
"Astaga! Nih, ular bukannya menyerah malah berubah jadi besar lagi! Aduh, ngeri juga!" Rubby teringat kejadian di hutan larangan waktu pertama bertemu Wu Jin Ming.
Ular besar jelmaan siluman itu mendesis. Lidahnya menjulur-julur keluar. Melihat mulutnya sedang bersiap-siap untuk mengeluarkan api, Rubby segera bersikap waspada.
Kobaran api keluar dari mulut ular besar itu. Rubby terus melompat ke sana kemari untuk menghindar. Ular itu juga bisa terbang dan terus mengejarnya.
"Aduh... gerakannya cepat sekali sih! Sepertinya dia lebih hebat dari ular betina yang mengejarku dulu." Rubby terus saja ngedumel sambil terengah-engah. Dengan berbicara sendiri maka rasa takutnya akan sedikit berkurang.
Entah karena melamun atau apa, gerakan Rubby melambat dan membuatnya tertangkap oleh ular itu. Dia melilit tubuh Rubby dengan ekornya yang panjang. Rubby tidak bisa bergerak karena lilitannya semakin kuat.
Siluman ular memang terkenal sangat cerdik dan licik. Mereka tidak mudah untuk dihadapi apalagi ditaklukkan. Rubby yang panik tidak bisa berpikir jernih.
Satu-satunya jalan adalah memusatkan kekuatan di matanya dan segera menyerang siluman itu sebelum tubuhnya benar-benar hancur.
"Aaaahhh! Tubuhku seperti remuk." Rubby berteriak.
Konsentrasinya buyar oleh rasa sakit yang tak tertahankan. Rubby tidak ingin menyerah. Dia tidak mau mati konyol di tempat itu.
"Hahahaha... nikmatilah akhir hidupmu gadis kecil." Siluman ular itu tertawa penuh kemenangan melihat kepala Rubby yang tertunduk lemas.
Swosshhh!
Di detik-detik terakhir ambang kesadarannya mata Rubby berhasil mengeluarkan api putih yang dia arahkan ke ekor siluman ular.
"Aaarrrggghhh!" Siluman ular itu melepaskan tubuh Rubby yang mengakibatkannya terjatuh. Dia kembali ke wujud manusianya.
Sebelum menyentuh tanah, tubuh Rubby di tangkap oleh seseorang. Orang itu tidak lain adalah Panglima Dao. Ratu Ivo yang merasa putrinya dalam bahaya memintanya untuk segera menyusulnya.
"Siapa kamu? Jangan ikut campur dalam urusanku! Kembalikan mangsaku!" hardik siluman ular itu pada panglima Dao.
__ADS_1
Panglima Dao tidak menurunkan Rubby karena kondisinya dalam keadaan lemah. Dia takut jika siluman itu mencuri kesempatan dan membawanya kabur. Saat ini panglima Dao juga tidak membawa banyak pasukan.
"Aku harus melindungi orang yang seharusnya aku lindungi. Kalian para siluman senang sekali menindas makhluk yang lemah dan mengambil kekuatannya."
"Hahahaha... Jangan sombong! Level energimu jauh di bawahku. Kamu bukan tandinganku, atau kamu juga ingin menjadi makananku seperti gadis kecil itu, hah!"
Panglima Dao melihat siluman di depannya secara detail. Benar. Dia siluman ular dengan level kekuatan yang setara dengan Dewa. Panglima Dao tidak mungkin untuk mengalahkannya, apalagi ditambah dengan menggendong tubuh Rubby.
"Aku tidak takut padamu! Ambil saja nyawaku jika kamu bisa! Hiyaaa...."
Panglima Dao mulai menyerang siluman ular itu. Mereka bertarung sengit. Sehebat-hebatnya panglima Dao tidak dapat mengimbangi kekuatan dari siluman ular itu.
Untuk melindungi dirinya dan Rubby, panglima Dao segera mengeluarkan pedangnya. Dalam beberapa kali pukulan dia berhasil melukai siluman ular itu. Siluman ular terbakar amarah dan merubah kembali tubuhnya menjadi ular besar.
Menurut feeling panglima Dao, saat berubah menjadi ular besar kekuatan siluman itu berada pada puncaknya. Ini yang kedua kalinya dia berubah, artinya kekuatannya pasti tidak sebesar perubahannya yang pertama. Panglima Dao menyiapkan strategi untuk melawannya. Jika dia tertangkap nasibnya tidak akan jauh beda dengan Rubby.
Panglima Dao melawan ular besar dengan satu tangannya. Benar-benar pertarungan yang sulit. Ular itu sangat gesit dan beberapa kali hampir bisa menangkapnya yang menggendong Rubby.
"Tuan Putri... maafkan aku... uhuk... uhuk... jika aku tidak bisa lagi melindungimu," ucap panglima Dao terbata-bata.
Rubby mendengar ucapan panglima Dao. Perlahan dia membuka matanya dan langsung terbelalak karena melihat serangan siluman ular yang mengarah pada mereka.
"Ibuuuuu!" teriak Rubby dan seketika tubuhnya berubah menjadi putri Virs.
Tangan Rubby mendorong tubuh Panglima Dao hingga terlempar jauh untuk menyelamatkannya dari serangan gelombang energi siluman ular. Gelombang energi itu mengenai lengan kiri Rubby yang membuatnya kembali merasakan sakit yang luar biasa.
Siluman ular itu kembali menyerang namun berhasil Rubby tangkis dengan tongkatnya. Rubby ingin segera mengakhiri pertarungan ini. Energinya sudah banyak yang terkuras dan tubuhnya juga terluka parah.
"Gadis nakal! Rupanya kamu masih memiliki kekuatan tersembunyi lainnya. Aku semakin menginginkanmu. Aku akan berkali-kali lipat lebih kuat jika berhasil membunuhmu. Hahaha!" siluman itu tertawa karena merasa dalam pertempuran ini dia yang akan menang.
__ADS_1
"Tidak semudah itu!" Rubby memutar tongkatnya dan membaca mantra agar tongkatnya menyerap energi yang dimiliki oleh siluman itu.
"Jadi kamu ingin merasakan lilitan ekorku lagi?" tanya siluman itu sombong.
"Coba saja kalau bisa!" Rubby tidak gentar sedikitpun dengan siluman ular yang sangat kuat dan licik itu.
"Bagus...." siluman ular itu mengibaskan ekornya dan bersiap untuk melilit tubuh Rubby.
Rubby tidak menghindar. Ular besar itu berhasil melilit tubuh Rubby lagi. Dia tertawa senang. Tawanya yang keras dan sangat memekakkan telinga. Rubby tersenyum tipis menanti apa yang akan terjadi.
"Hah, kenapa ini? Kenapa ekorku tidak bisa melilitnya dengan kuat? Sial!" siluman ular itu kembali menambah level kekuatannya dan mengalirkannya ke tubuhnya untuk memperkuat lilitannya namun gagal. Semakin dia mengeluarkan energinya, tubuhnya malah semakin tak berdaya.
Seluruh energi yang dikeluarkan oleh siluman ular telah di serap oleh tongkat Rubby. Lama kelamaan ular itu terpelanting jatuh ke bawah karena kehilangan kekuatan terbangnya. Rubby yang masih melayang di atas mencoba menutupi luka dalamnya agar tidak membuat panglima Dao merasa panik dan bersalah seperti tadi.
Perlahan Rubby turun, dengan gaya yang anggun dia berjalan mendekat ke arah siluman ular yang sudah tak berdaya itu.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya siluman ular itu. Dia merasa jika Rubby akan segera menghabisinya.
"Aku Putri Virs. Kamu pernah dengar?" tanya Rubby.
"Tidak... tidak... tidak... mungkin ramalan itu benar-benar nyata. Raja Kegelapan dalam bahaya, aku harus segera melapor padanya," gumam siluman ular itu lirih. Siluman ular itu berubah menjadi ular kecil dan mencari celah untuk pergi dari hadapan Rubby.
"Mau kabur, ya?" Rubby segera mengeluarkan sangkar perenungan dan memasukkan siluman ular itu ke dalamnya.
Brukkk!
Setelah semuanya selesai Rubby ambruk tak sadarkan diri.
Panglima Dao yang juga sedang terluka parah berjalan terseok-seok menghampiri Rubby dan segera membawanya pergi ke istana Ratu Ivo. Rubby harus segera mendapatkan pertolongan. Luka dalamnya sangat parah dan tulang rusuknya mungkin ada yang patah akibat lilitan siluman ular.
__ADS_1
****
Bersambung...