TIGER WU

TIGER WU
MASIH BERKELIT


__ADS_3

Dewa Langit berdiri di depan semua Dewa inti, Wu Jin Ming, Rubby, Dewi Lamora, dan para dayang yang terlibat dalam aksi penjebakan Wu Jin Ming. Tidak tampak rasa penyesalan sama sekali di wajah Dewi Lamora. Sepertinya dia malah senang berada di ruang penghakiman itu.


"Dewi Lamora! Apa benar yang di katakan Dewa Perang Harimau Suci jika kamu telah menjebaknya di kolam pemandian dan mengajaknya untuk berbuat tidak senonoh?" tanya Dewa Langit.


"Aku hanya ingin mengambil yang seharusnya menjadi milikku Yang Mulia Dewa Langit. Bukankah Yang Mulia sendiri juga tahu jika sedari kecil aku dan Dewa Perang Wu sudah saling dekat!" Dewi Lamora semakin tidak tahu diri saja. Dia memakai kedekatan keluarga mereka sebagai senjata.


"Apa itu cukup untuk menjadi dasar sebuah hubungan? Apa Dewa Perang Harimau Suci menginginkan dirimu? Tidak, bukan? Sadarlah Dewi Lamora! Kamu tidak bisa memaksakan hati seseorang untuk mencintaimu!"


"Maafkan aku Dewa Langit. Aku sudah berbuat kesalahan. Akan tetapi, aku tidak menyesal telah melakukan semua ini karena dengan begitu aku bisa merasakan keperkasaan Dewa Perang Harimau Suci."


Dewi Lamora menatap Wu Jin Ming dengan tatapan menginginkan. Mungkin ini akan menjatuhkan harga dirinya namun Dewi Lamora tidak peduli. Baginya memenangkan persaingan untuk mendapatkan posisi di sisi Wu Jin Ming adalah suatu keharusan.


"Kamu jangan mengada-ada Lamora! Aku sama sekali tidak menyentuhmu!" ketus Wu Jin Ming.


"Tidak menyentuhku, kamu bilang? Apa bedanya jika kamu menikmati setiap sentuhanku? Aku sudah merelakan kehilangan mahkotaku, rasa maluku, dan juga tidak pernah menuntutmu untuk menjadikanku permaisurimu. Aku bisa menjadi apa saja asal bersamamu," ucap Dewi Lamora membuat semua yang ada di sana tercengang.


"Itu tidak benar Yang Mulia! Aku tidak melakukan apapun padanya. Walaupun aku mabuk dan setengah sadar namun aku masih mengingat dengan jelas jika aku sama sekali tidak berbuat yang melampaui batas padanya. Dewi Lamora ingin memfitnahku!" tegas Wu Jin Ming.


"Apa kamu punya bukti jika Dewa Perang Harimau Suci telah menodaimu?" tanya Dewa Langit.


Dewi Lamora maju ke depan dan membuka telapak kakinya. Seorang Dewi langit yang masih perawan memiliki lambang cahaya berbentuk teratai emas di punggung kakinya. Saat ini Dewi Lamora sudah tidak memilikinya.


Dewa Langit terperanjat setelah mengetahui hal itu. Masalahnya sekarang apakah benar jika itu dilakukan oleh Wu Jin Ming atau bukan. Rasanya tidak mungkin jika Wu Jin Ming melakukannya dalam keadaan sadar.


"Aku ingin meminta keadilan, Yang Mulia!" seru Dewi Lamora.


Melihat kepercayaan dirinya, Wu Jin Ming semakin terlihat emosi pada Dewi yang tidak pantas di sebut sebagai Dewi itu. Bukan hanya Wu Jin Ming, Rubby pun sangat marah dengan apa yang baru saja di dengarnya. Namun untuk kali ini dia berusaha menekan emosinya agar bisa berpikir tenang.

__ADS_1


"Dewi Lamora!" ucap Rubby lembut. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, boleh?"


"Tentu saja. Kamu harus berbesar hati untuk menerimaku sebagai selir Dewa Perang Wu setelah ini."


"Baiklah! Aku akan menerima itu jika kamu bisa menjawab pertanyaanku dengan benar." Rubby sangat yakin jika Dewi Lamora tidak berhubungan badan dengan Wu Jin Ming dia tidak akan tahu tentang hal ini.


Wu Jin Ming, Dewa Langit dan Dewa inti melihat serius ke arah Rubby dan Dewi Lamora. Mereka ingin melihat bagaimana cara yang dilakukan Rubby untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam ketegangan ini, Wu Jin Ming masih sempat-sempatnya tersenyum. Dia membayangkan hal konyol yang biasa dilakukan istrinya dalam menyelesaikan banyak hal.


"Katakanlah apa yang ingin kamu tanyakan!" ucap Dewi Lamora penuh percaya diri.


Rubby berjalan anggun dan berhenti tepat dihadapan Dewi Lamora. Tangan kanannya memainkan rambut panjangnya yang menjuntai ke depan. Sikapnya yang tenang membuat nyali Dewi Lamora sedikit menciut.


"Dewi jika benar Yang Mulia Dewa Perang telah mengambil kesucianmu, bisakah kamu mengatakan padaku tentang suatu tanda yang berada di area pribadi miliknya?" tanya Rubby santai.


Wajah Wu Jin Ming memerah, demi sebuah pembuktian dia harus menahan malu di hadapan para Dewa. Hal yang sangat pribadi mau tidak mau harus di ketahui oleh orang lain. Ini adalah hal yang sangat memalukan untuknya. Di dalam hati dia bersumpah untuk menjadikan Dewi Lamora dan keturunannya sebagai musuh dan pantang untuk terjadi perjodohan di antara kedua belah pihak.


"Tidak bisa jawab, kan? Kalau kamu tidak tahu berarti kamu sudah membohongi kami semua yang ada di sini!"


"Aku... aku hanya tidak ingat! Kejadiannya begitu cepat dan... dan... kami memang tidak melakukannya sampai mencapai puncaknya!" elak Dewi Lamora.


Wajah Rubby menahan amarahnya. Dia membuang wajahnya ke samping dan mencoba meredam emosinya yang kembali meledak.


"Kita akan tahu jawaban masalah ini di kolam harum wangi. Mari kita ke sana!" seru Dewa Langit.


Kolam harum wangi tidak sebagus namanya. Kolam itu sangat mengerikan. Siapapun yang memiliki setitik kesalahan pasti mendapat balasan di sana. Untuk membebaskan diri dari kesalahan di luar masalah yang di sidangkan di ruang penghakiman maka Dewa Langit akan melapisi tubuh mereka dengan mantra pelindung jiwa.


Rubby teringat jika malam setelah kembali dari taman seribu jiwa dia mencium aroma yang sangat harum dari sebuah ruangan. Kini mereka semua berhenti di depan ruangan itu dan satu persatu masuk ke sana setelah Dewa Langit membuka pintunya.

__ADS_1


Mata Rubby terperanjat melihat banyak sekali tulang belulang yang berada di sekitar sebuah kolam dengan air berwarna merah darah itu. Dengan susah payah dia menelan ludahnya karena tenggorokannya terasa sangat kering seperti tercekat. Tangannya memeluk tubuhnya sendiri yang merasa merinding melihat pemandangan mengerikan di depan matanya.


"Jangan takut, Sayang! Kita berada di pihak yang benar." Wu Jin Ming berusaha menenangkan hati Rubby.


Mereka saling berpandangan. Rubby berharap jika tidak akan terjadi hal yang buruk pada mereka setelah ini.


Di sisi lain, Dewi Lamora terlihat gugup. Dia tidak bisa mengelak lagi karena Dewa Langit sudah memberi keputusan. Sudah terlambat baginya untuk menyesal.


Di samping kanan kiri dan di belakang Dewi Lamora dikelilingi oleh para Dewa inti. Sesekali dia melirik ke arah mereka dengan perasaan tidak menentu. Hanya satu harapannya, dia berharap masih bisa keluar hidup-hidup dari kolam harum wangi.


"Apakah kalian bertiga sudah siap?" tanya Dewa langit setelah memberi mantra pada kolam harum wangi.


Kolam harum wangi terbagi menjadi 13 kolam berbentuk bulat. Masing-masing kolam memiliki ukuran diameter sekitar 2 meter dengan kedalaman yang sama. Siapapun yang masuk ke sana tubuhnya akan terendam sempurna di dalamnya.


"Kak Wu!" rengek Rubby. Dia merasa ngeri dengan warna merah air kolam harum wangi dihadapannya.


"Jangan takut, Sayang! Kita pasti akan keluar dengan selamat." Wu Jin Ming mengecup kening Rubby dan memeluknya.


Wu Jin Ming dan Rubby mulai bersiap. Mereka kini sudah berdiri di depan dua kolam yang berbeda. Dewi Lamora memilih kolam yang berdekatan dengan mereka.


Pembuktian kebenaran dan ketidakbenaran akan segera di mulai. Dewa Langit meminta mereka untuk segera melakukan proses penyucian jiwa di dalam kolam harum wangi.


****


Bersambung...


Mampir di karya temanku ya kak...

__ADS_1



__ADS_2