
"Jangan menyia-nyiakan kekuatan Anda untuk melakukan hal yang sia-sia, Tuan," ucap Wi Lau.
Wu Jin Ming menatapnya penuh tanda tanya.
Seakan mengerti apa yang ada dipikiran Wu Jin Ming, Wi Lau mengeluarkan sebuah benda dari kalung penyimpanannya. Sebuah gulungan kertas yang mulai usang dengan tepi yang mulai terkoyak. Wi Lau memberikan gulungan kertas itu pada Wu Jin Ming.
"Mungkin kamu bisa mengerti arti dari tulisan itu. Aku menyimpannya karena di dalamnya terdapat gambar bunga Aolin."
Wi Lau duduk di hadapan Wu Jin Ming diikuti yang lainnya.
Wu Jin Ming membukanya dengan sangat hati-hati agar tidak robek.
"Lihat itu!" teriak Ah Mao yang melihat Feng, Wang, dan Feng Lu mulai terkena racun ilusi bunga Aolin.
Tangan Wu Jin Ming terangkat ke atas lalu membuat dinding pembatas untuk mereka bertujuh. Sekarang mereka seperti sedang berada dalam sebuah ruang yang tak tertembus oleh kekuatan apapun. Setelah semuanya aman, Wu Jin Ming kembali melanjutkan niatnya untuk membaca gulungan kertas pemberian Wi Lau.
Mata Wu Jin Ming terbelalak ketika melihat isi dari gulungan itu. Sebuah jurus langka yang berhubungan dengan bunga Aolin. Ada dua jurus yang tertulis di sana.
Pertama jurus peleburan jiwa yang membuat si penggunanya menjadi roh bunga itu. Di sana juga tertulis bagaimana cara melepaskan roh pengguna yang tertanam di sana. Mungkin ini yang dahulu dilakukan oleh penyihir Wang Yu.
Jurus yang kedua adalah jurus pengendali bunga Aolin. Ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang karena bunga itu bisa memilih siapa yang cocok dengannya. Semua itu akan langsung diketahui setelah orang itu meneteskan darah pada bunga itu sebagai sebuah ikatan perjanjian tidak tertilis di antara keduanya.
Semua orang yanng ada di sana mendengarkan penjelasan Wu Jin Ming.
"Maaf, Tuan! Bukankah butuh energi Dewa untuk memisahkan roh jiwa penyihir Wang Yu dari bunga itu?"
Wi Lau bertanya sambil menatap Wu Jin Ming dengan serius.
"Benar kita akan melakukan Formasi Tujuh Bintang untuk ini. Aku membutuhkan kalian."
"Tapi bagaimana cara kita memanggil Dewa untuk membantu kita?" tanya Wi Lau dengan polosnya.
"Kamu ini sebenarnya bodoh atau buta sih?! Apa kamu tidak lihat pelindung di atas kepalamu itu. Hanya seorang Dewa yang memiliki mantra pelindung seperti ini!" seru Xi Tang merasa gemas pada Wi Lau.
__ADS_1
Semua orang melihat ke arahnya lalu melihat Wu Jin Ming.
Hanya Xi Tan yang mengenali Wu Jin Ming dengan baik.
"Dan Nona itu tadi juga seorang Dewi, bukan?" imbuh Ming Yuan.
"Ah, kalian benar!" seru Wi Lau sambil menepuk jidatnya.
Tingkah lucu Wi Lau sontak membuat semua yang ada di sana tertawa. Mereka terlihat lebih santai di tengah ketegangan yang sedanng terjadi.
Wu Jin Ming menjelaskan tugas masing-masing ketika melakukan Formasi Tujuh Bintang. Mereka harus berpencar untuk mengelilingi bunga Aolin membentuk pola melingkar dengan jarak yang simetris. Sedangkan Wu Jin Ming harus berada di udara untuk menampung energi dan membuat simbol pemisah jiwa.
Setelah semuanya jelas, Wu Jin Ming segera meminta mereka untuk bersiap.
Wu Jin Ming memberi energi pelindung untuk siluman-siluman mutan itu lalu membuka dinding pelindung yang dia buat.
Semua harus dilakukan dengan cepat karena orang-orang yang terpengaruh ilusi mulai hilang kesadarannya.
Mereka mulai berjalan mendekati bunga Aolin dengan keadaan yang menyedihkan. Mengoceh tidak jelas, meraung-raung, dan ada pula yang menangis tanpa suara. Semua yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah kesedihan dan keputusasaan semata.
Setelah mereka berdiri di atas titik-titik yang ditentukan, Wu Jin Ming mulai membuat sebuah simbol di udara. Mereka berenam mulai mengeluarkan energinya dan melepaskannya pada simbol yang dibuat oleh Wu Jin Ming.
Suasana di sekitar mereka berubah. Simbol itu juga menyerap energi alam yang berada di sekitar mereka. Ini jauh dari bayangan Wu Jin Ming.
Suara petir menggelegar dan angin yang kencang membawa awan-awan datang berkumpul di tempat itu.
Suasana kian mencekam di tambah lagi dengan suara percikan energi yang tertampung di dalam simbol. Ledakan-ledakan kecil dan nyala letupan energi yang berkilat terang. Energi petir yang ada di langit pun masuk ke dalam simbol itu.
Rubby dan kelima siluman mutan mencoba untuk tetap berdiri kokoh dari goncangan angin dan terkena lemparan apa saja yang diterbangkan olehnya.
Mereka berenam tetap fokus untuk menyalurkan energi mereka sementara Wu Jin Ming mengendalikan simbol dan menahan besarnya energi yang masuk ke sana.
Dengan bantuan energi alam yang juga ikut masuk ke dalam simbol itu, pengumpulan energi selesai lebih cepat.
__ADS_1
Wu Jin Ming meminta keenam kekuatan pendukung berhenti karena langkah selanjutnya hanya dia yang bisa melakukannya.
Wujud Wu Jin Ming berubah menjadi Dewa yang sangat bercahaya. Tapi itu hanya sebentar saja untuk mengeluarkan kekuatan yang dia miliki lalu kembali menjadi siluman harimau biasa.
Mata Wi Lau tak berkedip menyaksikan itu. Begitu juga dengan keempat temannya yang lain. Ternyata sosok Dewa itu benar-benar nyata dihadapan mereka.
Energi dewa yang dikeluarkan oleh Wu Jin Ming membentuk sebuah portal tepat di atas bunga Aolin. Setelah portal itu terbuka, Wu Jin Ming segera melepaskan simbol yang berisikan energi dari Formasi Tujuh Bintang ke sana.
Pyarr!
Ledakan cahaya berbentuk cincin yang melingkar menyebar secara horizontal ke samping membuat Rubby dan kelima siluman mutan terpental.
Rubby masih bisa mendarat dengan baik dalam posisi berdiri sedangkan yang lainnya jatuh terjengkang dan ada pula yang terbentur pepohonan dan bebatuan.
Wu Jin Ming mengamati reaksi yang terjadi pada bunga Aolin setelah menerima energi Formasi Tujuh Bintang.
Ketika kilatan cahaya energi mulai memudar keadaan bunga Aolin mulai terlihat jelas.
Bunga itu terbagi menjadi dua dan sesosok wanita berpakaian serba hitam berdiri di antara keduanya.
Roh penyihir Wang Yu terlihat sangat geram dengan pemisahan jiwanya yang telah beribu-ribu tahun menyatu dengan bunga Aolin.
Rubby meminta kelima siluman mutan untuk membawa orang-orang yang menjadi korban racun ilusi pergi ke tempat yang aman.
Sebagian di antara mereka tidak sadarkan diri dan sebagian lagi sadar namun masih linglung.
Keributan yang terjadi di bukit Virs membuat seluruh warga Desa Yao berkumpul di sana dan mengesampingkan rasa takut mereka.
****
Bersambung...
Numpang promo novel karya temanku ya kakak2 semuanya...
__ADS_1