
Senyuman Rubby terus membayang di benak Wu Jin Ming. Seorang panglima kuat dan gagah berani sepertinya tidak pernah gentar melawan musuh seberat apapun namun akan sangat lemah jika dihadapkan dengan cinta. Hatinya sangat rapuh ketika melihat orang yang disayanginya menderita.
Ke-12 dewa dewi terus memperhatikan Wu Jin Ming yang belum juga kembali berkonsentrasi mengeluarkan energi. Walaupun hanya dia seorang yang tidak mengeluarkan energi dengan semestinya, itu cukup berpengaruh bagi pergerakan portal. Portal energi tidak kunjung bergerak turun dan nyaris terhenti.
Melihat portal energinya terhenti akhirnya Dewa Langit pun menyadari ada yang tidak beres. Dia memperhatikan satu persatu lemparan energi dari masing-masing penyusun formasi 13. Pandangannya terhenti pada Wu Jin Ming. Dia cukup mengerti jika Wu Jin Ming seperti itu. Ikatan emosional yang kuat pada Rubby yang membuatnya tak berdaya.
"Dewa Perang Wu! Perhatikan pelepasan energimu. Kita bisa gagal menurunkan portal energi jika kamu tidak sanggup melakukannya."
Dewa Langit akhirnya menegur Wu Jin Ming.
"Ah-iya. Maafkan aku Dewa." Wu Jin Ming terlihat gelagapan.
Setelah sadar dari lamuannya dia kembali berkonsentrasi dan meluncurkan energinya.
Ke-12 dewa dewi bernafas lega. Akhirnya portal energi kembali aktif dan perlahan bergerak turun. Mereka sangat khawatir karena roh jiwa Rubby tidak boleh terlalu lama berada di luar tubuhnya.
Detik-detik yang dinantikan pun tiba, portal energi itu mulai menyentuh batu permata Rubby Aurora. Pelepasan energi pun dihentikan. Jika tidak itu malah akan membakar roh jiwa Rubby. Selanjutnya proses hanya bisa dilakukan oleh Dewa Langit selaku pemegang kendali.
Kehebatan Dewa Langit masih kalah jauh dengan kemampuan Pendekar Chin yang mampu melakukan penggantian jantung Ratu Ivo seorang diri. Sepanjang sejarah hanya dia seorang yang bisa melakukan itu. Seorang kultivator yang menguasai sihir dan pengobatan.
Wu Jin Ming berjalan mendekat ke arah Dewa Langit untuk melihat proses pembedahan dan penanaman batu permata Rubby Aurora di tubuhnya.
Dewa Langit mengulurkan tangannya di depan lalu melakukan gerak memutar secara bergantian. Ketiga roh jiwa Rubby ikut berputar seiring dengan gerakan tangan Dewa Langit. Dari putaran itu muncul sebuah lubang hisap berwarna pelangi.
Selanjutnya Dewa Langit menggerakan portal energi untuk turun dan menekan batu permata Rubby Aurora masuk ke dalam lubang hisap itu.
Tubuh Rubby tersentak seperti seorang yang terkena sengatan listrik ketika batu permata itu mulai memasuki tubuhnya melalui lubang hisap yang berputar. Batu Permata Rubby Aurora bergerak memutar dan terus masuk ke dalam tubuh Rubby.
Ketika hampir tertanam sepenuhnya, ketiga simbol jiwa Rubby yang berputar ikut masuk ke dalam lubang hisap.
Putaran semakin melambat saat semua jiwa dan batu permata itu tidak lagi terlihat karena sepenuhnya telah maasuk ke tubuh Rubby.
Lubang hisap perlahan menghilang, begitu juga dengan portal energi yang di buat oleh Dewa Langit.
"Penanaman jantung pengganti untuk Dewi Bulan sudah selesai," ucap Dewa Langit ketika portal sudah menghilang dan tubuh Rubby sudah terlihat normal.
__ADS_1
"Apa istriku bisa segera sadar, Yang Mulia?" tanya Wu Jin Ming dengan perasaan khawatir yang belum juga hilang.
"Itu tergantung seberapa cepat tubuhnya menerima kehadiran jantung pengganti itu. Lihatlah cahaya di mahkotanya mulai bersinar walaupun masih redup. Itu menandakan jika dirinya sedang berusaha keras untuk memulihkan kekuatan jiwanya yang tercerai berai."
Ucapan Dewa Langit membuat Wu Jin Ming merasa tenang.
"Semoga saja istriku segera sadar."
"Bersabarlah!" Dewa Langit mencoba menenangkan Wu Jin Ming.
"Aku pergi dulu," pamit Dewa Langit diikuti oleh ketiga dewa.
Wu Jin Ming mengangguk sambil melipat tangannya memberi hormat.
Seperti biasanya, di pagi hari para dewa harus bersiap untuk melakukan pelepasan energi di depan neraca energi.
Wu Jin Ming ingin mengambil antrian paling belakang. Saat ini dia masih ingin menemani Rubby. Upacara pelepasan energi baru akan di mulai sekitar satu jam lagi.
Dengan langkah yang lesu Wu Jin Miing berjalan mendekati tubuh Rubby yang terbaring mengambang di atas awan suci.
Dia terlihat sangat tenang. Wajah yang biasanya terlihat imut dan menggemaskan kini tampak pucat dan tanpa ekspresi.
Wu Jin Ming meraih tangannya dan mengecupnya dengan lembut.
Ke-9 dewi yang selalu berjaga di sana tidak bisa menahan perasaannya. Mereka turut larut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Wu Jin Ming. Sebagia di antara mereka ada yang tidak kuasa membendung air matanya.
Pandangan Wu Jin Ming beralih pada sebuah bunga teratai putih berukuran besar yang berada tidak jauh dari hadapannya.
Di dalam bunga itu tersimpan telur emas yang menjaga janin anaknya.
Wu Jin Ming berjalan menghampirinya. Tangannya mengulur ke depan dan menyentuh bunga itu dengan penuh perasaan.
"Apa di dalam kamu baik-baik saja, Sayang? Cepatlah bertumbuh! Ayah sangat menantikan kelahiranmu."
Wu Jin Ming mendekatkan wajahnya lalu mengecup bunga itu seolah bunga itu adalah anaknya.
__ADS_1
"Nak, ibumu juga ada di sini. Dia sedang berjuang antara hidup dan mati sekarang. Maafkan ayah. Ayah tidak bisa menjaga kalian dengan baik."
Tanpa terasa bulir bening menitik dari sudut matanya. Mungkin ini terlihat memalukan namun Wu Jin Ming tidak mempedulikan hal itu. Saat ini hatinya benar-benar diliputi dengan kesedihan.
Belum ada sehari dia tidak mendengar suara Rubby namun hidupnya sudah terasa sangat sepi. Dia merasa semua menjadi hampa dan kosong. Bahkan dia merasa seakan tidak ada gairah untuk melakukan apapun.
"Yang Mulia! Upacara pelepasan energi akan segera di mulai. Kami mohon undur diri."
Salah satu dari sembilan dewi berpamitan untuk meninggalkan tempat itu.
"Pergilah, nanti aku menyusul," ucap Wu Jin Ming.
...
Ini adalah hari ketiga setelah penanaman jantung pengganti Rubby. Sampai saat ini dia belum menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar. Keadaannya masih sama.
Wu Jin Ming terlihat mondar-mandir sambil berpikir untuk mencari cara agar Rubby segera sadar.
Para dewa tidak ada solusi lain selain memintanya bersabar dan menunggu.
Setelah lelah berjalan, Wu Jin Ming berdiri termenung di depan sebuah pintu taman seribu jiwa yang menghadap taman bunga. Di sana dia melihat seorang dewi yang sedang bermain dengan anak perempuannya. Mereka terlihat sangat gembira.
Pemandangan itu membuat Wu Jin Ming teringat sesuatu. Ratu Ivo.
Ikatan batin antara seorang ibu dan anak pasti sangat kuat. Mungkin Ratu Ivo bisa memberinya solusi untuk ini. Wu Jin Ming harus pergi menghadap ibu mertuanya itu dan mengabarkan keadaan putrinya saat ini.
Ratu Ivo juga pernah melewati masa-masa ini. Wu Jin Ming sangat berharap Rubby segera melewati masa-masa ini.
****
Bersambung...
Kak numpang promo karya temanku ya...
__ADS_1