TIGER WU

TIGER WU
PERMAISURI RAJA KEGELAPAN


__ADS_3

Tubuh Lisa dan Moza terangkat ke atas setelah mereka bersatu. Muncul tato yang tiba-tiba muncul di seluruh tubuh Lisa. Sorot matanya berubah menjadi kejam dengan bola mata berwarna merah.


Ruangan di rumah Lisa yang semula gelap kini diterangi oleh cahaya tubuhnya yang berwarna merah darah. Lisa belum menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Dia menatap ke arah Moza yang juga mengalami perubahan pada tubuhnya.


"Hahaha... Selamat datang permaisuriku!" tawa Moza menggema di seluruh ruangan di rumah Lisa.


"Permaisuri? Apa yang terjadi? Siapa kamu sebenarnya?" Lisa memberondong Moza dengan banyak pertanyaan.


"Aku Moza... Moza yang baru... aku di kenal sebagai Raja Kegelapan. Aku tidak menyangka kekuatanku meningkat sangat pesat setelah menikahimu. Kamu adalah Gadis Darah Beracun yang sangat susah ditemukan. Aku beruntung menemukan dan mendapatkanmu. Hahaha!" Raja Kegelapan tertawa lantang.


"Raja Kegelapan? Gadis Darah Beracun? Apa artinya semua ini? Apa aku bukan manusia?" Lisa masih terlihat kebingungan.


"Lihat tubuhmu sekarang. Apa seorang manusia bisa terbang sepertimu sekarang?" tanya Moza.


Lisa mengamati sekelilingnya. Benar. Dia baru menyadari jika tubuhnya saat ini terbang di udara.


"Jadi... sekarang aku bukan manusia lagi? Oh, tidak! Aku pasti tidak akan bisa bergaul dengan teman-temanku lagi." wajah Lisa menjadi murung.


"Siapa yang mengatakan itu? Ini adalah wujud keduamu sebagai Permaisuri Raja Kegelapan. Kamu tetap bisa menjadi manusia biasa. Tetapi kamu harus datang ke kerajaanku jika aku memanggilmu!" jelas Raja Kegelapan.


"Jadi... aku punya dua wujud yang berbeda. Aku merasakan perasaan aneh pada tubuh ini. Sesuatu yang meletup-letup dalam darahku terasa begitu nyata." Lisa mencoba mengatakan apa yang dirasakannya.


"Itu adalah energi spiritualmu Lisa. Kamu memiliki separuh kekuatanku dan separuh kekuatanmu sendiri."


"Apa? Aku tidak merasa memiliki kekuatan apapun sebelumnya." Lisa masih terheran-heran melihat lukisan di tubuhnya yang entah datang dari mana.


"Itu karena sebelumnya energimu masih terkunci. Lisa kamu berhasil membuatku jatuh cinta padamu dengan sebenarnya. Bantu aku mewujudkan mimpiku untuk menjadi penguasa dua dunia."


"Aku tidak yakin dengan kemampuanku," ucap Lisa.

__ADS_1


"Lihat mataku!" perintah Moza.


Lisa melakukan apa yang diperintahkan Moza. Mata Moza mengeluarkan cahaya merah begitu juga dengan Lisa. Dalam sekejap Lisa bisa mengetahui dan menguasai kekuatan yang berada di dalam tubuhnya.


Bukan hanya kekuatan saja yang didapatkan oleh Lisa. Dia juga mendapatkan kebencian, kejahatan dan ambisi dari Moza. Darah dan energi mereka bercampur menjadi satu.


"Aku mengerti sekarang. Aku menjadi jiwa yang baru dan hidup sebagai Permaisuri Raja Kegelapan." Lisa tersenyum sinis yang membuat wajahnya yang cantik menjadi terlihat kejam.


"Bagus! Mari kita taklukkan dunia dan menjadi pasangan terhebat di seluruh alam."


Mereka berdua tertawa bersama. Tawa mereka menggema di seluruh kota. Suasana malam yang sebelumnya sudah dingin dan mencekam semakin menakutkan ditambah dengan tawa mengerikan mereka.


Untuk mengukuhkan hari pernikahan mereka, Moza membawa Lisa pergi ke kerajaannya yang baru untuk diperkenalkan kepada para pengikutnya. Sebelum mereka pergi Moza menggenggam tangan Lisa dan merubah penampilannya yang semula serba hitam menjadi pakaian mewah sebagai sepasang pengantin dengan nuansa merah dan emas. Mereka berdua berubah menjadi kepulan asap dan pergi menghilang dari kediaman Lisa.


Sepeninggal mereka berdua, kota di mana Lisa tinggal kembali normal. Langit yang semula gelap kini kembali menampakkan kembali bintang-bintangnya. Kabut tebal yang menutupi seluruh kota pun menghilang entah kemana.


Sebelum memasuki istana, Moza memberikan cadar pada wajah Lisa. Dia satu-satunya wanita yang ada di tempat itu. Moza tidak ingin pengikutnya memandangi wajah istrinya.


Melihat kedatangan rajanya, para penjaga istana dan semua yang berhadapan langsung dengan Raja Kegelapan langsung menjatuhkan diri untuk bersujud. Mereka tidak berani memperlihatkan wajah mereka sebelum memberi penghormatan. Pengikut Raja Kegelapan sangat patuh karena Raja Kegelapan tidak segan memberikan hukuman mati bagi mereka yang melanggar perintahnya.


Raja Kegelapan duduk di singgasananya sambil memangku Lisa. Lisa sudah kehilangan sifat manusianya sehingga terlihat bengis dan tidak tahu malu. Tanpa canggung lagi Lisa memeluk mesra Moza di hadapan para pengikutnya.


"Bangunlah!" seru Raja Kegelapan.


Seluruh pengikutnya bangun dan mengambil posisi masing-masing di kursinya. Mereka keheranan melihat pakaian tak biasa yang dikenakan oleh Raja mereka. Raja mereka juga membawa wanita asing yang terlihat aneh ke sana.


"Aku ingin membuat sebuah pengumuman pada kalian semua. Hari ini aku telah menemukan permaisuri yang selama ini aku cari. Aku ingin kalian semua menjadi saksi bahwa hari ini adalah hari pernikahanku. Dan aku akan memberi gelar pada permaisuriku. Aku memanggilnya dengan nama Yu dan akan memakai margaku menjadi Zhu Yu."


"Hormat kepada Permaisuri Yu!" teriak Panglima Chen memimpin untuk memberi penghormatan pada permasuri baru mereka.

__ADS_1


"Salam hormat Permaisuri Yu!" semua yang hadir di sana kembali bersujud memberi hormat.


Lisa tersenyum senang. Ini pertama kalinya dia merasakan diperlakukan sebagai ratu yang terhormat. Lisa bangkit dari pangkuan Moza. Dia berdiri dengan anggun di hadapan para pengikutnya.


"Bangunlah! Hormat di terima!" seru Lisa.


Moza berdiri menyusul Lisa dan berdiri di sampingnya.


"Permaisuri memiliki kekuasaan yang sama denganku! Apapun yang diperintahkan olehnya sama seperti perintahku! Dan kalian juga harus membuatkan sebuah singgasana untuknya di samping singgasanaku!" titah Raja Kegelapan.


"Baik Yang Mulia!" jawab pengikut Raja Kegelapan serempak.


Raja Kegelapan kembali duduk di singgasananya bersama Lisa. Sekarang saatnya dia menerima laporan dari para pengikutnya. Perkembangan wilayah kekuasaan dan pertambahan jumlah pengikut membuat Raja Kegelapan tertawa senang.


Lisa ikut mendengarkan rapat terbuka yang mereka lakukan. Sedikit-sedikit dia mulai mengerti apa yang harus dia lakukan sebagai Permaisuri Raja Kegelapan. Aura penuh kekejaman kini sudah mulai merasuk ke dalam jiwanya. Rencana-rencana jahat dan hasrat membunuh mulai menguasai hati dan pikirannya. Jiwa murninya telah hilang tak berbekas.


"Permaisuriku... Yu'er... malam ini kamu menginap saja di sini. Bukankah orang tua kamu sedang tidak di rumah?" ucap Moza setelah menyelesaikan urusannya bersama para pejabat penting istana.


"Aku ikut apa katamu Yang Mulia Raja Moza." Lisa mengalungkan tangannya di leher Moza


"Baiklah! Kita akan melewati malam pernikahan kita di sini. Kita harus merayakannya sampai pagi," ucap Moza.


"Dengan senang hati. Tapi besok pagi aku harus kembali ke dunia manusia untuk melakukan aktifitasku sebagai seorang mahasiswa."


"Tentu saja. Perluas pengaruhmu di dunia manusia dan carilah pengikut sebanyak-banyaknya!"


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2