
Hari sudah mulai gelap. Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba lampu di sekitar jalan yang di lalui oleh Wu Jin Ming padam. Hanya sorot mobil dan kendaraan yang menjadi penerang.
Tidak biasanya lampu padam di kota itu. Hawa dingin dan mencekam menggelitik kulit Rubby. Tanda di keningnya muncul tanpa mantra. Sepertinya makhluk dari dimensi lain sedang menunjukkan kuasanya.
Rubby menoleh ke arah Wu Jin Ming. Hatinya merasa bimbang, akankah dia menurunkan gengsinya untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Sepertinya Wu Jin Ming sedang fokus menyetir. Mungkinkah dia tidak merasakan kejanggalan yang terjadi saat ini.
Lampu rambu lalu lintas menyala merah. Wu Jin Ming menghentikan mobilnya. Awalnya dia ingin mengacuhkan Rubby, tapi melihatnya terus menatapnya dia menjadi tidak tega. Apalagi hawa jahat siluman sangat kental terasa.
"By, waspadalah!" ucap Wu Jin Ming. Lampu merah juga tak kunjung menyala.
"Hmm." Rubby mengangguk. Hatinya merasa lega, dia tidak perlu memulai bicara.
Suasana bertambah mencekam ketika semua mesin mobil mati. Tidak ada cahaya. Tidak ada suara. Semua orang seperti terhipnotis untuk tetap mematung di tempatnya.
"Pegang tanganku. Jangan pernah kamu lepaskan!" bisik Wu Jin Ming di telinga Rubby.
"Kak Tiger! Apa yang terjadi?" tanya Rubby.
"Ssttt! Pelankan suaramu. Dari energi yang aku rasakan. Siluman ini bukan lawaan yang mudah." Wu Jin Ming memberi isyarat pada Rubby untuk memelankan suaranya.
Wu Jin Ming memiliki mata harimau yang bisa melihat dalam gelap. Dalam gelap tanpa cahaya sekalipun, Wu Jin Ming bisa melihat dengan jelas. Ini adalah kemampuan alaminya tanpa harus memakai kekuatan apapun.
Di depan mereka terlihat seorang ibu muda menggendong bayinya keluar dari dalam mobil. Kelihatannya bayi itu rewel karena takut gelap dan mesin mobilnya tidak menyala. Mungkin dia juga merasa gerah.
Sesosok bayangan memutari wanita yang menggendong bayi itu. Suara tawanya menggema di keheningan malam. Tidak ada yang mampu melihat kejadian ini dengan jelas selain Rubby dan Wu Jin Ming.
"By, tetaplah berada di sini. Aku ingin menolong wanita dan bayi itu. Apapun yang terjadi jangan pernah keluar!" pinta Wu Jin Ming.
"Baik Kak! Berhati-hatilah!" bisik Rubby.
"Hmm." Wu Jin Ming segera melesat keluar mobil.
__ADS_1
Wu Jin Ming menangkap tubuh wanita dan bayinya yang jatuh lemas tak sadarkan diri. Dia meletakkan tubuhnya di atas body mobil Wu Jin Ming. Semua yang Wu Jin Ming lakukan tak luput dari pandangan Rubby. Tanpa sepengetahuan Wu Jin Ming Rubby juga bisa melihat dalam gelap tanpa harus menggunakan kekuatan spiritualnya.
"Kenapa kamu mengganggu kesenanganku? Bersenang-senanglah sendiri dengan caramu, jangan menggangguku!" ucap siluman jahat itu. Wujudnya mirip seperti kelelawar setengah manusia. Mukanya terlihat menyeramkan dengan gigi-giginya yang tajam.
"Siapa yang melepaskanmu dari goa tempatmu di kurung untuk menjalani hukuman?" tanya Wu Jin Ming.
"Siapa yang memberimu hak untuk bertanya? Itu bukan urusanmu!" teriak Shang Shang siluman kelelawar yang membuat kekacauan malam itu.
"Saat kamu mengganggu manusia, itu menjadi urusanku!" hardik Wu Jin Ming. Sorot matanya menjadi buas ketika melihat noda darah di tepi bibir Shang Shang. Entah sudah berapa orang yang sudah menjadi korbannya.
"Kamu menantangku? Baiklah! Aku terima tantanganmu. Sudah lama aku tidak menggerakkan tubuhku." Shang Shang menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Bukan kekuatan Shang Shang yang perlu di takuti tetapi kelicikannya. Hipnotisnya begitu kuat. Wu Jin Ming pernah dibuat kesulitan menghadapi hipnotis Shang Shang. Untung ada cahaya terang peri bintang menyelamatkannya waktu itu.
"Dengan senang hati." Wu Jin Ming mulai menyerang lebih dulu.
"Hiyyaa!"
Shang Shang dan Wu Jin Ming bertarung sengit. Mereka saling serang dengan kekuatan spiritual yang mereka miliki. Terdengar desingan dan ledakan energi yang sangat memekakkan telinga.
Wu Jin Ming berhasil membuat Shang Shang terdesak. Padahal Wu Jin Ming baru memakai kekuatan silumannya saja. Shang Shang terpental dan jatuh ke tanah.
"Uhukk... Uhukk!" Shang Shang terbatuk sambil memegang dadanya yang terkena serangan Wu Jin Ming.
"Sial! Terimalah jurus baruku! Pintu alam kematian!" Shang Shang mengeluarkan jurusnya.
Seketika tubuh Wu Jin Ming tidak bisa bergerak. Dia seperti terjebak dalam dimensi lain yang sangat asing. Di sana dia tidak bisa menggunakan kekuatan spiritualnya. Bahkan untuk memukul dengan tangan kosong pun sangat lemah.
"Hahaha...Bahkan dewa paling kuat pun tidak akan mudah untuk melepaskan diri dari jurus ini." Shang Shang tertawa senang. Dia mendekati tubuh Wu Jin Ming yang tidak sadarkan diri akibat pengaruh jurus Shang Shang.
Rubby terus mengamati gerak-gerik Shang Shang. Dia masih bingung untuk muncul atau tidak. Rubby tersenyum saat menemukan sebuah ide. Dia akan menjadi Putri Virs dan memakai cadar untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
"Lumayan juga! Kekuatanku akan meningkat berlipat-lipat jika aku berhasil membunuhnya dan mengambil energinya. Dulu kamu menang melawanku karena di bantu peri cahaya. Sekarang siapa yang akan membantumu?" Shang Shang tidak ingin cepat-cepat membunuh Wu Jin Ming. Dia ingin menyiksa Wu Jin Ming dalam hipnotisnya untuk membalas kekalahannya tempo dulu.
Tangan Shang Shang mencekik leher Wu Jin Ming. Kuku tajamya menghunjam menusuk kulit wajah Wu Jin Ming. Lidahnya menjulur-julur tidak sabar untuk menggigit nadi di leher Wu Jin Ming.
Shang Shang mulai mengendurkan cengkeraman tangannya. Sekarang dia ingin segera menghisap darah Wu Jin Ming dan menyerap energinya. Air liurnya menetes dari mulutnya yang terus menganga.
"Hihihi... Aku akan segera melenyapkanmu siluman sombong." Shang Shang membuka mulutnya lebar-lebar dan mematuk leher Wu Jin Ming.
Krakkk!
"Aarrrgghh!" teriak Shang Shang saat mulutnya menggigit sebuah benda keras.
Rubby merubah dirinya menjadi Putri Virs. Cahaya tubuhnya menyilaukan mata Shang Shang. Cahaya mahkotanya saja bisa menerangi hingga radius 10 meter dari tempatnya berdiri.
"Siapa kamu? Tunjukkan wujudmu!" seru Shang Shang sambil menghalau cahaya terang dengan tangannya.
"Inilah wujudku. Kamu tidak bisa melihatnya. Sayang sekali," ucap Rubby setengah mengejek.
"Hahaha. Aku tidak peduli siapa kamu. Kamu akan segera bernasib sama dengan harimau sombong itu. Terimalah jurusku!"
Terlihat Shang Shang komat kamit membaca mantra untuk memperkuat jurusnya. Sia-sia. Rubby tidak terpengaruh sama sekali karena tongkatnya ternyata punya kemampuan untuk menyerap kekuatan lawan.
Semakin Shang Shang mengeluarkan jurus dan energinya maka tubuhnya semakin melemah.
"Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini? Panas... Panas...!" teriak Shang Shang.
"Kamu yang menentukan sendiri nasibmu siluman jahat!" Rubby tersenyum menang.
"Siapa kamu sebenarnya? Aku tidak takut pada siapapun!" Shang Shang memusatkan energi spiritualnya dan bersiap menyerang Rubby. Dia berharap dengan seluruh kekuatan itu lawannya bisa dilumpuhkan.
Tanah di sekitar mereka bergetar hebat. Dahsyatnya kekuatan Shang Shang menekan tubuh Rubby ke belakang. Sebenarnya kekuatan tongkat Rubby lebih besar dari Shang Shang. Masalahnya Rubby belum tahu cara memakai dan mengontrolnya.
__ADS_1
****
Bersambung...