
Manager Lin berjalan menghampiri istrinya dan membantunya membersihkan beling piring yang pecah. Sisanya mereka serahkan pada asisten rumah tangga mereka.
Sebelum di persilakan duduk, Wu Jin Ming dan Rubby masih berdiri mematung di samping meja makan. Mereka tidak tahu di kursi mana mereka boleh duduk. Biasanya orang sekelas manager Lin memiliki aturan tersendiri dalam mengatur posisi duduk di ruang makan.
"Hei, kenapa kalian masih berdiri! Mari silakan duduk!" Manager Lin menarikkan dua buah kursi untuk Wu Jin Ming dan Rubby.
"Terimakasih! Maaf Kak Yuna, kami sudah merepotkanmu!" seru Wu Jin Ming sebelum duduk.
Lain halnya dengan Wu Jin Ming, Rubby tidak langsung duduk. Dia berjalan menghampiri Yuna dan membantunya menata makanan.
"Duduklah! Kamu pasti capek! Biar aku saja!" ucap Yuna lembut namun terdengar sedikit gugup.
"Tidak capek kok, Kak. Tadi aku juga tertidur di jalan," jawab Rubby dengan memasang senyum termanisnya.
'Tidak... tidak mungkin orang ini yang menyelamatkan aku malam itu! Gadis ini terlihat sepertinya seorang gadis biasa yang tidak jauh beda denganku,' gumam Yuna dalam hati.
"Kamu cantik sekali. Oh, iya, siapa namamu? Aku sudah di beritahu kak Lin tapi aku lupa." Yuna mencoba mengingat-ingat.
"Namaku Rubby, Kak Yuna. Emm... Kak Yuna cantik sekali. Kakak begitu anggun dan begitu lembut dalam bertutur kata," puji Rubby.
"Kamu terlalu berlebihan memujiku, Adik. Kamu memiliki penampilan yang lebih menarik dariku."
"Kak Yuna bisa aja. Emmm... apakah ini makanan terakhir yang harus di sajikan?" tanya Rubby mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Eh, iya! Ayo duduk dan makan keburu masakan-masakan ini dingin lagi!" Yuna mempersilakan Rubby duduk di kursinya lalu dia menarik kursi yang posisinya berhadapan dengan Rubby dan Wu Jin Ming.
Ketika melihat wajah Rubby, Yuna kembali teringat akan kejadian di malam itu di mana dia dan si bungsu hampir saja menjadi korban keganasan siluman yang sangat menyeramkan. Kejadian itu menyisakan trauma mendalam untuknya. Sejak kejadian itu Yuna sangat jarang bepergian di malam hari.
Merasa terus diperhatikan oleh Yuna, Rubby menjadi salah tingkah. Mereka terlihat sangat canggung ketika tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.
Manager Lin tidak tahan lagi untuk bertanya setelah melihat gelagat aneh istrinya.
__ADS_1
"Yuna! Ku lihat sejak tadi kamu terus melirik ke arah adik kecil. Apa kamu pernah melihatnya sebelumnya?" tanya manager Lin.
"Eh... emm... gimana, ya? Aku bingung mau cerita." Yuna tidak tahu harus memulai ceritanya dari mana.
"Ceritakan pelan-pelan, Yuna! Tiger, adik kecil, silakan dinikmati makanannya. Maaf tidak ada menu yang spesial."
"Tidak masalah. Ini kelihatannya enak sekali." Wu Jin Ming mulai mengisi piringnya dengan makanan-makanan yang dia sukai.
Di sela-sela makan malamnya, Yuna menceritakan tentang keterkejutan tadi. Dia bercerita bahwa dia seperti pernah bertemu dengan Rubby di jalan. Pertemuan tidak di sengaja di mana Yuna sangat ketakutan malam itu.
Rubby dan Wu Jin Ming saling pandang. Mereka berpikir jika Yuna merasa takut pada Rubby.
Yuna kembali melanjutkan ceritanya. Masih tergambar jelas ketika siluman berwajah buruk berhasil menangkapnya dan putranya. Setelah itu dia tidak sadarkan diri dan tidak mengingat apa-apa. Ketika dia bangun, dia melihat perempuan yang mirip dengan Rubby terluka parah seperti habis bertarung.
Yuna merasa senang malam itu karena berhasil selamat dari maut. Manager Lin memperhatikan cerita Yuna dengan seksama. Ini pertama kalinya dia mendengar langsung dari istrinya. Sebelumnya dia hanya mendengar cerita ini dari sopir pribadi istrinya.
"Ahh! Mungkin kami hanya mirip saja Kak Yuna. Mana mungkin aku yang menyelamatkan kak Yuna," elak Rubby.
'Apa jangan-jangan kak Yuna waktu itu masih setengah sadar ketika aku keluar dari dalam mobil? Apa dia tahu aku berubah menjadi Putri Virs, ya? Mati lah aku!' gumam Rubby dalam hati.
Wu Jin Ming menyadari kegelisahan Rubby.
"Oh, aku ingat! Bukankah Kak Yuna membawa bayi malam itu. Seorang Dewi menyelamatkan kita semua dan membuat siluman kelelawar menyeramkan itu pergi." Wu Jin Ming ikut berbicara.
"Oh, iya. Sepertinya aku juga melihatmu menolongku turun dari atas mobil seseorang setelah aku tersadar." Yuna teringat dengan seorang pemuda yang tidak lain adalah Wu Jin Ming.
"Terimakasih, Tiger, Adik kecil! Kalian sudah menyelamatkan istri dan anakku malam itu." manager Lin terlihat semakin bahagia telah mengenal Rubby dan Wu Jin Ming.
"Sudah aku bilang bukan aku yang menyelamatkan kak Yuna, Kak Lin! Kami hanya meminjamkan mobil kami untuk rebahan kak Yuna dan bayinya," ucap Rubby.
"Apapun itu kami sangat berterimakasih pada kalian. Ayo kita makan! Ini enak lho!" Yuna mengambilkan potongan daging untuk Rubby.
__ADS_1
"Semua masakan kak Yuna enak. Jangan salahkan aku kalau aku bakalan sering-sering datang ke mari untuk numpang makan!" ucap Rubby sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Itu tidak sopan, Sayang!" seru Wu Jin Ming.
"Dengan senang hati pintu ini terbuka untuk kalian." Yuna tersenyum pada Rubby dan Wu Jin Ming.
Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara tangisan si bungsu Chio. Yuna segera berdiri dan menyambut putranya yang menangis dalam gendongan asisten rumah tangganya. Chio duduk dalam pangkuan Yuna di ruang makan.
"Chio! Kenalin itu aunty Rubby dan itu uncle Wu," ucap Yuna lembut.
Chio yang habis menangis mengucek matanya. Wajahnya terlihat sangat imut dan menggemaskan. Mata sipitnya mengerjap melihat Rubby terpesona.
"Aunty tantik!" ucap Chio cadel.
Semua orang yang berada di ruang makan tertawa mendengar celoteh Chio.
"Anak kecil sudah tahu wanita cantik saja. Pasti papi yang ngajarin, ya!" Rubby yang merasa gemas langsung berjalan menghampiri Chio.
Melihat Rubby datang Chio segera membentangkan tangannya minta di gendong. Dengan senang hati Rubby mengangkat tubuh Chio dan menggendongnya. Kebetulan Rubby telah selesai dengan makannya.
Chio mengajak Rubby bermain di ruang bermainnya sementara Wu Jin Ming, manager Lin dan Yuna terlibat obrolan serius. Mereka membahas rencana Wu Jin Ming yang mencari tempat tinggal baru. Manager Lin menunjukkan beberapa buah rekomendasi rumah yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya sesuai keinginan Rubby.
Duaarrr!
Suara ledakan yang sangat keras terdengar dari luar rumah manager Lin. Chio yang sedang bermain bersama Rubby langsung melompat memeluknya ketakutan.
Wu Jin Ming dan manager Lin berlari keluar sementara Yuna berlari menyusul Chio dan Rubby ke ruang bermain.
Ada lubang besar di jalan depan rumah manager Lin. Debu masih beterbangan membatasi jarak pandang. Mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari-cari sesuatu yang menyebabkan lubang itu.
****
__ADS_1
Bersambung...