkan kakinya ke lantai hingga membuat seluruh meja dan kursi yang ada di ruangan itu bergeser ke samping. Kini mereka bertiga berada di tengah ruangan yang lapang tanpa adanya penghalang. Para pengunjung pun berjalan menepi untuk menyaksikan apa yang akan terjadi pada mereka bertiga.
"Yang bau itu kamu! Kalau aku manusia terus kamu bisa berbuat seenaknya gitu, hmm?!" Berkacak pinggang sambil melirik Joe tajam.
"Biar aku saja." Wu Jin Ming maju ke depan dan berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Joe.
"Kamu juga manusia!" Joe menggerak-gerakan hidungnya mengendus Wu Jin Ming.
'Dasar siluman babi bodoh. Tidak bisa membedakan manusia dan siluman aja sok-sokan membuat keributan di sini!' gumam Wu Jin Ming dengan senyum mengejek.
"Tidak usah banyak bicara. Cepat kita selesaikan urusan kita. Kamu sudah mengganggu ketenangan manusia. Dari jejak energimu kamu telah memanfaatkan banyak manusia dan menyerap energi mereka dengan rakus hingga mereka lemah dan tidak bisa bergerak lagi. Sungguh kejahatan yang tidak bisa diampuni!" Wu Jin Ming mengeluarkan energi spiritual di tangannya dan bersiap untuk menyerang.
"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa omonganmu besar sekali?" Tidak ada rasa takut di mata Joe. Penampilan Wu Jin Ming yang terlihat biasa membuatnya yakin jika dia dengan mudah bisa mengalahkannya.
"Tidak penting siapa aku! Anggap saja aku dewa kematian bagimu!"
"Sombong!" Joe mengeluarkan energi spiritualnya membuat tubuhnya mengeluarkan aura energi berwarna hijau.
Tidak Terima dengan ucapan Wu Jin Ming, Joe melancarkan serangannya. Gelombang energi yang bertemu membuat ruangan itu bergetar. Terlihat meja dan kursi melompat-lompat dengan sendirinya saat lantai bergetar karena pertempuran mereka.
Para pengunjung terjebak di sana dan sulit untuk keluar karena pintu tertutup dan terhalang banyaknya meja kursi yang menumpuk di tepi. Mereka menutup telinga ketika terdengar desingan dan gemuruh gelombang energi yang menggema saat pertempuran berlangsung. Wajah-wajah ketakutan itu membuat Rubby merasa iba. Dia segera mengeluarkan kekuatannya untuk memberi batas tak terlihat antara arena pertarungan dan pengunjung. Dengan begitu getaran dan suara pertempuran tidak akan separah sebelum-sebelumnya.
****
Bersambung...
__ADS_1