
"Bener juga kata Rubby. Kita harus tebar pesona mulai sekarang. Nggak lucu kan kalau cewek cantik kayak kita kelamaan ngejomblo," ucap Bella.
Mereka tertawa bersama sebentar lalu kembali terdiam saat mereka melangkah masuk ke dalam kelas. Di dalam kelas sudah banyak sekali mahasiswa yang sudah datang dan bersiap untuk mengikuti quiz. Mereka terlihat serius membaca materi yang akan di uji.
"By, kayaknya aku bakalan remidi deh." Lisa terlihat tidak bersemangat.
"Jangan pesimis. Semangat!" Rubby mengangkat kepalan tangannya ke udara.
"Semangat!" Lisa mengikuti apa yang dilakukan oleh Rubby.
Mereka berdebar-debar melihat dosen killer Chu Alexander masuk ke dalam kelas. Dia meminta asistennya untuk membagikan soal ujian. Ruangan yang tadinya ramai kini mulai senyap. Suara kertas yang bergesekan dengan meja mendominasi di ruangan itu.
Tidak ada yang berani bersuara atau menoleh. Dosen Chu terkenal disiplin dan tegas. Dia tidak segan-segan mengeluarkan mahasiswanya yang tidak mematuhi peraturannya.
Rubby mengerjakan dengan sangat cepat karena dia sudah menguasai materi yang diujikan hari ini. Daya tangkap otaknya meningkat seiring meningkatnya level kultivasi yang dia miliki. Sekarang kecerdasannya sudah mendekati genius.
Melihat jawaban Lisa yang hampir semuanya salah, Rubby merasa iba. Rubby merubah jawaban Lisa dengan sihirnya. Dia membenarkan jawaban Lisa agar mencapai nilai dasar.
Wu Jin Ming yang sedang duduk di depan meja dosen Chu, tersenyum melihat apa yang dilakukan Rubby. Sesekali pandangan Rubby dan Wu Jin Ming bertemu dan mereka saling melempar senyuman termanisnya. Apesnya dosen Chu merasa jika Rubby sedang tersenyum padanya.
"Mampus Kak Tiger! Dosen Chu mengira aku tersenyum padanya." Rubby berbicara dengan suara hatinya pada Wu Jin Ming.
"Sepertinya aku salah memilih tempat duduk." Wu Jin Ming menoleh ke belakang.
Dosen Chu yang merasa salah paham dengan sikap manis Rubby mengira jika Rubby menyukainya. Dia terlihat salah tingkah. Beberapa kali dia terlihat membetulkan kacamata tebalnya dan juga kerah bajunya yang sebenarnya sudah rapi.
'Mampus deh aku. Gimana kalau dosen Chu GR? OMG! Nggak tahu deh apa yang bakalan terjadi!' Rubby bermonolog dalam hati.
Wu Jin Ming pindah ke tempat lain. Dia berdiri sambil bersandar di meja yang tidak jauh dari tempat duduk Rubby. Mereka melanjutkan saling pandang dan mengagumi satu sama lain.
Quiz pun berakhir. Asisten dosen Chu mulai menarik satu demi satu lembar jawaban dari semua mahasiswa yang mengikuti ujian. Dosen Chu masih saja melihat ke arah Rubby dengan tatapan yang berbeda. Dosen yang jarang tersenyum dan terlihat culun itu sepertinya tertarik pada Rubby.
Semua mahasiswa keluar dari dalam kelas kecuali Rubby dan kawan-kawan. Wu Jin Ming berjalan lebih dulu dan menunggu Rubby di taman kampus. Ketiga sahabat Rubby curiga pada sikap dosen Chu yang sedari tadi melihat Rubby tanpa berkedip.
"By, ngapain dosen killer ngliatin kamu mulu?" tanya Bella.
__ADS_1
"Iya, kayak ada something gitu sama kamu," imbuh Lisa.
"Bener, bener. Kayaknya dia naksir kamu deh By," ucap Cindy sambil melirik Rubby.
"Ambil aja! Aku cuma sayang sama harimauku yang paling tampan," ucap Rubby.
"Ogah... Mending aku jadi jomblo deh daripada ma dia," ucap Bella.
"Kadang yang nggak kita sukai itu malah jadi kenyataan lho!" seru Cindy menggoda Bela.
"Ih, amit-amit lah kalau suruh deket-deket sama dia. Bisa nahan napas selama berkencan aku saking takutnya," seloroh Lisa.
Mereka saling berolok-olok dan berkelakar hingga sampai di taman. Ketiga teman Rubby lanjut ke parkiran sedangkan Rubby menghampiri Wu Jin Ming yang sedang duduk di bangku taman.
"Kita mau pergi kemana Sayang?" tanya Rubby.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Di sana kita akan berlatih sekaligus berwisata," jelas Wu Jin Ming.
"Siap Sayangku! Yuk!"
Melihat Rubby berjalan mesra dengan Wu Jin Ming, dosen Chu terbakar cemburu. Dosen Chu merasa sangat patah hati karena cowok yang bersama Rubby sangat tampan. Merasa kesempatannya untuk mendapatkan hati Rubby hampir tidak ada, dosen Chu kembali ke ruangannya dengan perasaan hampa.
"Dosen Chu," gumam Rubby lirih. Ketika melihat sekelebat tubuh dosen Chu dari dalam mobil Wu Jin Ming.
"Siapa?" tanya Wu Jin Ming sambil menyetir mobilnya.
"Dosen yang tadi mengajar di kelas."
"Oh, dosen tadi. Aku salah tempat duduk dan membuat anak orang baper. Hahaha!" Wu Jin Ming tertawa.
"Awas aja kalau besok dia nyariin aku terus! Kamu harus tanggung jawab!" Rubby melipat kedua tangannya di dada.
"Nggak mungkin lah. Mana berani doa godain mahasiswinya dihadapan orang banyak."
"Tadi aku mencium aroma energi yang berbeda dari kita saat dosen Chu melintas di luar mobil kita," cerita Rubby mencurigai dosen Chu.
__ADS_1
"Bisa jadi dia seorang kultivator yang menyamar," imbuh Wu Jin Ming.
"Apa kamu tidak merasakan apa-apa?" tanya Rubby penasaran.
Alis Rubby saling bertaut. Dia penasaran apakah memang tidak ada apa-apa atau Wu Jin Ming ingin mengujinya. Sebelum mobil Wu Jin Ming berjalan, Rubby benar-benar merasakan energi yang besar dari tempat dosen Chu berada.
"Aku merasakannya juga. Tapi kelihatannya dia bukan orang jahat," jelas Wu Jin Ming.
"Darimana kamu tahu kalau dia tidak jahat? Mungkin dia menunggu waktu yang cepat untuk beraksi," sergah Rubby.
"Dari energinya. Tidak ada aura membunuh di sana. Bisa jadi dia tidak menyadari jika dia memiliki energi spiritual."
"Aku jadi penasaran yang benar yang mana sih? Boleh aku menyelidikinya?" tanya Rubby.
"Nggak! Bisa-bisa dia beneran naksir sama kamu kalau kamu deketin. Nggak penting juga dia mau siluman atau manusia kultivator!" nada suara Wu Jin Ming terdengar kesal.
"Yeee... jeles ya? Aku nggak tertarik sama dia sayang," rayu Rubby.
Mereka kembali mesra dan melupakan apa yang baru saja terjadi. Mobil Wu Jin Ming sudah berjalan di area yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Di luar kaca mobil tersuguh pemandangan indah alam yang masih asri.
"Waow! Indah banget!" pekik Rubby saat melihat bukit berbunga di kejauhan.
"Sepertinya itu kebun bunga milik petani bunga di daerah ini." Wu Jin Ming menanggapi kekaguman Rubby.
"Dari kejauhan terlihat seperti lukisan yang indah. Bunga dengan warna yang sama berkumpul seperti sebuah permadani. Mereka menatanya sangat rapi. Aku akan menamai tempat itu bukit pelangi."
"Nama yang bagus. Kapan-kapan kamu ingin ke sana?" tanya Wu Jin Ming sambil melirik ke arah Rubby sebentar.
"Tentu saja ingin. Sangat ingin. Aku ingin berkeliling melihat bukit pelangi dari dekat."
"AS you wish Baby."
"Widih, keren! Harimau tampanku sudah pandai bergaya sekarang," goda Rubby.
****
__ADS_1
Bersambung...