TIGER WU

TIGER WU
SUKA PEDAS?


__ADS_3

Sesampainya di dapur para pelayan sudah berdiri untuk menyambut mereka meskipun sebagian di antara mereka ada yang terluka.


"Kalian pergilah beristirahat untuk memulihkan diri! Kami bisa melakukannya sendiri," ucap Wu Jin Ming merasa iba melihat para dayang tampak letih.


"Terimakasih, Tuan, Nyonya!" jawab salah satu dari mereka.


"Pergilah!" seru Wu Jin Ming lembut.


Dapur kembali sepi setelah kepergian para dayang, hanya tinggal Rubby dan Wu Jin Ming saja yang berada di sana.


"Sayang! Kamu mau makan apa?" tanya Wu Jin Ming yang sudah bersikap dan memakai apronnya.


"Mie instan aja, deh! Males nungguin lama.... Emm... ini kan sudah hampir jam 8 malam." Rubby melirik jam dinding yang terpampang di depannya.


"Bilang dong dari tadi! Kan aku nggak perlu pakai apron." Wu Jin Ming mengambil dua buah mie instan kesukaan mereka.


Tidak perlu merebus air lagi karena di rumah mereka saat ini sudah memiliki dispenser otomatis yang setiap saat bisa mereka gunakan. Pekerjaan menjadi mudah dan cepat.


"Kok, sambelnya tidak dimasukkan sih, Yang!" pekik Rubby rewel.


"Biasanya kamu kan tidak mau. Sini aku tambahkan!" Dengan sabar Wu Jin Ming mengambil mangkuk mie instan milik Rubby dan menambah sambal yang biasa disertakan dalam kemasan mie instan.


Setelah mengadu-aduknya sebentar, Wu Jin Ming kembali menyerahkannya pada Rubby.


"Terimakasih, Sayang!" Rubby tersenyum senang menerima mie instan itu.


Sebenarnya Rubby tidak menyukai makanan pedas. Satu gelas air putih sudah habis di minumnya meskipun dia baru memakan beberapa sendok saja. Wajah putihnya tampak memerah karena menahan rasa panas terbakar makanan pedas di mulutnya.


"Kalau tidak tahan jangan di paksa, Sayang. Kamu makan punyaku saja." Wu Jin Ming mengambil paksa mie instan pedas milik Rubby dan menukarnya dengan mie instan punyanya.


"Aku tadi sangat ingin memakannya tadi... huuhh... haahhh...!" Rubby masih mendesis kepedesan meskipun dia sudah banyak minum.


"Kalau tidak bisa maka pedas, ya, tinggalkan saja. Stok mie instan kan masih banyak di sana!" tunjuk Wu Jin Ming pada tempat penyimpanan bahan makanan.

__ADS_1


Merasa sayang pada mie pedas milik Rubby, bukannya di buang Wu Jin Ming malah memakannya. Rasanya lumayan lezat tapi ada sensasi terbakar di mulutnya. Keringat Wu Jin Ming mengucur deras mengalir di wajahnya. Dia terlihat seperti seseorang yang telah selesai berolahraga.


Sejak tadi Rubby terus mengamatinya, gara-gara keinginan konyolnya Wu Jin Ming harus menanggung semua ini.


Makan malam mereka telah selesai. Kaos yang dikenakan Wu Jin Ming tampak sedikit basah oleh keringat. Walaupun rasa pedas membuat mulutnya terasa kebas namun Wu Jin Ming menyukainya. Mungkin lain kali dia akan menambahkan sedikit sambal dalam makanannya.


••••


"Bangun, By!"


Hari masih sangat gelap namun Wu Jin Ming sudah terbangun dan beberapa kali ke kamar mandi. Perutnya merasa mulas dan terus ingin buang air besar walaupun isinya sudah habis. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya yang pucat.


Udara pagi yang sangat dingin membuat tidur Rubby tidak terganggu oleh panggilan Wu Jin Ming dan suara apapun. Merasa sangat lemas, Wu Jin Ming menjatuhkan tubuhnya di samping Rubby. Guncangan tempat tidur akhirnya membuat Rubby menggeliat.


"Hmmmhhh!" tangan Rubby menggeliat dan menyentuk tubuh Wu Jin Ming yang terasa dingin.



Wu Jin Ming tidak mampu lagi berteriak karena tenaganya sudah habis terkuras. Tangannya meraih tangan Rubby dan menggerak-gerakannya dengan sisa energi yang ada. Kelihatannya Rubby sudah mulai bangun walaupun belum sadar sepenuhnya.


"Aku... aku merasa lemas, By! Perutku rasanya mulas sekali." Setelah bicara Wu Jin Ming kembali merasa mulas lalu berdiri dan berjalan tertatih-tatih ke kamar mandi.


Rubby menggamit tangannya dan membantu mengantarnya hingga ke depan pintu kamar mandi. Melihat apa yang dialami oleh Wu Jin Ming Rubby menduga jika ini pasti akibat dari mie pedas yang dia makan semalam. Tega tidak tega, Rubby harus meninggalkan Wu Jin Ming seorang diri untuk meminta pelayan membuatkan bubur untuknya.


Ketika kembali ke atas Rubby tidak membawa tangan kosong. Dia membawa minuman hangat dan manis untuk Wu Jin Ming. Keadaan Wu Jin Ming sangat menyedihkan. Saat Rubby sampai di kamarnya lagi, Wu Jin Ming terduduk lemas di lantai sambil bersandar pada kaki meja.


"Minum ini, Sayang!" Rubby memberikan minuman hangat untuk Wu Jin Ming.


Perut Wu Jin Ming sedikit merasa nyaman setelah meminum ramuan herbal yang dibuatkan oleh Rubby. Ramuan dari campuran teh, jahe, dan madu membuat tubuhnya berangsur-angsur menghangat. Rubby membantunya berdiri dan berjalan ke tempat tidur.


"Aku ada pemotretan hari ini, Sayang!" ucap Wu Jin Ming lirih.


"Kamu ini sakit masih saja mikir kerjaan! Kamu istirahat saja biar aku yang merubah jadwal kamu." Dalam hal ini kekuasan Rubby bisa dia gunakan.

__ADS_1


"Apa itu tidak akan jadi masalah?" tanya Wu Jin Ming.


"Tenanglah! Aku akan mengatur ulang jadwalnya. Kamu istirahat saja di rumah sambil memulihkan tenagamu. Kamu ini kalau tidak bisa makan pedas, ya, jangan di paksa!" Rubby mengembalikan kata-kata Wu Jin Ming semalam.


"Tapi pedas itu enak! Aku tidak kapok untuk memakannya lagi." Wu Jin Ming tersenyum geli merasa ini lucu. Mengalahkan siluman saja dia mampu tapi menghadapi rasa mulas akibat diare dia seakan tak berdaya.


"Baiklah... baiklah! Mulai besok aku akan meminta pelayan untuk menambahkan cabe di setiap masakan," goda Rubby.


"Tidak... tidak... aku hanya bercanda." Tangan Wu Jin Ming melambai di depan.


Tokk.... Tokkk.... Tokkk....


Suara pintu kamar mereka di ketuk dari luar.


"Iya! Bentar!" seru Rubby bangkit dan berjalan menghampiri pintu.


Pelayan datang membawakan bubur dan buah yang Rubby minta. Rubby segera membawanya ke hadapan Wu Jin Ming lalu menyuapinya dengan telaten. Karena makanannya sangat panas, Rubby meniupnya perlahan sebelum memberikannya pada Wu Jin Ming.


"Terimakasih, Sayang! Maaf aku menyusahkanmu."


"Aku yang sering menyusahkanmu. Sekarang berbaringlah! Kamu akan segera pulih setelah ini. Kamu tidak keberatan kan jika aku pergi bekerja hari ini?" Sebagai istri yang baik Rubby tidak boleh berbuat seenaknya walaupun itu masih sering dia lakukan.


"Pergilah! Aku akan berkultivas untuk memulihkan energiku setelah ini. Aku sudah baik-baik saja sekarang. Mungkin tidur sebentar akan membuatku segar kembali." Tangan Wu Jin Ming menutup mulutnya yang menguap.


"Baiklah aku akan bersiap untuk bekerja." Sebelum beranjak Rubby mengecup kening Wu Jin Ming.


Rubby berangkat ke kantor agensi memakai motor bututnya. Dia enggan naik taksi karena sulit ditemui jika sudah sore sepulang kerja. Baru setengah perjalanan hal tak terduga terjadi, ban motornya kempes.


****


Bersambung...


__ADS_1



__ADS_2