
Tidak ingin Rubby bertambah marah, Wu Jin Ming segera berbaring di sampingnya. Dia tidur miring menghadap Rubby dan mengecup keningnya lembut. Rubby tersenyum senang akhirnya Wu Jin Ming menuruti keinginannya.
"Sayang! Kamu nggak usah mandi!" ucap Rubby membuat Wu Jin Ming semakin nggak habis pikir dengan keinginan aneh istrinya itu.
"Kenapa nggak boleh?" tanya Wu Jin Ming penasaran.
"Aku nggak suka nyium bau sabun mandi dan wangi-wangian di kamar mandi!"
"Aku bau keringat dong By. Dan pasti tubuhku juga nggak nyaman saat tidur," ucap Wu Jin Ming mencoba menolak keinginan Rubby.
"Biasanya harimau juga jarang mandi kan?" Rubby mencari alasan yang tepat agar Wu Jin Ming tidak mandi malam itu.
"Beda lah Yang kalau itu. Memangnya kamu mau tidur sama wujudku sebagai harimau?" tanya Wu Jin Ming berharap Rubby merubah keinginannya.
"Mau... mau banget malah. Aku pengen mengelus bulu-bulu kamu yang lembut. Aku akan memelukmu sepanjang malam. Nanti kamu berubah aja jadi wujud asli kamu ya?"
"Haa?!" Wu Jin Ming menepuk jidatnya bingung saat menghadapi sifat aneh istrinya saat hamil.
"Sayang!" panggil Rubby.
"Hmm."
"Bau tubuh kamu enak." Rubby mengendus-endus tubuh Wu Jin Ming yang hanya memakai kaos dalam.
"Sepertinya kamu beneran hamil deh By! Aku akan memeriksa kamu."
"Hemm. Periksa aja! Dari tadi bilang mau periksa terus tapi nggak dilakuin!" seru Rubby.
__ADS_1
"Nggak sabaran banget sihhh...." Wu Jin Ming menggigit telinga Rubby dengan gigitan kecil yang tidak menyakitkan.
"Sayang! Kalau mau itu jangan sekarang!" bisik Rubby.
"Aku cuma gemas aja sama kamu Sayang!"
Wu Jin Ming duduk sejajar dengan perut Rubby yang sedang berbaring. Dia mengambil posisi duduk bersila dan mulai membuka jalur energi jiwanya. Sinar putih terang nemancar dari dalam tubuhnya.
"Boleh aku buka baju kamu?" tanya Wu Jin Ming.
"Hmm." Rubby membuka tali bathrobe-nya dan hendak menyingkapnya.
"Tunggu! Bukan semuanya Sayang! Cuma bagian perut aja! Emm... biar aku aja!"
Rubby tersipu malu. Dia membiarkan Wu Jin Ming yang melakukannya. Mungkin lebih baik memilih untuk diam dan melihat hasilnya saja.
Perlahan Wu Jin Ming membuka energi murni dari jiwanya. Dia ingin tahu apakah di dalam rahim Rubby muncul energi yang sama dengan miliknya. Energi Wu Jin Ming belum sempurna terpancar. Itu karena konsentrasinya terpecah.
Seorang pria yang sudah menikah sangat sulit untuk mengontrol dirinya di hadapan wanita yang dia cintai. Begitu juga dengan Wu Jin Ming, dia merasa kesulitan untuk mengendalikan dirinya saat melihat Rubby terbaring di hadapannya. Naluri kejantanannya bergejolak.
Beberapa kali terlihat Wu Jin Ming menghela nafas panjang. Setelah debaran di hatinya mulai terkontrol, kini dia bersiap untuk memusatkan energi jiwanya. Wu Jin Ming kembali memejamkan matanya dan berkonsentrasi penuh.
Cahaya putih terang dari tubuh Wu Jin Ming semakin bersinar. Sedikit demi sedikit cahaya itu bergerak dan mengalir masuk ke dalam perut Rubby. Seperti ada pertautan di antara kedua cahaya itu dan meninggalkan sebuah tanda di bagian-bagian yang dilewatinya.
Saat Wu Jin Ming melakukan prosesi pengecekan ada tidaknya energi jiwa yang terlepas dari tubuhnya di tubuh Rubby, hatinya kembali berdebar. Bukan debaran hasrat seperti sebelumnya. Debaran perasaan akrab antara dua hati yang saling terhubung.
Semakin lama perasaan dekat itu semakin kental terasa. Wu Jin Ming seperti sedang bersinggungan dengan dirinya yang lain. Terjadi gaya tarik menarik antara energi jiwanya dan energi jiwa yang ada di dalam perut Rubby.
__ADS_1
Setelah merasa apa yang dilakukannya sudah cukup. Kini Wu Jin Ming menarik energi yang dia lepaskan kembali ke dalam tubuhnya dan membiarkan sebagian energi yang telah masuk ke dalam tubuh Rubby. Hal ini cukup membuktikan bahwa Rubby benar-benar mengandung anaknya saat ini.
Perlahan sinar yang berpendar di tubuh Wu Jin Ming memudar. Lambat laun sinar itu semakin samar dan menghilang. Tubuh Wu Jin Ming kembali seperti biasanya. Tidak bercahaya seperti sebelumnya.
Pertama yang dia lihat saat matanya terbuka adalah sebuah tanda yang tercetak dari energi jiwanya di atas perut Rubby. Perasaan bahagia tak terbendung menyelimuti hatinya. Saat ini Rubby benar-benar mengandung anaknya.
"Sayang!" pekik Wu Jin Ming. "Kamu beneran hamil sayang!" Wu Jin Ming menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri lalu memeluknya erat.
Jauh di luar dugaan Rubby, Wu Jin Ming yang biasanya terlihat garang dan tegas kini menangis tersedu-sedu. Airmatanya sampai menggenang membasahi bahu Rubby. Ini yang pertama kalinya Rubby melihat sisi lain dari suaminya.
"Huft! Calon ayah kenapa cengeng begini yak!" Rubby merenggangkan pelukannya dan menangkupkan telapak tangannya di wajah Wu Jin Ming. Cup! Rubby mencium bibir Wu Jin Ming sekilas.
"Aku bukannya cengeng Sayang. Tapi aku terharu. Aku hampir saja kehilangan ras ku jika tidak mendapatkan keturunan darimu. Ras harimau putih terbaik akan segera lahir. Semoga dia mewarisi kedua kekuatan kita berdua Sayang," ucap Wu Jin Ming menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya.
"Kalau aku sejenis apa ya Kak. Aku manusia bukan, bidadari juga bukan. Hmm!" ucap Rubby sedih.
"Kamu istimewa Sayang. Kamu dominan manusia namun juga bisa menjadi bidadari. Kamu juga reinkarnasi dari Dewi Bulan. Dalam tubuhmu mengalir tiga kekuatan yang tidak pernah ada sebelumnya. Jika kamu berhasil mendapatkan mantra penyatuan tiga kekuatan itu, sudah bisa dipastikan bahwa kamu akan menjadi dewi terhebat yang pernah ada seperti yang tertulis dalam sebuah kitab ramalan."
"Kamu tidak sedang menghiburku, bukan? Aku butuh keberanian untuk menerima diriku saat ini. Dalam waktu setahun ini banyak sekali yang terjadi dalam hidupku. Mulai dari bertemu kamu dan mengenal dimensi lain. Aku juga harus menerima kenyataan jika aku seorang Dewi Bulan. Tak lama kemudian aku juga baru tahu kalau ibu kandungku masih hidup dan kenyataan kembali memaksaku untuk mempercayai hal ini. Semua terasa begitu tiba-tiba." Rubby mengungkapkan getir di hatinya.
"Kamu jangan terlalu banyak berpikir Sayang! Lihat kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Anak kita nanti akan lebih kompleks lagi. Dia memiliki energi kulitivasi campuran dari semua kekuatan yang kita miliki. Dia bisa memiliki 4 wujud bahkan lebih," jelas Wu Jin Ming.
"Semoga anak kita kelak akan menjadi dewa terkuat yang bisa menjaga kedamaian di dua alam. Aku yakin sekali jika ini bukan kebetulan. Kita harus benar-benar menjaga anak kita dari ancaman pemburu kekuatan yang selalu mengincarnya."
****
Bersambung...
__ADS_1