TIGER WU

TIGER WU
BANTUAN DATANG


__ADS_3

Raja Kegelapan mendekati sangkar perenungan yang mengurung Lisa dengan perasaan marah. Dia tidak habis pikir, mengapa kekuatannya yang besar tidak dapat membuat pelindung itu hancur. Wajahnya nampak frustasi dengan tatapan mata berapi-api.


"Aarrrgghh!" Raja Kegelapan berteriak sambil mengepalkan kedua tangannya di samping kepalanya.


"Lisa! Apa yang harus aku lakukan untuk mengeluarkanmu dari sangkar sialan ini!"


Raja Kegelapan menendang sangkar itu dengan kakinya kuat-kuat. Tubuhnya terpental ke belakang karena sangkar itu memiliki daya tolak yang luar biasa. Kaki Raja Kegelapan menyoba berdiri dengan tegak untuk menahan tubuhnya agar tidak terjenkang.


"Percuma saja, Yang Mulia. Aku tidak akan bisa keluar sebelum aku menjadi orang baik dan membuang semua energi negatif di dalam tubuhku," ucap Lisa sedih.


"Apa?! Arrgghhh!" Raja Kegelapan meremas rambutnya dan berjalan mondar-mandir di depan sangkar perenungan.


Raja Kegelapan terlihat sangat putus asa. Jika Lisa kehilangan energi yang sama dengannya itu berarti mereka tidak akan bisa bersatu lagi. Lalu bagaimana dengan calon anak mereka yang sedang di kandung oleh Lisa?


"Apa yang harus aku lakukan, Lisa?! Semua terasa buntu!"


Ingin sekali rasanya Raja Kegelapan menghancurkan seluruh istana ini namun itu akan membuat Lisa ikut mati. Sebenarnya bukan Lisa yang dia khawatirkan namun bayi yang berada di perutnya. Raja Kegelapan tidak rela jika buah hatinya yang dia gadang-gadang menjadi penerusnya harus menjadi pendekar aliran putih yang kelak menentangnya.

__ADS_1


Di luar ruangan itu pertarungan antara pasukan jubah hitam dan prajurit kerajaan Ratu Ivo masih berlangsung sengit.


Wu Jin Ming dan kedua Dewa yang membantunya sudah datang. Mereka berhasil memukul mundur pasukan jubah hitam. Bahkan tidak ada satupun yang tersisa.


Melihat Panglima Dao dan Bella terluka begitu parah Wu Jin Ming segera pergi untuk menolongnya. Wu Jin Ming tidak tahu jika saat ini Raja Kegelapan sedang berada di sana. Yang terpenting baginya saat ini adalah mengobati Panglima Dao dan Bella.


"Dewa Harimau! Sepertinya aku merasakan energi lain di sini!" seru Dewa Bintang Timur sambil berkeliling untuk mendeteksi di mana energi itu berasal.


Wu Jin Ming dan Dewa Gunung masih fokus untuk mengobati Panglima Dao dan Bella. Jika tidak segera memperbaiki kerusakan meridian di dalam tubuh keduanya bisa-bisa akan fatal akibatnya. Mereka tidak akan bisa berkultivasi dalam jangka waktu yang lama.


"Aku juga merasakannya, Dewa Bintang. Tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan ini lebih dahulu."


Dewa Bintang Timur berjalan ke arah datangnya sumber energi yang tercium olehnya. Dia berjalan hati-hati mengikuti jejak energi itu yang mengarah mendekati sebuah pintu. Sebagai orang yang asing dan baru menginjakkan kakinya di kerajaan Ratu Ivo untuk yang pertama kali, Dewa Bintang Timur tidak tahu tentang ruang penjara yang berisi sangkar perenungan itu.


Di dalam ruangan itu, Raja Kegelapan pun merasakan hawa kehadiran energi yang besar dari Dewa Bintang Timur. Walaupun dia belum melihat siapa yang datang namun dia bisa merasakan jika dia adalah lawan bukan kawan. Energi mereka saling bertentangan seiring hawa masing-masing yang saling menolak.


"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Lisa pelan ketika melihat gelagat aneh Raja Kegelapan.

__ADS_1


Raja Kegelapan memberikan isyarat untuk diam lalu dia menekan hawa kehadirannya agar musuh tidak bisa merasakan keberadaannya.


Lisa mengerti. Dia pun merasakan ada seseorang yang datang menuju ke tempatnya berada. Kelihatannya ini bukan hal yang baik.


Dewa Bintang Timur telah sampai di depan pintu ruangan itu. Matanya terbelalak ketika melihat deretan sangkar perenungan yang ada di hadapannya. Melihat banyaknya siluman dengan berbagai ras yang ada di sana, Dewa Bintang Timur berpikir mungkin energi yang dia rasakan tadi berasal dari hawa para siluman itu.


Saat memutuskan untuk keluar dan kembali menghampiri Wu Jin Ming dan yang lainnya, tiba-tiba sesosok bayangan muncul dan menyusulnya ke luar ruangan.


Gerakannya yang sangat cepat membuat Dewa Bintang Timur tidak langsung mengenali sosok yang berdiri di hadapannya itu.


Tanpa aba-aba, Raja Kegelapan langsung menyerang Dewa Bintang Timur dengan serangan jarak dekat.


Tidak ingin tinggal diam, Dewa Bintang Timur pun membalas serangan itu. Mereka terlibat pertarungan satu lawan satu yang menegangkan. Tubuh mereka melayang di udara dan bergerak ke segala arah saat bertarung.


Wu Jin Ming dan yang lainnya hanya bisa melihatnya karena mereka belum selesai menyalurkan energinya. Masih butuh sedikit waktu lagi untuk menyelesaikannya. Untuk menghadapi Zhu Zheng alias Raja Kegelapan seorang diri akan sangat menyulitkan bagi Dewa Bintang Timur. Hanya Wu Jin Ming saja yang bisa mengimbangi kekuatan Raja Kegelapan dan mengerti titik-titik kelemahannya.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2