TIGER WU

TIGER WU
DESA PALEI


__ADS_3

Lan Lan keluar dari dalam kamar mandi dengan senyuman di wajahnya. Akhirnya dia menemukan celah untuk menjatuhkan Rubby. Hatinya merasa sangat iri melihat Rubby selalu mendapatkan perhatian dari semua orang.


Agar rencananya berhasil, Lan Lan harus menyusunnya dengan rapi. Dia juga harus mengumpulkan bukti yang akurat untuk ini.


'Tunggu kehancuranmu, Rubby! Sebentar lagi kamu akan hancur... hancur sehancur-hancurnya. Hahaha!' Lan Lan tertawa dalam hati.


Dengan perasaan yang teramat senang, Lan Lan melenggang meninggalkan toilet untuk kembali bergabung bersama team Rubby.


Sesampainya di ruangan khusus untuk team Rubby dan manager Lin, Lan Lan sudah mendapati Rubby dan Wu Jin Ming sudah tidak berada di sana.


"Hai, Rocky! Boleh aku duduk di sini?" Lan Lan datang menghampiri Rocky yang sedang makan.


"Hmm!" jawab Rocky sambil terus makan tanpa mempedulikan Lan Lan.


"Uhh! Kelihatannya enak, sampai-sampai kamu tidak mau menoleh padaku!" sindir Lan Lan sambil membuka box makannya.


Masih dengan diamnya, Rocky melirik Lan Lan tajam lalu kembali melanjutkan makannya.


Lan Lan yang merasa sedikit ngeri dengan tatapan Rocky, tidak ingin banyak bertanya lagi dan memilih untuk fokus dengan makanan di tangannya. Kelihatannya ini bukan waktu yang tepat untuk mendekati Rocky. Apalagi saat ini Rocky masih berharap pada Rubby yang sangat sempurna di matanya.


Rocky yang sudah selesai makan lebih dulu, meninggalkan Lan Lan yang baru makan begitu saja.


'Tunggu sampai kamu tahu siapa Rubby sebenarnya! Kamu pasti akan bertekuk lutut di hadapanku!' Lan Lan menatap kepergian Rocky hingga tidak terlihat lagi.


••••


Setelah makan di restoran yang Rubby inginkan, Wu Jin Ming melajukan mobilnya menuju desa Yao. Lokasi desa Yao cukup jauh butuh sekitar 5 jam jika di tempuh dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Tidak ingin terlalu lama berada dalam perjalanan, Wu Jin Ming memakai kekuatannya untuk mempersingkat waktu.


Mengingat besok adalah akhir pekan mereka berdua berencana menginap di desa Yao malam ini.


"Kak Wu! Aku mengantuk! Masih lama tidak?" tanya Rubby sambil menutup mulutnya yang menguap.


"Tidurlah! Perjalanan masih jauh!" Wu Jin Ming melirik Rubby sebentar lalu kembali fokus menyetir.


Rubby mengubah posisi jok mobilnya agar lebih nyaman lalu merebahkan tubuhnya di sana. Hanya dalam sekejap saja Rubby sudah bertamasya di dalam dunia mimpinya.


"Astaga, By! Belum juga lima menit, udah bobok aja!" Wu Jin Ming tersenyum melihat Rubby yang sedang terlelap.


Perjalanan terasa sepi. Untuk menemaninya, Wu Jin Ming menyalakan alat pemutar mudik di mobilnya dan mendengar sebuah lagu yang romantis. Hatinya menghangat mendengar syair cinta yang tertuang di sana.


Mobil Wu Jin Ming melaju dengan santai namun kecepatannya melebihi batas normal dengan bantuan kekuatannya. Setelah dua jam perjalanan akhirnya mobil yang dia kendarai masuk di area pedesaan. Sebentar lagi mereka akan mencapai desa Yao.


Rubby sudah tertidur selama 2 jam lamanya. Wu Jin Ming keluar dari dalam mobil terlebih dahulu untuk bertanya pada penduduk yang ada di dekat mobilnya berhenti. Suara keras pintu mobil tanpa sengaja membangunkan Rubby.


"Permisi, Pak! Saya Wu. Saya adalah wisatawan yang ingin berkunjung ke desa Yao. Bisakah bapak membantu saya untuk memberitahukan di mana saya harus menitipkan mobil saya?"


Wu Jin Ming menghampiri seorang bapak-bapak yang sedang membersihkan taman di depan rumah dan bertanya padanya.


"Titipkan saja di sini, Nak! Kalau kamu mau, kamu juga boleh menginap di sini. Tidak aman bermalam di desa Yao, di sana banyak sekali siluman," jelas laki-laki tua itu.


"Terimakasih, Pak! Tapi saya tidak sendirian. Saya membawa istri saya juga."


Rubby yang sudah terbangun, keluar dari mobilnya dan berjalan menyusul Wu Jin Ming yang sedang mengobrol.

__ADS_1


"Saya Feng. Mari kita ngobrol di sana!" ajak laki-laki tua yang mengaku bernama Feng itu.


"Ayo, Sayang!" ucap Wu Jin Ming pada Rubby yang sudan berada di sampingnya.


Mereka bertiga berjalan menuju ke rumah Feng. Rumah yang terbilang sederhana dengan lantai dan dinding yang terbuat dari papan kayu. Meskipun berukuran kecil namun rumah itu terlihat rapi. Perabot yang ada di sana pun cukup modern. Ada beberapa alat elektronik dan juga lampu listrik.


"Pak Feng tinggal sendiri saja di sini?" tanya Wu Jin Ming setelah berada di dalam rumah.


"Tidak! Ada anak perempuan saya, tapi dia belum pulang bekerja," ucap Feng sambil menuang dua gelas air putih untuk tamunya.


"Oh! Terimakasih, Pak!" Wu Jin Ming menerima gelas minuman itu.


"Terimakasih, Pak!" Rubby melakukan hal yang sama.


"Sama-sama!"


Feng kembali duduk di hadapan Rubby dan Wu Jin Ming.


"Apa yang terjadi di desa Yao pada malam hari, Pak?" tanya Wu Jin Ming.


****


Bersambung...


Numpang promo novel karya temanku kak...


__ADS_1


__ADS_2