TIGER WU

TIGER WU
SILUMAN KINGKONG


__ADS_3

Sesosok bayangan hitam besar samar-samar terlihat setelah kepulan debu itu hilang terbawa angin. Bayangan yang tidak begitu jelas itu berjalan mendekat ke arah Wu Jin Ming dan mangager Lin. Tubuh manager Lin bergetar karena takut. Dia menggeser tubuhnya ke belakang dan bersembunyi di balik punggung Wu Jin Ming.


"Tiger! Aku tidak jago ilmu beladiri atau apapun itu!" Tubuh manager Lin terlihat menggigil ketakutan.


"Tenanglah Kak Lin. Aku bisa sedikit ilmu beladiri. Masuklah ke dalam rumah dan lindungilah mereka!" perintah Wu Jin Ming sambil terus melihat ke arah bayangan hitam yang semakin mendekat.


"Baiklah! Berhati-hatilah! Aku akan mencari bantuan!"


"Jangan! Jangan melibatkan orang lain dalam bahaya! Ini bukanlah musuh yang bisa di lawan dengan kemampuan teknologi," jelas Wu Jin Ming.


"Owh! Semoga kamu bisa mengalahkannya!" manager Lin mundur secara perlahan lalu lari terbirit-birit masuk ke dalam rumahnya.


Sesampainya di dalam rumah dia memegangi dadanya yang bergetar hebat dan mengatur napasnya.


"Ada apa, Pa?" tanya Yuna.


"Di luar ada makhluk aneh yang sangat besar dan menakutkan. Dia muncul dari lubang yang terdengar seperti ledakan tadi," jelas manager Lin dengan napas yang masih tidak beraturan.


Yuna menuangkan segelas air putih dan memberikannya pada manager Lin. Segelas air itu habis dalam sekali minum. Manager Lin menyeka keringatnya yang mengalir membasahi wajahnya. Itu terlihat aneh karena udara malam itu terbilang cukup dingin.


"Kak Lin! Kak Yuna! Aku ingin pergi keluar melihatnya!" rengek Rubby.


"Jangan, Adik kecil! Tiger memintaku untuk menjaga kalian. Tetaplah di sini dan jangan sampai ada yang keluar!" seru manager Lin yang khawatir dengan keselamatan Rubby.


"Tapi...." Rubby tidak melanjutkan ucapannya karena Yuna memberinya isyarat untuk diam.


"Kita lihat saja dari sini. Kita bisa mengintipnya dari lantai dua. Ayo ikut aku!"


Yuna berjalan menaiki tangga sambil menggendong Chio diikuti oleh manager Lin dan Rubby. Semua asisten rumah tangganya di minta untuk bersembunyi di kamar mereka masing-masing dan tidak diijinkan keluar rumah. Manager Lin yang sudah merasa sedikit tenang segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada mertuanya untuk memberitahukan apa yang terjadi. Mertuanya yang sedang dalam perjalanan pulang berbalik arah dan membawa kedua anak manager Lin menginap di hotel karena mereka sudah mengantuk.


Chio yang belum mengerti apa-apa terlihat kebingungan melihat Rubby dan kedua orang tuanya berjalan mengendap-endap menuju ke arah jendela yang terhubung dengan halaman depan di mana Wu Jin Ming dan makhluk aneh itu berada.

__ADS_1


Tangan Yuna menutupi kedua mata Chio ketika dia berada di barisan paling depan untuk mengintip. Bayangan makhluk itu tidak begitu jelas karena terhalang oleh rimbunnya dedaunan pohon yang tumbuh di depan rumahnya.


"Terhalang pohon!" bisik Yuna pada Rubby dan manager Lin.


"Iya, benar!" sahut manager Lin.


Rubby yang memiliki kemampuan melihat jarak jauh tidak banyak berkomentar. Dia mengaktifkan mata iblisnya agar bisa melihat dengan jelas wujud makhluk asing itu. Wajahnya terlihat seperti orang utan dengan tubuh besarnya. Matanya merah dan wajahnya terlihat garang seperti ingin menerkam Wu Jin Ming yang berdiri di hadapannya.


"Kamu bisa melihatnya, Adik kecil?" tanya manager Lin.


"Tidak Kak! Aku hanya ingin melihat apa yang mereka lakukan saja," ucap Rubby berbohong.


Manager Lin mengangguk percaya begitu saja sementara Yuna duduk di sofa yang ada di belakang mereka sambil menidurkan Chio. Meskipun belum memahami apa yang terjadi namun Chio bisa mengerti jika kedua orang tuanya dalam ketakutan.


Di depan rumah manager Lin, Wu Jin Ming mulai bersikap waspada menyambut kedatangan makhluk aneh yang tiba-tiba muncul itu.


"Eeerrrr... errrrr... Siapa kamu?" tanya makhluk itu dengan suara yang mirip seperti orang yang sedang mendengkur.


"Errrrr... errr... grrrrr... aku datang ke sini karena mencium bau tubuhmu harimau!"


Wu Jin Ming terkejut dengan ucapan siluman kingkong di depannya itu. Perasaan energinya sudah tersembunyi dengan aman. Bisa-bisanya siluman itu mengendus bau tubuhnya.


"Aku hanya mengunjungi temanku di sini. Aku tidak bermaksud untuk mengusikmu!" jelas Wu Jin Ming.


"Errrr... grrrr... eeerrrr... aku tidak suka siluman lain menginjakkan kaki di wilayahku!" teriak siluman kingkong sambil melotot tajam ke arah Wu Jin Ming.


"Tenanglah! Aku akan segera pergi dari tempat ini." Wu Jin Ming mengangkat kedua telapak tangannya di depan sebagai tanda perdamaian.


"Errr... tidak bisa... errrrr... kalahkan aku dulu baru kamu bisa pergi dari sini... errrrr!" siluman kingkong mulai menyerang Wu Jin Ming.


Kedua tangan siluman kingkong itu mengeluarkan api berwarna kuning kemerahan. Hawa panas menyelimuti sekitar mereka berada. Untuk mengimbangi kekuatan siluman kingkong, Wu Jin Ming pun mengeluarkan api sucinya yang berwarna putih.

__ADS_1


Api suci putih memiliki keistimewaan. Dia memiliki dua sifat yang bisa di rubah sesuai keinginan pemiliknya. Api suci putih bisa bersifat sangat panas dan bisa juga bersifat sangat dingin yang mampu membekukan air yang mendidih sekalipun.


Kali ini Wu Jin Ming menginginkan api sucinya bersifat dingin untuk menangkas serangan siluman kingkong.


"Api suci putih?! Eeerrrr... aku senang... errr... akhirnya aku bisa mendapatkan lawan yang setimpal! Errrrr!" siluman kingkong itu terlihat sangat bersemangat mengeluarkan jurus-jurusnya untuk melawan Wu Jin Ming.


Suara gaduh terdengar seperti desingan dan ledakan-ledakan kecil akibat pertemuan dua kekuatan yang saling bertabrakan. Wu Jin Ming bersikap waspada karena energi yang di miliki oleh siluman kingkong itu tidak bisa di anggap remeh. Tubuhnya seperti memiliki tampungan energi yang sangat besar dan tidak ada habisnya.


'Kalau aku terus melayani serangan ini maka energiku akan cepat terkuras. Aku harus memadukannya dengan jurus pedang pendekar Chin agar siluman ini lebih cepat dilumpuhkan.' gumam Wu Jin Ming dalam hati.


Untuk melakukan jurus pedangnya, Wu Jin Ming membuat sebuah pedang energi dari api suci miliknya. Setelah pedang terbentuk, gerakan demi gerakan jurus pedang pendekar Chin mulai dia terapkan. Siluman kingkong sedikit kewalahan menghadapi serangan Wu Jin Ming.


Tubuh siluman kingkong terpelanting jatuh ke tanah ketika menghindari serangan jurus pedang memutar yang di lancarkan oleh Wu Jin Ming. Wu Jin Ming kembali menyerangnya saat siluman itu belum sempat terbangun. Sayang sekali hunjaman pedang Wu Jin Ming berhasil dia hindari.


Ujung pedang energi Wu Jin Ming yang menusuk tanah membuat sekitar tanah itu membeku. Dia sengaja menancapkannya lebih lama hingga bekuan tanah yang berubah menjadi es itu mengejar siluman kingkong. Siluman kingkong itu bangkit dan berusaha kabur namun tanah es itu bergerak sangat cepat karena Wu Jin Ming menambahkan tingkat kekuatannya.


Plethak... plethak... plethak...!


Suara tanah membeku yang berhasil mengunci pergerakan kaki siluman kingkong terdengar seperti suara petasan. Pembekuan bergerak sangat cepat dan terus menjalar ke bagian tubuh siluman kingkong yang lain. Siluman kingkong tidak tinggal diam, dia meningkatkan pelepasan energi apinya dan berusaha menekan pembekuan di tubuhnya.


"Gerrrrr.... aaaahhhhh!" teriak Siluman kingkong yang mulai kewalahan menghadapi api suci putih milik Wu Jin Ming.


"Aku tahu sebenarnya kamu bukan siluman yang jahat. Aku salut padamu yang bersedia menjaga wilayah ini tanpa pamrih. Tapi kamu terlalu gegabah dan menyombongkan kekuatanmu yang tidak seberapa ini. Kalau tidak salah saat ini kamu masih berada di basis 4 level 15."


"Aammpuuunn... eeerrrr... errrr... aku menyerah! Lepaskan aku...." teriak siluman kingkong sambil menggigil menahan hawa dingin di tubuhnya.


****


Bersambung...


Mampir ke novel karya temanku ya kak...

__ADS_1



__ADS_2