
Pleetakk! Pletaakk! Duarr!
Balok es yang mengunci tubuh Wu Jin Ming retak dan pecah berhamburan.
Sebagian pecahan balok es itu mengenai tubuh Rubby dan menutupinya. Wu Jin Ming berubah menjadi seekor harimau putih yang sangat besar. Dia menggoyangkan tubuhnya dan mengibaskan bulunya dari sisa-sisa butiran es yang menempel di tubuhnya.
Harimau putih itu duduk berjongkok di samping Rubby lalu berubah menjadi sosok sempurna Dewa Perang Harimau Suci.
Perlahan dia mengangkat tubuh Rubby yang terluka parah. Dia menyelimuti tubuh itu dengan kekuatannya dan membiarkannya melayang setinggi kurang dari dua meter dari permukaan tanah. Tidak ada yang bisa menyentuh Rubby saat ini.
"Ka ... kamu!" penyihir Wang Yu terbelalak melihat kemunculan Wu Jin Ming.
"Bagaimana bisa kamu terlepas dari jurus itu?"
Penyihir Wang Yu mundur selangkah demi selangkah dengan tubuh yang gemetar. Dia merasa segan ketika melihat mata Wu Jin Ming yang menatapnya penuh amarah.
"Aaaauuummm!"
Suara auman Wu Jin Ming menimbulkan gelombang horizontal yang membuat penduduk Desa Yao terlempar jauh dari arena pertarungan.
Mereka terlalu dekat dengan bahaya.
Penyihir Wang Yu berpegangan pada tongkatnya kuat-kuat, takut kalau Wu Jin Ming mengaum lagi dan membuatnya jatuh terjengkang.
"Kamu sudah mencuri kekuatanku dan memakainya untuk menyerang istriku. Tapi aku senang karena dengan adanya sedikit kekuatan ini kamu kehilangan kemampuan sihirmu!"
Sringgg!
Wu Jin Ming mengeluarkan pedangnya Pendekar Chin miliknya.
"Tidak! Tidak mungkin!"
Penyihir Wang Yu mencoba mengeluarkan kekuatan sihir dari tongkatnya. Tidak bisa. Rupanya apa yang dikatakan oleh Wu Jin Ming tidak main-main.
"Sekarang kamu hanya bisa bertarung dengan secuil kekuatanku itu saja."
Tranggg!
Saat Wu Jin Ming mengayunkan pedangnya, rupanya Wang Yu telah siap dan menjadikan tongkatnya sebagai tameng.
__ADS_1
Bukan cuma sekali itu saja serangan yang dilakukan oleh Wu Jin Ming, dia berkali-kali menyerang penyihir Wang Yu dengan pedangnya. Ternyata penyihir Wang Yu juga punya kemampuan bela diri. Dia memainkan tongkatnya untuk mengimbangi jurus pedang Wu Jin Ming.
Suara pedang dan tongkat yang beradu menimbulkan suara bising yang memekakkan telinga. Percikan energi dari kedua senjata itu membuat ledakan terlempar sembarangan di arena pertarungan. Itu tidak akan membahayakan penduduk seperti sebelumnya karena Wu Jin Ming telah menyingkirkan mereka lebih menepi dengan aumannya.
Permainan jurus Wang Yu lumayan hebat. Dia mampu mengimbangi jurus pendekar Chin level 3. Tongkatya benar-benar beralih fungsi menjadi sebilah pedang tumpul.
Sesekali Wu Jin Ming melirik ke arah Rubby yang wajahnya kian memucat. Kekuatannya hanya membuatnya bertahan tapi tidak mampu mengobati. Kelihatannya organ dalam Rubby mengalami kerusakan terutama jantungnya.
Tidak ingin membuang-buang waktu lagi Wu Jin Ming meningkatkan kekuatannya dan memakai jurus pedang level 9 langsung.
Tidak ada yang bisa melihat gerakannya. Tubuhnya seperti sebuah kilatan cahaya yang bergerak menyambar-nyambar lawannya. Terdengar jeritan keras Penyihir Wang Yu yang menandakan tubuhnya tengah terluka.
Dengan brutal Wu Jin Ming mencabik-cabik roh jiwa penyihir Wang Yu dan melemparinya dengan mantra peledak agar dia tidak bisa bereinkarnasi lagi.
Terakhir, Wu Jin Ming melemparkan api suci miliknya untuk membakar roh jiwa penyihir Wang Yu agar tak bersisa. Bukan semata-mata demi Rubby namun kejahatannya tidak bisa diampuni. Desa Yao menjadi hancur dan berantakan karenanya.
Pertarungan berakhir.
Di saat yang bersamaan muncul bola-bola cahaya dari langit. Cahaya putih terang itu meluncur ke bawah dan berhenti tepat di hadapan Rubby dan Wu Jin Ming. Sekonyong-konyong cahaya itu berubah menjadi sesosok tubuh yang bersinar.
Ratu Ivo, panglima Dao, Bella dan beberapa orang pasukannya.
"Ibu mertua!" pekik Wu Jin Ming lalu maju untuk memberi hormat.
"Salam hormat Ibu Ratu!"
"Bangunlah! Apa yang terjadi pada putriku?" tanya Ratu Ivo dengan pembawaannya yang tenang.
Cahaya dan keanggunannya membuat penduduk Desa Yao kembali berjalan mendekat untuk melihat mereka dengan jelas.
Wu Jin Ming menceritakan semua hal yang dia alami bersama Rubby malam ini. Tidak terkecuali tentang legenda bukit ini yang dia dengar dari penduduk desa. Tentang penyihir Wang Yu, bunga Aolin, dan tujuan kedatangannya ke desa ini.
Ratu Ivo berjalan mendekati tubuh Rubby yang melayang dengan kekuatan Wu Jin Ming. Dia meminta Wu Jin Ming untuk memberinya akses agar bisa memeriksa luka Rubby. Cahaya mahkota Putri Virs hampir sepenuhnya pada. Itu bukan pertanda yang baik.
"Menantu! Apa kamu sudah mengumpulkan apa saja yang dibutuhkan untuk penyatuan jiwa Rubby?" tanya Ratu Ivo.
"Sudah Ibu Ratu. Lima tanaman langka sudah berada di tangan kami ditambah lagi bunga Aolin yang ternyata dua buah semuanya menjadi genap. Sebenarnya bukan ini masalahnya Ibu Ratu. Tanpa bunga ini pun kami bisa melakukan penyatuan jiwa karena kami mendapat energi seribu bulan dari teratai emas di bukit San untuk menyempurnakannya. Kami kesulitan untuk mencari di mana adanya batu Rubby Aurora untuk menggantikan jantung istriku, Ibu."
Wu Jin Ming menunduk sedih.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku menyimpan batu itu," ucap Ratu Ivo lembut.
"Tidak Ibu. Itu akan sangat membahayakan bagimu, Ibu. Ibu tidak boleh mengorbankan nyawa Ibu. Biar aku pergi untuk mencari batu Rubby yang lain walaupun itu sangat sulit."
"Kamu salah paham, Menantu."
Setelah mengatakan itu, Ratu Ivo mengulurkan tangannya ke depan dan mengeluarkan sebongkah batu permata berwarna biru terang. Batu yang dulu berada dalam rahimnya hingga dia bisa melahirkan Rubby dengan selamat. Pendekar Chin lah pemilik kedua batu itu dan melambangkan dua wanita yang sangat disayanginya.
"Jadi ... jadi ... jadi ... Ibu memiliki batu Rubby yang lain?"
Wu Jin Ming menatap batu itu tak percaya. Matanya berkaca-kaca. Antara rasa senang, terharu, dan sedih menjadi satu.
"Simpanlah!"
Ratu Ivo menyerahkan batu permata itu pada Wu Jin Ming.
"Terimakasih, Ibu."
Wu Jin Ming memandangi batu itu sejenak lalu menyimpannya di cincin penyimpannya.
"Lakukan segera proses penyatuan jiwa Rubby. Jantungnya terluka parah. Dia tidak bisa bertahan lebih dari tujuh hari."
Ucapan Ratu Ivo semakin membuat Wu Jin Ming bersedih, dia merasa gagal karena tidak bisa menjaganya dengan baik.
"Malam ini juga aku akan membawa Rubby ke istana langit, Ibu. Setelah aku bisa mendapatkan bunga itu."
Wu Jin Ming menunjuk dua bunga langka yang bersinar di belakang mereka.
"Hanya orang yang cocok yang bisa membawa bunga itu. Kita tidak tahu siapa. Dulu aku dan Kak Chin pun tidak bisa membawanya," jelas Ratu Ivo.
"Aku akan mencobanya, Ibu."
"Lakukanlah! Teteskan darahmu di atas bunga itu. Jika berhasil maka bunga itu akan bersinar terang dan terlepas dengan sendirinya dari tangkainya."
Wu Jin Ming mengangguk pasti lalu melangkah dengan penuh keyakinan menghampiri sepasang bunga langka itu.
****
Bersambung...
__ADS_1