
Manager Lin yang berdiri tidak jauh dari tempat Rubby berada dengan jelas mendengar apa yang mereka obrolkan. Sepertinya kejadian kurang menyenangkan akan segera terjadi. Aroma kecemburuan Rubby tercium jelas olehnya.
"Nona! Saya harap Anda tidak mengganggu jalannya pemotretan. Tiger Wu belum tentu menyukai Anda bahkan dia sama sekali belum mengenal Anda," ucap Rubby tegas.
"Oh, jadi namanya Tiger Wu. Aku bisa membuatnya mengenal dan mencintaiku." Dengan percaya dirinya Flo mengatakan hal yang lagi-lagi membuat Rubby terbakar emosi.
"Hahh! Terserah kamu saja. Diam dan jangan mengganggu kami bekerja!" seru Rubby kembali mengatur kinerja para kru.
Penampilan Wu Jin Ming sedikit kurang rapi. Rubby berjalan mendekatinya dan membetulkan rambut dan bajunya. Saat akan pergi ke belakang layar lagi, tangannya di pegang oleh Wu Jin Ming dan membuatnya terhenti.
"Terimakasih, Sayang!" Wu Jin Ming mengecup punggung tangan Rubby.
Mereka berdua saling berpandangan mesra.
Flo datang mendekat dan mengganggu keromantisan mereka berdua. Tangannya menarik tangan Rubby hingga terlepas dari genggaman Wu Jin Ming. Apa yang dilakukan Flo membuat Wu Jin Ming bertanya-tanya pasalnya dia belum tahu siapa dia dan apa motifnya.
"Dasar cewek munafik! Sudah tau aku suka sama dia bisa-bisanya kamu mendekatinya dan mencari perhatiannya!" Flo memaki-maki Rubby.
Keributan itu membuat para kru berkerumun mengelilingi mereka bertiga.
"Heh! Gadis gila! Kenapa kamu datang-datang langsung memaki-maki pacar saya?!" teriak Wu Jin Ming tidak terima Rubby di maki-maki.
"Pacar?! Gadis jelek ini pacar kamu?" Flo menggeser tubuh Rubby dan mendekati Wu Jin Ming.
Tidak ingin membuat keributan, Rubby mencoba bersikap sesantai mungkin. Dia melipat kedua tangannya di dada dan memainkan kaki kanannya sambil melihat ke bawah.
"Aku tidak punya waktu untuk meladeni gadis gila sepertimu. Minggirlah! Kami akan segera mulai take !" seru Wu Jin Ming.
"Cium aku baru aku akan melepaskanmu!" ucapan Flo membuat mata Wu Jin Ming terbelalak.
"Kamu benar-benar gila, ya! Maaf aku tidak tertarik padamu!" seru Wu Jin Ming kesal.
Ketika Wu Jin Ming berbalik dan akan pergi dari sana namun dengan berani Flo memegang tangannya.
Cesssh!
Sebagai seorang siluman, Wu Jin Ming langsung bisa merasakan jika wanita di depannya ini juga seorang siluman. Wu Jin Ming mengurungkan niatnya untuk pergi. Sepertinya Rubby belum menyadari jika bahaya besar sedang mengintainya.
"Aku tahu kamu siapa, Gadis Siluman! Jangan membuat keributan di sini! Pergilah! Kita selesaikan masalah kita setelah aku selesai bekerja!" bisik Wu Jin Ming di telinga Flo.
Semua orang yang ada di sana bertanya-tanya kenapa sikap Wu Jin Ming tiba-tiba berubah pada gadis itu. Mereka berpikir mungkin memang benar jika mereka telah saling mengenal dan terlibat dalam hubungan yang rumit.
"Baik! Aku pegang janjimu! Temui aku di taman bunga di dekat danau!" bisik Flo.
"Hmm. Pergilah!"
__ADS_1
"Aku bukan orang yang sabar. Jika aku lelah menunggumu aku akan datang lagi ke sini."
"Terserah! Kamu pikir aku peduli!" Wu Jin Ming pergi dan bersiap untuk berpose karena model yang lain sudah hampir selesai.
Perasaan Rubby terasa tidak nyaman ketika melihat dari kejauhan Flo dan Wu Jin Ming terlibat obrolan rahasia. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Wu Jin Ming tidak mungkin menghindarinya.
Flo pergi meninggalkan lokasi pengambilan gambar dan menghilang entah ke mana tanpa meninggalkan jejak. Beberapa kelopak bunga yang tidak tahu dari mana datangnya beterbangan di udara. Keadaan itu dimanfaatkan oleh Rubby untuk mengimprovisasi konsep yang ada.
Mengejutkan. Hasilnya benar-benar sangat memukau. Manager Lin sangat senang dengan kemampuan Rubby yang cepat tanggap dan segera mengambil sikap untuk memaksimalkan potensi yang ada.
"Keren Nona co manager!" puji manager Lin.
"Aku masih perlu banyak belajar manager Lin karena ini sebenarnya bukan bidang saya," ucap Rubby merendah.
"Tapi kamu sangat berbakat dan terlihat profesional Rubby."
"Ini berkat manager Lin dan juga team. Kita semua adalah team yang solid."
"Senang bekerja denganmu. Tidak salah Presdir Lee memilihmu. Dia sudah lama berkecimpung di dunia hiburan. Sekilas saja dia pasti sudah tahu jika kamu memang orang yang patut diandalkan."
"Jujur aku tidak enak padamu, manager Lin."
"Kenapa bisa begitu?" manager Lin mengerutkan keningnya.
"Tentu saja. Aku sebagai pendatang baru yang tidak mempunyai pengalaman apa-apa tiba-tiba mendapatkan posisi sebagai atasanmu."
"Jangan ada kata atasan dan bawahan di antara kita manager Lin! Jabatan hanyalah status yang nggak penting."
"Siap Nona Cantik!"
"Hahaha! Aku merasa memiliki seorang kakak laki-laki sejak mengenalmu manager Lin."
"Senang sekali aku mendapatkan adik sebijak dirimu Rubby."
"Kamu belum tahu saja betapa menyebalkannya diriku. Hahaha!" Rubby tertawa.
"Entahlah! Tapi aku pernah beberapa kali melihat kekonyolanmu, Rubby. Hahaha!" Manager Lin pun ikut tertawa.
"Itulah diriku Kak Lin. Boleh aku memanggilmu kakak?"
"Dengan senang hati, Adik Comel! Kapan-kapan mainlah ke rumah. Aku akan mengenalkanmu pada kakak iparmu."
"Pasti! Apakah ada yang menjual rumah di sekitar tempat tinggal Kak Lin? Kebetulan aku sedang mencari tempat tinggal."
"Emm... aku kurang tahu. Coba nanti aku tanyakan pada istriku. Mungkin dia punya informasi tentang ini."
__ADS_1
"Aku tunggu kabar baiknya. Emm... kita harus kembali bekerja!" Rubby berdiri setelah melihat arlojinya.
Obrolan ringan mereka membuat pikiran mereka kembali fresh. Mereka kembali bersemangat untuk melanjutkan pekerjaannya. Rubby terus berjalan untuk memeriksa apakah pekerjaan para kru sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan customer.
Wu Jin Ming telah menyelesaikan pemotretan bagian pertama. Dia berjalan dari kejauhan sambil mengelap keringatnya karena lokasi pemotretan yang luas dan harus berjalan memilih tempat yang bagus untuk pengambilan gambar. Rubby mengambil botol minuman dan membukanya ketika Wu Jin Ming sudah semakin dekat dengannya.
"Terimakasih!" Wu Jin Ming langsung menenggak minuman yang Rubby berikan.
"Habis ini masih ada 2 pemotretan lagi untukmu! Sepertinya yang lain sudah selesai."
"Benar! Aku sendiri lalu yang kedua kolab sama Lola."
"Lola? Oh, iya. Aku sampai lupa masih ada dia juga." Rubby menepuk jidatnya.
"Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?"
"Lumayan lancar."
"Aku mencintaimu Rubby!" bisik Wu Jin Ming membuat wajah Rubby memerah.
"Aku juga. Apa kamu lapar?" tanya Rubby.
"Tidak juga." Wajah Wu Jin Ming tiba-tiba terlihat murung.
"Kelihatannya ada yang mengganggu pikiranmu!" tebak Rubby.
"Emm... iya!" jujur Wu Jin Ming.
"Apa ini tentang Flo, gadis yang tadi datang dan mengacau di sini?"
"Benar!" Wu Jin Ming mencondongkan badannya mendekati Rubby untuk membisikan sesuatu. "Hati-hati dia adalah siluman. Ilmunya sudah sangat tinggi. Jangan gegabah jika terpaksa kita harus melawannya!"
"Apa?! Sungguh tak ku sangka. Pantas dia sangat percaya diri sekali. Aku masukkan ke sangkar perenungan baru tahu rasa dia!"
"Kamu tidak sedang cemburu, kan?" goda Wu Jin Ming.
"Mana ada! Sorry, ya, dia tidak masuk dalam kategori meresahkan. Kelasnya masih berat si ulat bulu."
"Ulat bulu?" Wu Jin Ming menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuk.
"Jangan pura-pura, deh!" sungut Rubby kesal.
"Catherine maksudnya? Hahaha!" Wu Jin Ming tertawa melihat bibir Rubby yang mirip seperti bebek.
****
__ADS_1
Bersambung...