TIGER WU

TIGER WU
SERANGAN PERTAMA


__ADS_3

Sifat Feng Lu memang sngat keras kepala. Sejak ibunya meninggal, ayahnya selalu memanjakanya. Itulah yang membuatnya tidak bisa berpikir dewasa dan suka seenaknya sendiri. Dia berpikir semua orang akan menuruti keinginannya seperti ayahnya.


Pak Feng dan pak Wang tidak dapat mencegah Feng Lu yang berjalan cepat untuk menyusul Wu Jin Ming.


"Kak Wu! Tunggu!" seru Feng Lu.


Wu Jin Ming sebenarnya mendengar panggilan Feng Lu namun dia tidak mempedulikannya. Dia malah semakin mempercepat langkahnya dan menjajari langkah Rubby.


"Wu! Berhati-hatilah kita sudah memasuki kawasan Desa Yao!" teriak pak Feng.


"Baik, Pak! Kami akan berhati-hati." Wu Jin Ming bersikap waspada sambil terus mengawasi Rubby yang sedang dikuasai api sucinya.


Baru beberapa langkah memasuki Desa Yao, mereka berlimadi sambut dengan kobaran bola api yang melayang-layang di udara.


Tidak ada rasa takut di hati Rubby, dia terus melangkah maju. Bola-bola api itu tidak ada arti apa-apa untuk Rubby. Dengan begitu mudahnya Rubby menghalau bola api itu dengan satu tangannya.


Wu Ji Ming pun tidak tinggal diam, dia menangkis bola-bola api itu dengan tendangan kakinya.


"Ayah! Aku takut!" jerit Feng Lu melihat api yang terus berkobar di sekitarnya akibat lemparan bola api yang berhasil di halau oleh Rubby dan Wu Jin ming.


"Tenanglah Fenng Lu. Kita sudah terlanjur berada di Desa Yao. Kita harus siap dengan apa yang akan terjadi di depan kita," ucap pak Feng mencoba menenangkan Fenng Lu.


"Iya, Ayah!" Feng Lu memegang tangan ayah dan pamannya.


Di depan mereka Wu Jin Ming dan Rubby bersikap waspada melihat bola api itu tidak muncul lagi. Mereka menanti serangan yang tidak bisa mereka perkirakan. Aura energi yang terasa di sana sangat kompleks. Pasti tidak hanya satu siluman saja yang berada di sekitar mereka.


Wu Jin Ming tetap menekan energinya agar tidak memancing para siluman untuk mendekatinya. Aura silumannya akan menyebar dengan cepat dan membuat semuanya menjadi kacau. Untuk sementara kondisi Rubby masih bisa di bilang aman.

__ADS_1


"Hahahah!" Terdengar suara tawa yang tidak kelihatan wujudnya.


Mereka berlima berhenti dan saling mendekat untuk berumpul. Wu Jin Ming menjadi pembatas antara Rubby dan ketiganya. Api di tubuh Rubby bisa saja melukai mereka jika terlalu dekat dengannya.


"Kak Wu! Aku takut!" tanpa di duga Feng Lu tiba-tiba memeluk Wu Jin Ming dari belakang.


Pak Feng dan Wang merasa ketakutan melihat hal itu. Mereka harus menghadapi dua bahaya sekarang. Amukan Rubby dan gangguan para siluman Desa Yao.


'Feng Lu benar-benar susah di bilangin! Ya, Dewa semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Feng Lu.' gumam pak Feng dalam hati.


Rubby melirik tingkah gila Feng Lu namu sejenak dia abaikan. Tidak dipungkiri jika dia merasa emosi namun siluman yang ada di hadapannya lebih penting daripada itu. Untuk mendeteksi keberadaan siluman itu, Rubby melacaknya dari energi yang dia miliki.


Dari type energi yang dia rasakan, siluman itu memiliki energi yang sangat mirip dengan energi dasar milik kelelawar. Gelombang dan getaran dari suara tawanya bisa membuat seseorang menjadi gelisah dan kacau. Bagi sebagian orang ini bisa menjadi ancaman karena bisa membuat mereka berhalusinasi.


Setelah kekuatan Wu Jin Ming ikut bermutasi dengan kekuatan Rubby, dia tidak terpengaruh lagi dengan gelombang ini. Lain seperti saat dia menghadapi Shang Shang dulu. Dulu dia menjadi lemah dan terpedaya dengan kekuatan gelombang yang dimiliki oleh siluman kelelawar.


Sesosok bayangan muncul dengan wujud yang masih samar.


"Gadis kecil yang sangat pemberani! Senang bertemu denganmu. Sudah lama sekali tidak ada kultivator yang masuk ke Desa Yao ini. Tubuhku sudah sangat kaku karena lama tidak bertarung," ucap siluman itu sambil mengangkat tangannya seperti seorang yang sedang menggeliat.


"Dengan senang hati aku akan mengajakmu berolahraga malam ini. Aku juga ingin tahu sehebat apa siluman penghuni Desa Yao yang sangat ditakuti itu." Rubby melangkah maju mendekati siluman yang mulai terlihat dengan jelas.


Tidak seperti Shang Shang, rupanya siluman kelelawar yang ini terlihat tampan dan berpenampilan layaknya seorang manusia. Dia memakai hanfu dengan rambut panjangnya yang dia biarkan tergerai. Sorot matanya sangat tajam seolah-olah ingin menerkam musuh yang ada di depannya.


"Api di tubuhmu kelihatan unik. Auranya begitu kuat." Siluman kelelawar itu menggerakkan kepalanya seperti sedang mengendus dari jarak jauh.


"Apa kamu ingin mencoba merasakan sseberapa besar kekuatannya? Bersiaplah!" seru Rubby yang membentuk sebuah pedang energi yang dia lapisi dengan api suci biru miliknya.

__ADS_1


"Kelihatannya api ini tidak begitu menakutkan," ucap siluman itu sombong.


Siluman kelelawar itu mengeluarkan sebuah alat musik yang mirip dengan serulinng versi kuno.


'Aku tidak bisa melawannya dengan kekuaran ini. suara serulingnya pasti akan menjebak siapapun dalam ilusinya. Walaupun kekuatan ilusi ini tidak sebesar kekuatan milik siluman laba-laba namun akan sangat berpengaruh bagi seoranng manusia biasa.' Rubby mencoba menganalisa kekuatan lawan.


Rubby merubah strategi. Dia menyimpan kembali pedang energinya. Kali ini dia memilih untuk memakai sihir Luo Jing yang saat ini sudah dia kuasai.


Dengan kekuatan pikirannya, Rubby menggambar binatang-binatang sihir yang mampu mengeluarkan suara berisik yang akan mengganggu konsentrasi siluman kelelawar.


Kuasnya menari dengan gemulai seiring gerakan tangan Rubby yang terus memoles tinta di udara. Siluman kelelawar itu tahu jika Rubby sedang menggunakan sihir lukisan kuno. Siluman itu tidak bisa lagi menahan tawa ketika Rubby menngambar binatang-binatang kecil yang terlihat tidak berguna.


"Dasar anak kecil! Hahaha! Aku salah karena telah berpikir bahwa kamu akan membuatku berolahraga untuk sejenak. Apa itu yang kamu gambar? Hahaha!" Siluman itu terus menertawakan Rubby.


"Tertawalah sesukamu sampai kamu lelah," jawab Rubby santai sambil terus melukis binatang sihir di udara.


Wu Jin Ming terus memperhatikan apa yang dilakukan Rubby. Dia tidak berani menegur atau memprotes Rubby. Untuk saat ini fokusnya hanya menjaga ketiga manusia yang berada di belakangnya itu.


Paman dan ayah Feng Lu memegangi kedua tangan Feng Lu agar tidak berbuat ulah. Setelah melihat kekuatan dan keberanian Rubby menantang salah satu siluman paling ditakuti di Desa Yao itu, mereka yakin jika Rubby bukan gadis sembarangan. Mereka belum menyadari jika Wu Jin Ming lebih hebat dari mereka.


"Bersiaplah! Aku akan memulai pertarungan ini," ucap siluman kelelawar itu.


Dia mengangkat serulingnya kedepan mulutnya lalu kedua tangannya membuka jari-jarinya dan memposisikan pada lubang-lubang di seruling itu untuk membuka dan menutupnya hingga menghasilkan nada yang dia inginkan.


Lukisan binatang-binatang sihir Rubby juga telah siap. Hanya butuh sentuhan sedikit energinya saja untuk membuatnya seolah seperti makhuk hidup yang nyata.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2