
Rubby membalikkan tubuhnya hendak berlalu dari hadapan Wu Jin Ming, tapi Wu Jin Ming tidak ingin melepaskan tangannya dan menariknya kembali ke sisinya.
Sekuat tenaga, Rubby mencoba tersenyum meskipun hatinya terasa tidak menentu. Apapun yang akan dia lihat, dia dengar, dan dia rasakan setelah ini, harus dia terima dengan lapang dada. Tidak ada yang perlu dia risaukan karena di hati Wu Jin Ming hanya ada dirinya.
Kalau harus jujur, sebenarnya dia merasa cemburu. Tetapi semua ini tidak mungkin dihindari lagi. Jika menuruti jiwa nakalnya, ingin rasanya dia mengacak-acak rambut wanita itu dan mendorongnya jauh-jauh. Kalau perlu dia tenggelamkan ke laut agar tidak muncul lagi.
Semua itu tidak dia lakukan karena percaya bahwa hati dan cinta Wu Jin Ming hanyalah miliknya seorang.
Rubby mengangguk pada Wu Jin Ming yang sedari tadi terus menatapnya.
"Terimakasih, sudah mau mengerti," ucap Wu Jin Ming lembut.
Wanita yang dipanggil Mimi itu memperhatikan keduanya dan menatapnya dengan tatapan pilunya.
Wu Jin Ming menatap Mimi tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Rubby. Dengan begini dia berharap tidak akan ada kesalahpahaman atau hal yang tersembunyi dari Rubby lagi. Kejadian ini terjadi di luar kehendaknya dan semua begitu tiba-tiba.
"Mimi! Aku sudah menikah." Wu Jin Ming langsung berbicara pada intinya.
Mata Mimi membulat sempurna dengan lelehan air mata yang tidak bisa dibendung lagi. Bibirnya bergerak-gerak karena menahan perasaan yang menghimpit hatinya. Untuk beberapa saat dia terlarut dalam isak tangis yang dalam.
Rubby menundukkan wajahnya tidak tahu harus bicara apa. Menjadi permaisuri Wu Jin Ming adalah takdir untuknya. Saat mereka mengikat janji pernikahan di hadapan Dewa Dewi, tidak ada paksaan dan murni karena mereka saling mencintai meskipun baru saja saling mengenal.
"Xin gan! Apakah kamu benar-benar telah melupakanku dari hatimu?" tanya Mimi dengan isak yang masih tersisa.
Wu Jin Ming terdiam, mencoba merangkai kata-kata agar tidak menyakiti wanita yang pernah mengisi hatinya itu.
Di masa lampau, Mimi adalah gadis yang sangat disayanginya. Gadis lemah lembut itu menjadi sakit-sakitan ketika dia tinggal pergi ke medan perang. Keluarga Mimi tidak pernah merestui hubungan keduanya karena saat itu posisi Wu Jin Ming yang masih sangat rendah.
Dia bukanlah panglima besar atau dewa seperti saat hidup di kehidupan Rubby. Saat bersama Mimi, Wu Jin Ming hanyalah seorang panglima dengan pangkat terkecil di Kerajaan Harimau Suci yang sekarang di bawah kendalinya. Sementara Mimi adalah putri bangsawan di Kerajaan Manusia.
"Maafkan aku, Mimi. Sepertinya kita memang tidak ditakdirkan untuk berjodoh."
Ucapan Wu Jin Ming yang lembut terdengar keras seperti petir yang menyabar bagi Mimi. Kata-kata yang tidak pernah dia harapkan terdengar lagi. Mimi tidak lagi menangis, wajahnya terlihat dingin dan kaku.
__ADS_1
"Untuk apa Dewa menghidupkanku kembali dalam lingkaran reinkarnasi. Aku tidak menyangka jika orang yang aku sayangi tidak pernah menungguku dan mengharapkan aku kembali!" Mimi berbicara dengan nada tinggi sebagai luapan kekesalannya.
Mimi menatap Wu Jin Ming dengan marah. Sepertinya kerinduan yang sebelumnya dia rasakan kini telah berubah menjadi dendam yang membara.
Wu Jin Ming tidak menanggapi kekesalan Mimi.
"Nona, maafkan aku!" Akhirnya Rubby ikut berbicara.
Mimi beralih menatapnya dan berjalan mendekatinya.
"Maaf tidak bisa mengembalikan semuanya. Jika aku menerima kata maafmu apa kamu bisa mengembalikan Xin gan-ku?"
Pertanyaan menohok Mimi membuat Rubby seakan pingsan berdiri. Mana mungkin dia menyerahkan cintanya, hidupnya, dan tempatnya untuk bersandar pada orang yang belum tentu menghargainya. Toh Rubby tidak pernah merebut Wu Jin Ming dari siapapun saat mereka memutuskan untuk hidup bersama.
"Tidak akan!" jawab Rubby singkat.
"Hah, sudah kuduga. Di balik wajahmu yang manis tersembunyi jiwa seorang perebut kekasih orang!" Mimi tersenyum mengejek pada Rubby.
"Hei!" pekik Rubby sambil menunjuk wajah Mimi, dia tidak meneruskan kata-katanya karena malas berdebat.
Rubby melirik ke arah Wu Jin Ming seolah memintanya untuk segera menyelesaikan masalah ini.
"Mimi! Kamu sudah menyakiti hati istriku. Rubby, tidak pernah merebutku darimu karena aku bukan milikmu. Aku punya hak penuh atas diriku sendiri dan bebas memilih pasangan hidupku. Aku baru mengerti kenapa Dewa tidak pernah mempersatukan kita. Ternyata di balik sikap lembutmu kamu menyimpan bara api yang sewaktu-waktu bisa membakar siapa saja yang berada di dekatmu."
Mimi menatap Wu Jin Ming tidak percaya. Sebelumnya dia berpikir jika Wu Jin Ming akan lebih membelanya. Kenyataannya, yang terjadi adalah hal yang sebaliknya.
"Xin gan!" pekik Mimi.
"Aku bukan xin gan-mu lagi Mimi. Semuanya sudah berakhir. Sejak kamu meninggal di masa lampau, aku sudah mengubur rasa cintaku padamu bersama dengan jasadmu. Dan kamu sekarang bukanlah Mimi yang pernah aku sayangi dulu. Kalian adalah orang yang berbeda."
Rubby merasa kagum akan ketegasan Wu Jin Ming. Hatinya merasa tenang setelah mendengar semua yang dia katakan pada Mimi.
"Xin gan! Aku tidak terima dengan semua ini. Aku tidak rela melepaskan kamu bersama wanita lain. Tidak! Aku tidak akan pernah bisa!" Mimi terus berteriak sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sadarlah, Mimi! Aku sudah menikah! Aku sudah bersumpah untuk memberikan seluruh cintaku, hatiku, dan hidupku pada wanita yang kunikahi. Kamu pernah mendengarnya, bukan?" suara Wu Jin Ming mulai meninggi.
Mimi ingat jika Wu Jin Ming memang mengatakannya sewaktu mereka masih bersama.
"Aku ingat! Tapi kamu mengatakan itu padaku, jadi akulah yang lebih berhak untuk mendapatkan posisi itu."
"Tidak akan. Simpan mimpimu itu karena aku sudah memutuskan pada siapa aku berlabuh."
Wu Jin Ming menarik tangan Rubby dan membawanya pergi dari sana.
Mimi menghadangnya di depan sambil merentangkan kedua tangannya.
"Kalian tidak bisa seenaknya pergi dari sini setelah membuatku sakit hati." Suara Mimi terdengar serak dan parau, berbeda dengan suaranya sebelumnya.
Mata Mimi mengeluarkan aura berwarna merah dan pancaran energi siluman yang kuat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Wu Jin Ming baru menyadari jika Mimi bereinkarnasi bukan sebagai manusia melainkan seorang siluman.
Beberapa bagian tubuh Mimi ditumbuhi oleh bulu berwarna putih dan coklat muda. Termasuk di wajah dan diantara kedua alisnya. Giginya terlihat lebih panjang dengan ujung yang meruncing.
Rupanya Mimi yang sekarang adalah seorang siluman serigala.
Wu Jin Ming menarik Rubby agar bersembunyi di belakang punggungnya. Siluman serigala mempunyai sifat dasar yang terkenal sangat agresif pada lawannya. Wu Jin Ming tidak ingin Mimi tiba-tiba menyerang dan melukainya.
"Mimi! Apa yang kamu inginkan?" tanya Wu Jin Ming datar.
****
Bersambung ...
Kak numpang promo novel karya temanku ya... terimakasih...
__ADS_1