TIGER WU

TIGER WU
TRAGEDI DI KOLAM


__ADS_3

Rubby berjalan mengikuti Ratu Ivo berkeliling ke seluruh sudut istana. Mereka berhenti di sebuah gazebo yang menghadap ke kolam . Di kolam itu terdapat bunga teratai dan ikan yang berlompatan.


Rubby turun untuk bermain-main di sana. Dia melepas sepatunya dan memasukkan kakinya ke dalam air. Tanpa disadarinya seekor ular kecil berwarna hijau datang mendekatinya.


"Aaa!" teriak Rubby. Dia melompat dan berlari naik ke atas sebuah pohon. Ular itu terus mengejarnya.


"Berhenti!" seru Ratu Ivo. Ular itu berhenti. Ratu Ivo datang mendekat kearah Rubby.


"Ibu, kenapa di sini ada ular? Apakah engkau memeliharanya?" tanya Rubby.


"Benar di kolam juga ada kura-kura, keong emas, katak, dan hewan lainnya. Mereka belum terbiasa dengan aroma tubuhmu. Mungkin mereka pikir kamu adalah penyusup yang masuk ke istana ini," jelas Ratu Ivo.


Rubby segera melihat ke dalam kolam. Benar saja beberapa jenis hewan muncul disana. Mereka seperti sedang berkumpul untuk mengejar Rubby. Akan tetapi Ratu Ivo memberi isyarat kepada mereka untuk tenang.


Seperti ada yang mengomando, mereka berbaris di hadapan Ratu Ivo. Ratu Vivo melemparkan beberapa helai dedaunan di hadapan para binatang itu. Daun-daun seketika berubah menjadi makanan yang mereka inginkan.


"Hai rakyatku yang setia! Dia adalah putriku, namanya Putri Virs. Terimalah dia sebagai pemimpin yang layak kalian patuhi perintahnya seperti kalian mematuhi perintah ku," ucap Ratu Ivo.


Binatang-binatang itu mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Ivo, akan tetapi mereka diam. Mereka menjawabnya dengan bergerak-gerak sesuai dengan apa yang mereka bisa. Setelah mendengarkan titah sang ratu, binatang-binatang itu mulai memakan makanan di hadapannya.


"Putriku, sekarang coba kau dekati mereka," ucap Ratu Ivo.


Rubby berjalan mendekati sekumpulan binatang yang sedang asik makan. Dia sedikit merasa takut mengingat sebelumnya ular hijau itu mengejarnya sambil menjulurkan lidahnya. Rubby juga merasa geli melihat katak yang sejak tadi seperti sedang melihatnya.


"Ibu Ratu, bolehkah aku memberikan berkat ku sebagai Dewi Bulan kepada para binatang ini, agar mereka bisa berubah wujud seperti manusia," ucap Rubby sambil duduk berjongkok mengamati binatang-binatang itu sedang makan.


"Apa? Ibu tidak menyangka jika kamu mempunyai kemampuan seperti itu." Ratu Ivo merasa terkejut mendengar ucapan Rubby.

__ADS_1


"Aku juga baru saja mengetahui hal ini, Ibu. Kemampuanku sebagai Dewi Bulan baru terbuka setelah aku menikah dengan seorang siluman harimau yang bernama Wu Jin Ming. Sebelumnya aku mengira bahwa aku hanyalah seorang manusia biasa," ungkap Rubby.


"Wu Jin Ming? Sepertinya ibu pernah mendengar nama itu. Apakah dia berhubungan dengan istana langit? Ibu merasa tidak asing dengan nama itu. Jika ibu tidak salah mengingat, dia adalah seorang panglima yang sangat disegani di kalangan para dewa."


"Aku tidak tahu, tetapi aku juga mendengar para dewa memanggilnya panglima waktu itu. Para dewa juga memintaku tinggal di istana langit ketika aku hamil dan melahirkan. Mereka bilang itu demi keamananku dan anakku." Rubby bercerita dengan serius.


"Itu memang benar putriku, istana langit tidak dapat ditembus oleh kekuatan apapun. Hanya orang-orang yang diberkati yang bisa masuk ke sana. Ibu juga mendapatkan mantra perlindungan Dewi Bulan ketika melahirkanmu dari seorang Dewi yang mendatangi ibu. Ibu tidak tahu seperti apa kekuatan Dewi Bulan yang menitis kepadamu. Ibu ingin agar kamu berlatih keras dan rajin berkultivasi. Jika kamu berhasil menyatukan kekuatan Dewi Bulan dan Putri Virs, maka kamu akan menjadi ratu terkuat di dua alam. Itu karena kamu juga memiliki darah manusia dari ayahmu," jelas Ratu Ivo.


"Ibu... Aku akan menunjukkan wujudku sebagai Dewi Bulan kepadamu."


Rubby menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Ratu Ivo. Dalam sekejap tubuhnya berubah wujud menjadi seorang Dewi yang memakai hanfu berwarna terang. Ini wujud terbarunya. Rubby juga merasa heran melihat perubahan baju dan atribut yang dia pakai. Dia benar-benar mirip seorang Dewi langit sekarang.


Ratu Ivo merasa takjub. Putrinya memang layak disebut seorang Dewi Yang Agung. Entah apa yang sudah dilaluinya hingga putrinya bisa sehebat itu. Saat ini Ratu Ivo hanya berpikir bagaimana membimbing putrinya menjadi lebih hebat darinya.


"Ibu... Ijinkan aku memberikan berkat kepada para pelayan mu ini."


Ruby mengeluarkan selendangnya dan melemparnya ke udara. Selendang itu menjadi lebar dan menutupi semua binatang yang berkumpul di hadapan mereka. Selendang itu mengeluarkan cahaya kemilau kuning keemasan.


Setelah beberapa saat Rubby menarik selendang itu dengan kekuatan spiritualnya. Perlahan binatang-binatang itu berubah menjadi wujud manusia. Mereka saling berhimpitan karena tubuh mereka menjadi berkali-kali lipat lebih besar dari semula.


"Hormat pada Yang Mulia Putri Virs!" salah satu dari jelmaan binatang itu memimpin untuk memberi hormat pada Rubby.


"Hormat diterima. Bangunlah! Kalian semua sekarang mempunyai dua wujud. Kalian bisa berubah menjadi binatang dan manusia," jelas Rubby.


"Terima kasih Tuan Putri. Kami akan mengabdikan seluruh hidup kami kepada Yang Mulia Ratu dan Tuan Putri."


Ratu Ivo dan Putri Virs tersenyum kepada mereka. Putri Virs merasa sudah terlalu lama berada di istana Ratu Ivo. Dia harus kembali pulang ke raganya.

__ADS_1


Sebelum pergi Rubby merubah dirinya dari wujud Dewi Bulan menjadi Putri Virs. Dia hanya bisa keluar dari istana Ratu Ivo dengan tongkatnya. Sebelum pergi dari sana Ratu Ivo memberinya sebuah senjata lagi.


Sebuah cincin yang bisa berubah menjadi pisau. Pisau itu bisa terbang dan mengejar musuhnya. Rubby bisa mengendalikannya dengan mantra yang tadi dia pelajari dari cermin ajaib Ratu Ivo.


"Ibu... Aku mohon diri," ucap Rubby sambil memberi hormat.


"Pergilah! Jangan terlalu lama untuk kembali. Ibu akan sangat merindukanmu." ada rasa tidak rela di hati Ratu Ivo saat melepas kepergian Rubby. Namun dia tidak boleh egois. Saat ini putrinya sudah memiliki kehidupan sendiri.


Saat Rubby membuka mata, Wu Jin Ming telah selesai berkultivasi sesaat sebelumnya.


"Sayang, apa kamu sudah menungguku lama?" tanya Rubby.


"Aku juga baru saja selesai. Hari masih malam. Mari kita kembali untuk tidur!" Wu Jin Ming membereskan matrasnya.


"Haaemm! Aku juga sudah mengantuk!" Rubby menahan mulutnya saat menguap.


Cincin pemberian Ratu Ivo, muncul di jarinya. Rubby pikir cincin itu goib seperti tongkat dan mahkotanya.


Wu Jin Ming menoleh ke arah Rubby yang terbengong dan belum bergerak dari tempatnya.


"Sayang, katanya kamu ngantuk?" tanya Wu Jin Ming yang sudah berbaring di atas ranjang.


"Eh, iya! Aku segera ke sana." Rubby berjalan cepat menyusul Wu Jin Ming.


Rubby tidak menutupi cincin itu dari Wu Jin Ming. Tapi Rubby juga tidak ingin menunjukkannya padanya. Jika Wu Jin Ming mengetahuinya dan bertanya, Rubby baru akan menjelaskannya.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2