TIGER WU

TIGER WU
KWETIAU GORENG


__ADS_3

"Kalian ingin pergi setelah menggagalkan rencanaku!"


Raja Kegelapan muncul dan menghadang Rubby dan Wu Jin Ming yang hendak pergi menuruni bukit.


"Oh, jadi semua ini ulahmu Moza, Zhu Zheng atau siapalah dirimu?!" seru Rubby tanpa rasa takut.


"Hei, gadis kecil! Jangan kamu harap Moza akan muncul kembali dan membuatku terperdaya seperti malam itu! Hahaha!" tawa Raja Kegelapan membuat Rubby merinding ketika mendengarnya.


"Apa tujuanmu menyandra sembilan manusia itu?" tanya Wu Jin Ming maju ke depan.


"Bukan urusanmu! Urus saja istrimu yang cantik itu. Atau kalau tidak aku akan menjadikannya selirku!" Zhu Zheng menatap Rubby dan mulai tertarik setelah melihat wujudnya sebagai Dewi Bulan.


Sebagai pemburu kekuatan, Zhu Zheng tahu apa arti Dewi Bulan baginya. Putra yang dilahirkannya adalah sumber kekuatan yang tidak terbatas dan sangat dinantikan oleh semua siluman. Zhu Zheng terus melirik Dewi Bulan tetapi tidak melihat tanda-tanda jika dia sedang mengandung.


"Mimpi saja! Bukankah kamu sudah memiliki istri?" Wu Jin Ming pura-pura tidak tahu jika saat ini Zhu Zheng telah kehilangan istrinya.


"Aku menjadi curiga padamu, jangan-jangan kamu tahu di mana keberadaan Lisa!" Zheng menatap Wu Jin Ming tajam.


Hawa dingin menyelimuti tempat itu. Suasana sore yang seharusnya masih terang kini menjadi sangat gelap dan berkabut. Suasana semakin terasa mencekam ketika angin yang berhembus tiba-tiba terhenti dan udara seakan menjadi hampa.


"Apa kamu pikir Lisa lebih cantik dari Rubby? Jika tertarik padanya mungkin sudah sejak lama aku mendapatkannya sebelum kamu."


"Sial! Kamu selalu saja lebih beruntung dariku!"


"Jangan buang-buang waktuku! Apa yang kamu inginkan? Kita selesaikan urusan kita sekarang juga!" sorot mata Wu Jin Ming berubah sangat tajam.


"Aku tidak pernah takut padamu hanya saja aku ada urusan yang lebih penting daripada mengurusi kalian. Aku akan datang kembali untuk membunuhmu dan menjadi satu-satunya penguasa di dua alam."


Setelah mengatakan itu Zhu Zheng alias Raja Kegelapan yang saat ini menguasai tubuh Moza berubah menjadi kepulan asap yang sangat hitam lalu menghilang. Cuaca kembali terang dengan semburat sinar matahari sore yang tenang.


"Yahhh... yahh... dia pergi! Padahal aku lagi semangat-semangatnya untuk bertarung!" seru Rubby melihat Zhu Zheng kabur sebelum bertempur.


"Biarkan saja! Lagipula aku sangat lelah hari ini."

__ADS_1


Wu Jin Ming merubah wujudnya kembali menjadi manusia diikuti oleh Rubby.


"Bukankah tadi Kakak menantangnya untuk bertarung! Dan itu menurutku sangat keren."


Rubby menyatukan kedua tangannya di belakang dan berjalan dengan sedikit melompat manja.


"Aku hanya menggertaknya saja, Sayang! Sebenarnya aku juga sedang tidak ingin bertarung dengannya," jujur Wu Jin Ming mengakui hal yang sangat memalukan ini di hadapan Rubby.


"Kalau kamu lelah kan ada aku!" penuh percaya diri Rubby mengetuk dadanya dengan tangan kanannya yang mengepal.


"Kamu jangan gegabah, Sayang! Kamu belum tahu siapa Zhu Zheng. Dia musuh yang sangat sulit dihadapi. Jangan pernah meremehkannya lagi! Aku sudah berkali-kali melawannya dan baru sekali saja mengalahkannya. Beruntung hari ini dia sedang kebingungan untuk mencari Lisa," jelas Wu Jin Ming.


"Mungkin kamu benar. Apa tawanan-tawanan tadi ada hubungannya dengan itu semua?"


Wajah Rubby terlihat penasaran. Keningnya berkerut dengan kedua alis yang saling bertaut.


"Bisa jadi. Mereka akan dijadikan tumbal untuk membangkitkan roh kegelapan yang bisa melacak di mana Lisa berada."


"Untung saja sangkar perenungan milikku tidak akan bisa tertembus oleh kekuatan sehebat apapun. Jika para tawanan itu mati juga tidak akan berguna apa-apa bagi Zhu Zheng."


"Kak Wu! Aku lapar! Aku ingin memakan kwetiau goreng!" rengek Rubby manja.


"Baiklah aku akan meminta pelayan untuk memasakkannya untukmu."


Wu Jin Ming mengeluarkan ponselnya dan hendak menelepon ke rumah.


"Tunggu!" pekik Rubby membuat Wu Jin Ming mengurungkan niatnya.


"Kenapa Sayang?" Wu Jin Ming merasa heran dengan sikap Rubby. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.


"Emm... aku ingin Kak Wu yang memasakkannya untukku," ucap Rubby lalu menggigit bibirnya setelah mengatakan itu.


Melihat wajah Rubby yang terlihat menggemaskan itu mana mungkin Wu Jin Ming tega untuk menolaknya.

__ADS_1


"Kalau tidak enak gimana?"


"Tapi aku sedang ingin memakan itu. Ya, sudah kalau tidak mau!"


Rubby berjalan mendahului Wu Jin Ming lalu masuk ke dalam mobil lebih dulu. Wu Jin Ming menepuk jidatnya pelan. Dia tidak habis pikir, setelah sekian lama Rubby kembali mengalami ngidam lagi.


Tidak ingin masalah bertambah runyam, Wu Jin Ming segera masuk ke dalam mobil dan menenangkan istrinya yang merajuk.


"Aku akan memasaknya untukmu. Semoga saja rasanya sesuai seperti yang kamu inginkan." tangan Wu Jin Ming membelai Rubby dengan lembut dan mencondongkan tubuhnya untuk mencium Rubby namun dia urungkan karena takut Rubby akan merasa mual lagi.


Wu Jin Ming kembali mengendus-endus tubuhnya yang masih sedikit tercium bau Luo Jing di sana. Rubby menutup mulutnya menahan tawa melihat tingkah Wu Jin Ming yang menurutnya sangat lucu itu. Demi istrinya yang sedang ngidam dia harus banyak mengalah padanya.


Hanya butuh sekitar lima belas menit untuk sampai di rumah mereka. Sesampainya di rumah Wu Jin Ming langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan yang di minta oleh Rubby.


Hal itu membuat para dayang merasa heran padanya. Raja terkuat dan sangat di segani oleh bangsa siluman rela berkutat dengan alat masak demi menyenangkan hati istrinya. Mereka ingin membantu tapi Wu Jin Ming melarangnya. Lagipula Rubby menungguinya di dekat meja makan sambil terus mengawasi suaminya itu memasak.


Rubby memeluk tubuh Wu Jin Ming dari belakang seperti yang biasa dilakukan oleh Wu Jin Ming ketika dia sedang memasak. Asap dapur dan aroma masakan membuat aroma tubuh Wu Jin Ming tersamarkan membuat Rubby bebas berulah. Bukan memeluknya saja, Rubby melompat naik ke punggung Wu Jin Ming dan meminta gendong.


Dengan sabar, Wu Jin Ming menggendong Rubby sambil memasak. Rubby merasa senang. Sesekali dia memberikan instruksi pada Wu Jin Ming untuk memasukkan bahan masakan yang sedang dia olah.


"Hmm... aroma kwetiau goreng buatanmu sungguh membuatku lapar, Sayang!" Rubby mengibaskan tangannya untuk menghirup uap masakan yang belum sepenuhnya matang itu.


"Sudah nggak sabar, ya? Tunggu sebentar! Airnya sudah hampir mengering," ucap Wu Jin Ming sambil terus mengaduk masakannya.


"Jangan terlalu kering, Sayang! Nanti gosong!" seru Rubby lalu melompat turun untuk mengambil piring.


Wu Jin Ming menggeleng melihat Rubby yang sudah tidak sabar itu. Dia biarkan saja apa yang akan dia lakukan. Seluruh isi perutnya telah dia muntahkan, pasti dia sangat lapar saat ini.


Seorang pelayan datang menghampiri mereka dengan wajah yang sangat serius.


"Tuan, Nyonya! Ada seseorang yang mencari Anda di luar. Saya tidak berani membawa mereka masuk karena belum mengenal mereka, Tuan."


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2